Melalui Koperasi Desa, Produk Lokal Kian Siap MenembusPasar Nasional

Oleh: Zahira Aulia )* Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperlihatkankeseriusannya dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang bertumpu pada kekuatan masyarakat desa. Salah satu langkah strategisyang kini dijalankan adalah memperkuat peran Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih sebagai instrumen utama penyerapan hasil produksimasyarakat. Kebijakan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan akansistem distribusi yang lebih adil, terintegrasi, dan mampu memastikanproduk lokal memperoleh akses yang lebih luas hingga ke pasar nasional. Koperasi Desa Merah Putih hadir bukan sekadar sebagai lembagaekonomi tradisional, melainkan sebagai pusat penggerak aktivitasproduksi dan distribusi di tingkat akar rumput. Pemerintah menempatkankoperasi sebagai penghubung antara produsen desa dengan jaringanpasar yang lebih besar. Peran ini sangat penting mengingat selamabertahun-tahun banyak pelaku usaha kecil menghadapi kendala dalammemasarkan produknya secara optimal karena terbatasnya aksesdistribusi dan lemahnya posisi tawar. Skema penyerapan hasil produksi melalui koperasi memberikan kepastianpasar bagi petani, peternak, nelayan, perajin, dan pelaku UMKM. Denganadanya kepastian tersebut, masyarakat desa dapat meningkatkankapasitas produksi tanpa dihantui kekhawatiran atas sulitnya pemasaran. Kepastian pasar juga mendorong tumbuhnya optimisme di kalanganpelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitasproduksi. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa koperasi harus memegang peran sentralsebagai penyerap utama hasil kerja masyarakat. Dalam kunjungannya keKantor Kementerian Koperasi, ia menekankan bahwa koperasi harusmemiliki kemampuan menyerap seluruh produk pangan, pertanian, peternakan, hortikultura, hingga hasil ekonomi kreatif. Penegasan tersebutmenunjukkan bahwa pemerintah sedang membangun sistem ekonomidesa yang lebih terorganisasi dan memiliki orientasi jangka panjang. Pandangan Muhaimin memperlihatkan arah kebijakan yang jelas, yaknimenjadikan koperasi sebagai pilar utama pergerakan ekonomi lokalberbasis kerakyatan. Menurutnya, penguatan kapasitas koperasi akanmempercepat terwujudnya target swasembada pangan sekaligusmemperkokoh kemandirian energi nasional. Pemerintah meyakini bahwakemandirian bangsa hanya dapat dicapai apabila kekuatan produksidalam negeri tumbuh secara merata dari desa hingga kota. Komitmen tersebut diperkuat melalui penjelasan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menyampaikan bahwa fungsi Koperasi Desa Merah Putih jauh melampaui distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Pemerintah memposisikan koperasi sebagai roda penggerak hilirisasiproduk lokal. Ferry menjelaskan bahwa hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga produk kuliner masyarakat desa akandiserap dan dikelola agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah menjadibukti nyata bahwa program pemerintah telah memasuki tahapimplementasi yang konkret. Ferry menyampaikan bahwa sebanyak 1.061 koperasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah mulai beroperasi. Aktivasi ribuan koperasi tersebut menandai dimulainya fase barupembangunan ekonomi desa yang lebih terstruktur dan produktif. Keberadaan 1.061 koperasi itu memberi sinyal positif bahwa pemerintahbergerak cepat memastikan manfaat program dapat segera dirasakanmasyarakat. Aktivitas koperasi sebagai penyerap hasil produksi akanmendorong stabilitas ekonomi desa karena produsen memperolehkepastian penjualan. Situasi ini juga akan menciptakan iklim usaha yang sehat bagi pertumbuhan UMKM di berbagai sektor. Keseriusan pemerintah dalam memperluas dampak program tersebutterlihat dari target pengembangan nasional yang terus dikebut. Ferry mengungkapkan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih telahmendekati 9.200 unit dan akan dioperasikan bertahap di berbagai wilayah. Pemerintah bahkan menargetkan puluhan ribu koperasi dapat beroperasipada tahap berikutnya. Penguatan jaringan pemasaran desa turut didorong oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah yang aktif mendorong pelaku UMKM memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat pemasaranutama. Farida menilai koperasi harus menjadi etalase bersama bagiproduk unggulan masyarakat agar pelaku usaha lokal memiliki ruangpromosi yang lebih luas dan efisien. Dorongan tersebut membuka peluang besar bagi para perajin, petani, dan pelaku industri kreatif kecil untuk meningkatkan daya saing produknya. Penggunaan koperasi sebagai agregator utama memungkinkan biayadistribusi ditekan, stabilitas harga produsen terjaga, dan keuntunganusaha menjadi lebih proporsional. Kondisi ini akan menciptakan ekosistembisnis yang sehat bagi pertumbuhan ekonomi desa….

