Koperasi Merah Putih Bukti Pemerintah Serius Potong Rantai Pasok yang Panjang

Oleh: Bara Winatha*) Pemerintah terus mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat di tingkat desa. Kehadiran koperasi tersebut tidak diarahkan sekadar menjadi unit usaha retail yang menjual kebutuhan masyarakat, tetapi sebagai pusat pelayanan ekonomi yang menghubungkan produsen, konsumen, pemerintah, unit usaha, hingga mitra strategis. Konsep tersebut menjadi…

Read More

Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Toko Desa, tetapi Mesin Ekonomi Rakyat

Oleh : Veritonaldi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tempat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari atau lembaga ekonomi yang sekadar hadir untuk memenuhi target administratif. Lebih dari itu, koperasi memiliki peluang besar untuk menjadi mesin ekonomi rakyat yang menggerakkan produksi, distribusi, pembiayaan, hingga pemasaran berbagai potensi yang dimiliki desa. Jika dikelola secara profesional,…

Read More

KDMP Mulai Beroperasi Oktober, Pemerintah Fokus Pangkas Rantai Pasok

Makassar – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ditargetkan mulai beroperasi efektif pada Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memangkas rantai pasok di tingkat desa. Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu KDMP dapat beroperasi setelah proses pembentukan organisasi dan kelembagaan diselesaikan pada September 2026. Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan…

Read More

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mulai beroperasi pada Oktober 2026. Koperasi tersebut disiapkan tidak hanya sebagai sarana memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk memangkas rantai distribusi dan memperkuat pemasaran hasil produksi masyarakat desa. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembentukan sekitar…

Read More

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

*) Oleh : Gavin Asadit Ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dan memiliki peluang semakin besar untuk naik kelas menjadi salah satu kekuatan ekonomi global. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, industri halal yang terus berkembang, serta potensi pembiayaan syariah yang luas, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat posisi dalam ekosistem ekonomi syariah dunia. Perkembangan…

Read More

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

Oleh Tri Lestari )* Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri…

Read More

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dan memiliki posisi kuat di tingkat global. Nilai kekuatan ekonomi syariah nasional disebut telah mencapai Rp3.131,02 triliun sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar keempat di dunia. “Kekuatan ekonomi syariah kita sudah menembus Rp 3.131,02 triliun, dan…

Read More

Indonesia Jadi Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Terbesar Dunia

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian serta dinamika tantangan perekonomian global, Pemerintah Republik Indonesia terus menunjukkan kinerja impresif dalam menjaga stabilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Visi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan ekonomi dunia perlahan tapi pasti mulai terwujud melalui berbagai capaian strategis dan konkret. Salah satu torehan prestasi gemilang teranyar dari kabinet…

Read More

Survei, Sinyal Kuat Prabowo-Gibran Mendapat Legitimasi Publik

Oleh : Bagas Nurahman )* Sejumlah hasil survei menunjukkan tingkat penerimaan publik yang cukup kuat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tingkat kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa berbagai program pemerintah masih mendapatkan respons positif dari publik. Kondisi tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk melanjutkan berbagai agenda pembangunan…

Read More

Survei Kepercayaan Publik kepada Prabowo: Rakyat Melihat Arah Pemerintahdengan Optimis

