Menjaga Iklim Investasi melalui Stabilitas Nasional dan Ruang Demokrasi yang Bertanggung Jawab

Oleh: Yussita Yesi )* Iklim investasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhipertumbuhan ekonomi nasional. Keputusan investor untuk menanamkanmodal tidak hanya dipengaruhi oleh potensi pasar dan ketersediaansumber daya, tetapi juga oleh kepastian hukum, stabilitas keamanan, serta konsistensi kebijakan pemerintah.  Karena itu, menjaga stabilitas nasional menjadi bagian penting dalammenciptakan lingkungan usaha yang kondusif sekaligus mendukungpembangunan jangka panjang. Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusionalyang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia. Demonstrasi menjadisalah satu saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, aspirasi, maupun masukan terhadap kebijakan publik.  Namun, berbagai pihak mengingatkan bahwa pelaksanaan demonstrasiperlu tetap berlangsung secara damai dan tidak dimanfaatkan oleh pihakyang menyebarkan provokasi, disinformasi, atau tindakan yang dapatmengganggu ketertiban umum. Pemerintah menyatakan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitasekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamikaekonomi global. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintaskementerian dan lembaga untuk merespons berbagai tantangan yang memengaruhi perekonomian nasional. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwapemerintah terus bekerja secara intensif dalam menangani berbagaipersoalan ekonomi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilaipenyelesaian berbagai tantangan tersebut membutuhkan proses, konsistensi kebijakan, serta dukungan seluruh elemen bangsa agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Di sisi lain, perkembangan informasi di ruang digital menjadi perhatiantersendiri ketika aksi demonstrasi berlangsung. Arus informasi yang bergerak sangat cepat membuka peluang munculnya hoaks, manipulasiinformasi, maupun potongan video yang tidak menggambarkan situasisecara utuh. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengimbau masyarakatagar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga mengingatkanmasyarakat untuk tidak membagikan ajakan yang mengarah pada kekerasan maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Meutya Hafid menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami fenomenailusi algoritma di media sosial. Menurut penjelasan Meutya Hafid, kontenyang terus muncul pada linimasa belum tentu mencerminkan kondisisecara menyeluruh karena dipengaruhi oleh pola interaksi pengguna. Oleh sebab itu, masyarakat didorong untuk memeriksa informasi dariberbagai sumber sebelum mengambil kesimpulan. Meutya Hafid juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati hakmasyarakat untuk menyampaikan pendapat. Meutya Hafid menilai kritikdan masukan merupakan bagian penting dalam demokrasi, tetapipenyampaian aspirasi akan lebih efektif apabila dilakukan secara damai, bertanggung jawab, dan tidak disertai tindakan yang membahayakanmasyarakat maupun fasilitas umum. Kondisi yang aman dan tertib juga menjadi salah satu pertimbanganpenting bagi investor ketika menilai prospek suatu negara. Stabilitaspolitik, kepastian regulasi, dan keamanan operasional memberikankeyakinan bahwa investasi dapat berjalan sesuai rencana dalam jangkapanjang. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmenmemberikan perlindungan kepada investor dari berbagai negara. Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara yang menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak menjadi salah satumodal dalam membangun kepercayaan investor internasional. Hashim Djojohadikusumo juga menerangkan bahwa pemerintah berupayamenjamin perlindungan terhadap aset maupun kegiatan usaha investor sesuai ketentuan hukum yang berlaku.  Menurut Hashim Djojohadikusumo, keterbukaan Indonesia terhadapinvestasi tidak dibatasi oleh asal negara investor sehingga berbagaipelaku usaha internasional memiliki kesempatan yang sama untukberinvestasi. Hashim Djojohadikusumo menilai bahwa stabilitas politik, keamanan, ketertiban, dan kepastian terhadap pelaksanaan kontrak merupakan faktoryang akan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi. Faktor-faktor tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Berbagai indikator ekonomi juga menunjukkan bahwa Indonesia masihmemiliki modal yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor. Potensisumber daya alam, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta pasar domestik yang besar menjadi keunggulan yang terus menjadi perhatianpelaku usaha internasional. Keberhasilan menjaga iklim investasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi seluruh elemenmasyarakat dalam menjaga suasana yang kondusif. Penyampaianaspirasi yang berlangsung damai, penghormatan terhadap hukum, sertasikap kritis terhadap informasi yang belum terverifikasi merupakan bagiandari upaya menciptakan lingkungan yang stabil bagi aktivitas ekonomi. Demokrasi dan stabilitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan berdampingan apabila hak menyampaikanpendapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, sementara seluruhpihak tetap menjaga ketertiban umum dan menolak penyebaran hoaksmaupun tindakan provokatif yang berpotensi memicu konflik.  Dengan kondisi yang aman, tertib, dan didukung kepastian hukum, Indonesia memiliki peluang untuk terus memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keseimbangan antara kebebasan berpendapat, penghormatan terhadaphukum, dan penyebaran informasi yang akurat menjadi fondasi pentinguntuk memperkuat kepercayaan dunia usaha. Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk terus meningkatkan daya sainginvestasi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang menyeluruhdan berkelanjutan. *) Analis Ekonomi dan Kebijakan Publik

