admin

Kesehatan Jadi Fokus Dua Tahun Prabowo-Gibran lewat Layanan BPJS Lebih Baik

JAKARTA – Penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk tambahan dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan, yang diharapkan semakin meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Koordinator Advokasi BPJS Watch,…

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kesehatan Rakyat Diperkuat lewat CKG dan Perbaikan BPJS Kesehatan

JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan peningkatan layanan BPJS Kesehatan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pemeriksaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Praktisi Kesehatan Masyarakat Health Collaborative Center (HCC), dr….

Read More

Sederet Program Kesehatan dalam Dua Tahun Prabowo-Gibran Jadi Investasi Besar bagi SDM Indonesia

Oleh: Rina Maharani )* Pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam dua tahun terakhir. Di sektor kesehatan, investasi manusia dilakukan melalui perluasan pemeriksaan preventif, pembenahan fasilitas pelayanan, penguatan tenaga medis, hinggapercepatan penanganan penyakit menular. Rangkaian kebijakan itumenempatkan kesehatan sebagai fondasi untuk membentuk masyarakatIndonesia yang produktif dan unggul. Salah satu program yang paling luas menjangkau masyarakat adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sepanjang 2025, program ini mencatat 72,7 jutapemanfaat, sementara pemerintah menargetkan cakupannya meningkatmenjadi 130 juta orang pada 2026. Perluasan pemeriksaan memberikesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk mengetahui kondisikesehatannya sejak dini tanpa harus menunggu penyakit berkembang. Program CKG juga dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usiamelalui puskesmas, sekolah, dan kegiatan komunitas. Pada 2026, pemerintah memfokuskan tindak lanjut pemeriksaan pada tiga faktor risikopenyakit tidak menular, yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesteroltinggi. Ketiganya memiliki kaitan erat dengan penyakit serius sepertijantung, stroke, dan gagal ginjal sehingga penemuan lebih awal dapatmembuka peluang penanganan sebelum kondisi semakin berat. Pentingnya pendekatan preventif semakin terlihat dari pola masyarakatdalam mencari informasi kesehatan. Studi Health Collaborative Center(HCC) pada Maret-Mei 2026 terhadap 448 responden urban menemukanhampir 60 persen anak muda berusia di bawah 40 tahun memilihmelakukan swadiagnosis ketika mengalami keluhan. Temuan itumenunjukkan akses pemeriksaan yang mudah dan terpercaya menjadisemakin penting di tengah derasnya informasi kesehatan digital. Praktisi Kesehatan Masyarakat HCC, dr. Ray Wagiu Basrowi, menilaiCKG dapat menjadi perlindungan penting bagi masyarakat yang inginmenjaga kesehatan tanpa menambah beban pengeluaran rumah tangga. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan layanan itu sebagai langkahdeteksi dini, terutama bagi mereka yang selama ini menunda pemeriksaankarena alasan biaya.  Dari sisi fasilitas, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 puskesmasdan penyelesaian seluruh prosesnya pada 2029. Penguatan juga diarahkan pada rumah sakit umum daerah (RSUD) di 514 kabupaten/kota, dengan 22 RSUD lengkap telah beroperasi pada 2026 dan ditargetkanseluruh RSUD lengkap dapat beroperasi pada 2029.  Penguatan infrastruktur kesehatan memiliki arti lebih besar bagimasyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Kehadiran fasilitas yang lebih lengkap dapat mendekatkan pelayanankepada warga sekaligus mengurangi kebutuhan untuk mencari layanankesehatan jauh dari tempat tinggal. Pemerataan fasilitas pada akhirnyamenjadi bagian dari upaya memastikan kualitas kesehatan tidakditentukan oleh lokasi geografis seseorang. Agenda transformasi juga mencakup persoalan penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Menteri KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, menyebutpemerintah memberikan perhatian pada penuntasan tuberkulosisbersamaan dengan penguatan pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah inimenunjukkan pembangunan kesehatan tidak hanya diarahkan pada penyakit tidak menular, tetapi juga pada pengendalian penyakit menularyang berdampak luas terhadap produktivitas masyarakat. Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi komponen lain yang menentukankeberhasilan transformasi. Dalam 21 bulan terakhir, pemerintah telahmembuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studispesialis dan subspesialis. Program pendidikan spesialis juga untukpertama kalinya hadir di…

Read More

Kesehatan Preventif dalam Dua Tahun Prabowo-Gibran Membuktikan Negara Hadir Sebelum Warga Sakit

