Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Bantuan pangan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitasekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Melalui kebijakan yang terukur dan tepat sasaran, negara hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakattetap terpenuhi serta aktivitas ekonomi berjalan dengan baik di berbagai daerah. Sepanjang Februari hingga Maret 2026, Perum Bulog menyalurkan bantuan pangansecara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian daristimulus ekonomi yang dirancang untuk menjaga keseimbangan konsumsimasyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secaraberkelanjutan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulogberkomitmen dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melaluiberbagai program, termasuk penyaluran bantuan pangan. Ia pun memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Bantuan pangan yang disalurkan mencakup komoditas beras dan minyak goreng. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) menerima beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per alokasi. Sehingga dalam dua bulan penerima memperoleh20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Secara nasional, lanjut Rizal, bantuan diberikan kepada 33.244.408 PBP yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun total pagu yang disiapkan mencapai 664.888 ton beras dan 132.977 kiloliter minyakgoreng. Opini serupa juga disampaikan oleh Kepala Bapanas sekaligus Menteri PertanianAndi Amran Sulaiman. Ia menegaskan penyaluran bantuan pangan tersebutmerupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasionalsekaligus meringankan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menilai, bantuan pangan beras dan minyak goreng yang saat ini sedang disalurkan Perum Bulog merupakan bentuk kehadiran negara membantu meringankan ekonomi masyarakat. Lebih jauh, efektivitas bantuan pangan turut menentukan keberhasilan pemerintahdalam meredam gejolak inflasi, khususnya pada sektor bahan pokok. Dengandistribusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan, kebijakan ini mampu menjadifondasi penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi sekaligus memperkuatketahanan nasional. Untuk itu, Ketut berharap Perum Bulog sebagai pengemban penugasan, terusmemacu pendistribusian bantuan kepada seluruh penerima. Adapun realisasipenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng per 25 Maret, telahmenyentuh hingga 382.529 penerima di 24 provinsi. Secara kuantitas, berassebanyak 7,65 juta kilogram dan minyak goreng sebanyak 1,53 juta liter telahterdistribusikan ke masyarakat. Selain itu Ketut juga memberikan kabar baik pada penerima bantuan….