AMANAH Dorong Pengembangan Keterampilan Pemuda Jelang Peluncuran Ulang

AMANAH Dorong Pengembangan Keterampilan Pemuda Jelang Peluncuran Ulang

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) telah menerima audiensi jajaran Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) guna membahas penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi MSi, serta pimpinan Yayasan AMANAH Saifullah bersama Wakil Direktur Faisal Ilyas dan…

Read More
Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Banda Aceh — Program pembinaan pemuda melalui AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul–Hebat) terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis kreativitas dan inovasi. Dalam waktu dekat, AMANAH melalui Bidang Industri Kreatif juga akan menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija…

Read More
Relaunching AMANAH Aceh akan Perkuat SDM Muda Lewat Program Teknologi dan Kreativitas

Relaunching AMANAH Aceh akan Perkuat SDM Muda Lewat Program Teknologi dan Kreativitas

Aceh Besar — Menjelang relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda melalui berbagai program lintas sektor, mulai dari teknologi hingga industri kreatif. Salah satu program terbaru yang tengah disiapkan adalah kegiatan “Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija Kroeng” yang akan digelar di Rumah Fashion,…

Read More
Enam Produk Daur Ulang Siap Ditampilkan, AMANAH Aceh Perkuat Peran Strategis Jelang Relaunching

Enam Produk Daur Ulang Siap Ditampilkan, AMANAH Aceh Perkuat Peran Strategis Jelang Relaunching

Banda Aceh – Menjelang relaunching, Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda. Salah satu yang akan menjadi sorotan dalam agenda tersebut adalah hadirnya enam produk hasil pengolahan sampah yang akan dipamerkan di Ruang Inovasi, yakni SOBOTIK (sofa botol plastik), briket ampas kopi, pouch kain perca,…

Read More

Relaunching AMANAH Dorong Ekonomi Kreatif Pemuda Aceh Lewat Pelatihandan Inovasi Berkelanjutan

