admin

Prabowo dan Jalan Baru Menguatkan Ekonomi Nelayan dari Pesisir

Oleh: Dhita Karuniawati )* Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan harga khusus BBM solar sebesar Rp15.000 per liter bagi pengusaha nelayan dengan kapal berukuran 30 hingga200 gross ton (GT) dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomipesisir. Kebijakan tersebut tidak sekadar menghadirkan insentif fiskal, tetapi juga menunjukkan pendekatan baru yang lebih berpihak pada produktivitas sektor perikanannasional.  Pemerintah sebelumnya mencermati bahwa nelayan kecil dengan kapal di bawah 30 GT telah memperoleh BBM bersubsidi seharga Rp6.800 per liter. Sebaliknya, kelompoknelayan dengan kapal berukuran 30–200 GT masih harus membeli solar dengan harganonsubsidi yang sempat mencapai sekitar Rp21.300 per liter. Kondisi tersebutmenyebabkan biaya produksi meningkat tajam dan mengurangi daya saing usahapenangkapan ikan. Karena itu, Presiden Prabowo mengarahkan agar kelompoknelayan tersebut memperoleh harga khusus sehingga biaya operasional mereka dapatditekan secara signifikan.  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwapemerintah menyepakati harga Rp15.000 per liter sebagai bentuk perlakuan khususbagi pengusaha nelayan. Selisih harga dari biaya produksi solar dalam negeri akandidukung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehinggakebijakan tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah bahkan telah menyiapkan kuota sekitar 400.000 ton untuk enambulan pertama pelaksanaan kebijakan tersebut.  Dari perspektif ekonomi, kebijakan ini memiliki dampak berantai yang cukup besar. Penurunan biaya BBM akan meningkatkan efisiensi operasional kapal, memperbesarpeluang nelayan untuk tetap melaut, menjaga stabilitas pasokan ikan, sekaligusmeningkatkan pendapatan pelaku usaha perikanan. Pada akhirnya, efek tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas harga ikan di tingkat konsumen serta memperkuatrantai pasok sektor perikanan nasional. Respons positif pun datang dari kalangan nelayan. Berbagai komunitas nelayanmenyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai mampu memberikan ruang napas bagi pelaku usaha yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan akibatkenaikan harga energi. Mereka menilai biaya operasional yang lebih rendah akanmemberikan kepastian usaha sekaligus mendorong aktivitas penangkapan ikan kembalibergairah.  Apresiasi juga disampaikan oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). KetuaDewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Jawa Tengah, Riswanto mengatakan kebijakantersebut menjadi langkah strategis untuk meringankan beban biaya operasional nelayankarena BBM merupakan komponen biaya terbesar dalam aktivitas penangkapan ikan.Penurunan harga BBM diharapkan meningkatkan efisiensi usaha penangkapan ikan, memperkuat daya saing sektor perikanan, serta meningkatkan kesejahteraanmasyarakat pesisir. Kebijakan tersebut juga mencerminkan perhatian pemerintahterhadap sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangannasional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakanbahwa kementeriannya akan menyiapkan regulasi teknis sebagai tindak lanjutkebijakan tersebut. Menurutnya, harga khusus BBM diharapkan memberikan kepastianbiaya operasional bagi pelaku usaha perikanan sehingga aktivitas produksi dapatberlangsung lebih stabil.  Kebijakan ini memperlihatkan perubahan pendekatan pembangunan ekonomi kelautan. Selama ini, perhatian terhadap sektor perikanan sering kali lebih banyak diarahkanpada peningkatan produksi. Kini, pemerintah juga mulai menaruh perhatian terhadapstruktur biaya produksi yang secara langsung menentukan tingkat kesejahteraannelayan. Pendekatan tersebut menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut yang mencapai sekitar 6,4 juta kilometer persegi. Potensi sumber daya ikan Indonesia sangat besar sehingga sektor perikanan memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhanekonomi nasional, penyediaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila pelaku utamanya, yakni nelayan, memiliki daya tahan ekonomi yang memadai. Kebijakan harga khusus BBM juga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunanekonomi berbasis pesisir. Ketika biaya produksi menurun, nelayan memiliki peluanglebih besar untuk meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil tangkapan, serta memperluas akses terhadap pasar. Efisiensi biaya juga memungkinkan pelakuusaha melakukan investasi pada perbaikan kapal, alat tangkap yang lebih modern, maupun penerapan teknologi penangkapan ikan…

