admin

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )* Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional. Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia. Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor. Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi. Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan. Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi. Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap melakukan penyesuaian agar daya belimasyarakat tetap terjaga. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penyaluranBBM bersubsidi sehingga benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhakmenerima manfaat subsidi dari negara. Bagi kalangan mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakanpublik selalu lahir melalui proses pertimbangan yang kompleks. Tidak semua keputusandapat dinilai hanya dari satu aspek, apalagi jika hanya mengandalkan informasi yang beredardi media sosial. Kemampuan memahami konteks ekonomi secara menyeluruh akanmembantu mahasiswa menghasilkan kritik yang konstruktif sekaligus memberikan solusiyang relevan bagi pembangunan nasional. Selain isu energi, pemerintah juga terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola sumberdaya alam sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pengelolaansumber daya alam yang lebih transparan dan memberikan nilai tambah di dalam negeri menjadi salah satu agenda strategis untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan sertamemperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Dalam konteks tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Nasrullah Larada menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membenahitata kelola sumber daya alam menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan kekayaan alamIndonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurutnya, kebijakan tersebutmencerminkan keberanian pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligusmenghadirkan pemerataan hasil pembangunan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan ekonomi tidak hanyaberfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan manfaat pembangunan. Hilirisasiindustri, peningkatan investasi produktif, penguatan ketahanan energi, serta pembenahan tata kelola sumber daya alam merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar Indonesia mampu keluar dari ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan memiliki daya saingyang lebih tinggi di tingkat global. Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui penelitian, diskusi akademik, maupun pengembangan gagasan yang berbasis ilmu pengetahuan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan bangsa, bukan sekadartempat berkembangnya opini yang belum tentu didukung data empiris. Tradisi akademikyang kuat akan melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi secara nyata terhadappenyempurnaan kebijakan publik. Dengan mengedepankan analisis berbasis data, memahami dinamika ekonomi global, sertamelihat setiap kebijakan secara proporsional, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalammengawal pembangunan nasional. Sikap tersebut tidak hanya memperkuat kualitasdemokrasi, tetapi juga membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat sehinggaberbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat dipahami secarautuh dan didukung demi kemajuan Indonesia. )* Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Read More

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalampenyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimanapemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkanmasukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasukanak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat. Komitmen tersebut mengandung makna penting dalam perspektif kebijakan publik modern. Saluranpartisipasi warga kini tidak lagi terbatas pada forum formal ataupun demonstrasi di jalan. Teknologi digital memperluas ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sehingga proses penyusunan kebijakanmenjadi lebih responsif terhadap persoalan nyata yang dihadapi warga. Dalam konsep responsive governance, pemerintahan yang efektif bukanlah pemerintahan yang bebas kritik, melainkan pemerintahan yang memiliki kemampuan menyerap berbagai sumber informasi untukmemperbaiki kebijakan. Aspirasi dapat datang dari ruang akademik, organisasi masyarakat sipil, media sosial, hingga demonstrasi mahasiswa. Seluruhnya memiliki nilai apabila diproses melalui mekanisme yang objektif. Semangat kolaboratif tersebut juga terlihat dari ajakan Presiden kepada kalangan perguruan tinggi. MelaluiMenteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pemerintah menegaskan bahwa Presiden memandang guru besar, dekan, dan rektor sebagai sumber daya intelektual terbaik bangsa yang perlu dilibatkan dalammenyelesaikan berbagai persoalan nasional. Pemerintah berharap setiap bidang keilmuan dapat memberikankontribusi nyata sesuai kompetensinya, sehingga pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawabpemerintah, tetapi menjadi proyek bersama seluruh elemen bangsa. Pandangan itu memperoleh respons positif dari kalangan akademisi. Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indri Arrafi, menilai arahan Presiden membangkitkan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, berbagai tantangan global memang nyata, tetapi yang dibutuhkan bukansekadar memperbesar rasa pesimis, melainkan membangun aksi nyata yang mampu memberikan solusi bagimasyarakat. Senada dengan itu, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Suhadi Lili, memandang ajakanPresiden mampu menjadi inspirasi bagi komunitas akademik untuk menyelaraskan kembali peran perguruantinggi dalam mendukung pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global. Bagi mahasiswa sendiri, perkembangan ini selayaknya menjadi momentum penting. Demonstrasi tetapmerupakan instrumen demokrasi yang sah. Akan tetapi, ketika pemerintah menunjukkan keterbukaanterhadap dialog dan evaluasi kebijakan, ruang partisipasi dapat diperluas melalui kajian akademik, risetkebijakan, inovasi sosial, hingga rekomendasi yang berbasis bukti. Kontribusi intelektual semacam inilahyang justru memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas pengambilan keputusan publik. Demokrasi yang matang bukanlah demokrasi yang diwarnai pertentangan tanpa akhir. Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang mampu mengubah kritik menjadi kebijakan, mengubah aspirasi menjadisolusi, dan mengubah perbedaan pandangan menjadi kolaborasi pembangunan….

