Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksikan Tetap Terkendali

Inflasi Ramadan dan Idulfitri 2026 Diproyeksikan Tetap Terkendali

Jakarta – Tekanan inflasi pada periode Ramadan 2026 hingga Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan tetap berada dalam koridor yang aman. Bank Indonesia (BI) memastikan lonjakan permintaan musiman yang terjadi setiap tahun masih dapat dikelola melalui koordinasi kebijakan yang solid dan stabilitas pasokan pangan. Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional di tengah dinamika global yang…

Read More
Pemerintah Jinakkan Inflasi Ramadan, Stabilitas Harga Tetap Terjaga

Pemerintah Jinakkan Inflasi Ramadan, Stabilitas Harga Tetap Terjaga

JAKARTA — Pemerintah memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga saat Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun tekanan inflasi diperkirakan meningkat secara musiman. Berbagai langkah terkoordinasi antara otoritas moneter dan kementerian/lembaga terus diperkuat untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi tahunan menjelang Ramadan dan Lebaran…

Read More

Inflasi Terkendali, Kepercayaan Publik Menguat di Bulan Suci

Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Inflasi yang terkendali pada bulan Ramadan menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah. Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama pada komoditas pangan, sandang, serta kebutuhan penunjang ibadah dan tradisi sosial. Dalam kondisi normal, lonjakan permintaan tersebut berpotensi memicu tekanan harga. Namun ketika inflasi tetap…

Read More

Bank Indonesia Optimistis Inflasi 2026 Terkendali, Ramadan Tetap Kondusif

Oleh Aulia Rahmah )* Menjaga stabilitas inflasi di tengah momentum Ramadan merupakan langkah strategispemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ramadan dan Idul Fitri selalu identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat, terutama pada sektor pangan dan kebutuhan pokok. Dalam situasi seperti ini, konsistensi kebijakan dan koordinasiantarlembaga menjadi kunci agar lonjakan permintaan tidak berujung pada kenaikan harga yang membebani daya beli masyarakat. Komitmen pemerintah dan otoritas moneter untuk memastikan…

Read More
Pemerintah Pastikan MBG 3B Prioritaskan Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Non‑PAUD

Pemerintah Pastikan MBG 3B Prioritaskan Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Non‑PAUD

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memprioritaskan kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non‑PAUD sebagai sasaran utama sebelum memperluas cakupan ke sekolah atau peserta didik lainnya. Prioritas ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan generasi muda sejak masa…

Read More
MBG 3B Didorong untuk Perkuat Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan

MBG 3B Didorong untuk Perkuat Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pendekatan 3B sebagai strategi percepatan pemenuhan gizi pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola…

