Kopdes Merah Putih Jadi Sumber Lapangan Kerja Barubagi Masyarakat

Oleh: Taufik Hidayat Program Koperasi Desa Merah Putih mulai menunjukkan daya tarik besar sebagai sumberpeluang kerja baru, sekaligus menjadi bukti konkret percepatan pembangunan ekonomiberbasis desa dalam satu tahun terakhir pemerintahan, sehingga masyarakat kini tidak hanyamenjadi penonton, tetapi diajak aktif mengambil peran dalam transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Lonjakan minat masyarakat terhadap program ini terlihat dari membludaknya jumlahpendaftar dalam waktu singkat sejak pembukaan rekrutmen, yang menandakan bahwakebutuhan akan lapangan kerja masih sangat tinggi sekaligus memperlihatkan kepercayaanpublik terhadap langkah pemerintah yang dalam setahun terakhir berhasil memperluas akseskerja melalui berbagai program strategis di sektor riil. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa tingginyaantusiasme pendaftar sempat berdampak pada gangguan teknis di sistem pendaftaran, sebuahsituasi yang justru mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap program ini, sementara pemerintah memastikan bahwa proses seleksi tetap berlangsung terbuka, transparan, dan tidak ada jaminan kelulusan bagi pihak tertentu. Sejak dibuka pada 15 April 2026, jumlah pelamar posisi manajer terus meningkat signifikanhingga mencapai lebih dari 220 ribu orang hanya dalam beberapa hari, sedangkan pendaftaruntuk pengelolaan Kampung Nelayan juga menembus angka puluhan ribu, sebuah capaianyang mempertegas bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkan peluang nyata yang langsung disambut masyarakat luas. Di tengah tingginya minat tersebut, pemerintah juga menunjukkan progres nyata dalampembangunan fisik koperasi desa yang terus berjalan secara masif, mencerminkan konsistensidalam merealisasikan janji pembangunan yang dalam setahun terakhir difokuskan padapenguatan sektor desa sebagai fondasi ekonomi nasional. Data menunjukkan puluhan ribu titik lahan telah disiapkan sesuai standar minimal, dengansebagian besar berada dalam tahap pembangunan dan ribuan lainnya telah selesai dibangun, meski tantangan masih muncul terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasanlahan dan harga tanah yang relatif tinggi. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan dan penyesuaianuntuk mengatasi kendala tersebut, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang pada periodeberikutnya, sebuah pendekatan yang menunjukkan fleksibilitas kebijakan tanpa mengabaikantarget besar yang telah ditetapkan. Dari sisi regulasi, pemerintah dinilai cukup sigap dalam menyiapkan payung hukum gunamendukung percepatan program, termasuk penerbitan aturan terkait pendanaan pembangunankoperasi desa, yang menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas sekaligus memastikanproses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tahapan selanjutnya kini tinggal menunggu aturan teknis dari Agrinas Pangan Nasional yang akan mengatur mekanisme audit nilai bangunan serta sistem pembayaran melalui perbankanHimbara, langkah yang dinilai penting untuk menghindari potensi penyimpangan sekaligusmemperkuat tata kelola program. Ambisi pemerintah dalam program ini juga tidak bisa dipandang kecil, dengan target pembangunan 30 ribu unit koperasi desa yang direncanakan rampung pada Juni 2026, sebuahtarget agresif yang mencerminkan kepercayaan diri pemerintah setelah mencatat berbagaicapaian pembangunan dalam satu tahun terakhir. Skema rekrutmen yang disiapkan pun tidak hanya berfokus pada posisi manajerial, tetapijuga membuka peluang luas bagi masyarakat desa untuk terlibat langsung sebagai tenagakerja di berbagai posisi pendukung, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebihmerata. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa tenaga kerja koperasi akandiprioritaskan berasal dari warga desa setempat, termasuk pengurus koperasi yang sudah ada, sebuah kebijakan yang mempertegas komitmen pemerintah dalam memberdayakan potensilokal sekaligus mengurangi ketimpangan akses kerja. Selain itu, Ferry Juliantono juga membuka peluang bagi penerima bantuan sosial, khususnyaProgram Keluarga Harapan, untuk ikut terlibat sebagai pekerja di koperasi desa, mulai dariposisi kasir hingga tenaga operasional lainnya, sehingga program ini tidak hanyamenciptakan lapangan kerja tetapi juga berfungsi sebagai jembatan peningkatankesejahteraan masyarakat rentan. Rekrutmen tenaga pendukung seperti kasir, sopir, dan petugas keamanan akan dilakukanlangsung oleh masing-masing desa, sebuah pendekatan desentralisasi yang memberikanruang bagi pemerintah desa untuk mengelola sumber daya manusia sesuai kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program tersebut. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menegaskanbahwa seluruh tenaga kerja pendukung wajib berasal dari desa setempat, dengan prioritasdiberikan kepada penerima Program Keluarga Harapan, sementara masyarakat dari luar desatidak akan dilibatkan, kebijakan yang dinilai mampu menjaga pemerataan manfaat program. Joao Angelo De Sousa Mota juga menjelaskan bahwa proses rekrutmen akan melibatkankepala desa dan sekretaris desa sebagai pihak yang memahami kondisi sosial masyarakat, sehingga proses seleksi diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan konflik di tingkat lokal. Dalam skema yang dirancang, setiap koperasi desa diproyeksikan memiliki sekitar 17 karyawan di luar posisi manajer, sehingga jika target 30 ribu koperasi tercapai, program iniberpotensi menciptakan lebih dari 1,5 juta lapangan kerja baru, sebuah angka yang signifikandalam upaya menekan pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Melihat keseluruhan progres yang ada, program Koperasi Desa Merah Putih dapat dipandangsebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam satu tahun terakhir yang berhasilmenggabungkan pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan penguatanekonomi lokal dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi. Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi jugapada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga transparansi, meningkatkan kapasitas, danmemanfaatkan peluang yang ada, sehingga Kopdes Merah Putih benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan secaranyata. *) Pendamping Ekonomi Desa

