Sederet Program Kesehatan dalam Dua Tahun Prabowo-Gibran Jadi Investasi Besar bagi SDM Indonesia
Oleh: Rina Maharani )*
Pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam dua tahun terakhir. Di sektor kesehatan, investasi manusia dilakukan melalui perluasan pemeriksaan preventif, pembenahan fasilitas pelayanan, penguatan tenaga medis, hinggapercepatan penanganan penyakit menular. Rangkaian kebijakan itumenempatkan kesehatan sebagai fondasi untuk membentuk masyarakatIndonesia yang produktif dan unggul.
Salah satu program yang paling luas menjangkau masyarakat adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sepanjang 2025, program ini mencatat 72,7 jutapemanfaat, sementara pemerintah menargetkan cakupannya meningkatmenjadi 130 juta orang pada 2026. Perluasan pemeriksaan memberikesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk mengetahui kondisikesehatannya sejak dini tanpa harus menunggu penyakit berkembang.
Program CKG juga dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usiamelalui puskesmas, sekolah, dan kegiatan komunitas. Pada 2026, pemerintah memfokuskan tindak lanjut pemeriksaan pada tiga faktor risikopenyakit tidak menular, yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesteroltinggi. Ketiganya memiliki kaitan erat dengan penyakit serius sepertijantung, stroke, dan gagal ginjal sehingga penemuan lebih awal dapatmembuka peluang penanganan sebelum kondisi semakin berat.
Pentingnya pendekatan preventif semakin terlihat dari pola masyarakatdalam mencari informasi kesehatan. Studi Health Collaborative Center(HCC) pada Maret-Mei 2026 terhadap 448 responden urban menemukanhampir 60 persen anak muda berusia di bawah 40 tahun memilihmelakukan swadiagnosis ketika mengalami keluhan. Temuan itumenunjukkan akses pemeriksaan yang mudah dan terpercaya menjadisemakin penting di tengah derasnya informasi kesehatan digital.
Praktisi Kesehatan Masyarakat HCC, dr. Ray Wagiu Basrowi, menilaiCKG dapat menjadi perlindungan penting bagi masyarakat yang inginmenjaga kesehatan tanpa menambah beban pengeluaran rumah tangga. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan layanan itu sebagai langkahdeteksi dini, terutama bagi mereka yang selama ini menunda pemeriksaankarena alasan biaya.
Dari sisi fasilitas, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 puskesmasdan penyelesaian seluruh prosesnya pada 2029. Penguatan juga diarahkan pada rumah sakit umum daerah (RSUD) di 514 kabupaten/kota, dengan 22 RSUD lengkap telah beroperasi pada 2026 dan ditargetkanseluruh RSUD lengkap dapat beroperasi pada 2029.
Penguatan infrastruktur kesehatan memiliki arti lebih besar bagimasyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Kehadiran fasilitas yang lebih lengkap dapat mendekatkan pelayanankepada warga sekaligus mengurangi kebutuhan untuk mencari layanankesehatan jauh dari tempat tinggal. Pemerataan fasilitas pada akhirnyamenjadi bagian dari upaya memastikan kualitas kesehatan tidakditentukan oleh lokasi geografis seseorang.
Agenda transformasi juga mencakup persoalan penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Menteri KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, menyebutpemerintah memberikan perhatian pada penuntasan tuberkulosisbersamaan dengan penguatan pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah inimenunjukkan pembangunan kesehatan tidak hanya diarahkan pada penyakit tidak menular, tetapi juga pada pengendalian penyakit menularyang berdampak luas terhadap produktivitas masyarakat.
Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi komponen lain yang menentukankeberhasilan transformasi. Dalam 21 bulan terakhir, pemerintah telahmembuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studispesialis dan subspesialis. Program pendidikan spesialis juga untukpertama kalinya hadir di 11 provinsi, membuka peluang pemerataandokter dengan kompetensi khusus di berbagai wilayah Indonesia.
Perluasan pendidikan kedokteran merupakan investasi jangka panjangkarena kebutuhan tenaga medis tidak dapat diselesaikan hanya melaluipembangunan fasilitas. Rumah sakit dan puskesmas membutuhkantenaga profesional yang memadai agar peningkatan sarana dapat diikutikualitas pelayanan. Dengan memperluas akses pendidikan dokter dan spesialis, pemerintah membangun fondasi tenaga kesehatan yang diharapkan mampu menopang sistem pelayanan dalam jangka panjang.
Perlindungan pembiayaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkandari investasi kesehatan. Pemerintah menanggung penuh iuran JaminanKesehatan Nasional bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu. Dukungan ini menjaga agar kelompok masyarakat yang memilikiketerbatasan ekonomi tetap dapat memperoleh pelayanan ketikamembutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.
Di tingkat daerah, manfaat perluasan layanan preventif tercermin daritingginya partisipasi masyarakat. Provinsi Banten telah mencatat 7,2 jutawarga yang terjangkau CKG, sedangkan di Kota Serang cakupannyamencapai 56 persen atau sekitar 419 ribu warga. Gubernur Banten, Andra Soni, melihat tingginya partisipasi itu sebagai tanda meningkatnyaperhatian masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka.
Kabupaten Tangerang bahkan mencatat capaian yang melampaui target nasional, dengan 1,876 juta warga telah menerima manfaat CKG daritarget sekitar 1,6 juta orang. Mayoritas peserta berasal dari masyarakatumum dan pelajar, dengan kelompok anak sekolah mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu jiwa. Hasil pemeriksaan menemukan hipertensisebagai salah satu kondisi yang dominan, sementara karies gigi banyakditemukan pada kelompok pelajar.
Rangkaian program dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperlihatkan bahwa investasi SDM dimulai dari memastikanmasyarakat tetap sehat dan memiliki akses terhadap pelayanan yang memadai. Pemeriksaan gratis memperkuat pencegahan, pembangunanfasilitas memperluas akses, pengembangan tenaga medis menopangkualitas layanan, sementara perlindungan pembiayaan menjagakeberlanjutan akses bagi kelompok rentan. Dengan fondasi kesehatanyang semakin kuat, pembangunan manusia Indonesia memiliki modal lebih besar untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
)* Pengamat Kesehatan Masyarakat
