Pemerintah Pastikan APBN Tetap Sehat di Tengah Agenda Prioritas Nasional

Jakarta — Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara sehat dan kredibel di tengah pelaksanaan berbagai agenda prioritas nasional. Pengelolaan fiskal diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan program pemerintah, keberlanjutan pembangunan, serta stabilitas perekonomian nasional. Komitmen tersebut kembali ditegaskan setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan untuk…

Read More

Peran Strategis Asuransi Pertanian dalam Menjaga Ketahanan Finansial Pahlawan Pangan

Oleh: Silvia Fahreza *) Ancaman perubahan iklim global seperti fenomena El Nino yang diproyeksikan melanda hingga enam bulan ke depan membawa tantangan serius bagi ketahanan pangan nasional. Sektor agraris memegang peranan krusial dengan memberikan sumbangan ekonomi masif, seperti kontribusinya yang mencapai hampir dua puluh empat persen terhadap perputaran ekonomi daerah di Sulawesi Tenggara. Menjaga denyut…

Read More

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

Oleh: Soleh Mahmud *) Bagi para petani, tanah memiliki makna filosofis dan ekonomi yang jauhmelampaui sekadar aset kebendaan. Tanah adalah ruang produksi, sumberpenghidupan, dan fondasi paling esensial bagi keberlanjutan kehidupan keluargadi pedesaan. Oleh karena itu, upaya memperkuat agenda reforma agrariamenempati posisi strategis dalam kebijakan publik. Langkah ini memiliki arti krusialdalam memastikan para pelaku sektor pertanian memperoleh akses yang lebihberkeadilan terhadap sumber daya alam, sekaligus memberikan kepastian hukumdan ekonomi dalam menjalankan usaha tani sehari-hari. Tanpa landasan ruangproduksi yang aman, stabilitas pangan nasional akan selalu berada dalam posisirentan. Momentum pembenahan struktural tersebut kini semakin menemukan titikterang melalui langkah progresif pembuat kebijakan. Rancangan Undang-Undangtentang Pengaturan Reforma Agraria yang tengah dibahas bersama pemerintahkini memasuki tahap akhir, dengan target pengesahan dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 22 September 2026. Akselerasi proses legislasi ini mencerminkankomitmen kuat pemerintah bersama perwakilan rakyat untuk menghadirkanregulasi komprehensif. Rancangan ini menata ulang objek dan subjek reformaagraria, menetapkan lokasi prioritas, mengatur mekanisme restitusi, sertamemberikan perlindungan afirmatif bagi kelompok rentan di wilayah agraris. Kehadiran payung hukum yang utuh menjadi sangat mendesak karenakompleksitas persoalan pertanahan tidak pernah berhenti sebatas status kepemilikan. Selama bertahun-tahun, ketimpangan penguasaan lahan dan konflikvertikal maupun horizontal telah menggerus kepastian berusaha para petani. Situasi tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat luas yang bersandar pada produktivitas tanah. Melalui intervensi regulasi yang terukur, negara berupaya hadir memutus rantai ketimpangan agar ruang hidup masyarakatagraris tidak terus menyempit akibat dominasi segelintir pihak. Urgensi penyelesaian persoalan pertanahan turut ditekankan oleh kalanganakademisi. Pakar Hukum Agraria Universitas Gadjah Mada, Ricardo Simarmata, memandang bahwa kebutuhan terhadap undang-undang ini telah berada pada tingkat urgensi yang sangat tinggi. Ricardo menganalisis kondisi tersebutberdasarkan tingginya kuantitas, kualitas, serta dampak dari sengketa agrariayang masih terus bermunculan. Analogi yang disampaikan Ricardo menggambarkan pembenahan regulasi layaknya memadamkan api yang tengahberkobar, sebuah tindakan pencegahan mutlak agar ekses negatif ketimpangantidak merusak tatanan sosial masyarakat. Pandangan akademis tersebut menguatkan bahwa agenda reforma agrariaharus dimaknai jauh lebih luas dari sekadar program sertifikasi tanah massal. Visi besar kebijakan pemerintah ini adalah merombak struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber daya agraria agar sejalan dengan prinsipkeadilan bernegara. Pemaknaan mendalam ini memastikan tanah berfungsisebagai instrumen pemerataan ekonomi, bukan komoditas spekulatif yang berpotensi memperlebar jurang kesenjangan sosial di daerah. Dari perspektif legislatif, penguatan kerangka hukum didesain khusus untukmenyelesaikan akar permasalahan pelik. Anggota Badan Legislasi DPR, Aria Bima, menyoroti pentingnya regulasi baru ini untuk mengatasi konflik-konflikstruktural yang belum sepenuhnya tertangani oleh aturan pertanahan terdahulu. Aria Bima mendorong agar penjabaran klasifikasi subjek dan objek reforma agrariadirumuskan secara terperinci. Tujuannya adalah memastikan implementasiundang-undang kelak memiliki landasan hukum yang kokoh dan dapat dieksekusiefektif oleh aparat pemerintah tanpa ambiguitas. Keberpihakan regulasi terhadap akar rumput tercermin kuat dari fokuskebijakan pada pemberdayaan petani kecil, buruh tani, dan petani tanpa tanah. Anggota Panitia Kerja RUU Reforma Agraria, Muhammad Khozin, mengingatkanbahwa legalisasi lahan sempit belum tentu mengangkat kesejahteraan secaranyata jika tidak dibarengi pendekatan yang menyeluruh. Khozin meyakini regulasiini akan menjawab persoalan petani gurem secara fundamental, karenaredistribusi lahan difokuskan untuk menciptakan aset produksi yang memadaisekaligus mengangkat derajat penghidupan masyarakat agraris. Untuk menjamin agar dampak positif dari reforma agraria bersifat permanen, undang-undang ini merancang instrumen pengamanan pasca-redistribusi. Kebijakan redistribusi diharapkan tidak berhenti sebagai pemindahan hakadministratif, melainkan wujud nyata transformasi sosial-ekonomi. Langkah pencegahan disiapkan ketat agar lahan yang didistribusikan kepada rakyat tidakkembali terkonsentrasi di tangan para spekulan korporasi raksasa. Perlindunganberlapis ini merepresentasikan intervensi nyata negara dalam mengamankankeberlanjutan ruang hidup para pahlawan pangan. Langkah strategis pemerintah ini mendapatkan dukungan penuh darikelompok masyarakat sipil. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, menyuarakan optimisme agar regulasi tersebut mampu menyentuh dan menguraibenang kusut persoalan agraria secara tuntas. Ekspektasi bahwa instrumenhukum yang baru tidak hanya berfungsi sebagai alat resolusi konflik sesaat, melainkan menjadi fondasi kokoh untuk membenahi tata kelola agraria nasional. Apresiasi dari organisasi tani ini menegaskan adanya keselarasan antara visinegara dan aspirasi pekerja tani. Menjelang peringatan Hari Tani Nasional, rencana pengesahan RUU Reforma Agraria menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti komitmenpemerintah memperkuat ketahanan pangan dari sektor hulu. Ketahanan pangannasional senantiasa bertumpu pada produktivitas lahan-lahan pertanian di seluruhpelosok negeri. Ketika hak-hak komunitas agraris terlindungi, distribusi lahanproduktif menjadi lebih berkeadilan, dan masa depan usaha tani terjamin, makacita-cita kesejahteraan yang inklusif dapat segera terealisasi. Kebijakan strategisini siap berdiri sebagai pilar utama kemajuan pertanian sekaligus penopangtegaknya kedaulatan bangsa. *) Pakar Hukum Agraria