Read More

Dari 22 Persen ke 8 Persen: Mekaar dan Komitmen Melindungi Pelaku Usaha Mikro

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Kemampuan pemerintah dalam menghadirkan akses pembiayaan yang adil bagipelaku ekonomi kecil menjadi tolak ukur pembangunan ekonomi di samping nilaiinvestasi atau pertumbuhan produk domestik bruto. Di tengah tantangan ekonomiyang masih dihadapi pelaku usaha mikro, keputusan pemerintah menurunkan bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PT PermodalanNasional Madani (PNM) dari 22% menjadi 8% menjadi sinyal kuat bahwakeberpihakan kepada sektor usaha paling bawah terus diperkuat. Kebijakan tersebut bukan sekadar penyesuaian angka bunga, melainkan koreksiterhadap hambatan yang selama ini membatasi ruang tumbuh pelaku usaha ultra mikro. Ketika biaya modal semakin ringan, peluang masyarakat untuk memperluasusaha, meningkatkan pendapatan, dan keluar dari jerat kemiskinan menjadi semakinterbuka, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwapenurunan bunga PNM Mekaar berlaku bagi seluruh nasabah, termasuk merekayang sebelumnya masih memperoleh pembiayaan dengan bunga lebih tinggi. Kebijakan tersebut dilakukan melalui masa transisi agar seluruh penerima manfaatmemperoleh perlakuan yang sama, sehingga manfaat program dapat dirasakansecara merata oleh jutaan pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah. Langkah tersebut memperlihatkan cara pandang baru pemerintah terhadappembiayaan mikro. Selama ini, tantangan terbesar pelaku usaha bukan sematamemperoleh akses pinjaman, melainkan memastikan biaya pembiayaan tetapberada pada tingkat yang memungkinkan usaha berkembang tanpa terbebani cicilanyang terlalu tinggi. Akses terhadap pembiayaan murah memiliki dampak yang jauh lebih luas daripadahanya menambah modal kerja. Dengan bunga yang lebih rendah, pelaku usahamemiliki ruang untuk membeli bahan baku lebih banyak, meningkatkan kualitasproduk, memperluas pemasaran, hingga memperkuat ketahanan usaha ketikamenghadapi gejolak ekonomi. Pada saat yang sama, pemerintah juga berupaya memastikan bahwa kebijakanpembiayaan tidak berhenti pada penyaluran modal semata. Pendekatanpembangunan UMKM semakin diarahkan agar pembiayaan berjalan beriringandengan peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan penguatan ekosistembisnis. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilaipemberdayaan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh agar pelaku usahamampu naik kelas. Menurutnya, akses pembiayaan perlu disertai penguatankapasitas, pendampingan, dan perluasan akses pasar agar pelaku usaha mampumeningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi lebih besar terhadapperekonomian nasional. Hal itu sejalan dengan realitas bahwa sebagian besar pelaku usaha mikro masihmenghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kemampuan pencatatan keuangan, penguasaan teknologi digital, hingga akses terhadap jaringan pemasaran. Karena itu, pembiayaan murah akan memberikan hasil yang optimal apabila dipadukandengan proses pendampingan yang berkelanjutan. Model inilah yang selama bertahun-tahun dikembangkan melalui Program Mekaar. Pembiayaan kelompok, pendampingan rutin, serta edukasi mengenai pengelolaanusaha menjadi kombinasi yang membuat program tersebut mampu menjangkaumasyarakat yang sebelumnya sulit memperoleh akses layanan keuangan formal. Hasilnya mulai terlihat dalam berbagai indikator. Survei lembaga riset independenINDEKSTAT 2025 menunjukkan pendapatan bersih nasabah PNM Mekaarmeningkat dari sekitar Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, disertai kenaikankemampuan pengembangan usaha hampir 29%. Data tersebut menunjukkan bahwapembiayaan yang disertai pendampingan mampu menghasilkan dampak ekonomiyang nyata bagi rumah tangga prasejahtera. Kepercayaan masyarakat terhadap PNM juga tidak lahir secara instan. Hingga kini, program tersebut telah melayani sekitar 23,3 juta perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha ultra mikro di berbagai wilayah Indonesia, sebuah capaian yang menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang mudahdijangkau sekaligus terpercaya. Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut ditopangoleh tata kelola perusahaan yang dijalankan secara konsisten dari tingkat pusathingga petugas lapangan. Ia menegaskan bahwa tata kelola bukan sekadarmemenuhi kewajiban administratif, melainkan fondasi utama untuk menjagakepercayaan jutaan nasabah yang selama ini menggantungkan pengembanganusahanya melalui program Mekaar. Penegasan itu penting karena keberlanjutan program pembiayaan sangat bergantung pada kepercayaan publik. Nasabah akan merasa aman memanfaatkanlayanan keuangan apabila institusi penyelenggara mampu menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan secara konsisten. Dengan demikian, kebijakan penurunan bunga Mekaar menjadi 8% merupakanbagian dari strategi yang lebih besar dalam memperkuat ekonomi rakyat. Negara berupaya mengurangi beban biaya yang selama ini menjadi salah satu kendalautama pelaku usaha mikro untuk berkembang. Kini akses modal semakin terjangkau, pendampingan semakin kuat, dan tata kelolaterus diperbaiki, pelaku usaha mikro memiliki peluang yang lebih besar untukmeningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan kerja di lingkungansekitarnya. Dari penurunan bunga 22% menjadi 8%, tersirat pesan bahwaperlindungan terhadap usaha mikro bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkaninvestasi jangka panjang untuk membangun pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkeadilan. )* Pengamat Isu Sosial-Ekonomi