Oleh: Dhita Karuniawati )* Menjelang agenda relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat terusmemperkuat perannya sebagai motor penggerak pengembangan sumber daya manusia(SDM) muda sekaligus katalis ekonomi kreatif di Aceh. Berbagai program pelatihan, inovasi produk, hingga penguatan ekosistem UMKM menjadi fokus utama, gunamemastikan generasi muda tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menciptakanpeluang ekonomi baru di tengah dinamika global yang semakin kompetitif. Upaya ini tercermin dari rangkaian pelatihan intensif yang telah digelar, mulai daripengembangan kepemimpinan hingga kewirausahaan. Program seperti Future Leaders Bootcamp (FLB) menjadi salah satu inisiatif unggulan yang dirancang untuk membentukkarakter pemuda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Sebanyak 26 pesertadari berbagai daerah di Aceh mengikuti kegiatan ini di Gedung AMANAH, KawasanIndustri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar, dengan tema “Mengenal Diri, MenentukanArah, Mewujudkan Masa Depan.” Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengedepankanpendekatan aplikatif. Peserta dibekali pemahaman mengenai strategi bisnis, pengembangan ide usaha, hingga penyusunan model bisnis berkelanjutan. Materiseperti entrepreneurial mindset, komunikasi efektif, dan public speaking menjadi fondasipenting dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan kepemimpinan generasimuda. Ketua AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa peran pemuda sangatstrategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, AMANAH hadirbukan sekadar sebagai lembaga pelatihan, melainkan sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas dan memiliki visi besaruntuk kemajuan Aceh. Semangat tersebut semakin diperkuat dengan hadirnya narasumber inspiratif sepertiSaid Muniruddin, akademisi Universitas Syiah Kuala yang memberikan materi tentangpentingnya keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pendekatanini dinilai mampu membentuk karakter kepemimpinan yang utuh dan relevan dengantantangan zaman. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, relaunching AMANAH juga akan menampilkanberbagai inovasi produk ekonomi kreatif hasil karya pemuda. Salah satu yang menjadisorotan adalah enam produk unggulan berbasis pengolahan sampah yang akandipamerkan di Ruang Inovasi. Produk tersebut meliputi SOBOTIK (sofa dari botolplastik), briket ampas kopi, pouch kain perca, pupuk dari daun nilam, eco enzym, sertaaneka produk daur ulang dari sampah plastik rumah tangga. Kehadiran produk-produk ini menunjukkan bahwa kreativitas pemuda Aceh mampumenjawab isu lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Inovasi berbasis daurulang tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan limbah, tetapi juga membukapeluang usaha baru yang berkelanjutan. Selain itu, AMANAH juga telah memverifikasi sebanyak 45 produk UMKM hingga 17 April 2026. Dari jumlah tersebut, 40 produk telah dipajang di Galeri UMKM, sementaralima lainnya masih berada di sekretariat AMANAH Banda Aceh. Hal ini menunjukkangeliat ekonomi kreatif yang semakin berkembang dan mendapatkan ruang promosiyang lebih luas melalui program-program AMANAH. Sebagai bagian dari penguatan sektor industri kreatif, AMANAH melalui Bidang IndustriKreatif juga akan menyelenggarakan pelatihan teknik dasar menjahit bekerja samadengan Ija Kroeng. Kegiatan ini akan berlangsung di Rumah Fashion, GedungAMANAH, dan telah menarik minat setidaknya 17 peserta. Program ini diharapkandapat melahirkan pelaku usaha baru di bidang fashion lokal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa relaunching AMANAH bukan sekadarseremoni, melainkan momentum strategis untuk memperluas dampak program pengembangan pemuda. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara pelatihan, inovasi, dan penguatan UMKM, AMANAH berupaya menciptakan ekosistem yang mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Pemerintah sendiri memberikan perhatian serius terhadap penguatan kapasitaspemuda sebagai bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan daya saing bangsa. Investasi pada SDM muda dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadappertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Dalam konteks ini, program AMANAH menjadi salah satu contoh konkret sinergi antara pelatihan, inovasi, dan pemberdayaanekonomi. Di era digital yang penuh peluang, pemuda dituntut untuk memiliki inisiatif dankemampuan adaptasi yang tinggi. Melalui berbagai program yang digelar, AMANAH tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikirkewirausahaan yang menjadi kunci keberhasilan di masa depan. Secara keseluruhan, relaunching…

Read More

Relaunching AMANAH Hadirkan Future Leaders Bootcamp untuk CetakPenggerak Ekonomi Kreatif Aceh