Read More

Ekonom Ajak Publik Sikapi Isu Ekonomi secara Objektif di Tengah Aksi Mahasiswa

Jakarta – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mengajak masyarakat bersikap objektif dalam menyikapi dinamika ekonomi di tengah aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi global sehingga perlu dipahami secara utuh. Defiyan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series kerap…

Read More

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pengondisian Demo Mahasiswa, Kebebasan Berpendapat Tetap Dijamin

Jakarta – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan pemerintah tidak melakukan intervensi maupun pengondisian terhadap aksi demonstrasi yang digelar berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa, termasuk aksi yang mendukung maupun mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dihormati tanpa membedakan pandangan yang disampaikan. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi…

Read More

Pemerintah Perluas Ruang Partisipasi, Terima Aspirasi dari Mahasiswa Secara Terbuka

Jakarta – Pemerintah terus memperluas ruang partisipasi publik dengan membuka dialog yang inklusif terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan mahasiswa. Komitmen untuk menerima masukan, kritik, maupun dukungan secara terbuka dinilai mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat praktik demokrasi sekaligus menjadikan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam penyempurnaan berbagai kebijakan nasional. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang…

Read More

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

Jakarta – Langkah pimpinan DPR RI yang membuka ruang dialog dengan mahasiswa di tengah aksi penyampaian aspirasi dinilai sebagai pendekatan yang tepat untuk menjaga stabilitas politik sekaligus memperkuat praktik demokrasi. Pengamat Intelijen dan Geopolitik, Amir Hamzah mengapresiasi keputusan pimpinan DPR menerima dan berdialog langsung dengan mahasiswa. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kematangan politik dalam membaca dinamika…

Read More

Pengamat: Pemerintah Apresiasi Demo Mahasiswa Melalui Dialog Konstruktif, Perkuat Demokrasi Yang Sehat

JAKARTA, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak semua peserta demonstrasi memahami substansi isu yang mereka suarakan. Presiden juga mengungkapkan adanya temuan bahwa sebagian peserta aksi mengikuti demonstrasi karena mendapat bayaran. Selain itu, Presiden juga mengaku telah mengetahui pihak-pihak yang berada di balik pendanaan sejumlah aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, aksi-aksi…

Read More

Peringatan Presiden Terkait Aksi Demo Mahasiswa Bukan Membatasi Hak Berpendapat

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan adanya pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi di berbagai daerah menjadi perhatian publik. Peringatan Presiden Prabowo terhadap aksi demonstrasi yang diduga dibayar tersebut ditujukan khusus pada demonstrasi yang digerakkan oleh kepentingan politik praktis, bukan untuk membatasi hak berpendapat masyarakat. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa pernyataan…

Read More

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

Jayapura – Kalangan mahasiswa di Papua terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas daerah dengan mengedepankan dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi. Pendekatan yang konstruktif dinilai mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menciptakan situasi yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan di berbagai wilayah Papua. Di tengah pelaksanaan berbagai program pembangunan, mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang…

Read More

Pemerintah Perkuat Dialog dan Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun komunikasi yang terbuka dan demokratis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Komitmen tersebut tercermin melalui langkah responsif dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Pendekatan dialog yang ditempuh pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)…

Read More