Read More

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting…

Read More

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap petani tidak cukup diwujudkan melalui pupuk, benih, alat pertanian, pembiayaan, ataupun kebijakan harga. Ada fondasi yang jauh lebih menentukan keberlanjutan pertanian, yakni kepastian atas tanah dan keberadaan lahan produktif. Tanpa keduanya, peningkatan produktivitas hanya akan menjadi solusi jangka pendek karena petani terus berhadapan dengan tekanan alih fungsi lahan. Dalam…

Read More

Presiden Prabowo Pangkas Beban Produksi Petani, Perkuat Ketahanan Pangan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memperkuat dukungan kepada petani dengan memangkas sejumlah beban produksi, mulai dari penurunan harga pupuk subsidi hingga bantuan pompanisasi untuk menjaga lahan tetap produktif. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional. Prabowo mengatakan pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen….

Read More

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua Berbasis Potensi Lokal dan Masyarakat Adat

SORONG — Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua dengan mengembangkan potensi komoditas lokal dan menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam pembangunan sektor pertanian. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan Papua sekaligus membuka peluang bagi wilayah tersebut menjadi pemasok pangan bagi kawasan timur Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan berbagai sumber pangan…

Read More

Dari Pupuk hingga Harga Panen, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pertanian untuk Petani

Jakarta – Penguatan sektor pertanian yang dilakukan pemerintah mulai dirasakan petani melalui meningkatnya produktivitas, kemudahan memperoleh sarana produksi, hingga membaiknya pendapatan. Capaian tersebut tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 yang mencapai 127,84, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian NTP menjadi salah satu indikator bahwa berbagai reformasi pertanian…

Read More

Kesejahteraan Petani Jadi Fondasi Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional

Jakarta – Kesejahteraan petani menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kepastian harga, tata niaga yang lebih baik, hilirisasi komoditas, serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian menjadi bagian penting agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari sektor pangan. Guru Besar Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad…

Read More

Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah Tingkatkan Produktivitas Pertanian Pangan Papua

SORONG — Pemerintah memperkuat produktivitas pertanian pangan di Papua melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung ketersediaan air. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kampung Kalobo dan Waibu, Papua Barat Daya, untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian, khususnya saat kondisi cuaca kering. Pembangunan JIAT menjadi langkah penting untuk mendukung aktivitas…

Read More