Read More

Penurunan Bunga Mekaar Dan Keberpihakan Negara Pada Usaha Mikro 

Oleh : Gavin Asadit )* Di tengah dinamika ekonomi tahun 2026, denyut nadi perekonomian akar rumputkembali mendapat hembusan napas segar. Kebijakan pemerintah untukmenyesuaikan skema pembiayaan Program Mekaar melalui PT PNM, khususnyalewat pemangkasan suku bunga, bukanlah sekadar deretan angka di atas kertas. Langkah strategis ini merupakan sinyal kuat akan keberpihakan negara, membukapintu perluasan akses permodalan yang lebih ramah bagi jutaan perempuanprasejahtera yang selama ini menjadi tulang punggung usaha ultra mikro di Indonesia.  Program Mekaar selama lebih dari satu dekade telah menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Melalui skema pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan usaha secara berkelompok, jutaan perempuan prasejahtera memperoleh kesempatan membangun dan mengembangkan usaha produktif. Pendekatan tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem pemberdayaan…

Read More

Pemerintah Pastikan CNG Merah Putih Tetap Terjangkau bagi Masyarakat

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program konversi LPG 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menambah beban biaya rumah tangga. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Direktur…

Read More

CNG Merah Putih Disiapkan Jadi Alternatif Gas Melon Berbasis Energi Domestik

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya diversifikasi energi nasional melalui pengembangan CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram atau gas melon. Pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang bersumber dari gas bumi domestik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah…

Read More

Tabung CNG Merah Putih Diuji Ketat demi Pastikan Keamanan Masyarakat

Oleh Rianti Anissa )* Konversi liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram ke compressed natural gas (CNG) 3 kilogram atau CNG Merah Putih patut menjadi langkah strategis yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untukmenyentuh tiga kepentingan besar sekaligus, yaitu penghematan anggaran negara, penguatan ketahanan energi nasional, dan perlindungan keselamatan masyarakat. Karena itu, pengujian ketat terhadap tabung CNG…

Read More

CNG Merah Putih dan Jalan Baru Kemandirian Energi Nasional

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat agenda kemandirian energi nasional sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), pemerintah mulai mengembangkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) melalui Program CNG Merah Putih. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik,…

Read More

Integrasi Layanan dalam Kopdes Merah Putih Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus menjadi jalur utama penyaluran berbagai subsidi pemerintah kepada masyarakat. Dalam penjelasannya, Presiden mengatakan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan warga dalam satu ekosistem, mulai dari koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga…

Read More

Kopdes Merah Putih Memperkuat Ekosistem Ekonomi Desa Melalui Layanan Terintegrasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi guna mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dari tingkat desa. Dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan dalam satu tempat, mulai dari kantor koperasi, toko sembako,…

Read More

Kopdes Merah Putih Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Pelayanan Terpadu

