Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat Melalui Integrasi Data Nasional

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat Melalui Integrasi Data Nasional

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan saat ini pemerintah memperkuat sekolah rakyat melalui integrasi nasional. Hal tersebut diungkapkan Gus Ipul saat membuka kegiatan Sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di 66 titik Sekolah Rakyat Tahap 1C yang digelar di Hotel Grand Travello Bekasi. Sinkronisasi ini bertujuan mengintegrasikan seluruh data Sekolah Rakyat ke dalam…

Read More

​Sekolah Rakyat Jadi Terobosan Strategis Pendidikan Inklusif bagi Keluarga Miskin Ekstrem

​Jakarta – Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi kini menjadi model unggulan dan solusi konkret bagi anak-anak dari keluarga miskin serta miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya. ​Kepala Dinas Sosial Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar sekolah biasa. “Sekolah Rakyat merupakan sekolah unggulan pemerintah yang tidak hanya memberikan akses…

Read More
Kuota 30 Ribu Siswa dan Perluasan Akses Pendidikan melalui Sekolah Rakyat

Kuota 30 Ribu Siswa dan Perluasan Akses Pendidikan melalui Sekolah Rakyat

Oleh: Juana Syahril)* Pemerintah membawa kabar gembira bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, program unggulan Sekolah Rakyat resmi membuka kuota bagi 30.000 siswa baru. Kebijakan ini menandai langkah signifikan dalam memperluas akses pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas, sekaligus memperkuat komitmen negara dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pendidikan berasrama yang terintegrasi. Menteri Sosial, Saifullah…

Read More
Sekolah Rakyat, Manifestasi Keberpihakan Pemerintah pada Generasi Masa Depan

