Aktivis Masuk Kabinet, Patahkan Klaim Barisan Oposisi soal Kriminalisasi

Aktivis Masuk Kabinet, Patahkan Klaim Barisan Oposisi soal Kriminalisasi

Jakarta – Penunjukan Muhamad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepemimpinan yang berakar pada pengalaman lapangan dan nilai-nilai aktivisme. Langkah ini dinilai memperkuat pendekatan kebijakan lingkungan yang tidak hanya berbasis teknis, tetapi juga responsif terhadap persoalan sosial yang kompleks. Keputusan Presiden Prabowo tersebut mendapat dukungan dari mantan Ketua Umum DPP…

Read More
Data Resmi Patahkan Narasi Pesimis Barisan Oposisi, Ekonomi RI Terbukti Solid

Data Resmi Patahkan Narasi Pesimis Barisan Oposisi, Ekonomi RI Terbukti Solid

Jakarta – Klaim Barisan Oposisi Indonesia (BOI) soal pelemahan ekonomi tak sejalan dengan data resmi, yang justru memperlihatkan fundamental ekonomi nasional tetap solid di tengah tekanan global. Sejumlah indikator menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap solid, mulai dari inflasi yang terkendali di kisaran 3,5 persen, defisit anggaran di bawah 3 persen, hingga rasio utang terhadap PDB…

Read More
Pemerintah Tancap Gas Hilirisasi Kejar Kemandirian Energi, Tuduhan Barisan Oposisi Tidak Faktual

Pemerintah Tancap Gas Hilirisasi Kejar Kemandirian Energi, Tuduhan Barisan Oposisi Tidak Faktual

JAKARTA – Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi nasional sebagai langkah konkret menuju kemandirian dan kedaulatan energi. Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 13 proyek hilirisasi strategis pada 29 April 2026, termasuk fasilitas kilang bensin di Cilacap dan Dumai. Proyek ini ditargetkan mampu menekan impor bensin nasional hingga 10 persen sekaligus memperkuat struktur industri energi domestik. Langkah tersebut…

Read More
RI Perkuat Diplomasi, Klaim Barisan Oposisi Indonesia Bertentangan dengan Realitas

RI Perkuat Diplomasi, Klaim Barisan Oposisi Indonesia Bertentangan dengan Realitas

JAKARTA — Pemerintah menegaskan penguatan strategi diplomasi nasional di tengah dinamika geopolitik global, sekaligus menilai klaim yang digemborkan Barisan Oposisi Indonesia (BOI) tidak sejalan dengan realitas arah kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten berbasis kepentingan nasional. Pendekatan politik luar negeri bebas aktif terus diperkuat sebagai strategi untuk menjaga posisi Indonesia tetap adaptif, mandiri, dan berdaulat…

Read More
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan lewat Sinergi Lintas Sektor

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan lewat Sinergi Lintas Sektor

JAKARTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kian menunjukkan arah yang terintegrasi melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, militer, daerah, hingga perguruan tinggi dan industri. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tekanan geopolitik global, perubahan iklim, serta gangguan rantai pasok pangan dunia. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa peran Tentara Nasional…

Read More
Hadapi Kemarau, Sinergi Lintas Sektor Amankan Ketahanan Pangan Nasional

Hadapi Kemarau, Sinergi Lintas Sektor Amankan Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta – Pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga menghadapi potensi musim kemarau 2026. Langkah strategis tersebut dilakukan melalui koordinasi antarkementerian/lembaga dalam memperkuat cadangan pangan, menjaga produktivitas pertanian, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah memastikan produksi pangan nasional tetap berada dalam kondisi aman didukung stok beras…

Read More

Sinergi Lintas Sektor sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Oleh: Anne Cantika )* Sinergi lintas sektor menjadi kata kunci dalam membangun ketahanan pangan yang tidak hanya kuat, tetapi juga berkelanjutan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga gangguan rantai pasok menuntut pendekatan yang tidak bisa lagi bersifat parsial. Ketahanan pangan bukan sekadar urusan sektor pertanian, melainkan…

Read More

Collaborative Governance dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional

Oleh: Dhita Karuniawati )* Ketahanan pangan tetap menjadi isu penting bagi Indonesia, terutama di tengahtekanan global seperti perubahan iklim, naik-turunnya harga komoditas, dan gangguanrantai pasok. Kondisi ini membuat upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kerja bersama yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, TNI, pelaku usaha, petani, hinggaMasyarakat, agar ketahanan pangan nasional bisa tetap terjaga secara berkelanjutan. Konsep collaborative governance menekankan pada sinergi lintas sektor dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan publik. Dalam konteks pangan, hal ini berartibahwa pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagaifasilitator yang menghubungkan berbagai kepentingan dan sumber daya. Pendekatanini menjadi semakin relevan ketika tantangan pangan semakin kompleks dan tidakdapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Kementerian Pertanian menjadi salah satu aktor utama dalam mendorong kolaborasiini. Upaya percepatan tanam serentak, misalnya, merupakan langkah strategis untukmeningkatkan produksi pangan secara nasional. Kementan menekankan bahwapercepatan tanam serentak dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligusmenjaga stabilitas produksi di tengah ancaman krisis global. Kebijakan ini tidak hanyamelibatkan pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani di lapangan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha WidiArsanti mengatakan bahwa secara nasional, gerakan tanam serentak mencakup 25 provinsi dengan total target tanam mencapai sekitar 50 ribu hektare yang tersebar pada lokasi Oplah pada 2024 seluas 20.000 hektare, Oplah 2025 seluas 18.800 hektare, serta CSR 2025 seluas 10.322 hektare, ditambah lokasi rehabilitasi bencana seluas1.116 hektare. Gerakan ini menjadi langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkanpemanfaatan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi secara berkelanjutan. Selain itu, percepatantanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasukpotensi El Nino, berisiko menurunkan produksi pangan akibat berkurangnyaketersediaan air dan mundurnya musim tanam. Menurut Idha, keberhasilan gerakan tanam serentak sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, khususnya oleh penyuluh pertanian bersama petani.Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) menjadi bagian penting dalammendukung percepatan tanam di berbagai wilayah. Kolaborasi juga diperkuat melalui keterlibatan TNI dalam sektor pertanian. TNI turutmemperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan koperasi desa yang diandalkanuntuk mendistribusikan pangan lokal. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwahasil produksi tidak terhambat dalam proses distribusi, terutama di wilayah terpencilatau rawan akses. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat sistem logistik pangan nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan ketahanan pangan nasionaltercapai berkat sinergi dan disiplin TNI. Dukungan tersebut dinilai menjadi kuncikeberhasilan program pertanian hingga ke tingkat petani. Keterlibatan TNI berlangsungdari tingkat bintara pembina desa hingga pimpinan tertinggi. Peran ini memastikanprogram pertanian berjalan efektif di lapangan. Capaian sektor pertanian saat ini menunjukkan hasil signifikan. Produksi pangannasional telah mencapai sekitar 34,69 juta ton. Sementara itu, cadangan beraspemerintah menembus 5,12 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjangsejarah Indonesia. Capaian tersebut diakui lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA). Data tersebut juga sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan(Zulhas) menegaskan TNI menjadi kekuatan utama dalam penguatan ketahananpangan nasional. Peran ini diperkuat hingga tingkat desa dengan koperasi sebagaiujung tombak. Peran TNI menjadi semakin strategis di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantaipasok pangan global. Kondisi ini menuntut sistem pangan nasional yang kuat dan terintegrasi. Ketahanan pangan tidak lagi sekadar soal produksi. Pangan kini menjadibagian dari strategi pertahanan negara. Ke depan, tantangan ketahanan pangan akan semakin kompleks. Perubahan iklimdapat mempengaruhi pola tanam dan produktivitas, sementara urbanisasi dapatmengurangi lahan pertanian. Dalam situasi ini, pendekatan kolaboratif menjadi bukanlagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintassektor, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong inovasi berbasisteknologi untuk mendukung sistem pangan yang tangguh. Collaborative governance menawarkan kerangka yang relevan dan efektif dalammembangun ketahanan pangan nasional. Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, pelaku usaha, dan masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanyamencapai swasembada pangan, tetapi juga menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Upaya ini tentu membutuhkan komitmen jangka panjang, namun dengan kolaborasi yang solid, ketahanan pangan nasional bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. *) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Read More
PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak, Sejalan Rekomendasi Medis Global

PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak, Sejalan Rekomendasi Medis Global

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam melindungi anak di ruang digital melalui PP 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan era digital yang semakin kompleks, terutama terkait paparan konten negatif, eksploitasi daring, hingga kecanduan teknologi yang berpotensi mengganggu…

Read More
PP Tunas Perkuat Komitmen Pemerintah terhadap Perlindungan Anak

PP Tunas Perkuat Komitmen Pemerintah terhadap Perlindungan Anak

Jakarta – Pemerintah terus mempertegas komitmennya dalam melindungi anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah nyata negara dalam merespons berbagai ancaman digital yang semakin kompleks, sekaligus menciptakan ekosistem digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Di…

Read More