Oleh: Andi Prasetyo )* Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil PresidenGibran Rakabuming Raka menunjukkan arah kebijakan kesehatan yang semakin menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dariperlindungan masyarakat. Pendekatan preventif tidak hanya berbicaratentang pengobatan ketika warga sudah sakit, tetapi juga memastikanpenyakit dapat dikenali lebih awal agar penanganan dilakukan sebelumberkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu wujud paling nyata dari perubahanpendekatan itu. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa CKG yang diluncurkan pada Februari 2025 telah menjangkau 108 juta orang. Jangkauan itu didukungketersediaan layanan di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi, sehingga pemeriksaan kesehatan dasar dapat diakses masyarakat secaralebih luas. Besarnya cakupan memperlihatkan bahwa upaya deteksi dinitidak lagi ditempatkan sebagai layanan yang hanya dimanfaatkan ketikaseseorang merasakan keluhan. Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan sebelummuncul gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaanmencakup sejumlah indikator penting seperti gula darah, tekanan darah, kolesterol total, trigliserida, High-Density Lipoprotein (HDL), hinggapemeriksaan paru-paru atau toraks. Informasi dari pemeriksaan itumenjadi dasar untuk mengenali faktor risiko dan mendorong masyarakatmengambil langkah kesehatan yang lebih cepat. Manfaat pendekatan preventif tersebut terlihat di Provinsi Banten yang mencatat CKG telah menjangkau 7,2 juta warga. Tingginya partisipasimenunjukkan masyarakat semakin terbuka terhadap pemeriksaankesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh, bukansemata-mata mencari pengobatan ketika penyakit sudah muncul. Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut tingginya minat warga sebagaitanda meningkatnya perhatian terhadap kesehatan. Di Kota Serang, misalnya, cakupan CKG telah mencapai 56 persen atausetara dengan 419 ribu warga. Andra menilai capaian itu memperlihatkanbahwa pemeriksaan kesehatan gratis memiliki posisi penting dalammendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatannya masing-masing. Menurut dia, CKG juga menjadi bagian dari upaya pemerintahmembangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Gambaran serupa terlihat di Kabupaten Tangerang dengan cakupan yang bahkan telah melampaui target nasional. Dinas Kesehatan KabupatenTangerang mencatat sebanyak 1,876 juta warga telah memanfaatkanCKG, melampaui target sebelumnya sekitar 1,6 juta orang atau 46 persendari total sekitar 3,5 juta penduduk. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang,Hendra Tarmizi, mengatakan capaian itu menunjukkan responsmasyarakat yang tinggi terhadap layanan pemeriksaan gratis. Besarnya cakupan di Tangerang juga memperlihatkan bahwa CKG mampu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Mayoritaspenerima manfaat berasal dari masyarakat umum dan pelajar, denganjumlah peserta dari kalangan anak sekolah berkisar 700 ribu hingga 800 ribu jiwa. Pelibatan kelompok usia sekolah penting karena kebiasaanmenjaga kesehatan dapat dibangun sejak dini sekaligus memungkinkanberbagai persoalan kesehatan dikenali lebih cepat. Hasil pemeriksaan di Kabupaten Tangerang memberikan gambaranmengapa deteksi dini menjadi penting. Hipertensi menjadi salah satutemuan dominan dengan sekitar lima persen dari jumlah cakupan CKG, sementara karies gigi banyak ditemukan pada kelompok anak ataupelajar. Temuan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan preventif dapatmembuka persoalan kesehatan yang mungkin sebelumnya tidak dianggapserius oleh masyarakat. Penguatan preventif juga berjalan bersamaan dengan perluasankapasitas pelayanan kesehatan di daerah. Pemerintah telah membangundan meningkatkan 66 Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, dengan 20 rumah sakit baru di antaranya telahberoperasi. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat kesinambunganlayanan ketika hasil deteksi dini menunjukkan kebutuhan pemeriksaanatau penanganan lanjutan. Perlindungan kesehatan masyarakat turut diperkuat melalui pembiayaanJaminan Kesehatan Nasional. Pemerintah menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu, sehingga kemampuanekonomi tidak menjadi penghalang utama untuk memperoleh layanankesehatan. Kebijakan ini melengkapi pendekatan preventif denganmemastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memiliki perlindunganketika harus mendapatkan pelayanan medis. Ketersediaan tenaga medis juga menjadi bagian dari penguatan sistemkesehatan. Dalam 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilanfakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Untuk pertama kalinya, program studi spesialis juga hadir di 11 provinsi, memperluas kesempatan pendidikan kedokteran sekaligusmendukung pemerataan tenaga kesehatan dalam jangka panjang. Rangkaian kebijakan yang telah dilakukan itu menunjukkan bahwakehadiran negara dalam bidang kesehatan semakin diarahkan dari huluhingga hilir. CKG memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahuirisiko kesehatan lebih awal, fasilitas dan tenaga medis diperkuat untukmendukung tindak lanjut, sementara pembiayaan JKN menjaga agar akses pelayanan tetap tersedia bagi kelompok yang membutuhkan. Dalam kerangka itu, kesehatan tidak hanya dipandang sebagai urusanpengobatan, tetapi sebagai investasi untuk menjaga kualitas hidupmasyarakat. Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan demikianmemperlihatkan upaya membangun sistem kesehatan yang lebihmengutamakan pencegahan. Ketika jutaan warga dapat memeriksakondisi kesehatan sebelum penyakit berkembang, negara hadir bukanhanya saat masyarakat membutuhkan pertolongan, tetapi sejak sebelumsakit datang. Pendekatan preventif inilah yang membuat perlindungankesehatan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. )* Pengamat Kebijakan Kesehatan

