admin

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit

Jakarta – Pemerintah memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan memperkuat skrining Tuberkulosis (TBC) nasional guna meningkatkan deteksi dini penyakit, mempercepat penanganan kasus, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa program kesehatan prioritas pemerintah terus menunjukkan hasil positif. Pada 2026, CKG telah menjangkau lebih dari 42,3 juta peserta…

Read More

CKG Nasional Diperluas, Pemerintah Fokus Deteksi Penyakit Menular dan Tidak Menular

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus memperkuat pencegahan agar masyarakat memperoleh penanganan sejak tahap awal. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan bahwa…

Read More

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko

Oleh Ananda Rusdian )* Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah…

Read More

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

*) Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional terus diarahkan pada pendekatan yang lebih preventif sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan Indonesia. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan upaya pencegahan penyakit sebagai prioritas agar masyarakat tidak hanya memperoleh akses pengobatan ketika sakit, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.  Dalam kerangka tersebut, Program Cek…

Read More

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah mitigasi dampak krisis iklim terhadap sektor pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, embung, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga produktivitas pertanian di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan perubahan pola musim sepanjang 2026. Pemerintah…

Read More

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi dampak krisis iklim terhadap sektor pertanian nasional. Antisipasi dilakukan sejak dini melalui penguatan infrastruktur irigasi, percepatan program pompanisasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian agar produksi pangan tetap terjaga di tengah ancaman musim kemarau dan fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026. Menteri Pertanian Andi Amran…

Read More

Mitigasi Krisis Iklim, Agenda Mendesak Ketahanan Nasional

Oleh : Deva Baruna Mitigasi krisis iklim menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalammemperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklimglobal. Kenaikan suhu bumi, cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, hingga kebakaranhutan tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, melainkan telahberdampak terhadap ketahanan pangan, energi, kesehatan, ekonomi, sertakehidupan sosial masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menjadikanpengendalian perubahan iklim sebagai bagian integral dari arah pembangunannasional yang berkelanjutan, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiringdengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Pemerintahan Presiden Prabowo terus memperkuat kebijakan yang mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam berbagai program pembangunannasional. Berbagai langkah ditempuh melalui percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan kawasan konservasi, pengembangan energi baru dan terbarukan, pengendalian emisi gas rumah kaca, serta penerapan pembangunanrendah karbon di berbagai sektor. Pendekatan tersebut menunjukkan komitmenpemerintah dalam membangun fondasi pembangunan yang lebih tangguh terhadapdampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan daya saing nasional di tengahdinamika global yang semakin kompleks. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tingkat kerentanan yang tinggiterhadap dampak perubahan iklim. Wilayah pesisir menghadapi ancaman kenaikanmuka air laut, sementara sektor pertanian semakin dipengaruhi oleh perubahan polamusim yang sulit diprediksi. Meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi juga menuntut penguatan kapasitas adaptasi di seluruh wilayah. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program mitigasi dan adaptasi agar masyarakat memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menghadapi berbagairisiko sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan nasional. Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian LingkunganHidup, Moh. Jumhur Hidayat, menyatakan bahwa pengendalian perubahan iklimmerupakan prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangkukepentingan. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan untukmenurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidupmelalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Lebih lanjut, Moh. Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan tata kelola lingkungan yang lebih terintegrasi, mulaidari peningkatan rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan ekosistem gambut dan mangrove, pengembangan ekonomi rendah karbon, hingga percepatan transisimenuju energi yang lebih bersih. Pemerintah memandang bahwa mitigasi krisis iklimtidak hanya bertujuan menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuatketahanan pangan, ketahanan energi, serta mengurangi risiko bencana yang dapatmemengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan yang melibatkanseluruh pemangku kepentingan, upaya mitigasi diharapkan mampu menciptakanpembangunan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan nasionaldalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Di sektor energi, pemerintah juga terus mendorong percepatan pemanfaatan energibaru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung target penurunan emisinasional. Transformasi menuju energi bersih juga diyakini mampu membukapeluang investasi baru, meningkatkan daya saing industri, dan menciptakanlapangan kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai percepatan transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategisdalam menghadapi krisis iklim sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan akan mengurangi ketergantunganterhadap bahan bakar fosil, meningkatkan efisiensi sistem energi, serta menciptakanpeluang investasi dan lapangan kerja baru yang mendukung pertumbuhan ekonomihijau. Selain memperkuat kebijakan nasional, pemerintah juga terus mendorong partisipasimasyarakat dalam mendukung pengendalian perubahan iklim. Berbagai program pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, konservasi hutan, efisiensi energi, hingga edukasi mengenai gaya hidup ramah lingkungan terus diperluas. Pendekatankolaboratif tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan mitigasi krisis iklimmemerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar manfaatpembangunan berkelanjutan dapat dirasakan secara luas. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Saparno, menilai langkah pemerintahdalam memperkuat sistem mitigasi dan adaptasi perubahan iklim merupakaninvestasi jangka panjang bagi ketahanan nasional. Menurutnya, pembangunaninfrastruktur yang tangguh terhadap bencana, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah akan memperkecil risiko kerugianekonomi maupun sosial akibat perubahan iklim. Eddy Saparno juga menjelaskan bahwa keberhasilan mitigasi perubahan iklim tidakhanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, tetapi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Ia menilai investasi pada pembangunan rendah karbon, pemanfaatan energi bersih, serta penguatan ketahanan lingkungan akan memberikan manfaat jangka panjangbagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan daya tahan Indonesia dalammenghadapi berbagai ancaman akibat perubahan iklim. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, target pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional diyakinidapat dicapai secara lebih efektif. Komitmen pemerintah dalam memperkuat mitigasi krisis iklim menunjukkan bahwapembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapijuga pada keberlanjutan lingkungan, ketahanan nasional, dan kesejahteraanmasyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat untuk menghadapitantangan perubahan iklim. Mitigasi krisis iklim pada akhirnya menjadi bagianpenting dalam menjaga ketahanan nasional, meningkatkan daya saing bangsa, sertamewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi sekarang maupunmendatang. )* Pengamat Publik

Read More

Menghadapi El Nino dengan Mitigasi Krisis Iklim yang Makin Terukur

Oleh: Bara Winatha*) Fenomena El Nino yang diperkirakan menguat sepanjang 2026 menjadi salah satu tantangan besar bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air, dan stabilitas ekonomi. Penurunan curah hujan yang diprediksi terjadi di banyak wilayah berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, mengganggu produktivitas pertanian, hingga memicu tekanan terhadap harga pangan. Dengan pendekatan yang terencana, Menghadapi El Nino dengan Mitigasi Krisis…

Read More

Harga BBM Non-Subsidi Disesuaikan, Pemerintah Tetap Prioritaskan Stabilitas Inflasi

JAKARTA – Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sebagai bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang mengacu pada perkembangan harga minyak dunia. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara dinamika pasar energi, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi…

Read More

Penyesuaian BBM Non-Subsidi Dilakukan Terukur demi Jaga Stabilitas Ekonomi

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi perekonomian nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan energi, kepastian usaha, dan stabilitas ekonomi, sementara harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan guna melindungi daya beli masyarakat….

Read More