Oleh Aisyah Humaira )* Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkanprogram unggulan Future Leaders Bootcamp sebagai langkah konkret dalam mencetakgenerasi muda penggerak ekonomi kreatif di Aceh. Kegiatan yang digelar di KawasanIndustri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar ini menjadi penanda fase baru AMANAH dalammemperkuat peran strategisnya, tidak hanya dalam pembinaan kepemimpinan, tetapijuga dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan mampubersaing di tengah dinamika ekonomi global. Transformasi ini mencerminkan keseriusan AMANAH dalam menjawab tantanganzaman, di mana generasi muda dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga mampumenciptakan nilai ekonomi dari kreativitas dan inovasi. Dengan pendekatan yang lebihterintegrasi, AMANAH hadir sebagai ekosistem pembinaan yang menghubungkanpelatihan, penguatan kapasitas, hingga akses terhadap peluang usaha dan pasar. Salah satu program unggulan yang menandai arah baru tersebut adalahpenyelenggaraan Future Leaders Bootcamp di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, tetapijuga menjadi inkubator awal bagi lahirnya pelaku ekonomi kreatif muda. Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti program ini secaraintensif, menunjukkan selektivitas sekaligus komitmen AMANAH dalam mencetak SDM berkualitas. Dalam bootcamp ini, peserta dibekali dengan berbagai materi yang tidak hanya bersifatteoritis, tetapi juga aplikatif. Mulai dari pengembangan pola pikir kewirausahaan, penyusunan visi bisnis, hingga strategi membangun branding produk kreatif. Kemampuan komunikasi dan public speaking juga menjadi fokus utama, mengingatpentingnya kemampuan menyampaikan ide dalam dunia usaha yang kompetitif. Ketua AMANAH, Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa generasi muda memilikiperan strategis dalam menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Menurutnya, AMANAH tidak sekadar mencetak individu yang sukses secara personal, tetapi jugamendorong lahirnya agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satukunci dalam membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan padasektor konvensional. Pendekatan pembinaan yang dilakukan AMANAH juga bersifat holistik. Kehadiran Said Muniruddin dalam program ini memperkuat dimensi kepemimpinan yang tidak hanyabertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga keseimbangan emosional danspiritual. Dalam konteks ekonomi kreatif, keseimbangan ini menjadi penting agar pelakuusaha muda tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki nilai dan etikadalam menjalankan usahanya. Momentum relaunching AMANAH turut diwarnai dengan berbagai program yang secaralangsung mendorong pengembangan ekonomi kreatif pemuda. Di antaranya adalahpelatihan pengolahan produk lokal, pengembangan UMKM berbasis komunitas, sertapendampingan bagi startup kreatif. Produk-produk seperti kerajinan tangan, kulinerkhas Aceh, hingga karya digital mulai mendapat ruang untuk dikembangkan secaralebih profesional dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, AMANAH juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas kreatif. Sinergi ini menjadipenting untuk memastikan bahwa hasil pembinaan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan. Dengan demikian, para pesertatidak hanya menjadi lulusan program, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem ekonomikreatif Aceh. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat keberlanjutanprogram ini. Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan bahwa AMANAH merupakan mitra strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorongpertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang ada di KIA Ladong sebagai pusat aktivitas produktif generasi muda. Sejalan dengan itu, berbagai program prioritas daerah seperti pengembangan sektorpertanian, penguatan UMKM, dan industri kreatif menjadi ruang aktualisasi bagi alumni AMANAH. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara pembinaan SDM dan pembangunan ekonomi daerah. Generasi muda tidak lagi hanya menjadi objekpembangunan, tetapi berperan sebagai subjek yang aktif dan produktif. Menariknya, AMANAH juga tetap menempatkan nilai-nilai lokal dan keislaman sebagaifondasi utama dalam proses pembinaan. Di tengah arus globalisasi, identitas budayamenjadi kekuatan yang justru dapat menjadi keunggulan kompetitif. Produk-produkkreatif yang lahir dari tangan pemuda Aceh diharapkan mampu membawa ciri khasdaerah ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Pendekatan inklusif juga menjadi salah satu kekuatan AMANAH. Program ini membukaruang bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan untuk berkembang. Dengan demikian, potensi yang ada dapat dimaksimalkan tanpa terbatasi oleh sekat-sekat formalitas. Fase baru AMANAH ini dapat dimaknai sebagai langkah konsolidasi sekaligus ekspansi. Konsolidasi dalam memperkuat fondasi pembinaan, dan ekspansi dalam menghadirkaninovasi program yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalampengembangan ekonomi kreatif. Dengan strategi yang terarah dan kolaboratif, AMANAH berpotensi menjadi model pengembangan SDM muda yang tidak hanya berdampaklokal, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Pada akhirnya, keberhasilan AMANAH tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan. Ketika generasi muda mampumenciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha kreatif, dan tetap berpegangpada nilai-nilai luhur, maka di situlah AMANAH telah menjalankan perannya secaraoptimal. Sebuah gerakan kolektif yang memastikan masa depan Aceh berada di tangangenerasi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi. *) Pegiat Ekonomi Kreatif

