Ketahanan Energi Papua Dipercepat Lewat Kebijakan Terpadu

Oleh: Bima Saputra )* Pemerintah terus mempercepat penguatan ketahanan energi nasional denganmenjadikan Papua sebagai salah satu pilar strategis pembangunan sektor energi. Kebijakan yang diterapkan dirancang secara terpadu agar potensi energi Papua dapatdikelola secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakatsetempat sekaligus bagi kepentingan nasional. Papua dinilai memiliki kekayaan sumber daya energi yang besar dan beragam. Potensiini mencakup energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air, serta sumber dayaminyak dan gas bumi yang masih memiliki prospek pengembangan. Pemerintahmemandang pengelolaan energi Papua perlu dilakukan secara terencana dan terintegrasi agar mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalampeta energi nasional. Presiden memandang potensi energi di wilayah Papua sangat baik dan harus dikelola dengan prinsip keberpihakan kepada masyarakat lokal. Pemerintah, menurut Presiden, mengarahkan agar daerah-daerah di Papua dapatmenikmati secara langsung hasil dari energi yang diproduksi di wilayahnya sendiri. Arah kebijakan tersebut menegaskan bahwa pembangunan energi di Papua tidakhanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah juga menempatkan pemerataan manfaat sebagai tujuan utama agar pembangunan energimampu mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat keadilanpembangunan antarwilayah. Persoalan tingginya biaya distribusi energi menjadi perhatian serius pemerintah. Banyak wilayah di Papua selama ini masih bergantung pada pasokan bahan bakarminyak dari luar daerah dengan biaya logistik yang tinggi. Pemerintah mendorongpemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan tenaga surya dan tenaga air dinilai sesuai dengan kondisi geografisPapua. Pemerintah meyakini penggunaan sumber energi lokal dapat mengurangiketergantungan terhadap pengiriman BBM sekaligus meningkatkan keandalan pasokanenergi bagi masyarakat di wilayah terpencil. Pendekatan ini juga sejalan denganagenda transisi energi nasional. Selain energi terbarukan, pemerintah mengembangkan strategi diversifikasi energimelalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sumber daya lokal. PresidenPrabowo menilai kemandirian energi memiliki dampak langsung terhadap ketahananfiskal negara. Pemerintah melihat pengurangan ketergantungan impor BBM sebagailangkah strategis untuk mengalihkan anggaran ke sektor pembangunan, termasukpembangunan di Papua. Komitmen pemerintah pusat diperkuat melalui dukungan pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut positif rencana investasi sektorhulu minyak dan gas bumi oleh RH Petrogas Companies in Indonesia. Investasi inidinilai mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan kontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Masuknya RH Petrogas ke Papua Barat Daya dipandang sebagai wujud sinergi antarakebijakan pemerintah dan peran dunia usaha. Pemerintah daerah menilai investasi hulumigas dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, sertamemperkuat posisi Papua dalam sistem energi nasional. Dari sisi pelaksana, General Manager Operations RH Petrogas Companies in Indonesia, Alfian Telaumbanua, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemerintahdaerah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi migas. Perusahaan menilai kerja sama berkelanjutan dengan pemangku kepentingan daerahdiperlukan untuk memastikan kegiatan produksi berjalan sejalan dengan target ketahanan energi nasional, khususnya di Papua Barat Daya. Penguatan sektor migas di Papua berjalan beriringan dengan pengembangan energibaru dan terbarukan. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Papua sebagai salah satu wilayah prioritas pengembanganbioetanol. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional yang berorientasi jangka panjang. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa Papua diproyeksikan menjadi salah satu kontributor pentingproduksi bioetanol nasional. Pemerintah mengarahkan agar Papua mampumenghasilkan ratusan ribu kiloliter bioetanol per tahun, seiring dengan potensi lahandan sumber daya alam yang dimiliki. Pengembangan bioetanol dipandang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energialternatif. Pemerintah menilai sektor ini memiliki peran strategis dalam mendorongpembangunan ekonomi daerah, menciptakan nilai tambah, serta memperkuatketerlibatan masyarakat lokal dalam rantai produksi energi….

