Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

Oleh: Zhafran Goldwin)* Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional tahun 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja generasi muda. Program ini menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman profesional dinilai semakin penting di tengah perubahan kebutuhan industri yang menuntut…

Read More

Magang Nasional Menyiapkan Generasi Kerja Makin Kompeten

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pemerintah kembali memperluas Program Magang Nasional pada 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Program yang memasuki Angkatan 2 ini tidak sekadar diarahkan untuk memberikanpengalaman kerja, tetapi juga menjadi jembatan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah mengalokasikananggaran Rp4,14 triliun, bukan Rp414 triliun sebagaimana dapat muncul dalamsejumlah penulisan judul. Anggaran tersebut merupakan bagian dari paket kebijakanstimulus ekonomi pemerintah dan ditujukan antara lain untuk memperluas kesempatankerja bagi lulusan baru perguruan tinggi.  Skala program tahun ini juga meningkat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijayamenyampaikan bahwa pemerintah menaikkan kuota peserta dari 100 ribu orang pada 2025 menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Penambahan tersebut dibagi dalam tigatahap, masing-masing sebanyak 50 ribu peserta. Menurut Teddy, peningkatan kuotamerupakan bentuk dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya memperluasakses lulusan muda memperoleh pengalaman profesional sebelum masuk ke pasar kerja secara penuh.  Program ini memiliki relevansi kuat di tengah tantangan transisi dari pendidikan kedunia kerja. Gelar akademik tidak selalu identik dengan kesiapan profesional. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, serta memahami budaya dan target organisasi. Karena itu, pengalaman langsung di lingkungan kerja menjadi bagian penting dariproses pembentukan kompetensi. Melalui masa magang selama enam bulan, pesertamemperoleh kesempatan untuk berhadapan dengan persoalan pekerjaan secara nyatasekaligus menguji kemampuan yang diperoleh selama pendidikan. Data pelaksanaan sebelumnya menunjukkan adanya hasil yang cukup signifikan. Pada Angkatan 1, sebanyak 102 ribu lulusan perguruan tinggi mengikuti program dan sekitar95 persen peserta berhasil menyelesaikan masa pemagangan. Evaluasi pemerintahjuga menunjukkan 66 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi secarasignifikan, termasuk dalam kemampuan teknis, komunikasi, dan kerja sama tim.Sebanyak 26 persen peserta bahkan dilaporkan memperoleh tawaran pekerjaansetelah menyelesaikan program.  Sementara itu, Teddy mengatakan hasil evaluasi tahun sebelumnya menunjukkansekitar 30 hingga 40 persen peserta berhasil langsung bekerja setelah masa magang. Angka tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi, pembekalan, serta pengalamankerja selama enam bulan dapat menjadi mekanisme yang efektif untukmempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kualitas tenaga kerja muda. Ia juga mencontohkan manfaat ekonomi yang diperoleh peserta selama mengikuti program. Peserta yang ditempatkan di Jakarta, misalnya, dapat menerima uang saku sekitarRp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada Angkatan 2 Batch 1, antusiasme masyarakat juga terlihat sangat tinggi. Pemerintah mencatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 orang dinyatakan memenuhipersyaratan. Setelah melalui proses seleksi nasional, sebanyak 46.160 pesertaditetapkan mengikuti program. Tahap pertama tersebut melibatkan 3.672 penyelenggara yang terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga, dengan 28.455 lowongan pemagangan.  Besarnya jumlah pendaftar sekaligus memperlihatkan persoalan yang tidak bolehdiabaikan, kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja jauh lebih besardibandingkan kapasitas yang tersedia. Dengan demikian, keberhasilan Program Magang Nasional tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah peserta yang diterima. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak peserta yang benar-benar mengalamipeningkatan kompetensi dan kemudian mampu memasuki pekerjaan yang produktif. Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie, mengatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kebutuhanbesar lulusan muda terhadap pengalaman profesional. Ia juga menggarisbawahi bahwaprogram magang seharusnya tidak berhenti pada penempatan peserta, melainkanmenjadi jembatan menuju pekerjaan dan perkembangan karier yang lebih baik.  Fahd menjelaskan sebanyak 66% peserta mengalami peningkatan kompetensi secarasignifikan, mulai dari kemampuan komunikasi, keterampilan teknis, hingga kerja samatim. Selain itu, sebanyak 26% peserta magang langsung mendapatkan tawaran kerjasebagai karyawan setelah program berakhir. Tantangan berikutnya berada pada kualitas pelaksanaan. Perusahaan dan lembagapenyelenggara perlu memastikan peserta benar-benar memperoleh pekerjaan yang relevan, pendampingan, target pembelajaran, serta evaluasi kompetensi. Tanpamekanisme tersebut, magang berisiko berubah menjadi sekadar aktivitas administratifyang memberikan pengalaman terbatas. Pemerintah juga perlu menggunakan data hasil program untuk memperbaikikesesuaian antara bidang pendidikan peserta, kebutuhan industri,…

Read More

Perpres Ojol Targetkan Aturan Lebih Adil bagi Pengemudi dan Aplikator

Jakarta – Pemerintah terus memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital yang mengatur ojek online (ojol). Regulasi tersebut ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026 dan diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pengemudi maupun perusahaan aplikator. Pemerintah juga memastikan sejumlah substansi penting, termasuk pola pembagian pendapatan dan status pengemudi,…