Read More

Program 3 Juta Rumah Kian Berkualitas, Perluas Akses Hunian Rakyat

Oleh Hari Sunandar )* Program 3 Juta Rumah terus diarahkan bukan sekadar mengejar jumlah unit hunian, tetapi juga memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas rumah, dan memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh layanan yang cepat serta terjangkau. Pemerintah kini mendorong akselerasi Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai salah satu instrumen penting untuk memperbesar jangkauan rumah subsidi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi…

Read More

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah

Oleh Prasetyo Mulya )* Percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto kini tidak hanya diarahkan untuk mengejar jumlah hunian, tetapi juga memastikan kualitas rumah yang diterima masyarakat benar-benar layak, aman, nyaman, dan sesuai standar. Fokus terhadap kualitas menjadi penting agar program perumahan rakyat tidak sekadar menghasilkan angka pembangunan yang besar, tetapi juga…

Read More

Tiga Juta Rumah Berkualitas Dipastikan lewat Pengawasan Rumah Subsidi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap pembangunan dan pemanfaatan rumah subsidi untuk memastikan Program 3 Juta Rumah tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga menghasilkan hunian yang layak, berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan kualitas hunian menjadi perhatian utama pemerintah…

Read More

Pemerintah Tekankan Kualitas Bangunan dalam Program 3 Juta Rumah

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat Program 3 Juta Rumah dengan menempatkan kualitas hunian dan kemudahan pembiayaan sebagai bagian penting dari pelaksanaannya. Program yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah rumah yang tersedia, tetapi juga memastikan hunian dibangun secara layak untuk masyarakat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan…

Read More

Perputaran Transaksi Koperasi Merah Putih Membuka Harapan Baru bagi Ekonomi Desa

Oleh : Nofer Saputro Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menunjukkan geliat sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Perputaran transaksi yang telah mencapai Rp207,77 miliar hingga 5 Oktober 2026 menjadi gambaran bahwa koperasi tidak sekadar dibentuk sebagai kelembagaan ekonomi, tetapi mulai bergerak menjalankan fungsi pelayanan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi…