Oleh: Zulvan Maulana)* Kepercayaan publik merupakan salah satu modal terpenting dalam menjalankanpemerintahan. Ketika sebuah pemerintahan memperoleh kepercayaan darimayoritas masyarakat, ruang untuk menjalankan agenda pembangunan menjadisemakin kuat. Kepercayaan tidak hanya mencerminkan penilaian masyarakatterhadap kepemimpinan nasional, tetapi juga menunjukkan adanya harapan bahwakebijakan yang dirancang pemerintah mampu membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil PresidenGibran Rakabuming Raka, sejumlah survei terbaru menunjukkan bahwa tingkatkepercayaan publik masih berada di atas 60 persen. Angka tersebut menjadi sinyalpositif bahwa mayoritas masyarakat masih memberikan kepercayaan terhadap arahpemerintahan, sekaligus menjadi modal sosial yang penting untuk mempercepatpelaksanaan berbagai agenda pembangunan nasional. Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI), misalnya, menunjukkan tingkatkepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 61,4 persen. Sementara itu, 35,9 persen responden menyatakan tidak percaya dan 2,7 persentidak memberikan jawaban. Survei yang dilakukan pada 23-29 Juli 2026 terhadap1.200 responden di 38 provinsi tersebut juga mencatat tingkat kepuasan terhadapkinerja Presiden Prabowo sebesar 57,6 persen. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif’an menjelaskan bahwa tingkatkepercayaan tersebut masih berada pada kategori mayoritas. Hal ini penting karenakepercayaan memiliki dimensi yang berbeda dengan kepuasan. Kepercayaanberkaitan dengan keyakinan masyarakat terhadap pemerintah dan kepemimpinannya, sementara kepuasan lebih banyak dipengaruhi oleh pengalamanlangsung masyarakat dalam merasakan dampak kebijakan. Dengan demikian, angka kepercayaan di atas 60 persen dapat dibaca sebagaifondasi positif bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Di tengah besarnya tantanganpembangunan, pemerintah masih memiliki ruang sosial yang cukup kuat untukmenjalankan program-program prioritas dan melakukan berbagai pembenahan yang dibutuhkan masyarakat. Dukungan tersebut juga terlihat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). SurveiASI mencatat 51,5 persen masyarakat mendukung keberlanjutan program tersebut, sementara 45,4 persen menyatakan tidak setuju dan 3,3 persen tidak menjawab. Komposisi ini memperlihatkan bahwa MBG telah memperoleh dukungan yang cukupbesar sebagai salah satu program prioritas pemerintah. MBG memiliki arti strategis karena kebijakan tersebut tidak sekadar berbicaramengenai pemenuhan kebutuhan pangan bergizi. Program ini juga memiliki dimensipembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung tumbuhkembang anak dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Dalam jangkapanjang, investasi terhadap gizi dan kesehatan anak merupakan bagian penting dariupaya membangun manusia Indonesia yang lebih produktif dan kompetitif. Karena itu, dukungan masyarakat terhadap MBG perlu dipandang sebagai bagiandari optimisme terhadap agenda pembangunan pemerintah. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan kualitas pelaksanaan program terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin nyata dan dapat dirasakan secara merata, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur yang lebih kompleks. Gambaran positif juga terlihat dalam survei Poltracking Indonesia yang dilakukanpada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat mencapai 63,2 persen, sedangkan tingkat kepuasan publik berada pada angka 55,1 persen. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai tingkat kepercayaan di atas 60 persen merupakan modal sosial yang berharga bagi pemerintah untukmeningkatkan kinerja. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaanmasyarakat dapat menjadi energi positif bagi pemerintahan untuk terus memperkuatkebijakan dan menjawab berbagai persoalan yang berkembang. Tentu saja, kepercayaan publik tidak berarti pemerintah terbebas dari kritik. Sebaliknya, kritik, pengawasan, dan partisipasi masyarakat merupakan bagianpenting dari demokrasi. Pemerintahan yang memperoleh kepercayaan justrumemiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan setiap kebijakandilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentinganrakyat. Dalam kerangka tersebut, mekanisme checks and balances melalui parlemen juga tetap diperlukan. Kritik yang konstruktif dapat menjadi instrumen evaluasi untukmemastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran. Pemerintah dan masyarakat pada akhirnya memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikanpembangunan menghasilkan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat. Peneliti Muda Digdaya Polling & Strategy Pangiutan Lubis atau Ipang juga menempatkan hasil survei sebagai gambaran mengenai persepsi masyarakatterhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Artinya, angka kepercayaan publik perludibaca sebagai bagian dari dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Bagi Presiden Prabowo, tingkat kepercayaan publik di atas 60 persen merupakansinyal bahwa mayoritas masyarakat masih menaruh harapan terhadap arahpemerintahan. Modal tersebut perlu dijaga melalui kerja nyata, konsistensikebijakan, komunikasi publik yang terbuka, serta keberanian melakukan evaluasiketika suatu program membutuhkan perbaikan. Optimisme masyarakat pada akhirnya merupakan aset penting bagi keberlanjutanpembangunan nasional. Kepercayaan membuat pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan agenda strategis, sementara dukungan masyarakatdapat memperkuat semangat kolaborasi antara negara…

Read More