Pidato Presiden di Sidang Paripurna Perkuat Optimisme Ekonomi Indonesia

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menjaga optimisme ekonomi nasional saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI. Dalam sidang tersebut, Presiden memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Pidato Presiden dinilai menjadi sinyal kuat…

Read More

Presiden Tegaskan APBN Jadi Fondasi Perlindungan Ekonomi Rakyat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi fondasi utama dalam menjaga perlindungan ekonomi rakyat di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI. Presiden menjelaskan pemerintah tetap optimistis terhadap prospek…

Read More

Ekspor Pupuk Perkuat Posisi Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Oleh : Iman Nugraha )* Ketahanan pangan global yang tengah menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai negara yang mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu kebutuhan negara lain. Di tengah kekhawatiran banyak negara terhadap ketersediaan pupuk dan pangan, Indonesia kini tampil sebagai salah satu…

Read More

Ekspor Pupuk ke Australia Bukti Indonesia Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan Nasional

Oleh : Aditya Rahman )* Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai negara agraris yang mampu menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi di pasar global melalui ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun. Langkah ini dinilai menjadi bukti bahwa sektor pupuk nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan petani dalam negeri, tetapi juga memiliki surplus produksi…

Read More

Indonesia Catat Sejarah Baru Ketahanan Pangan melalui Ekspor Pupuk

Jakarta – Indonesia mencatat babak baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional melalui ekspor pupuk urea ke sejumlah negara di tengah ketidakpastian geopolitik global. Di saat banyak negara menghadapi gangguan rantai pasok akibat dinamika kawasan Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, Indonesia justru tampil sebagai pemasok yang mampu membantu memenuhi kebutuhan pupuk dunia. “Negara kita kaya,…

Read More

Ekspor Pupuk Indonesia Menguat, Ketahanan Pangan Nasional Kian Kokoh

JAKARTA – Indonesia terus menunjukkan penguatan perannya dalam mendukung ketahanan pangan dunia melalui peningkatan ekspor pupuk ke sejumlah negara. Di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil serta ancaman krisis pangan internasional, pemerintah dinilai berhasil menjaga ketersediaan pupuk dalam negeri sekaligus memenuhi kebutuhan pasar luar negeri. Presiden Prabowo Subianto mengatakan semakin banyak negara yang mempercayai…

Read More

Rupiah Tetap Stabil Seiring Kuatnya Fundamental Ekonomi Nasional

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Juli hingga Agustus 2026. Optimisme tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Perry, pelemahan rupiah pada April hingga Juni merupakan pola musiman yang…

Read More

Fundamental Ekonomi Indonesia Menjadi Penopang Stabilitas Rupiah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Negara meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional dan percaya pada kemampuan Indonesia menghadapi dinamika global. “Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada…

Read More

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terpelihara SeiringKuatnya Ekonomi Nasional

