admin

Program Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Fokus Cegah Perundungan dan Bangun Kemandirian

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat desain pembangunan sumber daya manusia melaluipendekatan yang tidak hanya menekankan akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang sehat. Dalam pengembanganSekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas sosial, pemerintah mulaimemperluas pendekatan pendidikan berasrama dengan menambahkan penguatanpendampingan karakter bagi peserta didik. Salah satu langkah terbaru yang dijalankan pada 2026 adalah pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) untukmendampingi siswa Sekolah Rakyat dalam proses adaptasi kehidupan berasrama, pembentukan kemandirian, serta pencegahan perundungan. Pemerintah menilaibahwa pendidikan yang efektif tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus membangun lingkungan yang aman, tertib, dan mendukungperkembangan karakter peserta didik.  Program pendampingan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem SekolahRakyat yang dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan dan memperluas kesempatan pendidikan yang lebih setara. Dalam pelaksanaannya, sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II diterjunkan untuk mendampingi siswa di 178 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pendampingan dijadwalkan berlangsungselama lima hari pada periode 3 – 8 Agustus 2026 dengan pendekatan berbasiskehidupan asrama dan pembiasaan karakter sehari-hari. Pemerintah menegaskanbahwa kehadiran para taruna bukan untuk mengambil alih fungsi guru atau mengubahorientasi pendidikan, melainkan membantu siswa membangun kemampuan adaptasidan kemandirian sejak awal memasuki lingkungan baru.  Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa pelibatan tarunadilakukan berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalani sistem kehidupanberasrama yang disiplin dan terstruktur. Menurutnya, pengalaman tersebut relevanuntuk membantu siswa Sekolah Rakyat yang sebagian besar akan menjalani polapendidikan berbasis asrama dan membutuhkan proses penyesuaian sosial. Pemerintah melihat masa awal adaptasi menjadi fase penting karena kemampuansiswa untuk merasa aman dan nyaman akan sangat memengaruhi proses belajardalam jangka panjang. Karena itu, pendampingan difokuskan pada pembentukankebiasaan positif yang sederhana tetapi memiliki dampak besar terhadapperkembangan karakter anak.  Dalam praktiknya, materi pendampingan tidak diarahkan pada pelatihan militerataupun kegiatan akademik formal. Taruna akan membimbing siswa dalam berbagaiaktivitas keseharian seperti menata tempat tidur, merapikan lemari, menjagakebersihan diri, menyetrika pakaian, mengatur perlengkapan pribadi, sertamembangun kebiasaan hidup yang tertib dan mandiri. Pemerintah memandangpembentukan kebiasaan tersebut sebagai bagian penting dari pendidikan karakteryang selama ini sering kali belum memperoleh ruang yang cukup dalam sistempembelajaran konvensional. Pendekatan ini juga diharapkan dapat mempercepatproses adaptasi siswa yang tinggal jauh dari keluarga agar tetap merasa nyamanmenjalani kehidupan berasrama.  Selain membangun kemandirian, salah satu tujuan utama program ini adalahmenciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan. Pemerintahmenilai pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan harus dimulai sejak awalpembentukan budaya sekolah. Karena itu, para taruna juga diberikan peran untukmelakukan pembinaan preventif agar tidak muncul praktik senioritas, intimidasi, maupun bentuk perundungan lain yang dapat mengganggu proses tumbuh kembangpeserta didik. Pendekatan ini dipilih karena pemerintah ingin memastikan bahwakehidupan berasrama menjadi ruang pembelajaran sosial yang positif, bukan sumbertekanan psikologis bagi siswa.  Menteri Sosial, Saifullah Yusuf sebelumnya juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat dibangun bukan hanya untuk memperluas akses pendidikan, tetapi menjadi instrumenmobilitas sosial yang mampu membantu anak-anak dari keluarga kurang mampumemperoleh kesempatan berkembang secara lebih optimal. Dalam kerangkatersebut, penguatan karakter dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan daripenguatan kualitas pendidikan. Pemerintah ingin memastikan bahwa siswa tidakhanya memperoleh fasilitas belajar, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang mampu membentuk kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan hidup mandiri, dan kesiapan menghadapi masa depan. Program pendampingan taruna juga memiliki landasan kebijakan yang terhubungdengan agenda pengentasan kemiskinan dan pembangunan manusia. Pemerintahmenempatkan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi PresidenNomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusankemiskinan ekstrem. Dalam konteks tersebut, pendidikan dipandang sebagaiinstrumen strategis untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi kelompokrentan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangkapanjang.  Dari sisi pendidikan karakter, keterlibatan unsur pendamping yang memilikipengalaman hidup kolektif dan disiplin juga dinilai dapat memperkaya metodepembelajaran di luar ruang kelas. Pemerintah menilai bahwa pembentukan karaktermembutuhkan teladan dan pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalamkeseharian siswa. Karena itu, program pendampingan dirancang berlangsung secaraintensif dan dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa agar proses pembelajaranberlangsung lebih natural dan efektif. Pelibatan taruna Akmil dalam Sekolah Rakyat menunjukkan arah baru pembangunanpendidikan yang semakin menekankan keseimbangan antara penguatan akademikdan pembentukan karakter. Pemerintah optimistis bahwa lingkungan belajar yang aman, bebas perundungan, dan mendukung kemandirian akan memberikan dampakpositif terhadap perkembangan peserta didik. Melalui kolaborasi lintas sektor antarapendidikan, sosial, dan pembinaan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanyamenjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi tempat tumbuh bagi generasi yang lebihpercaya diri, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Read More

