Hadapi Tekanan Global, Pemerintah Perkuat Efisiensi Ekonomi

Pemerintah menempatkan efisiensi ekonomi sebagai strategi utama untuk menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global yang ditandai oleh kenaikan harga energi dan komoditas. Langkah ini ditegaskan dalam berbagai kebijakan fiskal dan energi yang dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan dengan tujuan memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat…

Read More

Pemerintah Perkuat Efisiensi Fiskal Hadapi Dinamika Geopolitik

Oleh : Zaki Walad )* Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, pemerintah memperkuat langkah efisiensi ekonomi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional dan ketahanan fiskal.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengelolaan anggaran negara kini difokuskan pada optimalisasi belanja serta penutupan celah kebocoran penerimaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan fiskal…

Read More

Pemerintah Perkuat Disiplin Fiskal Hadapi Gejolak Energi Global

Oleh : Prita Lazuardi )* Upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global kembali ditegaskan melalui strategi efisiensi ekonomi yang menyasar pengelolaan fiskal, penguatan penerimaan negara, hingga optimalisasi kinerja birokrasi, sebuah langkah yang dinilai relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik yang berdampak langsung terhadap perekonomian domestik. Pemerintah memilih untuk tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian fiskal dengan…

Read More

MBG Terus Berjalan, Program Pastikan Generasi Dapat Asupan Gizi

Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan, program ini justru dipertahankan karena dinilai memiliki dampak strategis bagi masa depan generasi bangsa. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa MBG tidak akan dihentikan meskipun pemerintah…

Read More

MBG Dinilai Berada di Jalur yang Tepat, Perkuat Pemenuhan Gizi Generasi

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berjalan di jalur yang tepat dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Berbagai pihak menilai implementasi program ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendukung kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Presiden Prabowo Subianto mengatakan program MBG sebagai prioritas utama karena menyasar persoalan…

Read More

Mengapa MBG Perlu Didukung

MBG itu strategi menggunakan uang negara lebih tepat sasaran daripada dikorupsi oknum birokrat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, nilai aset hasil tindak pidana korupsi yang berhasil dikembalikan ke kas negara mencapai Rp1,531 triliun—meningkat 107 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp739,6 miliar. Sepanjang…

Read More

MBG dan Keyakinan pada Arah Pembangunan Gizi Nasional

Oleh : Ricky Rinaldi Pembangunan gizi nasional menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan pola konsumsi, negara dituntut untuk memastikan bahwa generasi masa depan memiliki fondasi kesehatan yang kuat. Dalam konteks inilah Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Read More