Oleh: Devi Arifia )* Stabilitas nilai tukar rupiah terus menjadi fokus utama pemerintah danotoritas moneter di tengah dinamika ekonomi global yang masihberlangsung. Tekanan terhadap mata uang berbagai negara berkembangdalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan yang tidak dapatdihindari, terutama akibat tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, hingga meningkatnya permintaan dolar AS di pasar internasional.  Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetapberada dalam jalur yang kuat sehingga stabilitas nilai tukar masih dapatdijaga secara optimal. Bank Indonesia melalui Gubernur Perry Warjiyo meyakini pergerakanrupiah hanya mengalami tekanan yang bersifat sementara dan musiman. Menurut Perry, pola pelemahan rupiah pada periode April hingga Junihampir selalu terjadi setiap tahun, sedangkan pada Juli hingga Agustusnilai tukar umumnya kembali menguat. Keyakinan tersebut didasarkan pada kondisi fundamental ekonominasional yang tetap solid. Bank Indonesia menilai asumsi nilai tukar yang telah ditetapkan pemerintah dan bank sentral sepanjang 2026 masihrealistis untuk dicapai. Perry menjelaskan bahwa rata-rata nilai tukartahunan diperkirakan tetap bergerak dalam rentang yang sehat sesuaitarget APBN. Optimisme Bank Indonesia juga didukung oleh kondisi ekonomi domestikyang masih terjaga dengan baik. Aktivitas ekonomi nasional tetap berjalanpositif di tengah ketidakpastian global. Konsumsi masyarakat, investasi, serta pembangunan nasional masih menunjukkan tren yang stabilsehingga memberikan daya tahan kuat bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah turut memastikan tekanan terhadap rupiah tidakmencerminkan kondisi krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada1998. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan situasisaat ini sangat berbeda dibandingkan masa krisis moneter dua dekadelalu. Menurut Purbaya, pada 1998 Indonesia mengalami resesiberkepanjangan yang diikuti ketidakstabilan sosial-politik. Sementarakondisi saat ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih tumbuh denganbaik sehingga pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjagastabilitas ekonomi dan memperkuat berbagai sektor strategis nasional. Pemerintah juga memilih fokus menjaga fondasi ekonomi agar pembangunan nasional tidak terganggu oleh gejolak pasar jangkapendek. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaaninvestor sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terpelihara dalamjangka panjang. Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan memperkuat intervensidi pasar obligasi melalui skema Bond Stabilization Fund. Kebijakan inidilakukan untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara danmencegah tekanan berlebihan terhadap nilai tukar rupiah. Purbaya menjelaskan pemerintah mulai meningkatkan intervensi secaralebih signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Langkah tersebutdiarahkan agar investor asing yang memegang obligasi pemerintah tetapmempertahankan investasinya dan tidak melakukan aksi jual akibatkekhawatiran terhadap penurunan harga obligasi. Strategi menjaga stabilitas pasar obligasi dipandang penting karenamemiliki pengaruh besar terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ketikapasar surat utang tetap terkendali, tekanan terhadap rupiah dapatdiminimalkan sehingga stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga. Di sisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai instrumenstabilisasi untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan. DirekturEksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakosomenjelaskan bahwa bank sentral terus melakukan pemantauan intensifterhadap pergerakan rupiah di pasar global. Bank Indonesia tidak hanya melakukan intervensi di pasar domestik, tetapi juga aktif memantau transaksi di pasar Eropa dan Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang turut dipengaruhi transaksi non deliverable forward di luar negeri. Selain intervensi pasar, BI juga memperkuat berbagai kebijakanpendukung lainnya. Langkah tersebut meliputi penguatan struktur sukubunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, pembelian surat berharganegara di pasar sekunder, menjaga likuiditas pasar uang dan perbankan, hingga memperkuat kebijakan transaksi valuta asing. Bank sentral juga memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing agar stabilitas sektor keuangan nasional semakin kuat menghadapi tekananglobal. Pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh korporasidan sektor perbankan turut diperketat guna menjaga keseimbanganpermintaan valuta asing di pasar domestik. Ramdan menjelaskan tekanan terhadap mata uang negara berkembangsaat ini tidak hanya dialami Indonesia. Banyak mata uang dunia jugamengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutamakarena konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyakdunia dan penguatan indeks dolar AS. Menurut Bank Indonesia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekananterhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan persoalanfundamental domestik. Karena itu, pemerintah dan bank sentral tetapoptimistis stabilitas nilai tukar dapat dijaga melalui sinergi kebijakan yang kuat. Selain faktor global, meningkatnya permintaan dolar AS di dalam negerijuga dipengaruhi kebutuhan musiman seperti repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, hingga meningkatnya aktivitas masyarakatuntuk ibadah umrah dan haji. Faktor-faktor tersebut dinilai bersifatsementara dan tidak mengubah kekuatan dasar ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai lembagaekonomi menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas rupiah. Koordinasi kebijakan yang terus diperkuat memperlihatkan keseriusanpemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikanekonomi nasional tetap bergerak positif. Kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang didukung pertumbuhanekonomi stabil, inflasi yang terkendali, serta sektor keuangan yang tetapsehat menjadi landasan penting dalam menghadapi tekanan global. Dengan kondisi tersebut, optimisme terhadap stabilitas rupiah tetapterjaga dan diyakini mampu mendukung keberlanjutan pembangunannasional ke depan….

Read More

Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga Berkat Fundamental Ekonomi Indonesia yang Kuat

