admin

MBG Dinilai Efektif Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Pendidikan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin mendapat pengakuan sebagai kebijakan strategis yang mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Indonesia. Berbagai kalangan akademisi menilai bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB, Ahmad…

Read Full News

MBG Jadi Pilar Penguatan Pendidikan Bermutu

Oleh : Ricky Rinaldi  Pendidikan bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik atau kualitas tenaga pengajar, tetapi juga oleh kondisi dasar peserta didik, terutama dari aspek kesehatan dan gizi. Dalam konteks ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis yang menghubungkan sektor pendidikan dengan pembangunan kesehatan. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan…

Read Full News

MBG Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan Bermutu di Daerah

Oleh : Abdul Razak)* Upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu kini semakin diperkuat melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menjadi salah satu prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga bertransformasi menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di daerah…

Read Full News

Pemerintah Dorong WFH, Hemat Energi dan Anggaran Triliunan Rupiah

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi mendorong penerapan work from home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menghemat anggaran negara dan konsumsi energi, dengan potensi penghematan mencapai triliunan rupiah dari sektor bahan bakar minyak (BBM) serta efisiensi operasional lainnya. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/III/2026 yang ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta pada…

Read Full News

Hadapi Tekanan Energi, Pemerintah Terapkan WFH Nasional

Pemerintah mengambil langkah strategis dalam merespons potensi krisis energi dengan mendorong penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor. Imbauan tersebut menyasar perusahaan swasta dan aparatur sipil negara (ASN) dengan skema yang disesuaikan…

Read Full News

WFH dan Efisiensi Energi dalam Sinergi Pusat-Daerah

Oleh : Deka Prasetyo )* Kebijakan work from home atau WFH yang mulai didorong pemerintah pusat kini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan efisiensi anggaran dan penghematan energi, sekaligus menjadi sinyal perubahan pola kerja di Indonesia yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan efisiensi belanja negara, langkah ini tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak…

Read Full News

WFH Perkuat Efisiensi Energi dan APBN di Tengah Tekanan Global

Oleh : Dodik Prasetyo )* Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang mulai didorong pemerintah dinilai sebagai langkah strategis dalam merespons tekanan global sekaligus menjaga efisiensi anggaran negara dan konsumsi energi masyarakat. Dukungan terhadap kebijakan ini datang dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, hingga sektor BUMN yang melihat WFH sebagai peluang untuk mendorong transformasi kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan….

Read Full News

Program Sekolah Rakyat Dorong Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Prasejahtera

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata melalui Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan formal secara optimal. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis negara dalam menjamin…

Read Full News

Sekolah Rakyat Diperkuat untuk Pendidikan Bermutu dan Perlindungan Anak

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif dan ramah anak melalui percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Sekolah serta pengembangan Sekolah Rakyat Tahap II. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam perlindungan anak dan pengentasan kemiskinan. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari,…

Read Full News

Sekolah Rakyat: Pendidikan Bermutu sebagai Hak Setiap Anak

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang menjadi fondasi utama dalammembangun peradaban bangsa yang maju dan berkeadilan. Pemerintah terusmemperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas melaluiberbagai kebijakan yang adaptif terhadap keberagaman geografis dan sosial ekonomiIndonesia. Upaya ini mencerminkan keseriusan negara dalam memastikan setiap anakmemperoleh kesempatan belajar yang optimal sebagai bekal masa depan. Salah satu terobosan yang kini mendapat perhatian luas adalah program SekolahRakyat. Program ini dirancang sebagai pendekatan inklusif yang mengintegrasikanpendidikan dengan pembinaan karakter, kesehatan, serta penguatan kapasitas anaksecara menyeluruh. Dengan konsep tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampumemperluas akses pendidikan sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih holistik, sehingga setiap anak dapat berkembang secara maksimal dan berdayasaing. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan alternatif, Sekolah Rakyat merupakanrepresentasi nyata dari komitmen negara dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitassumber daya manusia sejak dini. Pendidikan diyakini sebagai kunci utama mobilitassosial, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari kelompok rentan untuk meraih masa depan yang lebihbaik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan manifestasi nyata dariinvestasi negara terhadap generasi masa depan. Program ini berakar dari visi besarPresiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian mendalam pada kesejahteraananak-anak Indonesia. Selain penyediaan fasilitas fisik, perhatian terhadap aspek psikososial menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Sekolah Rakyat. Menteri PPPA memberikanpenekanan khusus pada pencegahan perundungan (bullying) yang kerap menjadipersoalan serius di lingkungan pendidikan. Ia menginstruksikan pihak sekolah untukmenjaga integritas moral serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif. Sekolah harus menjadi ruang yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi, sehingga anak-anak dapat belajar dengan rasa nyaman dan percaya diri. Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pesertadidik Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstremyang masuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penetapan sasaran ini menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang secara tepat guna dan berbasis data, sehingga benar-benar menyentuhkelompok yang paling membutuhkan. Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasankemiskinan yang dilakukan secara terintegrasi. Program ini tidak hanya memberikanakses pendidikan kepada anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan keluarga secaramenyeluruh. Dengan pendekatan berbasis keluarga, diharapkan dampak positif daripendidikan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. Ia juga menekankanpentingnya pembaruan data DTSEN secara berkala agar program perlindungan sosial, termasuk Sekolah Rakyat, tetap tepat sasaran dan adaptif terhadap dinamika sosial. Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar manfaat program dapat segera dirasakanoleh lebih banyak anak di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang selamaini memiliki keterbatasan akses pendidikan. Upaya percepatan ini sekaligusmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumenutama pembangunan nasional yang berkeadilan. Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mencerminkan pelembagaannilai sila ke-5…

Read Full News