Read More

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hinggaPelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)* Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh. Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global. Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual.  Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis. Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan.  Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat. Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar ide-ide kreatif yang dimilikipemuda dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Di tengah perkembangan teknologi digital, pemuda Aceh juga didorong untukmemanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha. Digitalisasimenjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saingproduk lokal. Selain itu, keberlanjutan program juga menjadi isu yang perlu mendapat perhatianserius. Banyak program yang berjalan baik di awal, tetapi kurang optimal dalampendampingan jangka panjang. Oleh karena itu, relaunching AMANAH diharapkanmampu menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan model pembinaanyang lebih terstruktur.  Tidak kalah penting adalah penguatan jejaring antar pemuda. Komunitas yang solid dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas dalammenghadapi tantangan bersama. Dalam konteks kebijakan, dukungan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan. Regulasi yang mendukung pengembangan pemuda akan memperkuat ekosistemyang sedang dibangun. Seiring dengan itu, penguatan identitas lokal ke depannya perlu ditanamkan padapara pemuda Aceh yang terlibat dalam AMANAH. Mereka perlu didorong untukmengembangkan potensi daerah tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang dimiliki. Di tengah arus globalisasi, keseimbangan antara modernitas dan kearifan lokalmenjadi kunci. Hal ini akan menciptakan model pembangunan yang berakarsekaligus adaptif. Melihat berbagai inisiatif yang telah dilakukan, relaunching AMANAH memilikipeluang besar untuk menjadi katalis perubahan. Dengan strategi yang tepat, program ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi jugaberintegritas. Lebih jauh lagi, penguatan program pemuda akan berdampak langsung padapembangunan daerah. Pemuda yang berdaya akan mampu menciptakan inovasidan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, relaunching AMANAH tidak hanya tampil sebagai seremoni, tetapijuga menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan Aceh. Harapannya, upaya ini dapat melahirkan ekosistem pemuda yang kuat, mandiri, dan mampubersaing di tingkat nasional maupun global. )* Dosen Ilmu Pemasaran Digital

Read More

Persiapan Relaunching AMANAH Hadirkan Ruang Inovasi Daur Ulang, DorongEkonomi Kreatif Pemuda Aceh