Oleh: Candra Saputra )* Stabilitas nilai tukar rupiah terus menjadi perhatian pemerintah di tengahdinamika ekonomi global yang masih berlangsung. Tekanan terhadapmata uang berbagai negara, termasuk rupiah, dipengaruhi olehketidakpastian pasar internasional, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga meningkatnya tensi geopolitik dunia. Meski demikian, pemerintahmemastikan kondisi ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang kuatsehingga stabilitas rupiah masih dapat terjaga dengan baik. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomiIndonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid. Kepala Negara meyakini kekuatan ekonomi nasional mampu menghadapi tekanan global yang terjadi belakangan ini. Keyakinan tersebut didasarkan padaketahanan sektor ekonomi domestik, pertumbuhan yang tetap terjaga, serta optimisme terhadap kemampuan bangsa dalam menghadapitantangan global. Presiden juga menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang kuat dan optimistis. Menurutnya, Indonesia tidak boleh memilikipandangan sebagai bangsa yang lemah di tengah gejolak ekonomi dunia. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankantetap berorientasi pada kepentingan rakyat sekaligus menjaga stabilitaspembangunan nasional. Optimisme pemerintah turut diperkuat oleh langkah konkret dalammenjaga stabilitas ekonomi makro. Menteri Keuangan, Purbaya YudhiSadewa, memastikan tekanan terhadap rupiah tidak mencerminkanlemahnya ekonomi nasional. Ia menilai pergerakan rupiah lebih banyakdipengaruhi sentimen jangka pendek yang terjadi di pasar keuanganglobal. Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbedadibandingkan masa krisis moneter 1998. Perekonomian nasional masihmencatat pertumbuhan yang baik sehingga pemerintah memiliki ruangyang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat berbagaiindikator makroekonomi. Karena itu, pemerintah memilih fokus menjagafondasi ekonomi agar pembangunan tetap berjalan stabil danberkelanjutan. Langkah stabilisasi juga dilakukan melalui penguatan intervensi di pasarobligasi. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memperbesar skemaBond Stabilization Fund guna menjaga stabilitas pasar surat utang negara. Kebijakan tersebut diarahkan agar investor tetap memilikikepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia dan tidak melakukanaksi jual berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah. Purbaya menjelaskan intervensi di pasar obligasi telah dilakukan sejakpekan sebelumnya dan kini diperkuat dengan langkah yang lebihsignifikan. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pasar obligasitetap terkendali sekaligus membantu pergerakan nilai tukar rupiah agar lebih stabil. Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus memperkuat langkah stabilisasi nilaitukar. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bank sentral telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitasrupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing. Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menjagakeseimbangan pasar dan meredam tekanan terhadap rupiah. Perry menjelaskan penggunaan cadangan devisa dilakukan secara terukurmelalui intervensi di pasar spot, baik di dalam maupun luar negeri. Selainitu, BI juga mengombinasikan strategi melalui skema hedging agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga tanpa membebani cadangan devisasecara berlebihan. Meskipun cadangan devisa mengalami penurunan dibandingkan periodesebelumnya, Bank Indonesia memastikan posisinya masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan Dana MoneterInternasional atau IMF. Hal tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas sektor eksternal masih sangat memadai. Perry menegaskan langkah intervensi yang dilakukan saat ini bukankebijakan biasa. Bank sentral meningkatkan intensitas kebijakanstabilisasi sebagai bentuk respons cepat menghadapi tekanan global yang memengaruhi pergerakan rupiah. Kebijakan tersebut sekaligus menjadibukti kuatnya koordinasi pemerintah dan otoritas moneter dalam menjagastabilitas ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor pentingdalam menjaga kepercayaan pasar. Stabilitas ekonomi tidak hanyaditentukan oleh pergerakan nilai tukar semata, tetapi juga olehkemampuan pemerintah menjaga pertumbuhan, inflasi, sektor keuangan, serta keberlanjutan pembangunan nasional. Kondisi ekonomi domestik yang tetap tumbuh positif menjadi modal utamaIndonesia menghadapi tekanan global. Aktivitas konsumsi masyarakatmasih terjaga, investasi tetap berjalan, dan berbagai program pembangunan nasional terus dilanjutkan. Situasi tersebut menunjukkanekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dibandingkan banyaknegara berkembang lainnya. Pemerintah juga terus memastikan berbagai kebijakan strategis berjalanoptimal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Fokusterhadap pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, penguataninvestasi, serta stabilitas sektor keuangan menjadi bagian penting dalammemperkuat fundamental ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil, pemerintahmenunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kepercayaan publik danpelaku pasar. Stabilitas rupiah dipandang bukan hanya persoalan nilaitukar, melainkan bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasionalsecara menyeluruh. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, koordinasi kebijakan yang solid, serta respons cepat pemerintah dan Bank Indonesia, stabilitasrupiah diyakini akan terus terjaga. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwaekonomi Indonesia memiliki kapasitas besar untuk tetap tangguhmenghadapi tekanan global sekaligus menjaga optimisme menujupertumbuhan yang berkelanjutan. *) Pengamat Kebijakan Fiskal dan Moneter

Read More