Read More

Penguatan Koperasi Desa Menjadi Langkah Strategis Mendukung Produk Lokal Berdaya Saing

Oleh: Zidan Saputra )* Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satulangkah strategis pemerintah dalam membangun fondasi ekonominasional yang lebih kokoh, inklusif, dan berdaya saing. Kebijakan ini tidakhanya menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomikerakyatan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi pengembanganproduk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.  Di tengah tantangan global yang menuntut ketahanan ekonomi nasional, keberadaan koperasi desa menjadi instrumen penting dalam memastikanhasil produksi masyarakat memperoleh akses distribusi yang terorganisasi, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagikesejahteraan warga. Pemerintah melihat desa sebagai titik awal penguatan ekonomi nasional. Melalui koperasi desa, potensi lokal yang selama ini tersebar dan belumterintegrasi dapat dihimpun menjadi kekuatan produksi yang solid. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pemerataan ekonomi sebagai prioritas utama.  Koperasi tidak lagi diposisikan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampumengonsolidasikan produksi, distribusi, hingga pemasaran berbagaikomoditas unggulan daerah. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa koperasi harus memegang peran sentralsebagai penyerap utama hasil kerja masyarakat. ia menekankanpentingnya memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjadi offtakerbagi seluruh produk pangan, pertanian, peternakan, hortikultura, hinggasektor ekonomi kreatif. Menurutnya, penguatan fungsi koperasimerupakan langkah strategis untuk memastikan setiap hasil produksimasyarakat memiliki kepastian pasar. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sedangmembangun ekosistem ekonomi yang tidak lagi bergantung pada rantaidistribusi konvensional yang sering kali merugikan produsen kecil. Dengan menjadikan koperasi sebagai pusat penyerapan hasil produksi, masyarakat desa memperoleh posisi tawar yang lebih kuat. Model inimemungkinkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM memperolehakses pasar secara langsung melalui kelembagaan yang terstruktur dan mendapat dukungan penuh dari negara. Muhaimin juga menilai Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar utamapergerakan ekonomi lokal berbasis kerakyatan. Ia memandangkeberadaan koperasi ini sebagai bagian dari strategi besar menujukemandirian nasional, terutama dalam mendukung percepatanswasembada pangan dan penguatan kemandirian energi.  Gagasan Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar utama pergerakanekonomi lokal berbasis kerakyatan menegaskan bahwa penguatankoperasi bukan sekadar program ekonomi jangka pendek, melainkanbagian dari visi pembangunan nasional yang berorientasi pada kedaulatanproduksi dalam negeri. Langkah nyata pemerintah terlihat dari operasionalisasi ribuan koperasiyang telah berjalan di berbagai daerah. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa sebanyak 1.061 KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah mulai beroperasi dan siap menyerap beragam produk masyarakatdesa. Kehadiran koperasi-koperasi tersebut menunjukkan bahwa program ini telah memasuki tahap implementasi nyata dan mulai memberikandampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal. Menurut Ferry, koperasi yang telah beroperasi dipastikan menjadipenyangga utama penyerapan hasil produksi masyarakat, mulai darisektor pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan hingga kuliner. Dengan skema tersebut, pemerintah menciptakan jalur distribusi yang lebih efisien sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal. Sistemini memberi kepastian kepada produsen desa bahwa hasil usaha merekamemiliki ruang serap yang jelas dan terintegrasi. Lebih dari sekadar menjadi offtaker, koperasi desa juga dirancang untukmenjalankan fungsi distribusi kebutuhan pokok dan penyaluran barangbersubsidi bagi masyarakat. Peran ini memperlihatkan bahwa pemerintahmembangun koperasi sebagai simpul pelayanan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Melalui pendekatan ini, manfaat koperasi tidak hanya dirasakan oleh produsen, tetapi juga oleh konsumen di tingkat desa. Peresmian operasional 1.061 koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk menjadi penanda kuat bahwa penguatan koperasidesa merupakan agenda prioritas nasional. Dukungan langsung kepalanegara memberi sinyal jelas bahwa pemerintah menempatkan koperasisebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasionalberbasis pemerataan. Ferry menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan tahap awal daripembangunan koperasi secara nasional. Saat ini, pembangunan KDKMP telah mendekati 9.200 unit dan akan dioperasikan secara bertahap di berbagai daerah.  Pemerintah bahkan menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi dapatmencapai puluhan ribu unit pada Agustus 2026. Ambisi ini mencerminkanoptimisme pemerintah terhadap potensi koperasi sebagai mesinpenggerak pertumbuhan ekonomi rakyat. Dukungan lintas sektor juga menjadi faktor penting keberhasilan program ini. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo…

Read More

Peran Strategis TNI dalam Percepatan Pembangunan Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Pembangunan Papua terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan nasional. Berbagai program pembangunan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, hingga ketahanan pangan di wilayah pedalaman. Dalam proses tersebut, Tentara Nasional Indonesia…

Read More

Sinergi TNI-Polri Perkuat Keamanan Publik dari Ancaman Begal

Oleh Rendra Mahaputra* Keamanan merupakan fondasi utama bagi stabilitas sosial dan keberlangsungan aktivitasmasyarakat. Tanpa rasa aman, kehidupan ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga akanterganggu. Karena itu, langkah negara menghadirkan penguatan keamanan melalui sinergiantara TNI dan Polri dalam mengatasi aksi begal patut dipandang sebagai bentuk responscepat dan konkret terhadap keresahan masyarakat yang semakin meningkat akibat maraknyakriminalitas jalanan. Belakangan ini, aksi begal menjadi salah satu ancaman nyata di berbagai wilayah perkotaan. Tidak hanya merugikan secara materi, tindak kriminal tersebut juga menimbulkan trauma psikologis dan rasa takut di tengah masyarakat. Dalam situasi seperti ini, kehadiran aparatnegara secara terpadu menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat kembali merasakanperlindungan dan ketenangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. TNI Angkatan Darat menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam patroli pengamanandilakukan berdasarkan mekanisme perbantuan kepada Polri dan berada dalam koridorOperasi Militer Selain Perang atau OMSP. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut dilandasi permintaan resmi daripihak kepolisian serta mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal inimenunjukkan bahwa sinergi pengamanan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, terukur, dan dilaksanakan secara profesional. Kehadiran TNI bersama Polri di lapangan memberikan dampak psikologis yang positif bagimasyarakat. Patroli gabungan tidak hanya memperkuat pengawasan wilayah rawan kejahatan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bahwa negara benar-benar hadir menjaga keselamatanwarga. Di sisi lain, kehadiran aparat secara terpadu mampu mempersempit ruang gerakpelaku kriminalitas sehingga potensi tindak kejahatan dapat ditekan sejak dini. Dalam konteks keamanan nasional modern, pendekatan kolaboratif antarlembaga menjadi halyang semakin penting. Ancaman keamanan saat ini berkembang semakin kompleks dan membutuhkan respons terpadu dari seluruh elemen negara. Sinergi TNI dan Polri dalammenjaga keamanan lingkungan merupakan cerminan kuatnya koordinasi nasional demi melindungi masyarakat dari berbagai bentuk ancaman kriminalitas. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Siraitmenegaskan bahwa dalam konteks OMSP, TNI memiliki tugas membantu pemerintah daerahdan Polri ketika situasi keamanan membutuhkan penguatan kehadiran negara di lapangan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari upayanegara menghadirkan perlindungan maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Lebih jauh, keterlibatan TNI juga memperlihatkan kesiapsiagaan negara dalam meresponsdinamika keamanan secara cepat dan adaptif. Kolaborasi lintas institusi seperti inimenunjukkan bahwa negara tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun kekuatanbersama demi kepentingan rakyat. Dalam praktiknya, patroli gabungan TNI-Polri selama initelah menjadi bagian dari sistem pengamanan wilayah yang efektif, terutama pada malamhari dan di titik-titik rawan kriminalitas. Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas turut menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan persetujuan bagi prajurit TNI untuk membantuPolri dalam penanganan aksi begal sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan masyarakat. Kehadiran prajurit di lapangan diposisikan sebagai bentuk penguatan perlindungan kepadawarga, bukan mengambil alih tugas kepolisian. Karena itu, koordinasi dan sinergiantarlembaga tetap menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan tugas. Langkah penguatan keamanan tersebut juga memperoleh perhatian positif dari kalanganlegislatif. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menekankan pentingnya aturan main dalam pelaksanaan tugas bersama TNI dan Polri. Sementara Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai keterlibatan TNI dapat dilakukan secara terbatas untukmendukung keamanan masyarakat. Dukungan tersebut menunjukkan adanya kesamaanpandangan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas bersama seluruh institusinegara. Selain patroli gabungan, pemerintah daerah juga mulai memperkuat sistem pengawasanlingkungan melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik rawankriminalitas. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa upaya menciptakan keamanan tidakhanya dilakukan aparat keamanan, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat secara kolektif. Dengan demikian, tercipta sistem keamanan yang terpadudan saling mendukung. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan modal pentingdalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Ketika seluruh elemen bangsabergerak bersama, maka ruang bagi pelaku kriminal akan semakin sempit. Kehadiran negara yang kuat, responsif,…

