MBG Ramadan Hadirkan Disiplin Gizi di Bulan Suci

Oleh : Revy Adriana )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan menghadirkan wajah kebijakan publik yang bukan sekadar responsif, tetapi juga visioner dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Di tengah dinamika ibadah puasa yang menuntut pengendalian diri, disiplin waktu, dan ketahanan fisik, kehadiran MBG justru memperkuat makna Ramadan sebagai momentum pembinaan…

Read More

Tanpa UPF, Lebih Sehat: MBG Ramadan dan Investasi Gizi Lintas Generasi

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan melalui kebijakan terbaru Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Melalui langkah progresif, pemerintah memastikan bahwa menu MBG yang dibagikan kepada para penerima manfaat tidak mengandung pangan ultraproses atau ultra-processed food (UPF). Kebijakan ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan,…

Read More
Kejar Target, Ribuan Koperasi Merah Putih Disiapkan untuk Sejahterakan Petani

Kejar Target, Ribuan Koperasi Merah Putih Disiapkan untuk Sejahterakan Petani

Jakarta – Pakar Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, mendukung langkah pemerintah menata ulang kebijakan Dana Desa melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Dana Desa. Kebijakan ini merupakan bentuk penataan ulang agar pemanfaatannya lebih terarah dan berdampak jangka panjang. Ia menilai, selama ini sebagian Dana Desa habis untuk belanja rutin yang kurang memberikan…

Read More
Baru Dibangun Lagi, Ribuan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi Maret 2026

Baru Dibangun Lagi, Ribuan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi Maret 2026

Jakarta – Pemerintah memastikan ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang baru dibangun dan direvitalisasi akan mulai beroperasi secara bertahap pada Maret 2026. Program ini digagas sebagai penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan guna mendorong kemandirian, pemerataan, serta stabilitas ekonomi lokal di tengah dinamika global. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan progres pembangunan…

Read More

Saatnya Koperasi Merah Putih Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Rakyat

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah memandang bahwa tahun 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan melalui percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di tengah dinamika global yang menuntut ketahanan ekonomi domestik, koperasi tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai pelengkap sistem ekonomi, melainkan sebagai pilar utama dalam membangun kemandirian rakyat dari tingkat desa. Program…

Read More

Menguatkan Petani Lewat Ekspansi Koperasi Merah Putih

Oleh: Dewi Hesti *) Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara mengalami tekanan ekonomi akibat meningkatnya instabilitas politik luar negeri, ketegangan geopolitik, perang dagang, sehingga menciptakan kondisi ketidakpastian global yang berdampak pada perekonomian dunia. Dalam situasi ini, penguatan ekonomi domestik menjadi kebutuhan strategis negara dalam menjaga kondisi perekonomian nasional. Sejalan dengan kondisi tersebut, pendekatan yang telah…

Read More
Penguatan Stok Nasional Redam Potensi Lonjakan Harga Ramadan

Penguatan Stok Nasional Redam Potensi Lonjakan Harga Ramadan

Jakarta – Pemerintah memastikan kesiapan stok pangan nasional untuk meredam potensi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Upaya penguatan pasokan dilakukan sejak dini guna menjaga stabilitas di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menilai dinamika harga menjelang hari besar keagamaan merupakan…

Read More
Operasi Pasar Perkuat Stabilitas Harga di Bulan Suci Ramadan

Operasi Pasar Perkuat Stabilitas Harga di Bulan Suci Ramadan

Jakarta – Pemerintah menegaskan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis dalam posisi surplus produksi, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran…

