Waspada Radikalisme di LingkunganPendidikan, Pengawasan Perlu Diperkuat
Oleh: Aditya Wiratama
Penguatan pengawasan terhadap lingkungan pendidikan menjadi langkah penting dalam menjagagenerasi muda dari ancaman penyebaran paham radikalisme, intoleransi, ekstremisme, hinggaseparatisme. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, tetapi juga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, memperkuatnasionalisme, serta menanamkan nilai persatuan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparatkeamanan, lembaga pendidikan, dan keluarga harus terus diperkuat agar sekolah menjadi ruangyang aman sekaligus mampu melahirkan generasi yang tangguh menghadapi berbagai pengaruhnegatif.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus mengedepankan pendekatanhumanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Selain menjalankan tugas pengamanan di sejumlah wilayah yang rawan gangguan keamanan, Kogabwilhan III juga aktif memberikanedukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua dan mama-mama Papua, mengenaipentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi masa depan anak-anak mereka. Pendekatantersebut diyakini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan merupakanjalan terbaik untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sekaligus menjauhkan generasi mudadari pengaruh kekerasan.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan bahwa pendidikan memiliki peranstrategis dalam membangun karakter generasi muda Papua sekaligus memperkuat ketahananmereka terhadap berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Menurutnya, komunikasi yang dilakukan personel Satgas TNI bersama masyarakat mulai memperlihatkanhasil yang positif. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkatsehingga semakin banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anak-anak mereka sebagaiinvestasi masa depan.
Lucky Avianto menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menghadirkan berbagai program pendidikan yang memberikan kesempatan lebihluas kepada anak-anak Papua. Kehadiran Sekolah Rakyat, program beasiswa, serta perluasanakses pendidikan di berbagai wilayah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkankualitas sumber daya manusia. Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakanpemerataan pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, integritas, dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut sangat penting agar generasi muda memiliki kemampuan menyaring berbagaiinformasi serta tidak mudah terpengaruh propaganda yang mengarah pada radikalisme, ekstremisme, maupun separatisme. Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalammemperkuat ketahanan bangsa dari berbagai ancaman nonmiliter.
Keberhasilan pendekatan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya prestasi putra-putri Papua. Salah satu indikatornya adalah keberhasilan 25 siswa asal Papua yang saat ini menjalanipendidikan sebagai taruna Akademi Militer. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kesempatanpendidikan yang semakin terbuka mampu melahirkan generasi muda yang siap mengabdi kepadanegara serta berperan menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia di masa depan.
Selain membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan, Kogabwilhan III juga terusmemperkuat pengamanan di sejumlah daerah yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan agar penyebaran paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme tidak memiliki ruang untuk berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang menyasar anak-anak dan generasi muda. Pendekatan keamanan yang dipadukan denganpemberdayaan masyarakat melalui pendidikan diharapkan mampu menciptakan kondisi yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua.
Di sisi lain, upaya memperkuat pengawasan terhadap lingkungan pendidikan juga dilakukanPemerintah Kota Surabaya melalui kerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri. Memasukitahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian menyiapkan program edukasi yang menyasar peserta didik dan orang tua guna meningkatkan kewaspadaan terhadapancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, terutama yang berkembang di ruang digital.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut akan diwujudkanmelalui kegiatan edukasi di sekolah-sekolah dengan melibatkan Dinas Pendidikan sertaDP3APPKB. Materi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88 Antiteror Polri, termasuk mengenai pentingnya pengawasan penggunaan gawai dan aktivitas digital anak.
Eri Cahyadi juga menekankan bahwa keluarga memegang peranan yang sangat penting dalammencegah penyebaran paham radikal. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka, memberikan perhatian, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan anak.
Selama satu tahun terakhir, pemerintah juga terus memperkuat pembangunan sumber dayamanusia melalui berbagai program prioritas. Program Sekolah Rakyat, perluasan beasiswa, Program Makan Bergizi Gratis, penguatan pendidikan karakter, serta pemerataan pembangunanpendidikan di berbagai daerah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitasgenerasi muda Indonesia. Berbagai kebijakan tersebut sekaligus mendukung terwujudnyamasyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Penguatan pengawasan di lingkungan pendidikan pada akhirnya harus menjadi tanggung jawabbersama. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga pendidik, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan agar pendidikan benar-benar menjadi benteng utamadalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki komitmen menjagapersatuan bangsa. Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan pendidikan yang berkualitas, Indonesia akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus menciptakan masa depanyang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
*) Pemerhati Pertahanan dan Stabilitas Nasional