MBG di Jalan yang Benar: Dari Piring Makan ke Masa Depan Bangsa

Oleh : Yuziati Melia Putri Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan posisinya sebagai salahsatu kebijakan strategis yang berada di jalur tepat dalam membangun masa depanbangsa. Lebih dari sekadar program bantuan pangan, MBG merupakan investasijangka panjang yang menyasar akar persoalan kualitas sumber daya manusia, yaknipemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunannasional, langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa kemajuan sebuah negara tidakhanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas kesehatan dankecerdasan masyarakatnya. Dengan menjadikan piring makan sebagai titik awalintervensi, MBG sesungguhnya sedang membangun fondasi peradaban yang lebihkuat. Pendekatan yang digunakan dalam MBG menunjukkan adanya transformasi paradigmadalam kebijakan publik. Selama ini, program pemenuhan gizi sering kali bersifat parsialdan terbatas pada kelompok tertentu, seperti anak usia sekolah. Namun, MBG hadirdengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui konsep school meal plus, yang tidak hanya menjangkau peserta didik, tetapi juga kelompok rentan seperti balita, ibuhamil, dan ibu menyusui. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menekankan bahwa fokus pada kelompok 3B tersebut merupakan langkah krusialkarena berkaitan langsung dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan kualitas generasi mendatang. Penegasan ini memperlihatkan bahwa MBG tidak berjalan secara sporadis, melainkan berbasis pada pendekatan ilmiah dan sikluskehidupan manusia. Lebih jauh, MBG juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas sektor yang menjadikunci keberhasilan program publik. Pemerintah tidak berjalan sendiri, melainkanmenggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga negara hinggaorganisasi sosial seperti Muhammadiyah. Keterlibatan organisasi besar ini menjadibukti bahwa MBG telah memperoleh legitimasi sosial yang kuat. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, memandang bahwa program ini merupakan bagian dariikhtiar membangun generasi yang unggul secara intelektual dan tangguh secara fisik. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui kerja samakonkret yang memperluas jangkauan program di masyarakat. Sinergi ini juga diperkuat melalui keterlibatan kader-kader di tingkat akar rumput, sepertiPKK dan Tim Pendamping Keluarga, yang berperan sebagai ujung tombakimplementasi. Kehadiran mereka memungkinkan program MBG menjangkaumasyarakat secara lebih tepat sasaran, karena mereka memahami kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi kebijakan dari atas ke bawah, tetapi juga gerakan sosial yang tumbuh dari bawah. Pendekatan ini penting untukmemastikan bahwa intervensi gizi tidak berhenti pada distribusi makanan, melainkanjuga mencakup edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. Dalam perspektif yang lebih luas, MBG memiliki potensi besar dalam mengurangiketimpangan sosial, khususnya di bidang kesehatan. Selama ini, akses terhadapmakanan bergizi sering kali ditentukan oleh kemampuan ekonomi rumah tangga. Keluarga dengan pendapatan terbatas cenderung memilih makanan berdasarkanharga, bukan kualitas nutrisi, sehingga meningkatkan risiko kekurangan gizi pada anak. Kehadiran MBG menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasarmasyarakat terhadap pangan bergizi. Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menilaibahwa pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting dalam menciptakangenerasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus menjadi investasi strategis bagimasa depan bangsa. Selain itu, dimensi edukasi dalam MBG juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Program ini tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga membangun kesadaranmasyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal karena banyaksumber nutrisi yang terjangkau dan mudah ditemukan. Perspektif ini menjadi pentinguntuk mengubah pola pikir masyarakat, bahwa kualitas gizi ditentukan oleh kandungannutrisi, bukan oleh harga semata. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebihmandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Lebih dari itu, MBG juga mengandung dimensi pembangunan karakter. Pemenuhan giziyang baik akan melahirkan individu yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi jugamemiliki kesiapan mental dan intelektual untuk menghadapi tantangan zaman. Dalampandangan Abdul Mu’ti, keseimbangan antara kekuatan ilmu dan kesehatan jasmanimenjadi kunci dalam membentuk generasi yang unggul. Oleh karena itu, MBG tidakdapat dipandang semata sebagai program kesehatan, melainkan sebagai bagian daristrategi besar pembangunan manusia Indonesia. Dengan berbagai capaian dan pendekatan yang komprehensif tersebut, MBG menunjukkan bahwa arah kebijakan ini berada di jalur yang benar. Program ini tidakhanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangkapanjang bagi kemajuan bangsa. Dari piring makan keluarga, lahir harapan tentanggenerasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih tangguh. Dalam kerangka besarpembangunan nasional, MBG adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak terlihatsecara instan, tetapi akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Ketika gizimasyarakat terjamin, maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat, dan padaakhirnya memperkuat daya saing bangsa di tingkat global. *Penulis adalah Pengamat Sosial

Read More

Sinergi Aparat Keamanan dan Masyarakat Jadi Pilar Utama Papua Aman dan Kondusif

Papua – Sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat terus menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan di Tanah Papua. Kondisi yang semakin kondusif ini membuka ruang yang luas bagi percepatan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di berbagai wilayah. Kolaborasi nyata terlihat dari kebersamaan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, bersama Pangdam XVIII/Kasuari,…

Read More

Pemuda dan Tokoh Adat Papua Kompak Serukan Jaga Stabilitas Keamanan

PAPUA – Komitmen pemuda dan tokoh adat Papua dalam mendukung stabilitas keamanan serta percepatan pembangunan nasional semakin menguat. Berbagai pernyataan yang disampaikan mencerminkan harapan besar agar Papua terus bergerak menuju kondisi yang aman, damai, dan sejahtera di bawah kebijakan pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Sekretaris Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Charles Kossay, menegaskan bahwa…

Read More