Kesejahteraan Buruh Ditingkatkan, Stabilitas Nasional Terjaga

Kesejahteraan Buruh Ditingkatkan, Stabilitas Nasional Terjaga

Jakarta — Kesejahteraan buruh yang terus meningkat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika ekonomi global. Upaya pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menunjukkan hasil positif, tercermin dari membaiknya kondisi ketenagakerjaan, meningkatnya perlindungan sosial, serta hubungan industrial yang semakin harmonis. Peningkatan kesejahteraan buruh tidak hanya diukur dari kenaikan upah, tetapi juga dari akses…

Read More

Strong Workers, Strong Nation: Kesejahteraan Buruh dan Stabilitas Nasional

Oleh : Gregorius Davos* Pembangunan nasional tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga darikualitas kesejahteraan manusia yang menjadi penggeraknya. Pemerintah secara konsistenmenempatkan peningkatan kesejahteraan buruh sebagai prioritas strategis dalam agenda pembangunan nasional, karena pekerja merupakan fondasi utama yang menjaga keberlanjutanproduktivitas dan stabilitas sosial. Dalam konteks Indonesia, buruh tidak hanya berperan sebagaipelaku ekonomi, tetapi juga sebagai pilar penting yang menentukan arah kemajuan bangsa. Ketika kesejahteraan buruh terjamin, maka fondasi negara menjadi lebih kokoh karena terciptakeseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menunjukkan komitmen nyata melalui kebijakanpengupahan yang semakin adaptif, terukur, dan berbasis data. Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 menjadi contoh konkret bagaimana negara menghadirkan kebijakan yang lebih objektif dan transparan. Formula penetapan upah kini mempertimbangkan berbagaivariabel penting seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kontribusi tenaga kerja terhadapperekonomian daerah. Pendekatan ini tidak hanya memberikan kepastian bagi pekerja, tetapijuga menciptakan kepastian bagi dunia usaha dalam merencanakan keberlanjutan bisnisnya. Kenaikan UMP nasional pada kisaran rata-rata 5–8 persen pada 2026 menjadi sinyal positifdalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga dayabeli masyarakat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sekaligus memastikanpekerja mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Pemerintah menegaskan bahwa upahminimum merupakan standar dasar yang wajib dipenuhi, bukan batas maksimum, sehinggaperusahaan tetap didorong untuk memberikan kompensasi yang lebih tinggi berdasarkanproduktivitas dan kinerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa pemerintah pusat memberikan ruang bagidaerah untuk menetapkan upah sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masing wilayah. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi daerah, kontribusitenaga kerja terhadap perekonomian, serta posisi upah terhadap Kebutuhan Hidup Layak. Dengan demikian, kebijakan pengupahan dapat lebih fleksibel namun tetap adil dan relevanterhadap kondisi riil di lapangan. Selain aspek ekonomi, kebijakan pengupahan juga diperkuat melalui regulasi yang menegaskanbahwa upah merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. Hal inimenunjukkan bahwa kesejahteraan buruh tidak hanya dilihat dari sisi peningkatan pendapatan, tetapi juga sebagai bagian dari perlindungan hukum dan keadilan sosial. Negara hadirmemastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan haknya secara layak, termasuk pemenuhankebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Dari perspektif makroekonomi, peningkatan kesejahteraan buruh memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas nasional. Pekerja dengan pendapatan yang layak akan memilikidaya beli yang kuat, sehingga mampu mendorong konsumsi domestik yang menjadi salah satumotor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika konsumsi meningkat, sektor usahaberkembang, investasi tumbuh, dan penciptaan lapangan kerja semakin luas. Siklus inimenciptakan efek berganda yang memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekananglobal. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan bahwa sinergiantara pemerintah dan buruh merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanandan ketertiban masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kesejahteraan buruh yang meningkat akanberdampak langsung pada kondusivitas wilayah, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalandengan aman dan lancar. Pernyataan ini menegaskan bahwa aspek kesejahteraan pekerja tidakterlepas dari dimensi keamanan dan stabilitas sosial. Di sisi lain, pemerintah juga menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar lapangan kerjadi Indonesia ditopang oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakankenaikan upah yang dilakukan secara bertahap merupakan langkah rasional untuk memastikandunia usaha tetap mampu bertahan dan berkembang tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja. Pendekatan ini mencerminkan kebijakan yang inklusif dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah juga terus memperkuat program perlindungan sosial bagi pekerja sebagai bagian daripendekatan yang lebih komprehensif. Program jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminankehilangan pekerjaan, serta berbagai insentif bagi sektor padat karya menunjukkan bahwakesejahteraan buruh dipandang secara holistik. Langkah ini memberikan rasa aman bagi pekerjasekaligus meningkatkan produktivitas karena adanya kepastian perlindungan di masa depan. Ke depan, tantangan global seperti disrupsi teknologi, otomatisasi, serta perubahan strukturindustri akan terus memengaruhi dunia kerja. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan buruhharus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendidikanvokasi, dan pengembangan keterampilan. Pemerintah terus mendorong program peningkatankompetensi agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global. Pada akhirnya, hubungan antara kesejahteraan buruh dan stabilitas nasional merupakanhubungan yang tidak terpisahkan. Negara yang kuat lahir dari pekerja yang sejahtera, produktif, dan terlindungi. Dengan kebijakan yang adaptif, dialog yang konstruktif, serta kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untukmewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kesejahteraan buruh bukan hanyatujuan, tetapi juga strategi utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih adil, stabil, dan sejahtera….

