THR Cair Jelang Lebaran, Konsumsi Masyarakat Diprediksi Melonjak

Jakarta – Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan terhadap konsumsi masyarakat. Momentum tahunan ini selalu menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi domestik, terutama di sektor ritel, transportasi, hingga pariwisata. Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan berbagai program untuk memperkuat konsumsi domestik. Salah satunya melalui program Belanja di…

Read More

Pemerintah Pastikan THR Cair Tepat Waktu

Jakarta – Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara, pekerja, maupun pensiunan akan dilakukan secara tepat waktu guna menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan. Kepastian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak para pekerja sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional yang biasanya meningkat signifikan menjelang momentum hari…

Read More

Distribusi THR Mulai Bergulir, Pemerintah Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

Oleh: Ardiansyah Pratama Distribusi tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mulaibergulir di berbagai sektor. Pemerintah memastikan kebijakan ini berjalansesuai ketentuan agar hak pekerja dapat terpenuhi secara optimal. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalammenjaga kesejahteraan pekerja sekaligus mempertahankan stabilitasekonomi nasional menjelang perayaan hari besar keagamaan. Kebijakan pemberian THR dan bonus hari raya (BHR) tahun 2026 telahdiumumkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkanpemerintah. Program ini dirancang untuk memperkuat daya belimasyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, sekaligus mendorongaktivitas ekonomi yang biasanya meningkat pada periode tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahanPresiden untuk memastikan masyarakat mendapatkan dukungan ekonomipada momentum hari besar keagamaan nasional. Pemerintahmemandang distribusi THR sebagai instrumen penting untuk menjagamomentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kepastian bagipekerja di berbagai sektor. Dalam implementasinya, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR aparatur negara pada tahun ini. Nilaitersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anggaran tersebut dialokasikan bagi sekitar 10,5 juta aparatur negarayang terdiri atas aparatur sipil negara, pegawai pemerintah denganperjanjian kerja, prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan. Airlangga menjelaskan bahwa komponen THR yang diberikan mencakupgaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjanganjabatan atau kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruhkomponen tersebut dibayarkan secara penuh sehingga aparatur negaradapat merasakan manfaat secara maksimal menjelang Lebaran. Pemerintah juga menegaskan bahwa pemberian THR berbeda dengangaji ke-13 yang biasanya diberikan pada pertengahan tahun. Denganpemisahan tersebut, kebijakan THR tetap fokus pada pemenuhankebutuhan aparatur negara dalam menyambut Idulfitri, sementara gaji ke-13 diarahkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan keluarga padapertengahan tahun. Penyaluran THR kepada aparatur negara dilakukan secara bertahap sejak26 Februari 2026 atau pada minggu pertama Ramadan. Program inimencakup sekitar 2,4 juta aparatur negara di tingkat pusat termasukprajurit TNI dan anggota Polri, sekitar 4,3 juta aparatur sipil negara di daerah, serta sekitar 3,8 juta pensiunan. Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi para penerima manfaatsehingga mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Lebaran lebih awal. Selain itu, percepatan distribusi THR juga diharapkan mampumeningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih merata. Di sektor swasta, pemerintah menegaskan bahwa kewajiban pembayaranTHR tetap harus dipenuhi oleh perusahaan. Airlangga menyampaikanbahwa THR bagi pekerja swasta wajib dibayarkan secara penuh dan tidakboleh dicicil. Pembayaran juga harus dilakukan paling lambat tujuh harisebelum hari raya Idulfitri. Ketentuan tersebut berlaku bagi pekerja dengan masa kerja minimal satutahun yang berhak menerima THR sebesar satu bulan upah. Sementaraitu, pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun tetap memperolehTHR dengan perhitungan secara proporsional sesuai masa kerja mereka. Pemerintah memperkirakan jumlah pekerja penerima upah di sektorformal mencapai sekitar 26,5 juta orang berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Dengan jumlah tersebut, total nilai THR yang dibayarkan oleh sektor swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp124 triliun. Nilai tersebut diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadappeningkatan konsumsi rumah tangga. Peningkatan konsumsi iniberpotensi memperkuat perputaran ekonomi nasional selama Ramadan hingga Idulfitri. Selain aparatur negara dan pekerja sektor formal, pemerintah jugamemberikan perhatian kepada mitra pengemudi transportasi daring. Pemerintah mendorong perusahaan aplikator untuk menyalurkan bonus hari raya kepada para pengemudi sebagai bentuk penghargaan ataskontribusi mereka dalam sektor transportasi digital. Upaya pemerintah dalam memastikan distribusi THR juga didukung olehpemerintah daerah. Di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi melakukanpemantauan langsung terhadap pemenuhan kewajiban perusahaan dalammembayarkan THR kepada pekerja. Pemantauan tersebut dilakukan di sejumlah perusahaan, salah satunya di PT Selalu Cinta Indonesia di Kota Salatiga. Langkah tersebut dilakukanuntuk memastikan perusahaan memenuhi ketentuan pembayaran THR sesuai dengan surat edaran kementerian yang menetapkan batas waktupembayaran maksimal tujuh hari sebelum Lebaran. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan posko layanan aduanuntuk menampung laporan pekerja terkait permasalahan THR. Poskotersebut berada di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah serta enam wilayah satuan kerja pengawasan ketenagakerjaan. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan kesiapanmengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penyaluran THR bagiaparatur sipil negara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anungmenyampaikan bahwa seluruh aparatur yang berhak menerima THR akanmendapatkan haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah telah mempersiapkan mekanisme pencairan agar proses distribusi berjalan lancar. Kebijakan tersebut akan mengikutisepenuhnya ketentuan yang ditetapkan oleh KementerianPendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Berbagai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemastikan distribusi THR berjalan tertib dan tepat sasaran. Denganpengawasan yang ketat serta koordinasi antara pemerintah pusat dandaerah, hak pekerja dapat terlindungi secara optimal. Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya memastikan pemenuhanhak pekerja, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi nasional. Distribusi THR yang tepat waktu diharapkan mampu menjaga daya belimasyarakat serta memperkuat aktivitas ekonomi selama Ramadan hinggaIdulfitri. *) Kolumnis Ekonomi dan Pemerhati Kebijakan Publik