Sekolah Rakyat, Manifestasi Keberpihakan Pemerintah pada Generasi Masa Depan

Oleh: Alexander Royce*) Indonesia tengah menyaksikan babak baru dalam sejarah pendidikan nasional yang dibangununtuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang selama ini tersisih darikesempatan belajar berkualitas. Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategispemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak sekadar membukaruang belajar baru, tetapi juga memberikan jawaban konkret atas tantangan ketimpangan sosialdan ketidaksetaraan akses pendidikan di tanah air. Keberpihakan negara terhadap generasipenerus bangsa terlihat jelas dalam upaya ini, yang berorientasi untuk mengentaskan kemiskinanmelalui penguatan sumber daya manusia sejak usia sekolah dasar hingga menengah atas.  Dalam konteks pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatra, Wakil Menteri PendidikanDasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa pemerintahtidak meninggalkan satu pun anak didik meski sarana fisik sekolah mengalami gangguan akibatbencana. Ia menyampaikan bahwa proses pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat kini telah berjalan normal kembali, dengan dukunganperbaikan infrastruktur yang terus digenjot. Hal ini mencerminkan prioritas tinggi pemerintahterhadap kesinambungan pendidikan, bahkan di tengah tantangan berat pemulihan pascabencana, suatu bukti nyata bahwa pendidikan adalah tulang punggung menuju Indonesia maju melaluipenguatan karakter dan ilmu pengetahuan generasi muda Indonesia.  Momentum peluncuran program Sekolah Rakyat merupakan tonggak penting yang menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sarana pendidikan berasrama gratis dengan cakupan layanan pendidikan formal dari tingkat SD hingga SMA, termasuk seluruhkebutuhan siswa seperti tempat tinggal, makanan bergizi, layanan kesehatan dan pembinaankarakter yang ditanggung negara. Ini bukan sekadar teori, tetapi praktik keadilan sosial yang merangkul masyarakat prasejahtera sehingga mereka dapat merasakan hak pendidikan secarapenuh tanpa beban biaya. Program ini sejatinya menjadi pintu masuk bagi transformasi sosialberkelanjutan yang mampu melejitkan kehidupan keluarga siswa bahkan hingga mereka dewasa. Hingga akhir 2025, pemerintah telah mencatat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasidi berbagai daerah dengan dukungan ribuan tenaga pendidik dan lebih dari 15.000 siswa. Keberadaan fasilitas ini menjangkau beragam komunitas, termasuk keluarga buruh harian, anakyatim piatu hingga mereka yang sebelumnya sempat putus sekolah, menunjukkan bahwamekanisme inklusif ini benar-benar mampu menyentuh mereka yang selama ini tidak terdengarsuaranya. Pelaksanaan ini sejalan dengan arahan Presiden yang menempatkan pendidikansebagai instrumen pemutus rantai kemiskinan.  Jalannya program Sekolah Rakyat juga menunjukkan sinergi yang kuat antarinstansi pemerintah. Pemerintah tidak hanya membangun sekolah baru, tetapi juga mempersiapkan kurikulum yang holistik dan konektivitas digital untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Upaya merangkulteknologi dan keterampilan digital di dalam kegiatan belajar mengajar menjadi bagian daristrategi memastikan anak bangsa memiliki kemampuan bersaing di era transformasi digital yang semakin cepat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus menyediakan aksespendidikan, tetapi juga menyiapkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.  Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, turutmenjadi penegas bahwa pendidikan inklusif juga harus sensitif terhadap kebutuhan anak dariberbagai latar belakang, termasuk anak perempuan dan mereka yang memerlukan perlindungankhusus. Dalam berbagai forum dan dialog kebijakan, Fauzi menekankan bahwa pendidikanadalah hak setiap anak tanpa diskriminasi, dan layanan pendidikan seperti Sekolah Rakyat harusdirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memberikan akses, tetapi juga memperhatikankeselamatan, perlindungan, serta pemberdayaan seluruh siswa agar mereka tumbuh menjadiwarga negara yang percaya diri dan produktif. Melihat dinamika global, upaya Indonesia memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyatjuga selaras dengan komitmen regional terhadap pengurangan angka putus sekolah danpercepatan akses pendidikan berkualitas di ASEAN. Forum-forum pendidikan internasionalmenekankan pentingnya inklusivitas, dan Indonesia telah menjawabnya dengan penyediaansekolah yang dirancang khusus untuk menjangkau kelompok marjinal dan terpinggirkan.  Dari sisi kebijakan fiskal, keberanian pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk SekolahRakyat patut dibaca sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar belanja sosial. Pendidikanyang menyasar kelompok rentan membutuhkan keberlanjutan, konsistensi, dan pengawasan yang kuat agar tidak berhenti sebagai program simbolik. Dengan desain berasrama dan pendekatanholistik, Sekolah Rakyat membuka peluang terbentuknya generasi yang tidak hanya cakap secaraakademik, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, dan karakter kebangsaan yang kuat. Inimenjadi pembeda utama dibandingkan model bantuan pendidikan konvensional yang sering kali bersifat parsial dan tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan struktural. Lebih dari sekadar fasilitas pendidikan gratis, Sekolah Rakyat adalah wujud komitmen nilai-nilaikebangsaan Indonesia, yaitu keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab, sertapemerataan kesempatan untuk seluruh lapisan masyarakat. Di tengah berbagai tantanganpembangunan, pemerintah telah membuktikan langkah-langkah konkret untuk tidakmeninggalkan anak-anak bangsa di belakang — sebuah langkah yang tidak hanya relevandengan situasi saat ini, tetapi juga visioner dalam menciptakan masa depan yang lebih adil, berdaya saing, dan sejahtera. Dengan konsistensi komitmen ini, Sekolah Rakyat menjadi simbol harapan baru bagi jutaan anakIndonesia dan menegaskan bahwa pemerintah yang sedang berkuasa memiliki keberpihakan kuatterhadap pemberdayaan pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. *) Penulis merupakan Pengamat Sosial

Read More
Jakarta – Negara terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan kesempatan belajar.