Read More

Supremasi Sipil Tetap Kokoh, TNI Kian Profesional

Oleh: Ari Setyonaugroho *) Langkah hukum dan operasional dalam penguatan institusi pertahanan negara belakangan ini kembali memantik diskusi hangat di ruang publik. Sorotan kritis dari sejumlah kalangan diarahkan pada anggapan terjadinya pelonggaran batas kekuasaan atau perluasan peran militer di ruang domestik, baik melalui penyusunan regulasi baru maupun pelibatan personel aktif dalam tugas-tugas perbantuan di lapangan. Namun, jika ditelaah secara…

Read More

Gubernur Lemhannas: Pembentukan BTP Langkah Strategis Perkuat Stabilitas Keamanan

Jakarta, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mendukung rencana Kementerian Pertahanan membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Kebijakan memperbanyak BTP di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, dinilai sebagai langkah yang strategis. “Saya kira konsep ini sudah dirancang dan direncanakan oleh Kementerian Pertahanan dan yang sekarang diperkuat atau diperbanyak, di seluruh kabupaten/kota di Jawa itu…

Read More

Kolaborasi LPDP dan TNI, Perkuat Nasionalisme Talenta Unggul Indonesia

Oleh: Ahmad Fathurrahman Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, Indonesia tidak hanya membutuhkansumber daya manusia (SDM) yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memilikikarakter kuat dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa. Dalam konteks inilah kolaborasiantara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) penerima beasiswa patut dipandang sebagailangkah strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional jangka panjang. Perdebatan mengenai keterlibatan TNI dalam pembekalan calon penerima beasiswa sempatmencuat ke ruang publik. Namun, jika dicermati secara substansial, program tersebut tidakditujukan untuk memberikan pelatihan militer ataupun mempersiapkan peserta menghadapipeperangan. Pemerintah menegaskan bahwa pembekalan yang diberikan berfokus padapenguatan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, serta penanaman rasa cinta tanah air. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatanpembekalan bertujuan memperkuat nasionalisme penerima beasiswa LPDP. Menurutnya, negaratelah menginvestasikan dana yang sangat besar untuk mencetak SDM unggul melalui pendidikantinggi, sehingga penting memastikan para penerima beasiswa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia dan terdorong untuk kembali mengabdikan ilmu yang diperoleh bagipembangunan nasional. Pandangan tersebut memiliki landasan yang rasional. LPDP pada dasarnya bukan sekadarprogram bantuan pendidikan, melainkan instrumen investasi strategis negara. Sejak beroperasipada 2013 hingga awal 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 58.000 penerimabeasiswa. Para alumni kini tersebar di berbagai sektor penting, mulai dari dunia pendidikan, riset, birokrasi, hingga industri. Mereka merupakan aset bangsa yang diproyeksikan menjadimotor penggerak kemajuan Indonesia pada masa depan. Besarnya investasi negara dalam bidang pendidikan juga terlihat dari pengelolaan Dana AbadiPendidikan yang terus berkembang. Dari alokasi awal sebesar Rp1 triliun pada 2010, nilainyakini telah mencapai lebih dari Rp180 triliun. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutanpembiayaan pendidikan nasional sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalammembangun kualitas manusia Indonesia. Karena itulah, keberhasilan program LPDP tidak dapat diukur hanya dari jumlah mahasiswayang berhasil menempuh studi di kampus-kampus terbaik dunia. Lebih dari itu, keberhasilansejati terletak pada sejauh mana ilmu, pengalaman, dan jejaring global yang diperoleh dapatkembali dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan Indonesia. Dalam konteks tersebut, penguatan nasionalisme menjadi elemen yang tidak kalah pentingdibandingkan pencapaian akademik. Globalisasi memang membuka peluang bagi talentaIndonesia untuk belajar dan bekerja di berbagai negara. Namun, tanpa adanya ikatan kebangsaanyang kuat, risiko terjadinya kehilangan potensi SDM terbaik bangsa juga tidak dapat diabaikan. TNI melalui TNI Angkatan Udara memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Persiapan KeberangkatanLPDP di Lanud Halim