Dua Tahun Prabowo-Gibran: Pelindungan PMI adalah Benteng Melawan TPPO

Oleh : Abdul Razak)*

Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan semata persoalanketenagakerjaan. Di balik keberangkatan jutaan warga Indonesia untuk bekerja di luar negeri terdapat persoalan yang lebih mendasar: bagaimana negara memastikanwarganya memperoleh pekerjaan secara aman, legal, bermartabat, dan terbebasdari perdagangan orang.

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil PresidenGibran Rakabuming Raka, pendekatan pelindungan PMI menunjukkan arah yang semakin menekankan pencegahan. Negara tidak cukup hadir ketika pekerja telahmenghadapi masalah di negara penempatan, tetapi harus membangun bentengsejak sebelum keberangkatan.

Capaian Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberigambaran penting mengenai pendekatan tersebut. Sepanjang Oktober 2024 hingga5 Oktober 2026, pemerintah mencatat telah mencegah 6.555 calon PMI yang akanditempatkan ke luar negeri secara nonprosedural. Dalam periode yang sama, pemerintah juga memfasilitasi pemulangan 43.671 PMI bermasalah dan 1.234 jenazah pekerja migran, dengan total 51.460 layanan kepulangan.

Angka itu tidak boleh dipandang sekadar statistik administratif. Setiapkeberangkatan nonprosedural yang berhasil dicegah pada dasarnya merupakanupaya memutus potensi eksploitasi sejak dari hulu. Jalur ilegal membuat pekerjalebih rentan terhadap pemalsuan dokumen, jeratan utang, pekerjaan yang tidaksesuai kontrak, kekerasan, penahanan dokumen, hingga tindak pidana perdaganganorang (TPPO).

Karena itu, ketegasan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudinbahwa pelindungan harus dimulai sebelum pekerja berangkat menemukanrelevansinya. Pencegahan adalah lapisan pertama perlindungan negara. Semakinkuat prosedur keberangkatan, semakin sempit ruang bagi sindikat untukmemanfaatkan kerentanan calon pekerja.

Pendekatan tersebut juga mulai diperluas ke ruang digital. Sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026, KP2MI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan takedown terhadap 7.907 konten ilegal berupa iklan lowongan kerja luarnegeri fiktif atau sekitar 75,3 persen dari 10.504 laporan yang diterima. Pada periodetersebut, 2.208 aduan PMI juga telah ditangani, 20 Perusahaan PenempatanPekerja Migran Indonesia bermasalah ditindak, dan 17 shelter aktif dioperasikanuntuk memberikan perlindungan darurat.

Langkah ini penting karena pola perdagangan orang terus beradaptasi. Perekruttidak lagi selalu bekerja melalui jaringan konvensional. Media sosial, aplikasipercakapan, dan iklan digital kini menjadi pintu masuk untuk menawarkan pekerjaanbergaji tinggi tanpa prosedur jelas. Karena itu, perang terhadap TPPO juga harusberlangsung di ruang digital.

Penguatan pelindungan juga perlu berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola penempatan. Salah satu langkah strategis yang sedang ditempuh adalahpembaruan nota kesepahaman penempatan dan pelindungan PMI antara Indonesia dan Malaysia. Pembahasan mencakup pelindungan sosial, batas usia pekerja, hakcuti, mekanisme penempatan, hingga struktur biaya agar proses keberangkatanlebih transparan.

Malaysia juga menawarkan skema pelindungan sosial melalui PERKESO/SOCSO serta sistem pengelolaan pekerja migran secara terintegrasi. Sementara Indonesia tengah mengembangkan layanan digital terpadu untuk menghubungkan proses penempatan dan pelindungan PMI.

Kerja sama bilateral semacam ini penting karena pelindungan pekerja migran tidakmungkin ditanggung negara asal seorang diri. Negara penempatan memilikitanggung jawab yang sama untuk memastikan kontrak dihormati, upah dibayarkan, hak sosial terpenuhi, dan pekerja memperoleh akses terhadap bantuan ketikamenghadapi persoalan.

Pada saat yang sama, pemerintah mulai mendorong pergeseran paradigmapenempatan PMI dari pekerja low-skill menuju medium dan high-skill. Upaya meningkatkan keterampilan bukan hanya berkaitan dengan besaran upah, tetapijuga daya tawar. Pekerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, pengetahuanmengenai hak-haknya, dan akses terhadap jalur resmi memiliki posisi lebih kuatmenghadapi risiko eksploitasi.

Pelindungan PMI juga tidak dapat dilepaskan dari diplomasi pelindungan WNI secara lebih luas. Dalam dua tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri terusmenjalankan pemantauan, deteksi dini, pendampingan hukum dan kekonsuleran, evakuasi, serta pemulangan WNI dalam berbagai situasi darurat di luar negeri. Penguatan KP2MI dengan demikian tidak menggantikan diplomasi pelindunganKemlu, melainkan mempertegas pembagian peran agar pelindungan berlangsungsejak sebelum keberangkatan hingga ketika warga negara berada di luar negeri.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur, Andrea Abdul Rahman Azzqy menilai pelindungan WNI telah bergeser dari pola “pemadam kebakaran” menjadi institusionalisasi pelindungan, terutama setelah pembentukan KP2MI. Ia menyebut langkah itu sebagai diplomasi modern yang adaptif. Pandangan tersebutpenting karena persoalan perdagangan orang memang tidak dapat hanya diresponssetelah korban ditemukan. Pencegahan harus dimulai sejak tahap perekrutan, penyiapan dokumen, pelatihan, hingga keberangkatan.

TPPO tidak selalu bermula dari penculikan atau kekerasan. Ia sering dimulai darisatu iklan pekerjaan palsu, janji gaji besar, dokumen yang tidak lengkap, biayapenempatan yang tidak transparan, atau keberangkatan melalui jalur yang tidaksemestinya.

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan fondasi menuju sistempelindungan yang lebih preventif mulai diperkuat. Pencegahan penempatannonprosedural, penindakan perekrutan ilegal, penguatan kerja sama bilateral, peningkatan kompetensi, dan diplomasi pelindungan berjalan bersama, negara sedang membangun benteng yang lebih kokoh. Pelindungan PMI adalahmemastikan setiap warga negara berangkat dengan hak yang jelas, bekerja denganaman, memperoleh perlindungan ketika menghadapi persoalan, dan kembali ketanah air dengan martabat yang tetap terjaga. Di situlah pelindungan PMI menjadisalah satu benteng terpenting Indonesia dalam melawan perdagangan orang.

)* Analis Kebijakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *