Pengesahan UU PSDK 2026 Perkuat Perlindungan Saksidan Korban

Oleh: Dinda Lestari )* Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban (PSDK) pada April 2026 menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem hukumnasional. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untukmenyetujui rancangan undang-undang tersebut dalam sidang paripurnamenunjukkan komitmen kuat negara dalam menghadirkan perlindunganyang lebih komprehensif bagi saksi dan korban. Langkah ini sekaligusmenegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat keadilansubstantif yang semakin berpihak pada kepentingan publik luas. Proses pengesahan berlangsung melalui mekanisme demokratis yang melibatkan partisipasi luas anggota legislatif dari berbagai fraksi. Dalamforum tersebut, Ketua DPR, Puan Maharani, memimpin jalannya sidanghingga mencapai persetujuan bersama. Kehadiran ratusan anggotadewan memperlihatkan kuatnya legitimasi politik terhadap pengesahanundang-undang ini, sekaligus menandakan bahwa isu perlindungan saksidan korban telah menjadi perhatian lintas kepentingan di parlemen. Pemerintah melalui Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pengesahan undang-undang ini merupakan bagiandari implementasi prinsip negara hukum sebagaimana diamanatkankonstitusi. Dalam pandangan pemerintah, negara tidak hanya berfungsisebagai penegak hukum terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga memilikikewajiban konstitusional untuk melindungi saksi dan korban sebagaibagian dari pemenuhan hak asasi manusia. Persetujuan Presiden Prabowo Subianto terhadap undang-undang inisemakin memperkuat arah kebijakan nasional dalam reformasi sistemperadilan pidana. Dukungan kepala negara menunjukkan bahwaperlindungan terhadap saksi dan korban ditempatkan sebagai prioritasstrategis. Pemerintah menilai bahwa tanpa jaminan keamanan danperlindungan yang memadai, proses penegakan hukum tidak akanberjalan optimal. Substansi undang-undang PSDK ini menghadirkan perubahan paradigmayang signifikan dalam sistem peradilan. Jika sebelumnya pendekatanlebih berfokus pada pelaku kejahatan, kini orientasi tersebut diperluasdengan menempatkan saksi dan korban sebagai subjek yang memilikikedudukan setara. Pergeseran ini mencerminkan upaya negara dalammenghadirkan keadilan yang lebih berimbang dan tidak lagi bersifat satuarah. Ruang lingkup pengaturan dalam undang-undang ini juga dirancangsecara komprehensif. Perlindungan tidak hanya diberikan kepada saksidan korban, tetapi juga mencakup saksi pelaku, pelapor, informan, danahli yang memiliki peran penting dalam proses peradilan. Kelompok-kelompok tersebut selama ini kerap menghadapi tekanan dan ancaman, sehingga kehadiran regulasi ini menjadi solusi konkret untuk menjaminkeamanan mereka. Selain itu, pengaturan mengenai Dana Abadi Korban menjadi salah satuterobosan penting. Pemerintah memandang bahwa pemulihan korban harus didukung oleh mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan. Denganadanya skema ini, korban diharapkan