Read More
Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

Ramadan Hadirkan Harmoni, Menanam Toleransi, dan Menghapus Akar Radikalisme

Jakarta – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sosial. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai ruang mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai moderasi yang mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme di tengah masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama…

Read More
Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital

Ramadan Dorong Generasi Muda Perkuat Toleransi dan Cegah Radikalisme Digital

Jakarta – Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memperkuat nilai toleransi sekaligus menangkal penyebaran paham radikalisme, khususnya di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, generasi muda dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama…

Read More
MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital

MUI: Ramadan Momentum Menanam Toleransi dan Menangkal Radikalisme di Era Digital

Jakarta – Semangat toleransi beragama di Indonesia dinilai tetap kuat secara kultural, meskipun terdapat tantangan baru di era digital yang ditandai dengan meningkatnya polarisasi opini di media sosial. Anggota Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita, menilai bahwa tradisi toleransi sebenarnya telah menjadi bagian dari warisan peradaban bangsa Indonesia…

Read More

Ramadan, Momentum Memperkuat Toleransi dan Meredam Radikalisme

Jakarta – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi beragama. Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya polarisasi di media sosial, Ramadan dapat menjadi kesempatan penting untuk menanamkan nilai toleransi sekaligus menggugurkan benih radikalisme, terutama di…

Read More
Cicilan Rumah Subsidi Bisa 30 Tahun, Hunian Lebih Terjangkau

Cicilan Rumah Subsidi Bisa 30 Tahun, Hunian Lebih Terjangkau

Jakarta- Rencana pemerintah memperpanjang tenor cicilan rumah subsidi hingga 30 tahun diyakini dapat membuka peluang kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan ini diharapkan membuat besaran cicilan bulanan menjadi lebih ringan sehingga akses terhadap hunian layak semakin terjangkau. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa perpanjangan masa cicilan rumah…

Read More
Pemerintah Genjot Program 3 Juta Rumah Subsidi, Tenor Lebih Panjang

Pemerintah Genjot Program 3 Juta Rumah Subsidi, Tenor Lebih Panjang

Jakarta — Pemerintah terus mempercepat realisasi program pembangunan dan pembiayaan 3 juta rumah subsidi guna memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Program ini menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka backlog perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Percepatan tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan, salah…

Read More

Rumah Subsidi : Pemerintah Serius Urus Hunian Rakyat Kecil

Oleh : Wira Nugraha )* Kebutuhan akan rumah layak huni masih menjadi persoalan besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Di tengah harga tanah dan bangunan yang terus meningkat, banyak keluarga kecil yang kesulitan memiliki tempat tinggal sendiri. Melihat kondisi tersebut, pemerintah berupaya hadir melalui program rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka…

Read More