Oleh: Khansa Putri )* Penguatan tata kelola penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsiditerus dilakukan di berbagai wilayah Sumatra melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat terkait, dan pemangkukepentingan lainnya. Sinergi lintas instansi menjadi langkah penting untukmemastikan subsidi energi disalurkan secara tepat sasaran, menjagaketersediaan pasokan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanankepada masyarakat. Komitmen penguatan tata kelola tersebut diwujudkan melalui inspeksimendadak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Ogan Ilir yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Kegiatan itu difokuskanpada pengawasan penyaluran BBM subsidi agar berjalan sesuaiketentuan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal. Pengawasan juga dilaksanakan secara bersamaan di wilayah KabupatenOgan Komering Ilir (OKI). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagselbersama Pemerintah Kabupaten OKI melakukan peninjauan ke SPBU di kawasan Kayuagung untuk memastikan stok BBM tetap tersedia, pelayanan berlangsung lancar, serta distribusi BBM subsidi dilakukansesuai mekanisme yang berlaku. Rangkaian inspeksi lapangan tidak hanya memeriksa ketersediaanpasokan, tetapi juga mengevaluasi kualitas pelayanan di SPBU dan pelaksanaan Program Subsidi Tepat. Tim gabungan meninjau proses verifikasi konsumen menggunakan sistem yang telah diterapkan sebagaibagian dari upaya memastikan subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menilai pengawasan langsungdi lapangan memiliki peran penting dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengurangi peluangterjadinya penyalahgunaan. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi di sejumlah SPBU mulai menunjukkan perbaikan setelah dilakukanpenyesuaian dalam pengaturan penyaluran. Antrean kendaraan yang sebelumnya cukup panjang mulai berkurang di berbagai lokasi. Walaupun masih terdapat kepadatan di beberapa SPBU yang melayani kendaraan keluar maupun masuk Kota Palembang, situasisecara umum dinilai semakin terkendali dibandingkan sebelumnya. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan juga telah memetakan sejumlahSPBU yang memerlukan optimalisasi jam operasional. Langkah itudilakukan dengan mendorong beberapa SPBU beroperasi selama 24 jam agar distribusi BBM dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat secaralebih merata. Pertamina turut menyatakan kesiapan melakukanpenyesuaian penyaluran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlakusehingga pasokan tetap terjaga. Herman Deru menjelaskan bahwa berbagai langkah yang telah disepakatibersama mulai menunjukkan hasil positif. Aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi dilaporkan mengalami penurunan, meskipun pengawasan tetapakan diperkuat agar perbaikan yang telah dicapai dapat dipertahankan. Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabilamenemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi sehingga dapatsegera ditindaklanjuti. Peran pemerintah kabupaten juga menjadi bagian penting dalammemperkuat tata kelola distribusi energi. Sekretaris Daerah KabupatenOgan Komering Ilir, Asmar Wijaya, menyampaikan bahwa pemerintahdaerah bersama Pertamina…