dapat memperoleh dukungan tidakhanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi proses pemulihan. Penguatan kelembagaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban jugamenjadi fokus utama dalam undang-undang ini. Negara menegaskanposisi lembaga tersebut sebagai institusi yang independen dan bebas daripengaruh kekuasaan mana pun. Langkah ini dinilai penting untuk menjagakredibilitas serta efektivitas dalam memberikan perlindungan. Rencanapembentukan perwakilan di daerah menjadi strategi untuk memperluasjangkauan layanan hingga ke seluruh wilayah. Dalam proses pembahasannya, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo, menjelaskan bahwa rancangan undang-undang ini merupakanbagian dari Program Legislasi Nasional prioritas. Pembahasan dimulaisetelah diterimanya surat presiden yang menjadi dasar resmi bagi DPR untuk melakukan kajian dan pendalaman materi. Seluruh proses berjalansecara sistematis dan melibatkan berbagai pihak terkait. Pendekatan musyawarah dan mufakat menjadi landasan dalam setiaptahapan pembahasan. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi yang dihasilkan tidak hanya mengakomodasi kepentingan pemerintah, tetapijuga mempertimbangkan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Sinergi antara DPR dan pemerintah menjadi faktor utama yang mendorong tercapainya kesepakatan dalam waktu yang relatif efektif. Undang-undang PSDK ini juga mengatur secara rinci mekanismepemberian perlindungan, termasuk koordinasi lintas sektor serta peranpemerintah pusat dan daerah. Pemerintah menilai bahwa keberhasilanimplementasi kebijakan sangat bergantung pada kolaborasi antarinstansi. Oleh karena itu, penguatan kerja sama menjadi bagian integral dalamregulasi ini. Ketentuan mengenai restitusi dan kompensasi turut diperkuat sebagaibentuk pemenuhan hak korban. Negara memberikan jaminan bahwakorban memiliki akses terhadap pemulihan yang layak, baik melaluimekanisme hukum maupun dukungan kebijakan lainnya. Hal inimenunjukkan bahwa keadilan tidak hanya dilihat dari aspek penghukumanpelaku, tetapi juga dari sejauh mana korban mendapatkan perlindungandan pemulihan. Pemerintah melihat bahwa perlindungan yang optimal akan mendoronglebih banyak pihak untuk berani melaporkan tindak pidana. Hal ini secaralangsung berdampak pada peningkatan efektivitas penegakan hukum danpencegahan kejahatan. Dengan adanya jaminan keamanan sertakepastian hak, masyarakat tidak lagi berada dalam posisi rentan ketikaberhadapan dengan proses hukum. Pengesahan UU PSDK 2026 pada akhirnya mencerminkan langkah majudalam reformasi hukum nasional. Pemerintah bersama DPR berhasilmenghadirkan regulasi yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhanzaman, tetapi juga berorientasi pada perlindungan hak-hak warga negara. Dengan landasan hukum yang semakin kuat, diharapkan sistem peradilanpidana di Indonesia dapat berjalan lebih adil, transparan, dan memberikanrasa aman bagi seluruh masyarakat. *) Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik

Read More
Koperasi Merah Putih Dorong Aktivasi Tenaga Kerja Lokal

Koperasi Merah Putih Dorong Aktivasi Tenaga Kerja Lokal

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus instrumen strategis dalam mendorong aktivasi tenaga kerja lokal. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi berbasis desa pada tahun 2026. Melalui pengembangan Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah, pemerintah…

Read More

Koperasi Merah Putih Dorong Desa Jadi Titik Tumbuh Lapangan Kerja

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa, tetapi juga membuka peluang kerja dalam skala besar bagi masyarakat lokal. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja Kopdes Merah Putih akan mengutamakan…

Read More

Koperasi Merah Putih dan Reaktivasi Lapangan Kerja Desa

*) Oleh: Dimas Eka Permana Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) hadir sebagai intervensistrategis dalam menjawab persoalan struktural ketenagakerjaan di tingkat desa yang selama ini belum tertangani secara optimal. Desa kerap berada dalam lingkaranketerbatasan akses ekonomi, rendahnya produktivitas, serta minimnya penciptaanlapangan kerja yang berkelanjutan. Oleh karena itu, proyeksi pembentukan 80.000 koperasi hingga 2029 yang digagas oleh Prabowo Subianto menjadi langkahfundamental dalam mendorong reaktivasi lapangan kerja desa. Program ini tidaksekadar membentuk kelembagaan ekonomi, tetapi juga menghidupkan kembaliaktivitas produktif berbasis komunitas. Dengan pendekatan kolektif, desa diposisikansebagai pusat pertumbuhan baru yang mampu menyerap tenaga kerja secarasignifikan. Lebih jauh, program ini tidak hanya berhenti pada pembentukan lembaga ekonomiformal, tetapi juga menyasar langsung pada penciptaan lapangan kerja dalam skalamasif. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa setiap koperasi diperkirakan mampumenyerap rata-rata 20 tenaga kerja langsung, sehingga apabila 80.000 unit berhasildidirikan, potensi penyerapan mencapai sekitar 1,6 juta orang. Angka tersebut bahkanbelum mencakup efek berganda dari sektor turunan seperti peternakan, hortikultura, hingga UMKM yang terhubung dalam rantai produksi koperasi. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih tidak hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga membangunekosistem ekonomi desa yang produktif. Hal ini mempertegas bahwa desa memilikikapasitas untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Selanjutnya, langkah pemerintah membuka rekrutmen 30.000 manajer koperasimenunjukkan keseriusan dalam memastikan tata kelola yang profesional. MenurutZulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, rekrutmen ini merupakanbagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi desa dan kelurahan secarasistematis. Para manajer yang lolos seleksi akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu selamadua tahun. Status ini menempatkan mereka sebagai bagian dari ekosistem Badan Usaha Milik Negara yang memiliki standar kinerja tinggi. Dengan pendekatantersebut, koperasi tidak lagi dipandang sebagai entitas tradisional, melainkan sebagaiinstitusi ekonomi modern yang dikelola secara profesional. Di sisi lain, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan bahwa keberadaan manajer profesional di tingkat desa menjadifaktor kunci dalam memastikan operasional koperasi berjalan efisien dan menguntungkan. Fokus utama para manajer bukan sekadar menjalankanadministrasi, tetapi memastikan koperasi mampu menjadi mesin penggerak ekonomibaru di tingkat lokal. Dengan pendekatan manajerial yang tepat, koperasi diharapkanmampu bersaing dalam dinamika pasar yang semakin kompleks. Hal ini sekaligusmenjawab tantangan klasik koperasi di Indonesia yang kerap menghadapi persoalantata kelola. Dengan demikian, profesionalisasi menjadi fondasi penting dalamkeberlanjutan program ini. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakaninstrumen strategis untuk menyatukan kekuatan ekonomi rakyat kecil agar memilikiposisi tawar yang setara di pasar domestik maupun global. Konsolidasi ini membukapeluang kerja yang lebih luas karena aktivitas ekonomi tidak lagi berjalan secaraterfragmentasi. Dengan kekuatan kolektif, koperasi mampu menciptakan skala usahayang lebih besar sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Hal ini secaralangsung berkontribusi pada reaktivasi lapangan kerja desa yang sebelumnyaterbatas. Dengan demikian, koperasi menjadi solusi struktural dalam memperluaskesempatan kerja berbasis komunitas. Reaktivasi lapangan kerja desa melalui Kopdes Merah Putih juga menciptakanstabilitas ekonomi lokal yang lebih kokoh. Ketika lapangan kerja tersedia secarakonsisten, daya beli masyarakat desa meningkat dan mendorong perputaran ekonomiyang lebih kuat. Kondisi ini menciptakan siklus produktif yang memperkuatkeberlanjutan usaha koperasi sekaligus memperluas kebutuhan tenaga kerja. Dengandemikian, program ini tidak hanya membuka pekerjaan, tetapi juga menjagakeberlanjutannya melalui mekanisme ekonomi yang saling menguatkan….