Ekonomi RI Diakui Resilien, Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter

Jakarta – Sinergi pemerintah, DPR RI, Bank Indonesia (BI), dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menjadi kunci menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk merespons berbagai tekanan eksternal sekaligus menjaga kepercayaan pasar. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penguatan Fiskal dan Moneter yang melibatkan…

Read More

Ekonomi RI Tetap Tumbuh, Pemerintah Waspadai Inflasi dan Tekanan Eksternal

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Langkah tersebut difokuskan pada pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terpelihara sepanjang 2026. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan tekanan inflasi saat ini masih berada dalam kisaran sasaran. Namun,…

Read More

Ekonomi Indonesia Tetap di Jalur Positif

Oleh : Rivka Mayangsari *) Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, dan fluktuasi pasar keuangan, Indonesia terusmenunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Berbagai indikator makroekonomi memperlihatkanbahwa fundamental perekonomian nasional tetap terjaga, didukung oleh kebijakan pemerintahyang adaptif serta sinergi yang erat dengan otoritas moneter. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuatoptimisme menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintahterus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional melalui berbagai kebijakan yang responsif terhadap perkembangan global. Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomimenunjukkan kinerja yang tetap kuat sehingga Indonesia mampu mempertahankan jalurpertumbuhan positif meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Salah satu indikator yang menunjukkan ketahanan tersebut adalah pertumbuhan ekonomiIndonesia pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomidomestik masih berjalan dengan baik serta mampu menjadi penopang utama pertumbuhannasional. Kinerja positif juga tercermin dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkansurplus sebesar 0,09 miliar dolar Amerika Serikat pada April 2026. Surplus tersebutmenunjukkan bahwa daya saing produk nasional tetap terjaga di tengah perlambatanperdagangan dunia. Stabilitas sektor eksternal ini sekaligus memperkuat ketahanan ekonominasional terhadap berbagai tekanan global. Di sektor industri, aktivitas manufaktur juga masih menunjukkan kondisi yang sehat. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur S&P Indonesia tetap berada di level 50, yang menandakansektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwaaktivitas produksi, investasi, serta permintaan domestik masih terus bergerak sehingga mampumendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menjaga momentum pertumbuhan pada semester II tahun 2026, pemerintah meluncurkanpaket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat dayabeli masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi domestik agar tetap tumbuh di tengahketidakpastian global. Paket stimulus tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras bagi 33,24 juta keluargapenerima manfaat selama tiga bulan. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketahananpangan masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tanggasehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga. Selain itu, pemerintah memberikan bantuan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai kepada pelaku usaha tahu dan tempe. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjagakeberlangsungan usaha mikro sekaligus memastikan harga pangan tetap stabil di tingkatkonsumen. Langkah ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecilyang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah juga memberikan berbagai insentif berupa diskon transportasi untuk moda udara, kereta api, dan angkutan laut kelas ekonomi. Kebijakan tersebut diharapkan mampumeningkatkan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah, sekaligus mendorongpertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa transportasi yang memiliki kontribusibesar terhadap perekonomian nasional. Optimisme terhadap perekonomian Indonesia juga disampaikan oleh Bank Indonesia. GubernurBank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 diprakirakan tetap berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi tersebutdidukung oleh kuatnya permintaan domestik meskipun ekonomi global masih menghadapiperlambatan dan tingginya ketidakpastian geopolitik. Menurut Perry Warjiyo, konsumsi pemerintah menjadi salah satu motor utama pertumbuhanekonomi melalui percepatan realisasi berbagai program prioritas nasional. Penyaluran bantuansosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur SipilNegara (ASN), serta percepatan belanja negara diyakini akan terus menopang aktivitas ekonomidomestik. Di sisi lain, berbagai program stimulus yang dijalankan pemerintah juga dipandang mampumenjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi faktorpenting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terusberkembang. Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan bahwa fondasi pembangunan nasionalsemakin kuat. Stabilitas inflasi, pertumbuhan yang tetap tinggi, surplus perdagangan, cadangandevisa yang memadai, serta meningkatnya konsumsi domestik menjadi indikator bahwa arahkebijakan pemerintah berjalan sesuai sasaran. Keberhasilan tersebut merupakan hasil darikoordinasi yang erat antara pemerintah, Bank…

