admin

Kolaborasi Pemerintah, Sekolah, dan Industri Kreatif Perkuat Ruang Digital Anak

Oleh: Sri Seruni Prabasmoro)* Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang belajar, bermain, dan berinteraksi yang semakin luas bagi anak-anak. Di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan berbagai risiko, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi yang dapat memengaruhi tumbuhkembang mereka. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapatdibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antarapemerintah, sekolah, keluarga, platform digital, dan industri kreatif agar anak-anakdapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan produktif. Seiring meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak Indonesia, pendekatanperlindungan digital juga mengalami perubahan. Fokusnya tidak lagi hanya pada pembatasan akses, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu membimbinganak menjadi pengguna internet yang cerdas, bertanggung jawab, dan memahamirisiko di dunia digital. Karena itu, kebijakan perlindungan anak di ruang digital perlu diiringi denganedukasi yang berkelanjutan. Regulasi yang baik akan lebih efektif apabila didukungoleh keterlibatan keluarga, guru, komunitas, dan pelaku industri yang sama-samaberkomitmen menciptakan lingkungan digital yang ramah anak. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan implementasi PeraturanPemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP TUNAS akan berjalan efektif apabila didukung oleh peran aktif keluarga dan tenaga pendidik. Menurutnya, perlindungan anak di ruangdigital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkanketerlibatan seluruh elemen masyarakat yang mendampingi anak dalam kehidupansehari-hari. Meutya menjelaskan bahwa orang tua dan guru memiliki posisi strategis dalammembentuk kebiasaan digital anak sejak dini. Pendampingan yang konsisten akanmembantu anak memahami batasan penggunaan internet, mengenali potensi risiko, sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan mengembangkankreativitas. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa literasi digital harus dimulai darilingkungan terdekat anak. Ketika keluarga mampu membangun komunikasi yang terbuka mengenai penggunaan internet, anak akan lebih mudah menyampaikanpengalaman maupun permasalahan yang mereka hadapi di ruang digital. Sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam memperkuat karakterdigital peserta didik. Pendidikan mengenai etika bermedia, keamanan data pribadi, serta kemampuan berpikir kritis terhadap informasi perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung secara berkesinambungan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pemerintahmenggandeng berbagai pelaku industri kreatif untuk menyosialisasikan implementasiPP TUNAS. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar perlindungan anak tidakberhenti pada aspek regulasi, tetapi juga tercermin dalam ekosistem konten digital yang lebih sehat dan ramah anak. Nezar menilai industri kreatif memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaankonsumsi media generasi muda. Oleh karena itu, keterlibatan kreator konten, rumahproduksi, pengembang gim, hingga platform digital diharapkan mampumenghadirkan lebih banyak konten yang mendidik sekaligus menghibur. Kolaborasi tersebut juga menjadi strategi untuk memperluas jangkauan edukasikepada masyarakat. Pesan mengenai keamanan digital akan lebih mudah diterimaapabila disampaikan melalui berbagai bentuk konten kreatif yang dekat dengankehidupan sehari-hari anak dan remaja. Karena itu, penguatan ruang digital yang sehat harus dilakukan secara adaptifmengikuti perkembangan teknologi. Pendekatan yang menggabungkan regulasi, edukasi, inovasi, dan kolaborasi akan jauh lebih efektif dibandingkan kebijakan yang hanya bersifat represif. Implementasi kebijakan tersebut juga memerlukan dukungan pemerintah daerahagar edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas. Pemerintahdaerah memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebijakan nasional dengankebutuhan masyarakat di lapangan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roemmengatakan pihaknya terus menggencarkan edukasi mengenai PP TUNAS agar anak-anak siap menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Menurutnya, pemahaman sejak dini mengenai etika digital dan keamanan bermedia sosial akanmembantu menciptakan generasi yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi. Roem menjelaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian pentingdalam membangun budaya digital yang sehat. Dengan semakin banyak pihak yang memahami tujuan PP TUNAS, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapatberjalan lebih efektif dan memberikan perlindungan nyata bagi anak-anak. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan perlindungan anak di ruangdigital sangat bergantung pada konsistensi edukasi. Semakin luas pemahamanmasyarakat mengenai pentingnya pendampingan digital, semakin kuat pula ketahanan anak dalam menghadapi berbagai risiko di…