Read More

Koperasi Merah Putih dan Distribusi Kesempatan Kerja yang Lebih Merata

Oleh : Ricky Rinaldi Pemerataan kesempatan kerja menjadi bagian penting dalam pembangunanekonomi nasional yang terus diperkuat melalui berbagai kebijakan yang lebihinklusif. Pertumbuhan ekonomi yang berlangsung mendorong terbukanya peluangusaha dan kerja di berbagai daerah, termasuk di luar pusat pertumbuhan. Dalamkerangka ini, penguatan koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan kembalimendapat perhatian, salah satunya melalui gagasan Koperasi Merah Putih yang diarahkan untuk memperluas akses lapangan kerja secara lebih merata dan berkelanjutan. Koperasi sejak awal dirancang sebagai model ekonomi yang menempatkanpartisipasi masyarakat sebagai fondasi utama. Melalui keterlibatan langsunganggota dalam aktivitas ekonomi, koperasi tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga memperkuat kemandirian. Karena itu, koperasi hadir bukan sekadarsebagai badan usaha, melainkan sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi yang memperkuat solidaritas serta daya tahan masyarakat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harusmenghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pemerataan kesempatan kerjamenjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas sosial dan mengurangiketimpangan antarwilayah. Dalam kerangka tersebut, koperasi dipandang sebagaisarana yang mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka ruang usahabaru di berbagai daerah. Koperasi Merah Putih hadir dengan pendekatan yang menempatkan masyarakatsebagai pelaku utama pembangunan ekonomi. Melalui sistem berbasis anggota, koperasi mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan produktif. Skema ini memungkinkan penciptaan lapangan kerja tidak hanya di sektorperdagangan, tetapi juga pada sektor pertanian, perikanan, industri rumah tangga, hingga jasa. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi memiliki potensibesar dalam menciptakan distribusi ekonomi yang lebih adil. Penguatan koperasitidak hanya diarahkan pada aspek kelembagaan, tetapi juga pada peningkatankapasitas usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Dengan dukungankebijakan yang tepat, koperasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di tingkatlokal. Distribusi kesempatan kerja melalui koperasi memiliki karakter yang berbedadibandingkan investasi skala besar. Jika investasi besar cenderung terkonsentrasi di kawasan tertentu, koperasi dapat tumbuh di berbagai wilayah sesuai kebutuhanmasyarakat. Hal ini menjadikan koperasi sebagai instrumen yang efektif dalammemperluas akses kerja hingga ke daerah yang selama ini belum tersentuhindustrialisasi. Selain membuka lapangan kerja, koperasi juga memperkuat kemandirian ekonomimasyarakat. Anggota koperasi tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pemilik usaha. Model ini menciptakan rasa memiliki yang kuat terhadapkegiatan ekonomi yang dijalankan. Keuntungan yang diperoleh tidak terpusat pada segelintir pihak, tetapi didistribusikan kembali kepada anggota. Koperasi Merah Putih juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk terlibatdalam kegiatan ekonomi produktif. Di tengah tantangan lapangan kerja formal yang terbatas, koperasi menawarkan alternatif yang lebih fleksibel dan berbasiskolaborasi. Anak muda dapat memanfaatkan koperasi sebagai ruang inovasi, baikdalam bidang digital, pertanian modern, maupun usaha kreatif. Dalam konteks pembangunan daerah, koperasi berpotensi menjadi penggerakekonomi berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan potensi lokal, koperasi mampumenciptakan rantai nilai yang melibatkan masyarakat sekitar. Pendekatan inimembantu mengurangi ketergantungan terhadap pusat ekonomi sekaligusmemperkuat daya tahan ekonomi daerah. Namun, penguatan koperasi tidak terlepas dari tantangan. Masalah aksespermodalan, kapasitas manajemen, hingga adaptasi teknologi masih menjadihambatan yang perlu diatasi. Pemerintah berupaya memberikan dukungan melaluipelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan agar koperasi dapat berkembangsecara berkelanjutan. Digitalisasi juga menjadi peluang penting dalam memperluas peran koperasi. Dengan memanfaatkan teknologi, koperasi dapat menjangkau pasar yang lebih luasdan meningkatkan efisiensi operasional. Transformasi digital membantu koperasiberadaptasi dengan perubahan pola konsumsi dan dinamika ekonomi modern. Keberhasilan Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Koperasi hanya akan tumbuh jika anggota terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Kesadaran kolektif mengenai pentingnya ekonomi berbasiskebersamaan menjadi modal utama dalam memperkuat gerakan koperasi. Selain itu, koperasi juga dapat berperan sebagai sarana penguatan ekonomikeluarga. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap usaha produktif di lingkungansendiri, ketergantungan terhadap migrasi kerja ke kota besar dapat berkurang. Hal ini menciptakan keseimbangan pembangunan antarwilayah dan memperkuatekonomi desa maupun kawasan pinggiran. Koperasi Merah Putih tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapijuga pada pembentukan ekosistem usaha yang lebih berkeadilan. Denganketerlibatan anggota sebagai pelaku utama, koperasi menciptakan ruang bagimasyarakat untuk tumbuh bersama. Model ini menjadi penting di tengah kebutuhanakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan tahan terhadap ketimpangan. Melalui koperasi, masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunanekonomi, tetapi juga pelaku utama yang ikut menentukan arah pertumbuhan. Koperasi Merah Putih menjadi simbol bahwa pembangunan ekonomi yang kuatharus dibangun dari partisipasi rakyat. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan keterlibatan masyarakat, koperasi dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakankesempatan kerja yang lebih merata di seluruh Indonesia. *)Pengamat Isu Strategis