Read More

Ketahanan Ekonomi RI dan Pengakuan Dunia atas Fundamental yang Tetap Kuat

Oleh : Rahmat Hidayat )* Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat tensi geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga fluktuasi harga komoditas, Indonesia kembali menunjukkan ketangguhan sebagai salah satu negara dengan fundamental ekonomi yang tetap kokoh. Berbagai lembaga internasional memberikan penilaian positif terhadap prospek ekonomi Indonesia, didukung oleh stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali,…

Read More

Sejumlah Pihak Ajak Mahasiswa Jaga Aspirasi Tetap Murni dan Konstruktif

Jakarta – Kesadaran mahasiswa untuk menjaga kemurnian aspirasi dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, sejumlah pihak mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berlandaskan idealisme, integritas, dan kepentingan masyarakat, tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis maupun iming-iming materi. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan mahasiswa berada pada…

Read More

Legislator Ingatkan Demo Mahasiswa Tetap Murni, Jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan gerakan mahasiswa sebagai instrumen kepentingan politik praktis. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki idealisme, integritas, dan independensi yang harus dijaga karena selama ini berperan sebagai kekuatan moral dalam mengawal jalannya demokrasi serta mengawasi kebijakan publik secara objektif….

Read More

Menjaga Kemurnian Aspirasi Mahasiswa dari KepentinganPolitik Praktis

Oleh: Alifia Setiani )* Gerakan mahasiswa selama ini menjadi salah satu pilar penting dalamkehidupan demokrasi Indonesia. Melalui tradisi akademik yang kuat, mahasiswa mampu menghadirkan kritik, gagasan, dan solusi terhadapberbagai persoalan publik. Peran tersebut perlu terus dipertahankan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kepentinganmasyarakat, bukan dipengaruhi agenda politik praktis yang dapatmengurangi independensi gerakan mahasiswa. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritasdalam setiap aktivitas kemahasiswaan. Sikap kritis yang dibangun melaluikajian ilmiah akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunannasional sekaligus memperkuat kualitas demokrasi. Sebaliknya, apabilagerakan mahasiswa dipengaruhi kepentingan di luar kepentingan publik, fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral akan kehilangan makna. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan seluruhpihak agar tidak memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politikpraktis maupun kepentingan tertentu dengan iming-iming materi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswauntuk membangun kapasitas intelektual, memperkuat idealisme, sertamembentuk integritas sebagai bekal memimpin bangsa pada masa depan. Pihaknya menyampaikan tindakan penunggangan aksi demo oleh kepentingan politik praktis dinilai dapat mencederai nilai-nilaiindependensi yang selama ini melekat pada gerakan mahasiswa. Lalu Hadrian Irfani berpandangan bahwa kondisi tersebut berpotensimenghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa sebagaikelompok intelektual yang selama ini dikenal konsisten mengawaldemokrasi dan kepentingan rakyat. Demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untukmenyampaikan pendapat terhadap kebijakan publik. Hak tersebut, menurut Lalu Hadrian Irfani, harus dijalankan secara bertanggung jawabdengan mengedepankan aspirasi yang lahir dari kesadaran intelektual, bukan karena dorongan kepentingan pihak tertentu maupun iming-imingmateri. Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika, juga memberikanperhatian serupa. Menurutnya, dampaknya berpotensi menurunkankepercayaan publik terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan. Didi Mahardhika menilai kampus memiliki fungsi yang jauh lebih besardaripada sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Lingkunganakademik merupakan ruang pembentukan karakter, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang akan menentukan kualitas generasipenerus bangsa. Universitas, menurut Didi Mahardhika, didirikan dengan semangatmelahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan berpihak kepadakepentingan bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidaktergerus oleh dinamika politik praktis yang dapat mengaburkan fungsiutama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Evaluasi terhadap berbagai dinamika yang berkembang di lingkungankampus juga dinilai penting dilakukan agar marwah institusi pendidikantetap terpelihara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuatkembali budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, independensi, serta tanggung jawab moral. Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan darikehidupan demokrasi. Didi Mahardhika berpandangan bahwa kritik akanmemberikan manfaat apabila disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis yang dapat menggesertujuan utama gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa juga dinilai memiliki fungsi strategis untukmengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaanberbagai program pemerintah. Pendekatan tersebut akan menghasilkanhubungan yang konstruktif antara pemerintah dan kalangan akademisisehingga setiap kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhanmasyarakat. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu melalui Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, turut mengingatkan pentingnya menjagaindependensi gerakan mahasiswa dari berbagai bentuk intervensieksternal. Organisasi tersebut menyampaikan adanya dugaan keterlibatanaktor politik praktis dalam sejumlah aksi demonstrasi yang menolakProgram Makan Bergizi Gratis. Intervensi politik terhadap gerakan mahasiswa dinilai berpotensimengurangi kemurnian aspirasi yang seharusnya lahir dari proses kajianakademik. Kondisi demikian dapat menggeser fokus mahasiswa dariperjuangan memperjuangkan kepentingan rakyat menuju kepentingankelompok tertentu. Komitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa kemudianditegaskan kembali oleh BEM Bersatu melalui sikap organisasi yang menolak segala bentuk penunggangan politik praktis. Organisasi tersebutberpandangan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi suara masyarakatyang bebas dari kepentingan elite politik. Di sisi lain, independensi gerakan mahasiswa tidak berarti menghilangkanfungsi kritis terhadap pemerintah. Justru dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral yang menyampaikan kritik secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, menjaga gerakan mahasiswa tetapbebas dari kepentingan politik praktis menjadi prasyarat agar setiapaspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kajian akademik sertamampu memberikan kontribusi bagi penyempurnaan kebijakan publik. Pemerintah pada dasarnya membutuhkan kritik yang objektif sebagaibagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik. Masukan yang disusun berdasarkan riset, data, dan argumentasi akademik akanmembantu meningkatkan efektivitas berbagai program pembangunanyang sedang dijalankan. Kemurnian aspirasi mahasiswa akhirnya menjadi kepentingan bersamaseluruh elemen bangsa. Kampus harus tetap menjadi ruang lahirnyapemikiran kritis yang independen, sedangkan mahasiswa perlumempertahankan idealisme agar setiap gerakan benar-benar berorientasipada kepentingan rakyat. Dengan komitmen tersebut, mahasiswa akantetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunannasional sekaligus menjaga kualitas demokrasi Indonesia. *) pemerhati sosial

Read More

Menolak Politisasi Kampus demi Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa

Oleh: Satria Kurniawan )* Gerakan mahasiswa merupakan salah satu pilar penting dalam perjalanandemokrasi Indonesia. Sejak lama, mahasiswa dikenal sebagai kelompokintelektual yang menyuarakan aspirasi masyarakat melalui kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta sikap kritis terhadap berbagai kebijakanpublik. Karena itu, menjaga independensi gerakan mahasiswa menjadikebutuhan penting agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara objektifdan bertanggung jawab. Di tengah dinamika politik nasional, muncul berbagai pengingat agar kampus tidak menjadi ruang yang dimanfaatkan untuk kepentingan politikpraktis. Aspirasi mahasiswa dinilai harus tetap lahir dari kepedulianterhadap kepentingan masyarakat, bukan karena dorongan pihak luaryang berpotensi menggeser orientasi perjuangan mahasiswa sebagaikekuatan moral bangsa. Sikap tersebut disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang secara terbuka menyatakan penolakan terhadap segala bentukpenunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.  Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula menilai sejumlah aksimahasiswa belakangan ini mulai kehilangan fokus karena tidak dibangundi atas kajian yang memadai, argumentasi yang kuat, maupun substansituntutan yang jelas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangikualitas gerakan mahasiswa sebagai ruang intelektual yang selama inidihormati masyarakat. BEM bersatu juga mengingatkan bahwa perhatian mahasiswa sebaiknyadiarahkan pada persoalan yang memiliki dampak langsung terhadapkehidupan masyarakat. Dalam konteks itu, BEM Bersatu memandangProgram Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan yang memberikanmanfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, meskipunpelaksanaannya tetap memerlukan evaluasi agar semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Selain itu, BEM Bersatu menyampaikan adanya dugaan keterlibatan aktorpolitik praktis dalam sejumlah gerakan mahasiswa. Meski demikian, organisasi tersebut juga menyadari bahwa dugaan tersebut tetapmemerlukan proses klarifikasi dan pembuktian sesuai mekanisme yang berlaku sehingga tidak berkembang menjadi kesimpulan yang prematur. Dalam sikap resminya, BEM Bersatu turut menolak narasi krisis yang dinilai tidak didasarkan pada data yang utuh. Organisasi tersebutberpandangan bahwa penyampaian informasi kepada publik harusdilakukan secara proporsional agar perhatian masyarakat tetap terarahpada agenda pembangunan nasional maupun pemberantasan korupsiyang sedang dijalankan pemerintah. Sebagai bentuk komitmennya, BEM Bersatu menyampaikan sejumlahtuntutan, mulai dari sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politikpraktis, dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan tata kelola yang lebih baik, hingga dukungan terhadap penegakanhukum dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.  Pandangan mengenai pentingnya menjaga marwah gerakan mahasiswajuga disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika. Menurutnya, isu penunggangan organisasi kemahasiswaan apabilaterbukti benar dapat menurunkan kepercayaan publik terhadapmahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus kekuatan moral bangsa. Didi menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, integritas, dan tanggungjawab sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diwariskan oleh institusipendidikan harus tetap dijaga agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki keberanian menyampaikan kebenaran tanpa dipengaruhikepentingan politik praktis. Didi juga berpandangan bahwa mahasiswa memiliki hak konstitusionaluntuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, hak tersebutharus dijalankan secara independen sehingga objektivitas gerakan tetapterpelihara dan tidak berubah menjadi instrumen kepentingan kelompoktertentu. Menurut Didi, fungsi utama gerakan mahasiswa adalah mengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah agar semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan cara tersebut, kritik mahasiswa akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik, bukan sekadar membangun konfrontasiyang tidak menghasilkan solusi. Koordinator Nasional FAM UBK, Romario Simbolon, menegaskan bahwamahasiswa harus tetap berada dalam ruang intelektual yang independen. Menurutnya, marwah gerakan mahasiswa tidak boleh dirusak oleh fitnah, hoaks, maupun informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkansecara hukum maupun akademik. FAM UBK juga menyampaikan institusi pendidikan tidak semestinyadikapitalisasi untuk kepentingan politik jangka pendek karena hal itu justrudapat merugikan citra perguruan tinggi serta mengaburkan fungsi utamakampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui pernyataan sikapnya, FAM UBK mendorong seluruh organisasimahasiswa untuk kembali memperkuat tradisi akademik melalui riset, diskusi ilmiah, dan advokasi kebijakan berbasis data. Organisasi tersebutjuga mengajak mahasiswa tetap kritis terhadap kebijakan publik dengantetap menjunjung tinggi etika ilmiah, integritas intelektual, dan prinsipdemokrasi yang sehat. Komitmen berbagai elemen mahasiswa dan alumni tersebut menunjukkanbahwa menjaga independensi kampus merupakan bagian penting dalammemperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Pemerintah membutuhkanmasukan yang objektif dan berbasis kajian agar setiap kebijakan dapatterus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat. Pada saat yang sama, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untukmemastikan setiap aspirasi yang disampaikan tetap lahir dari kepentinganrakyat, bukan hasil intervensi pihak tertentu. Dengan menjaga kemurniangerakan mahasiswa, kampus akan tetap menjadi ruang lahirnya gagasan, kritik yang konstruktif, serta solusi yang mampu mendukungpembangunan nasional secara berkelanjutan….

Read More

Tindakan Prematur OPM Bunuh Pilot dan Bakar Pesawat Sengsarakan Rakyat Papua

Oleh: Yulius Komaleng (* Setiap tindakan yang menghilangkan nyawa manusia adalah luka bagi seluruh masyarakat Papua. Peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat AMA Air di Yahukimo oleh organisasi terlarang OPM bukan sekadar insiden keamanan, melainkan tragedi kemanusiaan yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, masyarakat pedalaman, para pelayan kemanusiaan, serta seluruh warga yang mendambakan kehidupan…

Read More