Read More

Bersatu Mengawal Kebijakan Siber Nasional demi Kedaulatan Informasi Ruang Digital

Oleh: Partono Silalahi *) Transformasi digital yang berlangsung cepat di Indonesia membawa perubahan fundamental dalam cara masyarakat berkomunikasi, berinteraksi, dan mengelola informasi. Di balik kemudahan akses yang ditawarkan, akselerasi teknologi ini sekaligus menghadirkan tantangan kompleks berupa kerentanan keamanan siber dan potensi konflik sosial digital yang dapat mengancam stabilitas nasional. Menghadapi realitas tersebut, pemerintah bergerak progresif untuk memperkuat…

Read More

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Resiliensi Media Ramah Anak

Jakarta – Pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ruang digital yang aman bagi anak sebagai bagian dari resiliensi media dan ketahanan informasi nasional. Upaya tersebut dijalankan melalui Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak atau Gernas RANA yang mengintegrasikan perlindungan anak, penguatan keluarga, partisipasi masyarakat, keamanan digital, dan respons cepat terhadap kekerasan. Asisten Deputi Penyedia Layanan Anak yang…

Read More

Pemerintah Bangun Resiliensi Media melalui Penindakan Konten Judi Daring

Jakarta – Pemerintah memperkuat sinergi dengan platform digital untuk membangun resiliensi media nasional dari penyebaran konten judi daring. Kolaborasi diarahkan pada peningkatan kemampuan deteksi, percepatan penindakan akun, dan penghapusan konten yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi aktivitas ilegal. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemberantasan judi daring tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Penyelenggara…

Read More

Pemerintah Dorong Budaya Digital Sehat demi Ketahanan Informasi Nasional

Jakarta – Pemerintah mendorong penguatan budaya digital sehat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan informasi nasional. Kecakapan menggunakan teknologi perlu diimbangi kemampuan memeriksa informasi, menjaga etika komunikasi, dan mengendalikan penggunaan gawai agar ruang digital tidak berkembang menjadi sumber konflik maupun gangguan bagi generasi muda. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan literasi digital harus menjadi…

Read More

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Digital demi Bangun Ekosistem Media Ramah Anak

Jakarta – Pemerintah memperkuat tata kelola digital untuk membangun ekosistem media yang aman dan ramah anak. Langkah tersebut dilakukan melalui pengaturan akses, peningkatan literasi digital, serta penguatan tanggung jawab platform dalam melindungi anak dari konten berbahaya dan berbagai risiko penggunaan teknologi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah…

Read More

Literasi Digital Generasi Muda Jadi Fondasi Resiliensi Media Nasional

Jakarta – Pemerintah mendorong penguatan literasi digital generasi muda sebagai fondasi resiliensi media nasional di tengah meningkatnya hoaks, disinformasi, manipulasi informasi, dan penyalahgunaan kecerdasan artifisial. Pelajar dinilai perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi maupun ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI Budi…

Read More

Pemerintah Perkuat Regulasi Penyiaran untuk Bangun Resiliensi Media Digital

Jakarta – Pemerintah dan DPR RI terus memperkuat regulasi penyiaran sebagai bagian dari upaya membangun resiliensi media digital dan menjaga kedaulatan informasi nasional. Pembaruan aturan dinilai mendesak karena ekosistem media telah berubah cepat akibat pertumbuhan platform digital, layanan streaming, media multiplatform, dan kecerdasan artifisial. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan…

Read More

Transformasi Literasi Digital Menjadi Fondasi Resiliensi Media Nasional

Jakarta – Penguatan literasi digital terus menjadi salah satu strategi pemerintah dalam membangun masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus lebih tangguh menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital. Melalui berbagai program pendidikan dan sosialisasi, pemerintah mendorong terbentuknya budaya bermedia yang sehat sejak usia dini sebagai fondasi bagi ketahanan informasi nasional. Menteri Sosial (Mensos)…

Read More

PP TUNAS dan Upaya Membangun Ruang Digital Bebas Konten Negatif

Jakarta – Meningkatnya paparan konten digital yang tidak sesuai usia mendorong pemerintah memperkuat upaya pelindungan anak di ruang siber. Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi salah satu instrumen untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman sekaligus mendorong tanggung jawab platform digital….

Read More