Read More

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh

*) Oleh : Dewi Anjani Kesejahteraan buruh merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitassosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Buruh tidak hanya berperansebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak utama roda ekonomi. Ketika kesejahteraan mereka terpenuhi, produktivitas meningkat, hubungan industrial menjadi harmonis, dan potensi konflik sosial dapat diminimalkan. Oleh karena itu, perhatian terhadap buruh bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga bagian dariupaya menjaga harmoni sosial secara menyeluruh. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat(Kamtibmas). Menurutnya, Polda Jabar siap mengedepankan pendekatan humanisdalam mengawal setiap aspirasi maupun implementasi kebijakan tenaga kerja di lapangan. Pemerintah memiliki peran sentral dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha. Penetapanupah minimum yang adil, pengawasan ketenagakerjaan yang efektif, serta perluasanjaminan sosial merupakan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan. Kebijakanyang seimbang akan menciptakan rasa keadilan bagi buruh sekaligus memberikankepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pemangku kepentinganketenagakerjaan menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas di lapangan. Pendekatandialogis dan preventif perlu terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapatdiselesaikan secara damai dan konstruktif. Dengan demikian, peningkatankesejahteraan buruh tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat harmoni sosial dan stabilitas keamanansecara berkelanjutan. Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan peningkatankesejahteraan buruh merupakan kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Ketika buruh mendapatkan haknya secaraadil, baik dari sisi upah, perlindungan kerja, maupun jaminan sosial, maka stabilitashubungan industrial akan terjaga dan potensi konflik dapat diminimalkan. Pemerintahterus mendorong sinergi antara dunia usaha dan pekerja agar tercipta ekosistemketenagakerjaan yang seimbang dan berkeadilan. Lingkungan kerja yang aman, pemberian upah yang layak, serta kesempatanpengembangan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitashidup buruh. Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan tidak hanyaakan mendapatkan loyalitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan citra positif di mata publik. Peningkatan kesejahteraan buruh juga tidak terlepas dari peran serikat pekerjasebagai jembatan komunikasi antara buruh dan manajemen. Serikat pekerja yang kuat dan profesional dapat menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan hak-hakburuh secara konstruktif. Dialog sosial yang terbuka dan berkelanjutan akanmembantu menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak, sehingga potensikonflik dapat ditekan. Selain itu, pendidikan dan pelatihan bagi buruh menjadi aspek penting dalammeningkatkan daya saing tenaga kerja. Buruh yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang baik akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan industri. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh penghasilanyang lebih baik, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam dunia kerja. Walikota Cilegon, Robinsar menjelaskan kesejahteraan buruh juga berkaitan eratdengan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas. Buruh yang sejahteraakan mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya, serta berkontribusi dalam aktivitas ekonomi di lingkungannya. Dampak positif ini akan menciptakan efek berantai yang memperkuatstabilitas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Lebih lanjut, Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong berbagai program peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan kerja sama dengandunia industri. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanyasiap pakai, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Denganadanya keterhubungan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja, peluang kerja yang berkualitas dapat semakin terbuka luas. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan. Melaluikemitraan yang berkelanjutan, diharapkan tercipta keseimbangan antara pertumbuhanekonomi dan peningkatan kesejahteraan buruh. Hal ini pada akhirnya akanmemperkuat harmoni sosial serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebihinklusif dan berkeadilan. Dalam konteks tersebut, penting pula adanya penguatan komunikasi dan koordinasiantar pemangku kepentingan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankandapat tepat sasaran. Pendekatan partisipatif yang melibatkan buruh sebagai bagiandari proses pengambilan keputusan akan meningkatkan rasa memiliki sertakepercayaan terhadap kebijakan yang diterapkan. Dengan komunikasi yang terbukadan transparan, potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan sehingga hubunganindustrial tetap kondusif. Pada akhirnya, menjaga harmoni sosial melalui peningkatan kesejahteraan buruhmerupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menciptakan sistemketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan bagi seluruh lapisanmasyarakat. )* Penulis Adalah Pemerhati Kebijakan Publik

