PP TUNAS: Resiliensi Media Dimulai dari Kepatuhan Platform Digital

Oleh : Garvin Reviano )* Transformasi digital telah mengubah cara pandang masyarakat Indonesia mengakses informasi. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan arus informasi bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul tantangan baru berupa penyebaran hoaks, disinformasi, konten berbahaya, hingga menurunnya kualitas ekosistem media yang selama ini menjadi pilar demokrasi. Perkembangan demokrasi yang relevan dengan perubahan jaman menjadi harapan yang…

Read More

PP TUNAS dan Resiliensi Media dalam Melindungi Anak di Ruang Digital

Oleh Yulia Maharani )* Penguatan tata kelola ruang digital kini menjadi salah satu agenda strategis Indonesia dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Pesatnya perkembangan platform digital telah membuka ruang baru bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, sekaligus berinteraksi tanpa batas. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai…

Read More

Reformasi Pasar Modal Perkuat Fondasi Ekonomi dan Stabilitas Investasi Jangka Panjang

Oleh: Haikal Bakri )* Reformasi pasar modal yang terus dijalankan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin menunjukkan hasil positif dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan stabilitas investasi jangka panjang. Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya mendapat pengakuan dari pelaku pasar domestik, tetapi juga memperoleh apresiasi dari lembaga internasional yang menjadi…

Read More

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda* Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua. Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka. Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, yang menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat merupakan bagian dari amanat yang harusdiperjuangkan oleh wakil rakyat. Menurutnya, seluruh masukan yang disampaikan mahasiswaakan diteruskan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa demokrasi di Papua berjalan melalui jalurkonstitusional yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan. Langkah DPR Papua untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi menjadi bukti bahwa komunikasiantara masyarakat dan pemerintah terus dibangun secara konstruktif. Pendekatan seperti ini jauhlebih produktif karena membuka peluang lahirnya solusi yang mampu mengakomodasi berbagaikepentingan secara seimbang. Semakin kuat komunikasi yang terjalin, semakin besar pula peluang terciptanya pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Papua. Komitmen pemerintah dalam membangun Papua melalui pendekatan yang lebih humanis juga semakin nyata. Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, menegaskan bahwa pemerintahkini mengedepankan pendekatan kesejahteraan sebagai fondasi utama penyelesaian berbagaipersoalan di Papua. Pendekatan tersebut menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritasmelalui peningkatan pelayanan dasar, perlindungan hak masyarakat, pemberdayaan ekonomi, penguatan pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan publik. Kebijakan ini menunjukkanbahwa pembangunan Papua diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan yang dapat dirasakansecara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diperkuat dengan berbagai langkah kelembagaan yang dilakukan pemerintahbersama lembaga legislatif. Pembentukan Panitia Khusus Penanganan Konflik dan KemanusiaanPapua oleh DPD RI menjadi salah satu bentuk keseriusan negara dalam menghimpun berbagaiaspirasi masyarakat secara komprehensif. Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menegaskanbahwa pansus akan menginventarisasi berbagai masukan masyarakat sebagai dasar penyusunanrekomendasi kebijakan yang berpihak pada pembangunan berkelanjutan, perlindunganmasyarakat adat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Kehadiran pansus tersebutmenunjukkan bahwa pemerintah terus memperkuat mekanisme dialog sebagai instrumen utamadalam menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif. Semangat dialog juga tercermin dalam ajakan Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, yang mengimbaumasyarakat dan generasi muda agar menyampaikan aspirasi secara tertib sehingga pelayananpublik dan pembangunan daerah tetap berjalan optimal. Stabilitas sosial merupakan prasyaratpenting bagi percepatan pembangunan. Ketika situasi tetap kondusif, berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hinggapeningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilaksanakan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa Papua memiliki posisi strategis sebagai generasi intelektual yang diharapkan mampumenjadi mitra pemerintah dalam memberikan gagasan-gagasan yang konstruktif. Sikap kritisyang disampaikan melalui dialog akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besardibandingkan tindakan yang berpotensi menghambat pembangunan. Oleh sebab itu, mahasiswaperlu terus mengedepankan semangat persatuan, menjaga suasana yang kondusif, serta tidakmudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar atau ajakan yang dapatmenghambat proses pembangunan yang sedang berlangsung. Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, yang mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga keamanan, ketertiban,…