Read More

Koperasi Merah Putih Bisa Menjadi Simpul Perputaran Transaksi Ekonomi Rakyat

Oleh: Ricky Rinaldi*) Gagasan mengenai demokrasi ekonomi yang menempatkan rakyat sebagaipemegang kendali utama aktivitas produksi dan distribusi telah lama menjadi fondasifilosofis tata perekonomian Indonesia. Dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, sebuah prinsip kokoh yang menempatkan badan usaha koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional. Namun, di tengah gempuran korporasi skala besar, dominasi jaringan ritel modern, serta penetrasi platform komersial digital global, peran koperasi rakyat sering kali terpinggirkan menjadi sekadar entitas kelembagaanpelengkap.  Menjawab tantangan struktural tersebut, langkah strategis pemerintah dalammendorong revitalisasi dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih menjaditerobosan konkret untuk mengembalikan koperasi ke khittah utamanya. KoperasiMerah Putih dirancang hadir sebagai simpul utama perputaran transaksi ekonomirakyat di tingkat tapak, menghubungkan potensi produksi lokal dengan kepastianpasar nasional yang inklusif dan berkeadilan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah berkomitmen penuhmentransformasi kelembagaan koperasi dari pola konvensional menuju badan usaha modern yang akuntabel, profesional, dan berbasis teknologi digital. Penataantata kelola, konsolidasi keanggotaan, serta penyediaan fasilitas pembiayaan khususterus dipacu untuk memastikan Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kecamatanmemiliki daya saing tinggi. Kebijakan ini diarahkan untuk membangun ekosistembisnis terpadu yang mampu menyerap produk-produk komoditas pertanian, perikanan, UMKM, dan kerajinan lokal, sekaligus memenuhi kebutuhan pokok wargadesa dengan harga yang transparan dan terjangkau. Koperasi Merah Putih diposisikan sebagai jangkar konsolidasi pasokan dan aggregator komoditas rakyat. Dengan mengonsolidasikan ribuan peternak, petani, dan perajin kecil ke dalam wadah koperasi terpadu, kekuatan tawar-menawar(bargaining power) ekonomi rakyat otomatis meningkat secara signifikan di hadapanpasar. Koperasi tidak lagi sekadar menjadi lembaga penyalur pinjaman mikro, melainkan bertindak sebagai pengelola rantai pasok yang memotong mata rantaiperantara (tengkulak) yang selama ini mengambil porsi keuntungan paling besar dan membebani kesejahteraan para produsen skala kecil di pelosok daerah. Menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai simpul perputaran transaksi ekonomirakyat merupakan wujud nyata pelaksanaan kedaulatan ekonomi di tingkat akarrumput. Selama ini, potensi perputaran uang di kawasan pedesaan kerap tersedotke pusat-pusat kota besar akibat minimnya fasilitas penampungan dan pengolahanhasil produksi lokal secara mandiri. Ketika perputaran transaksi keuangan dapatditahan dan dikelola di dalam kawasan desa melalui koperasi, nilai tambah ekonomiyang tercipta akan terdistribusi kembali kepada para anggota dalam bentuk SisaHasil Usaha (SHU), peningkatan kualitas layanan publik desa, serta pembukaanlapangan kerja baru bagi generasi muda daerah. Langkah konsolidasi di sektor kelembagaan koperasi ini berjalan selaras denganpenguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak ekonomi riil. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah MamanAbdurrahman mengatakan penguatan Koperasi Merah Putih merupakan mitrastrategis utama dalam mendorong jutaan pelaku UMKM naik kelas secara masif. Menurutnya, sinergi antara Kementerian UMKM dan Kementerian Koperasi berfokuspada pendampingan legalitas usaha, standardisasi kualitas produk, kemasanberstandar ekspor, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster yang dihubungkan langsung dengan ekosistem bisnis koperasi. Maman memaparkan bahwa fasilitas layanan terpadu dan pendampingan lapanganterus diberikan guna memastikan para pelaku UMKM lokal yang bernaung di bawahKoperasi Merah Putih mendapatkan akses pasokan bahan baku dengan hargaborongan (bulk buying) yang jauh lebih murah. Selain itu, jaringan Koperasi Merah Putih difungsikan sebagai offtaker atau pembeli siaga hasil produksi usaha mikro, sehingga para pelaku UMKM memiliki kepastian penjualan harian tanpa harusdipusingkan oleh gejolak fluktuasi harga pasar yang tidak menentu. Kehadiran simpul transaksi Koperasi Merah Putih juga memegang peranan pentingdalam menopang pelaksanaan berbagai program strategis nasional pemerintah, seperti penyediaan bahan pangan bergizi, distribusi pupuk bersubsidi yang tepatsasaran, serta stabilisasi harga bahan pokok di daerah rawan pangan. Ketika rantaidistribusi logistik dikelola secara langsung oleh koperasi rakyat setempat, biayatransportasi dan marjin perdagangan dapat ditekan hingga ke titik optimal, sehinggaancaman laju inflasi daerah dapat diredam secara efektif. Partisipasi aktif warga desa untuk bangga menggunakan dan bertransaksi melaluilayanan Koperasi Merah Putih menjadi penentu keberlanjutan utama program ini. Budaya gotong royong yang selama ini menjadi warisan luhur bangsaditransformasikan menjadi aksi ekonomi nyata, yaitu membeli dari koperasi milikbersama, mengolah potensi lokal bersama, dan menikmati kesejahteraan secara adildan merata. Penguatan Koperasi Merah Putih sebagai simpul perputaran transaksi ekonomirakyat merupakan ikhtiar terarah, terukur, dan berwawasan masa depan dalammewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Konsolidasi rantai pasoklokal yang tangguh, digitalisasi sistem transaksi, kepastian perlindungan UMKM, serta pemerataan nilai tambah di tingkat tapak adalah rangkaian pilar terpadu yang saling menguatkan. *) Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Read More