Read More

Perpres Ojol Disiapkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi

Jakarta – Pemerintah terus mematangkan kebijakan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Langkah tersebut ditandai dengan agenda finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang dibahas pemerintah bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pembahasan Perpres ojol melibatkan sejumlah pejabat lintas kementerian, antara lain Wakil Menteri Sekretaris Negara, Menteri Ketenagakerjaan…

Read More

Negara Hadir untuk Ojol lewat Perlindungan Pendapatan, Hak Kerja, dan Masa Depan

Oleh Aryandi* Pemerintah tengah menyiapkan babak baru dalam penataan ekosistem ojek online melalui percepatan finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang ditargetkan terbit sebelum 17 Agustus 2026. Kebijakan ini patut dipandang bukan sekadar sebagai regulasi teknis mengenai transportasi berbasis aplikasi, melainkan sebagai langkah penting negara dalam memastikan jutaan pengemudi ojol memperoleh kepastian pendapatan, perlindungan…

Read More

Menjadikan Ojol Bagian dari UMKM adalah Langkah Besar Mengangkat Kesejahteraan Rakyat

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah memperkuat kebijakan dengan memberikan perlindungan dan peluang pemberdayaan bagi pengemudi ojek online atau ojol. Langkah tersebut memasuki babak baru setelah pemerintah menyiapkan payung hukum yang mengatur pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Kebijakan ini dipandang penting karena pengemudi ojol tidak hanya menjalankan pekerjaan berbasis layanan…

Read More

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy). Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga…

Read More

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan…

Read More

Ekonomi RI Tumbuh, Buktikan Indonesia Tetap Tangguh

Oleh: Citra Kurnia Khudori )* Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai angka statistik yang menggambarkan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi suatu negara. Namun, di balik angka tersebut terdapat cerita mengenai daya tahan masyarakat, kemampuan dunia usaha bertahan menghadapi tekanan, serta kapasitaspemerintah menjaga perekonomian tetap bergerak ketika situasi global belumsepenuhnya bersahabat. Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan tersebut masih terjaga melaluipertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Angka itumenjadi sinyal bahwa mesin ekonomi nasional tetap bekerja, sementara konsumsimasyarakat, investasi, dan aktivitas domestik mampu menjadi penyangga ketikaperekonomian dunia menghadapi ketidakpastian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat pertumbuhanekonomi nasional sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menilai kondisi ekonomi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi pemerintahuntuk terus menarik investasi, termasuk melalui penguatan pasar modal sebagaibagian dari pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pasar modal memiliki posisi strategis karena dapat mempertemukankebutuhan pembiayaan perusahaan dengan sumber dana investor. Penguatanekosistem pasar modal juga menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidakhanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi semakin ditopang oleh investasiswasta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sendiri menunjukkan bahwa aktivitasdomestik masih menjadi kekuatan penting Indonesia. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan nilai PDB atas dasar harga berlakumencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun. Edy menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Pertumbuhan triwulan II 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang samapada 2025 yang berada di level 5,12 persen, meskipun secara kuartalan lajupertumbuhan melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya. Kinerja tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan pasar domestik tetapmenjadi salah satu benteng utama perekonomian Indonesia. Ketika perdaganganglobal, geopolitik, dan pasar keuangan menghadirkan ketidakpastian, konsumsirumah tangga dan investasi domestik dapat menjadi penyangga agar aktivitasekonomi tidak kehilangan momentum. Namun, pertumbuhan sebesar 5,29 persen harus terus dikawal agar kualitasnyasemakin baik, terutama melalui penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan dayasaing industri, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menyeraptenaga kerja dalam jumlah besar. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilaipertumbuhan ekonomi 5,29 persen semakin berkualitas karena berjalan beriringandengan perbaikan sejumlah indikator sosial. Ia mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, atau berkurang sekitar 430 ribuorang dibandingkan September 2025, sementara tingkat pengangguran terbukapada Februari 2026 berada di 4,68 persen. Qodari menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persensecara tahunan, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Menurutnya, investasi turut memberikan kontribusi melalui pertumbuhanPembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 6,87 persen, sebuah sinyal bahwa dunia usaha masih melihat peluang untuk melakukan ekspansi di tengah ketidakpastianglobal. Gambaran tersebut memperkuat alasan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secaralebih komprehensif. Ketika konsumsi bertahan, investasi bergerak, kemiskinanmenurun, dan pengangguran terkendali, pertumbuhan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan yang hanya ditopang oleh satu atau dua sektor. Di samping itu, pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masukmemberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Investasi idealnya tidakhanya menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuatindustri lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilantenaga kerja, dan mendorong keterhubungan antara perusahaan besar denganusaha mikro, kecil, dan menengah. Agenda hilirisasi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat menciptakan nilai tambahyang lebih besar, memperluas rantai pasok industri, sekaligus membukakesempatan kerja apabila dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif. Qodari mengungkapkan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026 melalui sejumlah kebijakan, termasuk Paket Stimulus Ekonomi…

Read More

Capaian Ekonomi RI Membuktikan Optimisme Bukan Sekadar Narasi, tetapi Fakta

Oleh: Adhitya Ramadani)* Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional…

Read More