Read More

Modernisasi Kapal dan Pelatihan Awak sebagai Jalan Nelayan Naik Kelas

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat transformasi di sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari strategi besar membangun ekonomi biru yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang menjadi perhatian pada 2026 adalah pelaksanaan Program Modernisasi Kapal Perikanan yang diikuti dengan penguatan kompetensi awak kapal melalui pelatihan dan sertifikasi nasional. Pemerintah memandang bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak cukup…

Read More

Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan Terus Diperkuat

Jakarta – Pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dengan mengedepankan pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan peran keluarga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi generasi muda dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan separatisme, sekaligus membangun sumber daya manusia yang berdaya saing dan memiliki semangat kebangsaan….

Read More

Kesiapsiagaan Pelajar Makin Diperkuat Hadapi Radikalisme

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme dengan menempatkan pelajar sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan bangsa di era digital. Langkah tersebut dinilai semakin relevan mengingat perkembangan teknologi telah mengubah pola penyebaran paham radikal, yang kini memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga permainan daring sebagai sarana propaganda dan rekrutmen. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme…

Read More

Upaya Pencegahan Radikalisme di LingkunganPendidikan Terus Dioptimalkan

Oleh: Nanda Prasetyo Pencegahan penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan terus menjadi perhatianberbagai pihak sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa. Sinergi antara pemerintahdaerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai semakin penting di tengahperkembangan teknologi digital yang membuka ruang penyebaran informasi tanpa batas. Karena itu, berbagai langkah edukasi, penguatan literasi digital, hingga pembinaan karakter generasimuda terus dioptimalkan agar pelajar memiliki daya tangkal terhadap pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Komitmen tersebut terlihat dari langkah Satuan Tugas Wilayah Maluku Densus 88 AntiterorPolri yang memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon melalui audiensi di ruangkerja Wali Kota Ambon. Pertemuan itu menjadi momentum untuk menyamakan persepsi bahwapencegahan radikalisme bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintahdaerah, lembaga pendidikan, keluarga, dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. I Wayan Sukarena menjelaskan bahwa keberhasilanprogram deradikalisasi serta upaya pencegahan sejak dini hanya dapat dicapai apabila seluruhpihak mampu membangun kolaborasi yang kuat. Menurutnya, ketahanan masyarakat terhadapmasuknya paham radikal harus dibangun melalui edukasi yang berkesinambungan sehinggamasyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali sekaligus menolak berbagai bentukpropaganda yang berpotensi memecah persatuan. Ia juga mengungkapkan bahwa Densus 88 Antiteror Polri selama ini telah menjalankan berbagaiprogram pencegahan di Kota Ambon. Namun, program tersebut masih perlu diperluas agar mampu menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, terutama kalangan pelajar dan remajayang dinilai menjadi sasaran paling rentan terhadap penyebaran paham radikal melalui berbagaiplatform digital. Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pencegahantersebut. Ruang digital kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dimanfaatkanoleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda melalui media sosial, aplikasipercakapan, hingga berbagai platform daring lainnya. Kondisi ini mendorong perlunyapenguatan literasi digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin bijak dalammenerima, memilah, dan menyebarkan informasi. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan kesiapanPemerintah Kota Ambon untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang diberikan Densus 88 Antiteror Polri. Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkatdaerah guna menyusun program edukasi digital yang lebih terintegrasi sehingga pengawasanterhadap penggunaan teknologi informasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Bodewin Wattimena juga menegaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan, serta seluruh jajaran camat dan lurah akan dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut. Penguatan literasi digital di sekolah akan menjadi salah satu prioritas agar peserta didikmemiliki kemampuan berpikir kritis, mampu menyaring informasi dengan baik, serta tidakmudah terpengaruh hoaks maupun konten yang mengandung unsur radikalisme. Upaya serupa juga dilakukan Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri melalui kegiatan edukasikepada sekitar 300 siswa SMA Khusus Olahraga Provinsi Riau dalam rangka Masa PengenalanLingkungan Sekolah. Kegiatan yang menjadi bagian dari Program RATAKAN atau Riau TangkalAncaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan tersebut difokuskan pada peningkatan pemahamanpelajar mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Melalui program tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai pola penyebaranpaham radikal yang kini semakin banyak memanfaatkan media sosial, permainan daring, maupun platform digital lainnya. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkankewaspadaan generasi muda terhadap berbagai bentuk ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Dalam penyampaian materinya, Brigpol Nella Anggraini menekankan bahwa generasi mudamemiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Kemampuan berpikir kritisterhadap informasi yang beredar menjadi bekal utama agar pelajar tidak mudah terpengaruhpropaganda yang menyesatkan. Selain itu, sikap menghargai perbedaan juga harus terusditanamkan sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan. Brigpol Nella Anggraini turut mengingatkan pentingnya keberanian pelajar untuk menolaksekaligus melaporkan berbagai bentuk ajakan yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme kepada pihak yang berwenang. Langkah tersebut dinilai menjadibagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh paham yang mengancam persatuan nasional. Selama satu tahun terakhir, pemerintah juga menunjukkan berbagai capaian positif dalammemperkuat stabilitas nasional melalui peningkatan kolaborasi antarinstansi, penguatanpendidikan karakter, perluasan literasi digital, percepatan transformasi digital layanan publik, serta dukungan terhadap program pembangunan sumber daya manusia yang menempatkangenerasi muda sebagai prioritas utama. Berbagai langkah tersebut menjadi fondasi penting dalammemperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman, termasuk penyebaran pahamradikalisme di ruang fisik maupun digital….

