Oleh: Yohanes Wandikbo )* Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, seruan untuk menjaga kedamaian dan ketertibansemakin menguat dari Tanah Papua. Tokoh adat dan tokoh pemuda di sejumlah wilayah Papua mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif sekaligus tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi maupun ajakandemonstrasi yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat. Imbauan tersebut menjadi relevan menjelang rencana aksi penyampaian pendapat yang disebut akan berlangsung pada 15 Agustus 2026. Para tokoh masyarakat menegaskan bahwapenyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, pelaksanaannyaperlu tetap mengedepankan ketertiban, kedamaian, etika, serta memperhatikan kepentinganmasyarakat luas agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas sosial dan ekonomi. Di Kabupaten Jayapura, sejumlah pemimpin adat menyampaikan pesan agar masyarakattidak terprovokasi dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguankeamanan. Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, mengimbau masyarakat KabupatenJayapura dan Kota Jayapura untuk tidak mengikuti kegiatan yang berpotensi berujung pada tindakan anarkis. Menurutnya, kerukunan yang selama ini terbangun harus dijaga agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, juga mengajak masyarakat lebihmengutamakan keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Ia menilai masyarakat perluberhati-hati terhadap kegiatan yang tidak memberikan manfaat nyata dan justru berpotensimenimbulkan persoalan. Sebagai pemimpin adat, Marthen menegaskan pentingnya menjagamasyarakat dari tindakan yang dapat mengarah pada kerusuhan maupun anarkisme. Sementara itu, Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, mengingatkanbahwa penyampaian aspirasi tetap merupakan hak masyarakat sepanjang dilakukan denganmenghormati adat, norma, dan aturan yang berlaku. Menurutnya, aspirasi dapat disampaikansecara damai, tertib, santun, dan bermartabat. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengansemangat demokrasi sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di Tanah Papua. Ajakan menjaga kedamaian juga disampaikan Ketua Peradilan Adat Dewan Adat Sentani sekaligus Ondofolo Kampung Puay, Yacob Fiobetauw. Ia mengajak seluruh masyarakatdari berbagai suku dan latar belakang yang berdomisili di Kabupaten Jayapura untuk menjagaTanah Papua sebagai rumah bersama. Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI dapatdimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Pesan serupa disampaikan Tokoh Pemuda Papua Pegunungan, Melianus Asso, yang meminta masyarakat, khususnya generasi muda, lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasiyang belum terverifikasi karena dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untukmenimbulkan keresahan. Melianus juga mengajak masyarakat mendukung pemerintah dalam melanjutkanpembangunan daerah. Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakantanggung jawab seluruh elemen. Kondisi yang aman akan memberikan ruang bagipemerintah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkankesejahteraan di Tanah Papua. Sementara itu, Ondofolo Heram Dasim Klewbeuw…