Perdanakusuma selama beberapa hari pada Mei 2026. Materi yang diberikan mencakup kesiapan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, cinta tanah air, danpembentukan karakter. Pembekalan tersebut juga melibatkan berbagai pemateri dari instansipemerintah sehingga memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta mengenai tantanganpembangunan nasional. Kehadiran TNI dalam program ini dapat dipahami sebagai bagian dari upaya membangunkarakter kebangsaan. Selama ini, institusi TNI memiliki pengalaman panjang dalam membentukdisiplin, semangat pengabdian, dan jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut relevan bagi para calon pemimpin masa depan yang akan belajar di dalam maupun luar negeri. Lebih jauh lagi, penguatan karakter menjadi semakin penting ketika pemerintah mulaimengarahkan fokus beasiswa LPDP pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atauSTEM. Kebijakan tersebut lahir dari kebutuhan Indonesia untuk mempercepat penguasaanteknologi sebagai fondasi daya saing nasional. Pemerintah menilai bahwa tanpa lompatankemampuan teknologi, Indonesia berisiko tertinggal dari negara-negara lain yang bergerak lebihcepat dalam transformasi digital dan inovasi industri. Namun penguasaan teknologi saja tidak cukup. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan sebuahbangsa ditentukan oleh kombinasi antara kapasitas intelektual dan karakter kebangsaan yang kuat. SDM unggul yang memiliki kemampuan teknologi tinggi tetapi minim kepedulian terhadapkepentingan nasional akan sulit menjadi penggerak pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pembekalan nasionalisme melalui kerja sama LPDP dan TNI seharusnyadipandang sebagai investasi pelengkap yang memperkuat efektivitas investasi pendidikan itusendiri. Biaya yang diperlukan untuk program pembentukan karakter tersebut juga relatif kecildibandingkan dana yang dikeluarkan negara untuk membiayai studi para penerima beasiswa di berbagai universitas dunia. Pada akhirnya, visi besar Indonesia Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar lulusanberkualitas. Bangsa ini memerlukan generasi yang cerdas, berintegritas, disiplin, serta memilikikomitmen kuat untuk mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi negeri. Dalam kerangka itulahkolaborasi antara LPDP dan TNI menjadi langkah strategis yang relevan. Program ini bukantentang militerisasi pendidikan, melainkan tentang memastikan bahwa investasi besar negaradalam mencetak talenta global juga dibarengi dengan penguatan rasa kebangsaan. Dengandemikian, para penerima beasiswa tidak hanya menjadi warga dunia yang kompetitif, tetapi jugatetap menjadi putra-putri terbaik Indonesia yang siap kembali membangun tanah air. *) Pemerhati Pendidikan Tinggi dan Pembangunan SDM Indonesia

Read More

Pembekalan TNI untuk Penerima LPDP adalah Langkah Strategis Perkuat Nasionalisme

Jakarta – Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda berkarakter melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memberikan pembekalan dan pelatihan bela negara kepada para penerima beasiswa, sebelum keberangkatan studi mereka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kolaborasi…

Read More

Pengamat: Pelibatan TNI Dalam Koperasi Desa Merah Putih Sesuai Koridor Yang Ada

Jakarta – Pengamat Politik sekaligus Dosen Hubungan Sipil Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia Raj Mayyasari Timur Gondokusumo mengatakan Keterlibatan TNI dari struktur paling atas hingga bawah (Babinsa) dalam program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari kesiapan dan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan dan sudah sesuai dengan koridor yang ada. Hal tersebut disampaikan pengamat…

Read More

Kehadiran TNI Optimalkan Program Swasembada Pangan dan Tekan Ketergantungan Impor

Pemerintah resmi mengerahkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat sektor ketahanan pangan nasional, sebagai upaya nyata menekan ketergantungan pada komoditas impor, khususnya kedelai, padi, dan jagung. Menurut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, peran TNI dalam program swasembada ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari visi besar yang lebih strategis bagi masa depan negara. “Kami…

Read More