Read More

Di Balik Gelombang Aksi, Mahasiswa Perlu Waspadai Agenda Terselubung

Oleh: Rizky Pratama Gelombang aksi mahasiswa yang kembali mengemuka di berbagai daerah merupakan bagiandari dinamika demokrasi. Namun, di balik semangat menyuarakan aspirasi, mahasiswa perlumeningkatkan kewaspadaan agar gerakan yang lahir dari idealisme dan kepentingan publiktidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang membawa agenda terselubung. Independensi, landasan kajian ilmiah, serta etika dalam menyampaikan kritik menjadi modal utama agar marwah gerakan mahasiswa tetap terjaga sebagai kekuatan moral bangsa. Aspirasi yang disampaikan hendaknya lahir dari kajian yang objektif, argumentasi yang kuat, serta tetap berada dalam koridor etika dan hukum. Demokrasi yang sehat bukan sekadarmemberi ruang bagi kritik, tetapi juga memastikan kritik tersebut membangun sertaberorientasi pada kepentingan publik. Belakangan ini, meningkatnya intensitas demonstrasi mahasiswa di sejumlah daerahmemunculkan perhatian dari berbagai kalangan. Kekhawatiran yang muncul bukan diarahkanuntuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan agar gerakan mahasiswa tetapmempertahankan independensinya sebagai kekuatan moral bangsa. Kekhawatiran mengenaikemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan aksi mahasiswa untuk kepentinganpolitik tertentu menjadi hal yang patut diwaspadai. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, berpandangan bahwa demonstrasimerupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, eskalasi aksimahasiswa perlu dicermati untuk memastikan tuntutan yang disampaikan benar-benar lahirdari hasil kajian akademis dan riset yang mendalam, bukan dipengaruhi kepentingan pihaktertentu yang memiliki agenda terselubung. Dalam pandangannya, gerakan mahasiswa akantetap memiliki legitimasi apabila berpijak pada data, fakta, serta kepentingan masyarakatluas. Pandangan tersebut relevan mengingat sejarah menunjukkan bahwa tidak sedikit gerakansosial yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mencapai tujuanpolitik yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan publik. Oleh karena itu, independensimahasiswa menjadi modal utama yang harus terus dijaga agar gerakan intelektual tidakkehilangan kredibilitas di mata masyarakat. Di sisi lain, kritik terhadap pemerintah juga akan lebih efektif apabila disampaikan kepadapemerintahan yang membuka ruang komunikasi. Dalam konteks ini, Alwan menilaipemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan sikap terbuka terhadap berbagaikritik yang berkembang. Menurutnya, pemerintah tidak hanya menerima demonstran, tetapijuga menyediakan ruang dialog sebagai bentuk penghormatan terhadap mekanismedemokrasi. Sikap terbuka tersebut, menurut Alwan, terlihat pula dalam berbagai isu kebijakan ekonomimaupun program prioritas nasional. Ketika muncul masukan mengenai pelemahan nilai tukarrupiah maupun kondisi pasar modal, pemerintah dinilai melakukan evaluasi terhadapkebijakan fiskal dan moneter sesuai perkembangan situasi. Begitu pula terhadapimplementasi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu perhatian publik. Berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut disebut mendapat respons melaluilangkah mitigasi dan perbaikan sehingga kebijakan dapat terus disempurnakan. Artinya, kritik yang berbasis argumentasi tetap memperoleh ruang untuk didengar. Kondisidemikian semestinya mendorong berkembangnya budaya dialog yang lebih produktifdibandingkan sekadar memperbesar eskalasi konfrontasi di ruang publik. Demokrasi akansemakin matang apabila setiap aspirasi direspons melalui komunikasi yang terbuka dan penyempurnaan kebijakan secara berkelanjutan. Selain substansi tuntutan, aspek etika dalam menyampaikan pendapat juga menjadi perhatianpenting. Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukgukberpandangan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional seluruh warganegara. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung nilai moral, adab, dan budaya bangsa yang selama ini menjadi identitas Indonesia. Menurut pandangannya, bangsa Indonesia dibangun di atas nilai agama, Pancasila, sertabudaya ketimuran yang mengedepankan sopan santun. Karena itu, perbedaan pendapat tidakseharusnya diwujudkan melalui penghinaan, cacian, ataupun ujaran yang merendahkanmartabat pihak lain. Kritik tetap dapat disampaikan secara tegas tanpa harus menghilangkanpenghormatan terhadap sesama warga negara. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dariluasnya kebebasan berbicara, tetapi juga dari kedewasaan masyarakat dalam menggunakankebebasan tersebut. Semakin tinggi budaya berdialog dan saling menghormati, semakin kuatpula fondasi demokrasi Indonesia. Tuan Guru Batak juga mengingatkan bahwa perhatian bangsa saat ini seharusnya tetapdiarahkan pada berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari tantanganekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dinamika global yang memengaruhistabilitas nasional. Karena itu, seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat, perlu berkolaborasi menghadirkan solusi yang berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya kelompok yang paling rentan. Pada akhirnya, demokrasi bukanlah arena pertarungan untuk saling menjatuhkan, melainkanruang bersama untuk mencari jalan keluar atas berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa tetapmemiliki posisi strategis sebagai penjaga nurani publik, tetapi peran tersebut akan semakinbermakna apabila dijalankan secara independen, berbasis kajian ilmiah, serta bebas darikepentingan politik yang tersembunyi. Pada saat yang sama, etika, moralitas, dan adab harusterus menjadi fondasi dalam setiap penyampaian aspirasi sehingga demokrasi Indonesia dapattumbuh semakin dewasa, beradab, dan mampu menghasilkan kebijakan yang benar-benarbermanfaat bagi seluruh rakyat. *) Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik

Read More

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )* Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional. Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia. Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor. Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi. Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan. Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi. Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap melakukan penyesuaian agar daya belimasyarakat tetap terjaga. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penyaluranBBM bersubsidi sehingga benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhakmenerima manfaat subsidi dari negara. Bagi kalangan mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakanpublik selalu lahir melalui proses pertimbangan yang kompleks. Tidak semua keputusandapat dinilai hanya dari satu aspek, apalagi jika hanya mengandalkan informasi yang beredardi media sosial. Kemampuan memahami konteks ekonomi secara menyeluruh akanmembantu mahasiswa menghasilkan kritik yang konstruktif sekaligus memberikan solusiyang relevan bagi pembangunan nasional. Selain isu energi, pemerintah juga terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola sumberdaya alam sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pengelolaansumber daya alam yang lebih transparan dan memberikan nilai tambah di dalam negeri menjadi salah satu agenda strategis untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan sertamemperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Dalam konteks tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Nasrullah Larada menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membenahitata kelola sumber daya alam menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan kekayaan alamIndonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurutnya, kebijakan tersebutmencerminkan keberanian pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligusmenghadirkan pemerataan hasil pembangunan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan ekonomi tidak hanyaberfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan manfaat pembangunan. Hilirisasiindustri, peningkatan investasi produktif, penguatan ketahanan energi, serta pembenahan tata kelola sumber daya alam merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar Indonesia mampu keluar dari ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan memiliki daya saingyang lebih tinggi di tingkat global. Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui penelitian, diskusi akademik, maupun pengembangan gagasan yang berbasis ilmu pengetahuan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan bangsa, bukan sekadartempat berkembangnya opini yang belum tentu didukung data empiris. Tradisi akademikyang kuat akan melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi secara nyata terhadappenyempurnaan kebijakan publik. Dengan mengedepankan analisis berbasis data, memahami dinamika ekonomi global, sertamelihat setiap kebijakan secara proporsional, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalammengawal pembangunan nasional. Sikap tersebut tidak hanya memperkuat kualitasdemokrasi, tetapi juga membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat sehinggaberbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat dipahami secarautuh dan didukung demi kemajuan Indonesia. )* Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Read More