Read More
Global Lagi Ribut, Ekonomi RI Tetap Tenang Terkendali

Global Lagi Ribut, Ekonomi RI Tetap Tenang Terkendali

Jakarta – Di tengah kondisi global yang sedang ribut akibat konflik geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian pasar keuangan, ekonomi Indonesia justru menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Sejumlah indikator makroekonomi memperlihatkan bahwa fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat untuk meredam dampak gejolak eksternal. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih dalam…

Read More
Global Sedang Panas, Ekonomi Indonesia Tetap Cool di Jalurnya

Global Sedang Panas, Ekonomi Indonesia Tetap Cool di Jalurnya

Jakarta – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan stabilitas meskipun tekanan global kian meningkat akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, dan tingginya suku bunga internasional. Kondisi ini menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang solid dan terkendali, sejalan dengan berbagai kebijakan yang telah ditempuh pemerintah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa strategi pemerintah difokuskan…

Read More

No Panic Mode: Cara Indonesia Jaga Ekonomi di Tengah Tekanan Global

*) Oleh : Arya Wicaksana Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik TimurTengah hingga fluktuasi harga komoditas, Indonesia menunjukkan sikap yang relatiftenang dan terukur. Alih-alih terjebak dalam kepanikan, pemerintah dan pelaku ekonomimemilih pendekatan “No Panic Mode” dengan fokus pada stabilitas dan keberlanjutan. Sikap ini bukan berarti mengabaikan risiko, melainkan mencerminkan kesiapan dalammenghadapi tekanan dengan strategi yang matang. Dalam konteks ini, ketenanganmenjadi kekuatan tersendiri untuk menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat. Salah satu kunci dari pendekatan ini adalah penguatan fundamental ekonomi domestik. Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi terus mendorongkonsumsi dalam negeri sebagai motor utama pertumbuhan. Dengan jumlah pendudukyang besar dan daya beli yang relatif terjaga, konsumsi rumah tangga tetap menjadipenopang stabilitas ekonomi. Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga inflasi agar tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak merasakan tekanan yang berlebihan dalamkehidupan sehari-hari. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi tekanan geopolitik global, termasukkonflik di Timur Tengah. Bank Indonesia tetap mempertahankan BI Rate pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitasstrategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter guna memperkuatstabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. Saat ini, kebijakan yang diambil cenderung hati-hati namun tetap adaptif. Pemerintahmenjaga keseimbangan antara belanja negara dan pendapatan, sehingga defisitanggaran tetap dalam batas aman. Program-program prioritas tetap dijalankan, terutama yang berkaitan dengan perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa roda ekonomi terus berputar, sekaligusmemberikan jaring pengaman bagi kelompok masyarakat yang rentan. Sementara itu, dari sisi moneter, stabilitas nilai tukar menjadi perhatian utama. BImengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga rupiah agar tidak bergejolaksecara berlebihan. Intervensi di pasar valuta asing dilakukan secara terukur, disertaidengan kebijakan suku bunga yang mempertimbangkan kondisi global dan domestik. Tujuannya jelas, yaitu menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan likuiditastetap tersedia di dalam negeri. Selain kebijakan makro, penguatan sektor riil juga menjadi bagian penting dari strategi“No Panic Mode” ini. Pemerintah mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilaitambah produk dalam negeri, terutama di sektor sumber daya alam. Dengan tidakhanya mengekspor bahan mentah, Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomiyang lebih besar sekaligus menciptakan lapangan kerja. Langkah ini juga membantumengurangi ketergantungan terhadap pasar global yang seringkali tidak stabil. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia tetaptangguh di tengah tekanan situasi geopolitik global saat ini. Pemerintah berupayameningkatkan investasi dengan memastikan ekonomi nasional tumbuh sesuai target dan menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya demi menciptakan perbaikankondisi ekonomi secara berkelanjutan. Pihaknya  juga menegaskan Indonesia tengah menggeser fokus pembangunan, tidakhanya menjaga stabilitas, tapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilaitambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini didorong melaluitiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas.  Di sisi lain, digitalisasi ekonomi turut menjadi penopang ketahanan nasional. Perkembangan teknologi memungkinkan pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk tetapbertahan bahkan berkembang di tengah tekanan global. Platform digital membukaakses pasar yang lebih luas dan efisien, sehingga pelaku usaha tidak sepenuhnyabergantung pada kondisi fisik atau geografis. Transformasi ini juga mendorong inklusiekonomi yang lebih merata di berbagai daerah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pemanfaatan teknologidigital terus didorong sebagai strategi untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Disebutkan bahwa pelaku UMKM diarahkan untuk memanfaatkan ekosistem digital agar mampu memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta menjagakeberlangsungan bisnis di tengah dinamika global yang tidak menentu. Upaya ini dinilaipenting agar transformasi ekonomi berjalan inklusif dan mampu menjangkau seluruhlapisan masyarakat. Kepercayaan publik menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam menjaga stabilitasekonomi. Komunikasi pemerintah yang transparan dan konsisten membantu meredamkekhawatiran masyarakat. Ketika informasi disampaikan secara jelas, masyarakatcenderung lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif. Dalam situasiglobal yang penuh ketidakpastian, kepercayaan menjadi modal sosial yang sangatberharga. Pada akhirnya, pendekatan “no panic mode” yang diterapkan Indonesia menunjukkanbahwa menghadapi tekanan global tidak selalu harus dengan langkah drastis. Ketenangan, konsistensi kebijakan, dan penguatan fondasi ekonomi menjadi kombinasiyang efektif untuk menjaga stabilitas. Tantangan ke depan tentu masih ada, namundengan strategi yang tepat dan kerja sama semua pihak, Indonesia memiliki peluangbesar untuk tetap tumbuh dan bertahan di tengah gelombang ketidakpastian global. *) Penulis merupakan Pemerhati Isu Sosial-Ekonomi

Read More

Global Tidak Pasti, Ekonomi Indonesia Tetap Punya Kendali

Oleh: Bara Winatha *) Ketidakpastian global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, tekanan inflasi dunia, hingga fluktuasi pasar keuangan internasional menjadi tantangan besar bagi banyak negara. Konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, serta kebijakan moneter negara maju yang agresif, telah menciptakan volatilitas tinggi dalam sistem ekonomi global. Namun di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki kemampuan…

Read More

Menolak Provokasi Film Pesta Babi Demi Kelancaran Pembangunan Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Upaya percepatan pembangunan di Papua saat ini berada pada fase krusial yang menentukan arah kemajuan wilayah tersebut dalam jangka panjang. Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama…

Read More