Read More

Waspada Radikalisme di LingkunganPendidikan, Pengawasan Perlu Diperkuat

Oleh: Aditya Wiratama Penguatan pengawasan terhadap lingkungan pendidikan menjadi langkah penting dalam menjagagenerasi muda dari ancaman penyebaran paham radikalisme, intoleransi, ekstremisme, hinggaseparatisme. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, tetapi juga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, memperkuatnasionalisme, serta menanamkan nilai persatuan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparatkeamanan, lembaga pendidikan, dan keluarga harus terus diperkuat agar sekolah menjadi ruangyang aman sekaligus mampu melahirkan generasi yang tangguh menghadapi berbagai pengaruhnegatif. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus mengedepankan pendekatanhumanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Selain menjalankan tugas pengamanan di sejumlah wilayah yang rawan gangguan keamanan, Kogabwilhan III juga aktif memberikanedukasi kepada masyarakat, terutama para orang tua dan mama-mama Papua, mengenaipentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi masa depan anak-anak mereka. Pendekatantersebut diyakini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan merupakanjalan terbaik untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sekaligus menjauhkan generasi mudadari pengaruh kekerasan. Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan bahwa pendidikan memiliki peranstrategis dalam membangun karakter generasi muda Papua sekaligus memperkuat ketahananmereka terhadap berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Menurutnya, komunikasi yang dilakukan personel Satgas TNI bersama masyarakat mulai memperlihatkanhasil yang positif. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkatsehingga semakin banyak orang tua yang memilih menyekolahkan anak-anak mereka sebagaiinvestasi masa depan. Lucky Avianto menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menghadirkan berbagai program pendidikan yang memberikan kesempatan lebihluas kepada anak-anak Papua. Kehadiran Sekolah Rakyat, program beasiswa, serta perluasanakses pendidikan di berbagai wilayah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkankualitas sumber daya manusia. Program-program tersebut diharapkan mampu menciptakanpemerataan pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, integritas, dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut sangat penting agar generasi muda memiliki kemampuan menyaring berbagaiinformasi serta tidak mudah terpengaruh propaganda yang mengarah pada radikalisme, ekstremisme, maupun separatisme. Pendidikan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalammemperkuat ketahanan bangsa dari berbagai ancaman nonmiliter. Keberhasilan pendekatan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya prestasi putra-putri Papua. Salah satu indikatornya adalah keberhasilan 25 siswa asal Papua yang saat ini menjalanipendidikan sebagai taruna Akademi Militer. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kesempatanpendidikan yang semakin terbuka mampu melahirkan generasi muda yang siap mengabdi kepadanegara serta berperan menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia di masa depan. Selain membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan, Kogabwilhan III juga terusmemperkuat pengamanan di sejumlah daerah yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan agar penyebaran paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme tidak memiliki ruang untuk berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang menyasar anak-anak dan generasi muda. Pendekatan keamanan yang dipadukan denganpemberdayaan masyarakat melalui pendidikan diharapkan mampu menciptakan kondisi yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua. Di sisi lain, upaya memperkuat pengawasan terhadap lingkungan pendidikan juga dilakukanPemerintah Kota Surabaya melalui kerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri. Memasukitahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian menyiapkan program edukasi yang menyasar peserta didik dan orang tua guna meningkatkan kewaspadaan terhadapancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, terutama yang berkembang di ruang digital. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut akan diwujudkanmelalui kegiatan edukasi di sekolah-sekolah dengan melibatkan Dinas Pendidikan sertaDP3APPKB. Materi akan disampaikan langsung oleh personel Densus 88 Antiteror Polri, termasuk mengenai pentingnya pengawasan penggunaan gawai dan aktivitas digital anak.  Eri Cahyadi juga menekankan bahwa keluarga memegang peranan yang sangat penting dalammencegah penyebaran paham radikal. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka, memberikan perhatian, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan anak.  Selama satu tahun terakhir, pemerintah juga terus memperkuat pembangunan sumber dayamanusia melalui berbagai program prioritas. Program Sekolah Rakyat, perluasan beasiswa, Program Makan Bergizi Gratis, penguatan pendidikan karakter, serta pemerataan pembangunanpendidikan di berbagai daerah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitasgenerasi muda Indonesia. Berbagai kebijakan tersebut sekaligus mendukung terwujudnyamasyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Penguatan pengawasan di lingkungan pendidikan pada akhirnya harus menjadi tanggung jawabbersama. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga pendidik, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan agar pendidikan benar-benar menjadi benteng utamadalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki komitmen menjagapersatuan bangsa. Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan pendidikan yang berkualitas, Indonesia akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus menciptakan masa depanyang aman, damai,…

Read More

Penyerapan Aspirasi Publik soal RUU Perampasan Aset Dipercepat

Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mempercepat penyerapan aspirasi publik dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembahasan regulasi berjalan transparan, partisipatif, dan dapat diselesaikan sesuai target pada 2026. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pimpinan dan para ketua kelompok fraksi di Komisi III telah menyepakati percepatan…

Read More

RUU Perampasan Aset Dipastikan Tetap Berproses dan Masuk Prolegnas Prioritas 2026

JAKARTA – DPR RI memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset tetap berproses dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2026. Kepastian tersebut sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai isu penolakan pembahasan RUU tersebut oleh DPR RI. Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Martin Manurung menegaskan bahwa hingga kini…

Read More

RUU Perampasan Aset dan Harapan Mengembalikan Uang Negara kepada Rakyat

Oleh : Rivka Mayangsari*) Pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang dipidana, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu memulihkan kerugian yang ditimbulkan akibat kejahatan tersebut. Selama ini, berbagai kasus korupsi menunjukkan bahwa hukuman pidana saja sering kali belum cukup memberikan efek jera apabila aset hasil kejahatan masih dapat dinikmati oleh pelaku maupun…

Read More

Mengawal RUU Perampasan Aset secara Cermat dan Konstitusional

Oleh : Revan Ananda )* Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi perhatian publik sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi, pencucian uang, narkotika, hingga kejahatan terorganisasi. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap penegakan hukum yang lebih efektif, pembahasan RUU ini perlu dikawal secara rasional, objektif, dan berdasarkan prinsip negara hukum. Perdebatan…

Read More