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalampenyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimanapemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkanmasukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasukanak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat. Komitmen tersebut mengandung makna penting dalam perspektif kebijakan publik modern. Saluranpartisipasi warga kini tidak lagi terbatas pada forum formal ataupun demonstrasi di jalan. Teknologi digital memperluas ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sehingga proses penyusunan kebijakanmenjadi lebih responsif terhadap persoalan nyata yang dihadapi warga. Dalam konsep responsive governance, pemerintahan yang efektif bukanlah pemerintahan yang bebas kritik, melainkan pemerintahan yang memiliki kemampuan menyerap berbagai sumber informasi untukmemperbaiki kebijakan. Aspirasi dapat datang dari ruang akademik, organisasi masyarakat sipil, media sosial, hingga demonstrasi mahasiswa. Seluruhnya memiliki nilai apabila diproses melalui mekanisme yang objektif. Semangat kolaboratif tersebut juga terlihat dari ajakan Presiden kepada kalangan perguruan tinggi. MelaluiMenteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pemerintah menegaskan bahwa Presiden memandang guru besar, dekan, dan rektor sebagai sumber daya intelektual terbaik bangsa yang perlu dilibatkan dalammenyelesaikan berbagai persoalan nasional. Pemerintah berharap setiap bidang keilmuan dapat memberikankontribusi nyata sesuai kompetensinya, sehingga pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawabpemerintah, tetapi menjadi proyek bersama seluruh elemen bangsa. Pandangan itu memperoleh respons positif dari kalangan akademisi. Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indri Arrafi, menilai arahan Presiden membangkitkan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, berbagai tantangan global memang nyata, tetapi yang dibutuhkan bukansekadar memperbesar rasa pesimis, melainkan membangun aksi nyata yang mampu memberikan solusi bagimasyarakat. Senada dengan itu, Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Suhadi Lili, memandang ajakanPresiden mampu menjadi inspirasi bagi komunitas akademik untuk menyelaraskan kembali peran perguruantinggi dalam mendukung pembangunan nasional di tengah ketidakpastian global. Bagi mahasiswa sendiri, perkembangan ini selayaknya menjadi momentum penting. Demonstrasi tetapmerupakan instrumen demokrasi yang sah. Akan tetapi, ketika pemerintah menunjukkan keterbukaanterhadap dialog dan evaluasi kebijakan, ruang partisipasi dapat diperluas melalui kajian akademik, risetkebijakan, inovasi sosial, hingga rekomendasi yang berbasis bukti. Kontribusi intelektual semacam inilahyang justru memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas pengambilan keputusan publik. Demokrasi yang matang bukanlah demokrasi yang diwarnai pertentangan tanpa akhir. Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang mampu mengubah kritik menjadi kebijakan, mengubah aspirasi menjadisolusi, dan mengubah perbedaan pandangan menjadi kolaborasi pembangunan….

Read More

Ekonom Ajak Publik Sikapi Isu Ekonomi secara Objektif di Tengah Aksi Mahasiswa

Jakarta – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mengajak masyarakat bersikap objektif dalam menyikapi dinamika ekonomi di tengah aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi global sehingga perlu dipahami secara utuh. Defiyan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series kerap…

Read More

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pengondisian Demo Mahasiswa, Kebebasan Berpendapat Tetap Dijamin

Jakarta – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan pemerintah tidak melakukan intervensi maupun pengondisian terhadap aksi demonstrasi yang digelar berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa, termasuk aksi yang mendukung maupun mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dihormati tanpa membedakan pandangan yang disampaikan. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi…

Read More

Pemerintah Perluas Ruang Partisipasi, Terima Aspirasi dari Mahasiswa Secara Terbuka

Jakarta – Pemerintah terus memperluas ruang partisipasi publik dengan membuka dialog yang inklusif terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan mahasiswa. Komitmen untuk menerima masukan, kritik, maupun dukungan secara terbuka dinilai mencerminkan upaya pemerintah dalam memperkuat praktik demokrasi sekaligus menjadikan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam penyempurnaan berbagai kebijakan nasional. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang…

Read More