Read More

Peningkatan Konsumsi Ramadan Tidak Ganggu Stabilitas HargaPangan

Oleh: Rizky Fadillah Putra )* Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan 1447 H dipastikan tidakmengganggu stabilitas harga pangan nasional. Pemerintah menilai lonjakan permintaanyang lazim terjadi setiap bulan suci telah diantisipasi melalui penguatan stok, pengawasan distribusi, serta pemantauan harga secara terpadu di seluruh wilayah. Langkah pengendalian dilakukan dari hulu hingga hilir. Aparat penegak hukum turutdilibatkan untuk memastikan pasokan dan harga tetap terkendali. Direktorat TindakPidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri melalui Satgas Sapu Bersih PelanggaranPangan memperkuat pengawasan pasar sebagai respons atas kenaikan harga padasejumlah komoditas. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntakmenjelaskan bahwa Satgas Saber bekerja secara kolaboratif dari tingkat pusat hinggadaerah, mulai dari Bareskrim, polda, polres, hingga polsek. Ia menegaskan strategikolaborasi diperkuat untuk menjamin stabilitas pasokan, memastikan harga sesuaiketentuan HET, serta menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadan danIdulfitri. Pengawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada harga, tetapi juga pada kualitasproduk yang beredar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahanpokok yang aman, layak konsumsi, dan tersedia dalam jumlah cukup selama periodehari besar keagamaan. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan terus memantau pergerakan harga melaluiSistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih terkendali, meskipun terdapat penyesuaian pada beberapa komoditas. Ia menjelaskan bahwa SP2KP menjadi instrumen penting dalam menyediakan data harga secara berkala dan transparan. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat segeramengambil langkah korektif apabila ditemukan deviasi harga yang tidak wajar. Harga Minyakita, misalnya, tercatat rata-rata nasional Rp16.020 per liter, sedikit di atasHET Rp15.700 per liter. Pemerintah merespons melalui kebijakan distribusi yang mewajibkan 35 persen pasokan BUMN pangan disalurkan langsung ke konsumensesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025. Kebijakan inidinilai efektif memotong rantai distribusi dan menekan tekanan harga. Untuk komoditas telur ayam ras, harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp30.750 per kilogram, sedikit di atas harga acuan Rp30.000 per kilogram. Namun pemerintahmenilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan siap melakukan operasi pasarapabila diperlukan. Sebaliknya, harga daging sapi dan bawang putih masih berada di bawah HET. Dagingsapi tercatat sekitar Rp133.618 per kilogram, sementara bawang putih Rp36.875 per kilogram. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan pasokan yang tetap terjaga di tengah peningkatan konsumsi. Dukungan terhadap kebijakan stabilisasi juga datang dari Komisi IV DPR RI. Dalamkunjungan kerja spesifik yang dipimpin Siti Hediati Soeharto di Pasar Legi Surakarta, tim menemukan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil. Kenaikansignifikan hanya terjadi pada cabai rawit merah akibat faktor musiman, terutama curahhujan yang memengaruhi produksi. Komisi IV menilai penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog efektif menahan hargaagar tetap sesuai daya beli masyarakat. Harga beras SPHP tercatat Rp12.500 per kilogram sesuai HET. Beras medium dan premium juga bergerak dalam rentang yang terkendali. Data pemantauan menunjukkan minyak goreng Minyakita berada di level HET Rp15.700 per liter di Pasar Legi. Daging ayam ras stabil di kisaran Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras Rp29.000 per kilogram, dan daging sapi antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa lonjakan konsumsi Ramadan tidak otomatismemicu gejolak harga secara luas. Intervensi terukur melalui penguatan stok, distribusilangsung, serta pengawasan berlapis menjadi faktor penentu stabilitas. Pemerintah juga mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukanpembelian berlebihan. Dengan koordinasi yang solid antara kementerian, aparatpenegak hukum, BUMN pangan, serta dukungan legislatif, ekosistem pangan nasionalbergerak dalam satu irama menjaga keseimbangan pasar. Stabilitas harga pada Ramadan tahun ini menunjukkan bahwa kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor mampu meredam tekanan musiman. Peningkatankonsumsi tetap terlayani tanpa mengorbankan keterjangkauan, mempertegas komitmenpemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat. Selain itu, sinergi pengawasan antara pemerintah pusat dan daerah memastikan setiapindikasi gangguan distribusi dapat segera ditangani sebelum berdampak luas. Pemerintah memilih pendekatan preventif dengan memperkuat stok, mempercepatdistribusi, dan meningkatkan transparansi data harga. …