Oleh : Sylmi Mubarok*) Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkanterobosan baru melalui Ruang Inovasi berbasis daur ulang yang menjadi simbol penguatanekonomi kreatif di kalangan pemuda Aceh. Program ini menampilkan berbagai produkinovatif hasil olahan sampah seperti SOBOTIK (sofa botol plastik), briket ampas kopi, hingga eco enzym, yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga ramah lingkungan. Kehadiran inisiatif tersebut menegaskan komitmen AMANAH dalam mendorong lahirnyagenerasi muda yang kreatif, produktif, sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Keberadaan kawasan kreatif AMANAH di Ladong, Aceh Besar, menjadi simbol konkret darikeseriusan dalam membangun fondasi ekonomi masa depan. Dengan nilai investasi mencapaisekitar Rp200 miliar sejak diresmikan pada akhir 2024, AMANAH kini hadir sebagai pusatinovasi yang menggabungkan berbagai sektor strategis, mulai dari industri kreatif, pertanianmodern, hingga pengembangan UMKM berbasis teknologi. Dalam relaunching kali ini, AMANAH menampilkan berbagai program unggulan yang menegaskan arah pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satusorotan utama adalah kehadiran Ruang Inovasi yang menampilkan enam produk hasilpengolahan sampah bernilai ekonomi tinggi. Produk-produk tersebut meliputi SOBOTIK (sofa berbahan botol plastik), briket dari ampas kopi, pouch dari kain perca, pupuk berbahandaun nilam, eco enzym, serta berbagai produk daur ulang dari sampah plastik rumah tangga. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mengintegrasikan prinsipekonomi sirkular dalam pengembangan industri kreatif. Generasi muda tidak hanya didoronguntuk menciptakan produk, tetapi juga untuk menghadirkan solusi atas persoalan lingkunganyang semakin kompleks. Selain itu, geliat UMKM binaan AMANAH juga semakin terlihat nyata. Hingga 17 April 2026, tercatat sebanyak 45 produk UMKM telah terverifikasi, dengan 40 produk di antaranyatelah dipajang di Galeri UMKM. Sementara itu, lima produk lainnya masih dalam proses kurasi di sekretariat AMANAH Banda Aceh. Capaian ini menunjukkan bahwa AMANAH tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga menjadi inkubator bisnis yang mampumengantarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, sebelumnya juga menilai bahwa fasilitasyang dimiliki Gedung AMANAH merupakan lompatan besar dalam mendukungpengembangan potensi anak muda. Dengan adanya studio musik modern, ruang podcast, hingga bengkel kreatif, AMANAH menjadi wadah yang relevan dengan kebutuhan industrikreatif masa kini. Di sektor industri, AMANAH turut menghadirkan fasilitas produksi minyak nilam yang menjadi komoditas unggulan Aceh. Tidak berhenti pada produksi bahan mentah, pengolahannilam juga diarahkan hingga menghasilkan produk turunan seperti kosmetik dan skincare. Pendekatan hilirisasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligusmemperkuat daya saing produk lokal. Sementara itu, sektor pertanian modern juga menjadi bagian penting dalam ekosistemAMANAH. Penggunaan greenhouse dan teknologi hortikultura membuka perspektif barubagi generasi muda bahwa pertanian dapat menjadi sektor yang modern, produktif, danmenguntungkan. Program budidaya cabai dan sistem perikanan bioflok juga menjadi strategidalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan inflasi daerah. Dalam konteks pengembangan kapasitas sumber daya manusia, AMANAH juga aktifmenghadirkan program pelatihan berbasis keterampilan. Salah satunya adalah kegiatan“Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija Kroeng” yang diselenggarakan di RumahFashion, Gedung AMANAH. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai17 orang. Program ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan wirausaha baru di sektorfashion berbasis kearifan lokal. Tidak hanya itu, sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui fasilitas roasting kopi profesional. Aceh yang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik memiliki peluangbesar untuk mengembangkan industri kopi berbasis nilai tambah. Kehadiran fasilitas inimemungkinkan pelaku usaha muda meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluasakses pasar. Penguatan ekosistem ini semakin solid melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Aceh. Sinergi ini tidak hanya berfokus padapengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga pada penguatan sektor pertanian dan ketahananpangan sebagai bagian dari stabilitas ekonomi daerah. Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa restrukturisasiorganisasi yang dilakukan bertujuan untuk memastikan pengelolaan yang profesional danberkelanjutan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, AMANAH diharapkan mampu menjadimodel pengembangan ekonomi kreatif yang dapat direplikasi di daerah lain. Pada akhirnya, relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuatoptimisme bahwa Aceh mampu menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan dukungan fasilitas yang lengkap, program yang terarah, serta kolaborasi lintas sektor, generasi muda Aceh kini memiliki ruang yang lebih luas untuk berinovasi dan berkontribusidalam pembangunan ekonomi. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan ekonomi Aceh tidak hanya bertumpupada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaangenerasi mudanya. *) Pemerhati…

Read More

Peradilan Militer Diyakini Menjamin Penegakan Keadilan dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Jakarta – Proses penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terus menjadi perhatian publik karena dinilai memiliki dimensi hukum dan kelembagaan yang sangat penting. Dalam konteks ini, peradilan militer diyakini mampu menjalankan proses hukum secara profesional, adil, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menyampaikan…

Read More

Langkah Tepat, Kasus Penyiraman Air Keras Ditangani Sesuai Kewenangan Militer

Jakarta — Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terus menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam menjunjung tinggi kepastian hukum dan profesionalitas. Pelimpahan perkara dari Polda Metro Jaya kepada Polisi Militer dinilai sebagai langkah yang tepat dan telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat…

Read More