Pemerintah Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta – Negara terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan kesempatan belajar. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan pemerintah tengah mempersiapkan proses seleksi Program Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mampu menampung hingga 30 ribu siswa pada tahun ini. “Kita lagi persiapan…

Read More
Progres Sekolah Rakyat Dipercepat Siap Tampung 30 Ribu Siswa

Progres Sekolah Rakyat Dipercepat Siap Tampung 30 Ribu Siswa

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda besar pemerataan akses pendidikan nasional. Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia beberapa waktu lalu. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan…

Read More
Sekolah Rakyat Hadirkan Akses, Literasi, dan Harapan bagi Generasi

Sekolah Rakyat Hadirkan Akses, Literasi, dan Harapan bagi Generasi

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak dasar atas pendidikan yang bermutu. Melalui program ini, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya diukur dari capaian ekonomi, tetapi dari seberapa jauh kualitas hidup rakyat dapat ditingkatkan secara adil dan merata. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa…

Read More
Pemerintah Tambah Pembangunan Sekolah Rakyat di Sejumlah Titik

Pemerintah Tambah Pembangunan Sekolah Rakyat di Sejumlah Titik

Bogor – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan inklusif melalui penambahan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah titik strategis di berbagai daerah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu dan wilayah tertinggal, dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas. Presiden Prabowo…

Read More
Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yangselama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusia Indonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman. Anak-anak hari ini hidup di dunia gawai. Menjauhkan mereka dari teknologi bukan solusi, melainkan ilusi. Dengan anjunganbaca digital dan ruang publikasi karya siswa, literasi digital justru dapat diarahkan menjadialat pemberdayaan. Anak tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi produsenpengetahuan. Inilah literasi yang membebaskan. Aspek pembentukan karakter juga menjadi bagian integral dari Sekolah Rakyat, terutamamelalui sistem berasrama. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ArifahFauzi, dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Medan, menekankanbahwa kehidupan berasrama melatih disiplin, ketangguhan, dan kemampuan hidup bersamadalam perbedaan. Ia mengakui bahwa proses adaptasi tidak selalu mudah, namunkebersamaan yang terbangun justru menjadi fondasi penting bagi pembentukan kepribadiananak. Dari sudut pandang kebijakan publik, Sekolah Rakyat juga tidak berdiri sendiri. Ia berjalanberiringan dengan Sekolah Garuda, yang dirancang sebagai inkubator bagi siswa berbakatuntuk menembus pendidikan tinggi kelas dunia, khususnya di bidang STEM. Abdul FikriFaqih menilai kombinasi ini sebagai upaya simultan negara: satu jalur untuk memutuskemiskinan ekstrem, jalur lain untuk mengejar ketertinggalan teknologi global. Duakebijakan berbeda, namun berangkat dari visi yang sama—mengejar keadilan dan daya saing. Meski demikian, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak bisa diukur dari seberapa sering ia dipujidi ruang publik. Ukuran sejatinya adalah apakah anak-anak benar-benar berubah: dari tidakpercaya diri menjadi berani bermimpi, dari pasif menjadi kritis, dari terpinggirkan menjadisubjek pembangunan. Literasi, dalam arti yang paling substantif, adalah alat emansipasi. Tanpa literasi yang hidup, Sekolah Rakyat berisiko berhenti sebagai program administratif. Sekolah Rakyat harus dijaga sebagai ruang perubahan yang konsisten. Sekolah Rakyat bukansekadar proyek lima tahunan, Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang bangsa yang nyata. Kini, literasi benar-benar dijadikan fondasi, dan makin yakin ke depan Sekolah Rakyat tidak hanya akan meluluskan siswa, Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi yang mampukeluar dari kemiskinan dengan martabat, daya pikir kritis, dan kepercayaan diri untukmenentukan masa depannya sendiri. *) pemerhati pendidikan

Read More
Sekolah Rakyat, Jalan Terang Transformasi Pendidikan

Sekolah Rakyat, Jalan Terang Transformasi Pendidikan

Oleh: Kuswara Adi Sucipto (* Transformasi pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan negara terhadap kelompok masyarakat paling rentan. Pendidikan bukan sekadar instrumen peningkatan angka partisipasi sekolah, melainkan fondasi utama untuk memutus rantai kemiskinan struktural. Dalam konteks inilah, kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan kebijakan yang patut diapresiasi sebagai jalan terang transformasi pendidikan Indonesia. Presiden…

Read More