Read More

Pemerintah Kawal Distribusi Demi Stabilitas Harga Pangan di Bulan Ramadan

Oleh: Arga Praatma Wisesa )* Pemerintah memperkuat pengawalan distribusi pangan nasional guna memastikanstabilitas harga tetap terjaga sepanjang Ramadan 2026. Langkah ini ditempuh melaluikoordinasi lintas kementerian dan lembaga agar masyarakat dapat menjalankan ibadahdengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok. Melalui laman resminya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwaGerakan Pangan Murah (GPM) menjadi instrumen utama stabilisasi pasokan dan hargamenjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Program ini dilaksanakan secarakolaboratif dengan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta pelaku usaha swastasehingga intervensi pasar dapat berjalan terukur dan tepat sasaran. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankanpentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga harga pangan pokokstrategis tetap stabil. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak diperkenankan menjualkomoditas melebihi Harga Eceran Tertinggi maupun Harga Acuan Penjualan di tingkatkonsumen. Menurutnya, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan harga relatifterkendali dan kenaikan hanya terjadi pada satu atau dua komoditas strategis dalamdurasi terbatas. Pelaksanaan GPM pada Februari 2026 meningkat signifikan dan telah menjangkau1.218 titik di 497 kabupaten dan kota. Hingga pertengahan Februari, kegiatan telahterlaksana di 447 titik dengan capaian sekitar 69 persen dari target nasional. Distribusidilakukan secara langsung ke masyarakat untuk memperpendek rantai pasok sekaligusmenekan potensi spekulasi harga. Sebanyak 16,2 ribu kilogram bahan pokok dilepas ke pasar melalui program ini. Komoditas yang disalurkan meliputi beras, cabai, gula, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur, daging kerbau, terigu, dan minyak goreng. Intervensitersebut dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus memastikan pasokan mencukupidi tengah peningkatan konsumsi selama Ramadan. Pemerintah juga menggulirkan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras bekerja sama dengan Perum Bulog. Skema ini diperkuat melalui FasilitasiDistribusi Pangan dan penyaluran bantuan beras serta minyak goreng kepada lebih dari33 juta keluarga penerima manfaat pada Februari hingga Maret 2026. Kebijakan inimenjadi bantalan sosial sekaligus instrumen pengendali harga di pasar terbuka. Dari sisi perdagangan, Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan hargasecara intensif. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa monitoring dilakukan secara langsung di pasar maupun melalui Sistem Pemantauan Pasar danKebutuhan Pokok (SP2KP). Pendekatan digital tersebut memungkinkan pemerintahmerespons cepat apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak sejalan dengan kondisistok. Data SP2KP menunjukkan rata-rata harga pangan nasional berada dalam batas wajar. Pada beberapa wilayah memang terjadi penyesuaian harga, namun secara umumkondisi tetap terkendali. Salah satu indikatornya adalah harga Minyakita yang berada di kisaran Rp16.020 per liter, lebih rendah dibandingkan rerata sebelumnya. Penurunan harga itu tidak terlepas dari implementasi Peraturan Menteri PerdaganganNomor 43 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola minyak goreng rakyat. Aturan tersebutmewajibkan 35 persen pasokan dari BUMN pangan disalurkan langsung ke konsumensehingga distribusi lebih efisien dan tekanan harga dapat ditekan. Kementerian Perdagangan juga menghimpun para pemasok komoditas strategis untukmemastikan kelancaran distribusi selama Ramadan. Konsolidasi dilakukan secaraberkala guna menjaga kecukupan stok dan mencegah gangguan pada rantai pasoknasional. Penguatan koordinasi ini sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap potensihambatan logistik akibat peningkatan mobilitas dan permintaan musiman. Dukungan terhadap langkah pemerintah turut disampaikan Ketua Umum PedagangPejuang Indonesia Raya (Papera), Don Muzakir. Berdasarkan pemantauanorganisasinya, harga beras, daging sapi, ayam ras, cabai, dan bawang relatif stabil. Iamenilai stabilitas tersebut merupakan hasil kerja konkret pemerintah dalam menjagastok dan mempercepat distribusi. Papera juga mencatat bahwa ketika terjadi kenaikan pada komoditas tertentu, pemerintah segera merespons melalui penambahan stok beras SPHP dan penguatanoperasi pasar murah. Langkah itu dinilai efektif menjaga keseimbangan pasar sertamencegah lonjakan harga berkepanjangan. Menurut Don, distribusi kini lebih tertata, stok terjaga, dan pengawasan diperketatsehingga stabilitas dapat tercapai secara menyeluruh. Ia melihat kebijakan pangan saatini semakin presisi dan berbasis data, mencerminkan kehadiran negara dalammelindungi pedagang maupun konsumen. Rangkaian kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut menunjukkan komitmenpemerintah mengawal distribusi sebagai kunci stabilitas harga. Dengan koordinasi yang solid, dukungan pelaku usaha, serta pengawasan berlapis dari pusat hingga daerah, ekosistem pangan nasional bergerak dalam satu arah menjaga keseimbangan pasar.  Upaya yang telah dilakukan pemerintah ini memperlihatkan bahwa stabilitas bukanterjadi secara kebetulan, melainkan hasil perencanaan matang dan eksekusi konsisten, sehingga Ramadan 2026 dapat dilalui dengan pasokan cukup dan harga yang tetapterjangkau bagi seluruh masyarakat. Ke depan, pemerintah menegaskan bahwa pola pengawalan distribusi pangan selamaRamadan akan menjadi model kebijakan jangka panjang dalam menjaga stabilitasharga pada periode permintaan tinggi lainnya. Evaluasi berkala terhadap efektivitasGerakan Pangan Murah, SPHP beras, serta sistem pemantauan digital akan terusdilakukan agar respons kebijakan semakin cepat dan presisi. Dengan dukungan data real-time, sinergi antarlembaga, serta partisipasi pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah optimistis ekosistem pangan nasional akan semakin tangguh menghadapidinamika pasar. Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitasselama Ramadan 2026, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang. *) Analis Kebijakan Pangan Nasiona

Read More