Oleh: Adelia Sani )* Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih (KDMP) sebagai strategi memperkuat ekonomi desasekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program inidirancang untuk menghadirkan layanan ekonomi yang terintegrasisehingga masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan usaha dan pelayanan dasar melalui satu wadah koperasi. Kehadiran KDMP menjadi bagian dari upaya membangun ekosistemekonomi desa yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan. Koperasitidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, tetapi juga diarahkanmenjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok, layanan kesehatanmelalui apotek desa, pengelolaan logistik, hingga penyimpanan hasilpertanian melalui fasilitas gudang dan ruang pendingin. Presiden Prabowo Subianto menempatkan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang mampumenghubungkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dalam satusistem. Integrasi layanan itu diharapkan dapat memangkas hambatandistribusi, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan nilaitambah hasil produksi masyarakat desa. Layanan yang tersedia di dalam KDMP dirancang untuk menjawabberbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Selain menyediakantoko sembako, koperasi juga menghadirkan layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau, gudang logistik, serta fasilitas penyimpanan hasil panen agar kualitasproduk tetap terjaga sebelum dipasarkan. Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh aksespembiayaan, koperasi diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan terjangkau. Pemerintah memandang keberadaan koperasi simpan pinjamdi setiap desa akan membantu masyarakat memperoleh modal usahadengan bunga yang lebih rendah sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap pinjaman berbunga tinggi. Pemerintah juga mengarahkan KDMP menjadi jalur utama penyaluranberbagai barang bersubsidi sehingga manfaat bantuan dapat diterimalangsung oleh masyarakat yang berhak. Skema ini diharapkan mampumeningkatkan efektivitas distribusi sekaligus memperkuat peran koperasisebagai pusat pelayanan ekonomi desa. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menjelaskan pemerintahmenargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihtelah beroperasi hingga akhir 2026. Menurutnya, fokus pemerintah tidakhanya menyelesaikan pembangunan fisik koperasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secaraprofesional. Farida menjelaskan calon manajer koperasi akan mengikuti pelatihanmanajerial pada 17–31 Juli 2026 sebagai bekal untuk memahami tata kelola koperasi, pengembangan usaha, serta pelayanan kepada anggotadan masyarakat. Peningkatan kompetensi pengelola dinilai menjadi faktorpenting agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih(Simkopdes) per 9 Juli 2026 menunjukkan percepatan pembangunanterus berlangsung. Dari 35.870 titik yang telah terverifikasi, sekitar 20 ribuunit masih dalam proses pembangunan, sedangkan sekitar 15.500 koperasi telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menilai konsep KDMP selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai wujud ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi dibangun atas prinsip gotong royong sehingga manfaat ekonomidapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latarbelakang sosial maupun ekonomi. Surya memandang inovasi KDMP mampu menjawab berbagai kendalayang selama ini dihadapi koperasi konvensional, terutama rendahnyapartisipasi masyarakat akibat keterbatasan kemampuan membayarsimpanan pokok dan simpanan wajib. Dukungan pemerintah terhadappermodalan koperasi dinilai dapat memperluas akses masyarakat untukbergabung dan memperoleh manfaat ekonomi. Di sisi lain, Surya mengingatkan pentingnya transparansi dalampengelolaan koperasi. Pengawasan dan audit secara berkala dinilaimenjadi prasyarat agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuanserta mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakanpembangunan Koperasi Desa Merah Putih merupakan implementasikonsep ekonomi kerakyatan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan ini menempatkan rakyat sebagai pusatpertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan koperasi sebagaipenggerak utama pembangunan dari desa. Penguatan layanan terpadu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan pembangunan koperasi di berbagai daerah diharapkanmenjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan pemerataanpembangunan, memperkuat kemandirian masyarakat, dan meningkatkankesejahteraan secara berkelanjutan. Selain memperkuat layanan ekonomi, keberadaan KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih juga diharapkan mampu menciptakanekosistem usaha yang saling terhubung di tingkat desa. Pelaku usahamikro, petani, nelayan, peternak, hingga pengrajin dapat memanfaatkankoperasi sebagai mitra dalam memperoleh bahan baku, aksespermodalan, pendampingan usaha, serta jaringan pemasaran yang lebihluas. Integrasi berbagai layanan tersebut diyakini mampu menekan biayaproduksi, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus memperbesar dayasaing produk desa di pasar regional maupun nasional.  Dalam jangka panjang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembagaekonomi, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mendorong lahirnya berbagai peluang usaha baru. Apabila pengelolaandilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kebutuhanmasyarakat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi menjadifondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonominasional dari tingkat akar rumput. *) Pemerhati Kebijakan Publik

Read More