Read More
Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh

Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh

ACEH BESAR – Relaunching Gedung AMANAH di Aceh menuai apresiasi luas sebagai langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. Pengaktifan kembali fasilitas ini dinilai menjadi simbol kebangkitan ekosistem kreatif daerah yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan penciptaan nilai tambah dari potensi lokal. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa…

Read More
Relaunching AMANAH 2026: Membangun Pusat Kolaborasi dan Inkubasi Talenta Muda Aceh

Relaunching AMANAH 2026: Membangun Pusat Kolaborasi dan Inkubasi Talenta Muda Aceh

Aceh Besar – Peluncuran kembali Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) melalui momentum “Restart and Rise” di Aceh Besar, Kamis (23/4/2026), menandai babak baru dalam pengembangan potensi anak muda di Tanah Rencong. Berbeda dengan pendekatan konvensional, wajah baru AMANAH kini lebih fokus menjadi pusat gravitasi bagi berbagai komunitas kreatif untuk saling bersinergi. Dengan menyediakan…

Read More
Relaunching AMANAH Aceh Perkuat Ekosistem Pemuda Inovatif dan Wirausaha Berbasis Lokal

Relaunching AMANAH Aceh Perkuat Ekosistem Pemuda Inovatif dan Wirausaha Berbasis Lokal

Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kembali dikukuhkan melalui relaunching gedung AMANAH yang menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pemuda berbasis inovasi dan kewirausahaan lokal. Relaunching ini sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang selaras dengan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky…

Read More
Relaunching AMANAH Jadi Pusat Inkubasi, Dorong Investasi dan Ekspor Kreatif Aceh

Relaunching AMANAH Jadi Pusat Inkubasi, Dorong Investasi dan Ekspor Kreatif Aceh

ACEH – Program Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (AMANAH) kembali diperkuat melalui relaunching yang menegaskan perannya sebagai pusat inkubasi ekonomi kreatif di Aceh. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa AMANAH dirancang sebagai ruang strategis untuk pengembangan ekosistem kreatif daerah. “AMANAH diharapkan menjadi pusat aktivitas kreatif untuk kurasi, pengembangan ide, dan inkubasi bisnis,”…

Read More
Relaunching AMANAH Sukses Digelar, Wadah Pemuda Aceh Menuju Daya Saing Global

Relaunching AMANAH Sukses Digelar, Wadah Pemuda Aceh Menuju Daya Saing Global

Banda Aceh – Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat atau AMANAH berlangsung dengan sangat meriah. AMANAH hadir sebagai wadah pemberdayaan generasi muda Aceh yang bertumpu pada inovasi teknologi, kewirausahaan berbasis komoditas lokal, sekaligus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam hal hilirisasi industry. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dalam sambutannya mengatakan,…

Read More
Relaunching Program AMANAH, Menekraf: Ekonomi Kreatif Aceh Bagian dari Asta Cita Nasional

Relaunching Program AMANAH, Menekraf: Ekonomi Kreatif Aceh Bagian dari Asta Cita Nasional

Banda Aceh – Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) mempertegas perannya anak muda Aceh sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif merupakan bagian Asta Cita Presiden dan hilirisasi tidak semata tentang tambang, tetapi bisa dilakukan untuk industri kreatif….

Read More
Pasca Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh

Pasca Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh

ACEH BESAR — Pasca Relaunching Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), penguatan ekonomi kreatif berbasis hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor langsung menjadi fokus utama dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Aceh. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa AMANAH selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,…

Read More
Relaunching AMANAH Jadi Momentum Besar Dorong Pemuda Aceh Tembus Pasar Global

Relaunching AMANAH Jadi Momentum Besar Dorong Pemuda Aceh Tembus Pasar Global

Aceh – Ketua Yayasan AMANAH Saifullah Muhammad mengatakan Relaunching AMANAH kali ini menjadi momentum strategis konsolidasi pengurus dan badan pekerja dalam memperkuat peran pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan berdaya saing. Hal tesebut diungkapkan Ketua Yayasan AMANAH Saifullah Muhammad saat menyampaikan pidatonya dalam acara relaunching AMANAH di Aceh. Menurut Saifullah, diakui ada yang perlu divaluasi…

Read More
Relaunching AMANAH Jadi Pusat Kolaborasi, Aceh Bidik Peran Global di Industri Kreatif

Relaunching AMANAH Jadi Pusat Kolaborasi, Aceh Bidik Peran Global di Industri Kreatif

Aceh – Penguatan peran AMANAH sebagai pusat kolaborasi mulai menunjukkan arah konkret dalam mendorong pengembangan industri kreatif di Aceh. Setelah momentum relaunching, berbagai langkah strategis diarahkan untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing daerah. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pengembangan sektor ini selaras dengan agenda nasional….

Read More