Read More

Kopdes Jadi Motor Penggerak Ekonomi di Wilayah Terpencil

Oleh: Livia Maharani Kusuma )* Wajah desa kini tidak lagi dipandang sebagai pendukung semata, melainkan pusat aktivitas ekonomi yang produktif. Dengan menempatkanKoperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak utama, pemerintah tengah memperkuat fondasi ekonomi mulai dari akar rumput. Kebijakan ini diharapkan mampu memecah konsentrasi pembangunanyang selama ini terpusat di kota, sehingga kemajuan ekonomi benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah percepatan yang dilakukan pemerintah menunjukkanperkembangan signifikan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono,menjelaskan bahwa lebih dari 83 ribu koperasi desa dan kelurahan telahdibentuk dan kini memasuki tahap operasional. Ribuan titik pembangunantelah selesai sepenuhnya dan menjadi fondasi penting dalammempercepat penguatan ekonomi masyarakat desa. Dukungan daripemerintah daerah dinilai menjadi faktor kunci dalam memastikanimplementasi program berjalan efektif di berbagai wilayah. Kehadiran Kopdes Merah Putih membawa perubahan mendasar dalamstruktur ekonomi desa. Selama ini, masyarakat di wilayah terpencil kerapmenghadapi keterbatasan akses terhadap barang kebutuhan pokok, distribusi yang panjang, serta harga yang tidak stabil. Dengan adanyakoperasi yang terintegrasi, distribusi barang menjadi lebih efisien dan terjangkau. Koperasi mengambil peran sebagai penyedia kebutuhanutama, termasuk barang bersubsidi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ferry memaparkan bahwa koperasi memiliki fungsi strategis dalammenjual dan menyalurkan berbagai kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti pupuk bersubsidi, gas LPG ukuran kecil, hingga bahanpangan pokok disalurkan melalui koperasi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat desa. Dengan mekanisme ini, pemerintah memastikan bahwasubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak terdistorsi oleh rantaidistribusi yang panjang. Selain sebagai pusat distribusi, Kopdes Merah Putih juga berfungsisebagai offtaker yang menyerap hasil produksi masyarakat desa. Produkpertanian, peternakan, dan berbagai hasil usaha lokal lainnya ditampungoleh koperasi sehingga masyarakat memiliki kepastian pasar. Pola inimemberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatanmasyarakat karena produk yang dihasilkan memiliki jalur distribusi yang jelas dan berkelanjutan. Peran lainnya yang tidak kalah penting adalah menjadikan koperasisebagai instrumen pelaksanaan program pemerintah di tingkat paling bawah. Berbagai bantuan dan program pemberdayaan disalurkan melaluikoperasi, sehingga prosesnya menjadi lebih terstruktur dan tepat sasaran. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagaipenerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam kegiatanekonomi. Pemerintah juga memastikan bahwa koperasi menjadi ruang bagitumbuhnya produk lokal. Barang yang dijual di gerai koperasi tidak hanyaberasal dari luar daerah, tetapi juga diisi oleh produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari masyarakat setempat. Hal ini memperkuat ekosistemekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar,menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan koperasisebagai kekuatan utama dalam mengatasi kemiskinan. Ia melihat bahwapemberdayaan ekonomi melalui koperasi mampu meningkatkan kapasitasproduksi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa. Dengandukungan yang berkelanjutan, koperasi diyakini dapat menjadi pilar ekonomi yang tangguh di tengah dinamika global. Muhaimin juga menekankan pentingnya menjadikan koperasi sebagaipusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Berbagai sektor sepertipertanian dan ekonomi kreatif didorong untuk berkembang melaluikoperasi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah,menilai bahwa Kopdes Merah Putih merupakan terobosan yang mampumengubah wajah ekonomi desa secara fundamental. Ia melihat bahwakoperasi ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat desa dalammengakses sistem ekonomi yang lebih adil dan berpihak pada kepentingan rakyat. Najib menyoroti bahwa salah satu permasalahan utama di desa adalahpanjangnya rantai distribusi barang. Kondisi ini menyebabkan hargakebutuhan pokok menjadi lebih mahal karena melalui banyak perantara. Kehadiran koperasi dinilai mampu memangkas jalur distribusi tersebut, sehingga barang dapat diterima masyarakat dengan harga yang lebihterjangkau dan stabil. Selain itu, koperasi juga memiliki potensi besar dalam menciptakankemandirian logistik desa. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi dapatmembangun sistem distribusi sendiri, termasuk gudang dan transportasi. Hal ini akan mengurangi ketergantungan desa terhadap pasokan dari kotadan memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat lokal. Dampak yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapijuga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Perputaran ekonomi yang terjadi di dalam desa memungkinkanmasyarakat merasakan manfaat secara langsung. Pendapatanmeningkat, akses terhadap kebutuhan menjadi lebih mudah, dan peluangusaha semakin terbuka. Perluasan dan penguatan koperasi desa menjadi bukti bahwa arahpembangunan nasional semakin inklusif. Wilayah terpencil yang sebelumnya tertinggal kini memiliki peluang yang sama untukberkembang. Kopdes Merah Putih hadir bukan hanya sebagai lembagaekonomi, tetapi sebagai simbol transformasi menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. *) Pemerhati Kebijakan Publik