Read More

MBG 3B dan Strategi Memperkuat Fondasi Generasi Sehat

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan arah kebijakan yang semakin matangdan terukur sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun fondasi generasisehat Indonesia. Di tengah tantangan ketahanan pangan, inflasi harga bahan pokok, sertapersoalan gizi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, kebijakan MBG dengan fokus pada kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—menjadi langkah strategis yang tidak hanyabersifat kuratif, tetapi juga preventif dan visioner. Pemerintah tidak sekadar membagikanmakanan, tetapi sedang membangun ekosistem kesehatan publik yang berkelanjutan, berbasispencegahan, dan berdampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Anggota DPR RI, Edy Wuryanto menegaskan bahwa kebijakan MBG 2026 yang memprioritaskan kelompok 3B merupakan pilihan yang sangat rasional dan berbasis kebutuhannyata masyarakat. Menurutnya, fase awal kehidupan manusia adalah periode paling krusialdalam menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Dengan memastikan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh asupan gizi yang cukup, negara sedang melakukan investasi sosial yang sangat fundamental.  Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi ekonomikerakyatan. Pola ini menunjukkan bahwa MBG tidak berdiri sendiri sebagai program sosial, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi inklusif yang memperkuat basis produksi lokal, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah secara simultan. Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, yang menegaskan bahwa kelompok 3B memang menjadi sasaran utama MBG karenamemiliki tingkat kerentanan gizi paling tinggi. Pendekatan yang diambil pemerintah melaluiBGN menunjukkan adanya pergeseran paradigma kebijakan publik, dari pola reaktif menujupendekatan preventif dan promotif. Negara tidak lagi menunggu masyarakat jatuh dalam kondisigizi buruk atau stunting, tetapi hadir lebih awal untuk memutus mata rantai masalah kesehatansejak hulu.  Dalam konteks pembangunan nasional, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besarpenguatan kualitas SDM yang berkelanjutan. Ketika generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan cerdas, maka daya saing bangsa juga meningkat. Inilah logika pembangunan jangka panjangyang sedang dibangun pemerintah: menyiapkan manusia Indonesia unggul sebagai fondasi utamakemajuan bangsa. Dari sisi implementasi daerah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, mencatat ribuan warga kelompok 3B telah menerima layanan MBG. Fakta inimenunjukkan bahwa program tersebut tidak berhenti di tataran kebijakan, tetapi benar-benarhadir dalam praktik pelayanan publik. Implementasi di daerah menjadi bukti bahwa koordinasipusat dan daerah berjalan efektif, serta menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalammemastikan program prioritas nasional sampai ke tingkat akar rumput. Keberhasilan distribusilayanan MBG juga mencerminkan penguatan sistem pelayanan kesehatan primer yang semakinadaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam konteks desentralisasi, capaian inimemperlihatkan bahwa kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara konkret melalui tata kelola daerah yang baik dan kolaboratif. Kebijakan MBG 3B juga relevan dengan agenda nasional penurunan stunting, penguatanketahanan pangan keluarga, serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Pemerintahsecara konsisten mendorong sinergi lintas sektor antara kesehatan, pangan, pendidikan, dan ekonomi untuk memastikan dampak kebijakan bersifat holistik. Program ini tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan berbagai kebijakan strategis lainnya seperti penguatan pangan lokal, stabilisasi harga bahan pokok, serta pemberdayaan UMKM. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, pendekatan terintegrasi seperti ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidakhanya fokus pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakatsecara nyata. Lebih jauh, MBG 3B mencerminkan wajah negara yang hadir secara konkret dalam kehidupanrakyat. Negara tidak hanya hadir melalui regulasi, tetapi melalui layanan langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan publikterhadap pemerintah, karena masyarakat merasakan langsung manfaat kebijakan. Kepercayaanpublik inilah yang menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kohesi sosial. Dalam perspektif pembangunan, stabilitas sosial yang dibangunmelalui kebijakan kesejahteraan adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan desain kebijakan yang terarah, implementasi yang nyata, serta dukungan lintas sektor, MBG 3B bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan strategi pembangunan manusia yang komprehensif. Pemerintah sedang membangun fondasi generasi sehat yang akan menjadi tulangpunggung Indonesia di masa depan. Investasi pada gizi ibu dan anak hari ini adalah investasipada daya saing bangsa esok hari. Dengan langkah-langkah strategis ini, arah pembangunannasional semakin menunjukkan keberpihakan yang kuat pada kualitas manusia sebagai pusatpembangunan. Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membanguninfrastruktur manusia, yang menjadi kunci utama menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing global. *) Penulis merupakan Pengamat Sosial

Read More

1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Urgensi MBG 3B

Oleh: Dhita Karuniawati )* Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terhitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pada fase ini pertumbuhan otak berlangsung sangat cepat, fondasi sistem imun dibangun, serta perkembangan fisik dan kognitif mengalami lompatan signifikan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menimbulkan…

Read More
Peran Danantara Menguat dalam Restrukturisasi BUMN, Antam dan PTBA Kembali Berstatus Persero

Peran Danantara Menguat dalam Restrukturisasi BUMN, Antam dan PTBA Kembali Berstatus Persero

Jakarta – Peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) kian menguat dalam proses restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyusul dikembalikannya status Persero kepada PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bukit Asam Tbk. Perubahan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN dan ditegaskan tidak memengaruhi operasional maupun…

Read More
Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia

Danantara Dorong Hilirisasi Peternakan untuk Stabilkan Harga di Indonesia

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebagai langkah strategis guna menjaga kestabilan harga komoditas unggas di Indonesia. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menekan fluktuasi harga, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat pasokan daging ayam dan telur, sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi…

Read More