Read More

Kopdes Diperluas hingga Pelosok, Pemerataan Ekonomi Kian Nyata

Oleh: Farhan Akbar )* Membangun Indonesia dari pinggiran kini bukan lagi sekadar slogan. Dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah sedangmerancang transformasi besar agar kesejahteraan tidak lagi menumpuk di perkotaan saja. Kebijakan ini hadir untuk memastikan setiap desa memilikimesin penggerak ekonominya sendiri, yang tidak hanya produktif secarabisnis, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekonomi bagi generasimendatang. Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi jawaban atas kebutuhan desauntuk memiliki kemandirian ekonomi yang kuat. Selama ini, desa kerapberada pada posisi sebagai konsumen dalam rantai ekonomi nasional.  Dengan pendekatan koperasi yang terintegrasi, desa didorong untukbertransformasi menjadi pelaku utama yang aktif dalam menggerakkanroda ekonomi. Pemerintah melihat potensi besar desa sebagai basis produksi sekaligus pasar yang selama ini belum dimaksimalkan secaraoptimal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancangsebagai instrumen negara dalam mempercepat pemerataan ekonomisekaligus mengatasi kemiskinan.  Yandri memandang bahwa perputaran uang yang terjadi di desa melaluikoperasi akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan tidak mengalir keluar, melainkan kembali memperkuat ekonomi desa itu sendiri. Konsep Kopdes Merah Putih juga selaras dengan arah kebijakanpembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awalpertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka tersebut, pembangunan tidak lagiberpusat di kota, melainkan bergerak dari pinggiran untuk menciptakankeseimbangan yang lebih merata. Pendekatan ini diyakini mampumemperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka peluangekonomi baru bagi masyarakat desa. Kopdes Merah Putih mengusung model usaha yang modern denganmenyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, bahanpokok, hingga energi seperti LPG. Namun, orientasi koperasi ini berbedadengan sektor ritel konvensional.  Keuntungan yang dihasilkan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak, melainkan didistribusikan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan masyarakat desa itu sendiri. Model ini memperkuat prinsipkeadilan ekonomi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalamkegiatan usaha. Yandri juga menyoroti bahwa Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai pusatdistribusi, tetapi juga sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan adanya koperasi, masyarakat desa memiliki akses terhadappeluang kerja yang lebih luas tanpa harus meninggalkan daerahnya. Hal ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi urbanisasi sekaligusmemperkuat struktur ekonomi desa secara menyeluruh. Selain manfaat ekonomi langsung, Kopdes Merah Putih memilikikewajiban untuk berkontribusi terhadap pembangunan desa. Sebagian keuntungan yang diperoleh dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa, yang kemudian digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini memastikanbahwa keberadaan koperasi tidak hanya berdampak pada individu, tetapijuga pada kemajuan desa secara kolektif. Pemerintah juga menargetkan agar perluasan Kopdes mampumengurangi ketergantungan desa terhadap distribusi logistik dari kota. Selama ini, banyak kebutuhan pokok yang harus dipasok dari luar daerah, sehingga menimbulkan biaya tinggi dan ketidakstabilan harga. Denganadanya koperasi yang dikelola secara mandiri, desa dapat mengeloladistribusi secara lebih efisien dan memastikan ketersediaan barangdengan harga yang terjangkau. Langkah ini semakin diperkuat melalui sinergi antar kementerian. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan bahwa Kopdes Merah Putih memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan, khususnya di wilayah pedesaan. Ia melihat koperasi sebagai instrumen penting dalammencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem, sekaligus mendorongpertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ferry menjelaskan bahwa koperasi akan berfungsi sebagai offtaker bagiberbagai produk masyarakat desa. Hasil pertanian, peternakan, hinggakerajinan lokal akan diserap oleh koperasi, sehingga masyarakat memilikikepastian pasar. Kondisi ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena produk desa tidak lagi bergantung pada tengkulak atau pasar yang tidak stabil. Dengan demikian, pendapatan masyarakat dapat meningkatsecara lebih konsisten. Selain itu, pemerintah juga mengintegrasikan program pemberdayaansosial dengan pengembangan koperasi. Melalui kerja sama denganKementerian Sosial, penerima manfaat Program Keluarga Harapan didorong untuk menjadi anggota Kopdes. Pendekatan ini mengubah polabantuan sosial dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh peluang untukmeningkatkan pendapatan melalui partisipasi dalam koperasi. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, turutmenegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong koperasi sebagaikekuatan utama ekonomi nasional. Ia memandang bahwa koperasimemiliki kemampuan untuk menjawab tantangan kemiskinan sekaligusmemperkuat kemandirian bangsa. Dengan basis yang kuat di desa, koperasi diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi yang lebih tahanterhadap gejolak global. Muhaimin…

Read More
Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan Ekonomi Kian Terbuka

Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan Ekonomi Kian Terbuka

Jakarta – Upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi sekaligus memperkuat ekonomi desa kian menunjukkan hasil. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, akses listrik di wilayah pelosok kini semakin terbuka, mendorong geliat usaha masyarakat hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng pihak swasta, yakni PT Energy Absolute Green X Indonesia, untuk…

Read More
Koperasi Merah Putih Menjangkau Pelosok, Akses Ekonomi dan Listrik Diperkuat

Koperasi Merah Putih Menjangkau Pelosok, Akses Ekonomi dan Listrik Diperkuat

Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM terus memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi hingga ke pelosok negeri melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh adalah menggandeng sektor swasta untuk menghadirkan solusi energi berkelanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya…

Read More

MBG Terus Disempurnakan, Layanan Bermasalah Langsung Ditindak

Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus mengalami penyempurnaan guna memastikan kualitas layanan bagi masyarakat tetap optimal. Komitmen ini ditegaskan melalui langkah responsif terhadap berbagai kendala di lapangan, di mana setiap laporan terkait layanan bermasalah langsung ditindak secara cepat dan terukur. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes…

Read More

Sekolah Dilibatkan Awasi MBG, Keluhan Ditindak Cepat

Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan pihak sekolah dalam proses pemantauan pelaksanaan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mempercepat penanganan terhadap berbagai keluhan yang muncul selama program berjalan. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meminta sekolah untuk aktif mengawasi jalannya program…

Read More

Menjaga Kepercayaan Publik melalui Perbaikan Program MBG

Oleh: Nugroho Surya *) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab tantangan gizi di Indonesia. Dengan cakupan penerima manfaat yang sangat luas, program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam perjalanannya, MBG menghadapi berbagai dinamika yang…

Read More