Read More

Menguatkan Fondasi Transisi Energi Rendah Karbon

Oleh: Puteri Anggina Ramadhani* Menguatkan fondasi transisi energi rendah karbon merupakan langkah strategis yang menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun sistem energi nasional yang tangguh, modern, dan berdaya saing global. Transformasi yang dijalankan PT Pertamina (Persero) melalui inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, menjadi bukti konkret bahwa agenda dekarbonisasi tidak berhenti pada tataran visi, melainkan diwujudkan dalam kebijakan operasional dan investasi teknologi yang terukur. Fasilitas yang menyuplai sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional tersebutkini diposisikan sebagai model percontohan pengelolaan terminal energi berbasisEnvironmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus tonggak penting dalammemperkuat arsitektur energi rendah karbon nasional. Penerapan asesmen delapan pilar Green Terminal menunjukkan pendekatankomprehensif yang mencakup aspek operasional, keselamatan, lingkungan, sosial, tata kelola, serta transformasi digital. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa Green Terminal merupakanbagian integral dari strategi keberlanjutan bisnis dan implementasi Roadmap Net Zero Emission 2060. Pernyataan Agung Wicaksono memperlihatkan bahwa Pertamina menempatkan keberlanjutan sebagai strategi inti korporasi, sekaligus pengungkit dayasaing jangka panjang. Integrasi standar global dalam pengelolaan terminal energistrategis memperkuat fondasi transisi energi rendah karbon yang tidak hanya ramahlingkungan, tetapi juga andal dan efisien. Langkah konkret tersebut diperkuat melalui pemanfaatan energi terbarukan di fasilitasoperasional. Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 85,5 kWp di Terminal LPG Tanjung Sekong dan 1.700 kWp di Integrated Terminal Tanjung Uban menjadi simbol percepatan dekarbonisasi berbasis teknologi. Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET), Bayu Prostiyono, menyampaikan bahwa diversifikasienergi juga dilakukan melalui peralihan penggunaan genset berbahan bakar fosil kejaringan listrik nasional serta persiapan pengembangan hidrogen hijau terintegrasidengan proyek panas bumi Ulubelu. Pernyataan Bayu Prostiyono menegaskan bahwatransformasi operasional berjalan sistematis dan progresif, memperkuat posisi terminal sebagai simpul energi modern berstandar internasional. Pengembangan ekosistem hidrogen hijau berbasis panas bumi Ulubelu menjadilompatan strategis dalam memperkuat fondasi energi rendah karbon. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalokasikan investasi sekitar 3 juta dolar AS untukproyek percontohan produksi hidrogen hijau dengan kapasitas 80–100 kilogram per harimenggunakan teknologi anion exchange membrane electrolyzer berdaya efisiensi tinggi. Direktur Utama…

Read More
Sinergi TNI - Polri Diperkuat Menjaga Keamanan Ramadan hingga Lebaran 2026

Sinergi TNI – Polri Diperkuat Menjaga Keamanan Ramadan hingga Lebaran 2026

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah tersebut menjadi fokus utama pemerintah guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah, aktivitas ekonomi, serta tradisi mudik secara aman, tertib, dan nyaman….

Read More
Pemerintah Pastikan TNI–Polri Siaga Jaga Stabilitas Selama Ramadan

Pemerintah Pastikan TNI–Polri Siaga Jaga Stabilitas Selama Ramadan

JAKARTA – Pemerintah memastikan TNI dan Polri tetap siaga penuh dalam menjaga stabilitas nasional selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Komitmen ini ditegaskan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, menjamin kelancaran aktivitas masyarakat, serta melindungi daya beli rakyat pada momentum keagamaan yang sarat makna tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan…

Read More

Menjaga Ketenteraman Ramadan melalui Kolaborasi TNI–Polri

Oleh: Indah Prameswari)* Momentum Ramadan selalu menjadi periode penting yang membutuhkan suasana aman, tertib, dan penuh ketenteraman di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, sinergi antara TNI dan Polri menjadi faktor strategis untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di berbagai wilayah. Kolaborasi aparat keamanan tidak hanya berfokus pada pengamanan ibadah, tetapi juga pada pengendalian potensi gangguan kamtibmas seperti lonjakan aktivitas…

Read More

Soliditas TNI–Polri Perkuat Stabilitas Nasional di Bulan Ramadan

Oleh: Nurmala Parameswari Putri (* Sinergi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas selama Ramadan menunjukkan soliditas dan profesionalisme aparat negara. Kolaborasi yang terencana dan terpadu inimemastikan seluruh rangkaian ibadah, aktivitas sosial, serta dinamika ekonomimasyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Kehadiran TNI–Polri di berbagai titik strategis menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memberikanrasa nyaman kepada masyarakat selama bulan suci. Pemerintah menempatkan stabilitas nasional sebagai prioritas utama, terlebihmenjelang momen keagamaan yang melibatkan jutaan orang. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap menjaditulang punggung pengamanan nasional, termasuk dalam menyambut bulan suciRamadan dan Hari Raya Idul Fitri. Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintaskementerian dan lembaga terus dilakukan secara intensif, meskipun tidak selaludisampaikan secara khusus dalam forum resmi. Dalam setiap koordinasi tersebut, TNI dan Polri selalu dilibatkan guna memastikanstabilitas serta kelancaran berbagai aspek pelayanan publik bagi masyarakat luas. Kehadiran kedua institusi ini, menurut Mensesneg, menjadi faktor krusial dalammenjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama dalam pengaturan lalulintas selama momentum penting seperti Ramadan dan Idul Fitri. Hal inimenunjukkan bahwa keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, aspek stabilitas harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian serius. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa upaya mengawalstabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjadi salah satu fokus dalamRapat Pimpinan Polri 2026. Menurutnya, pembahasan ini penting sebagai persiapanmemasuki Ramadan yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari2026. Kapolri menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh menjaga stabilitas hargakebutuhan pokok selama Ramadan melalui langkah-langkah proaktif dan terkoordinasi. Melalui sinergi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, sertapelaku usaha, Polri turut memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokokberjalan lancar sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Upaya menjaga stabilitas tidak hanya dilakukan dalam bentuk pengamanan ataupengawasan harga. Di berbagai daerah, sinergi TNI–Polri juga diwujudkan dalamkegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa kegiatan bakti kebersihan di wilayahnya merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden kepada jajaran TNI–Polridan pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan, khususnya di kawasan wisata. Menurut Kapolda Kepulauan Riau, Provinsi Kepri khususnya Kota Batam memilikiposisi strategis sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Karena itu, kebersihan dan keindahan lingkungan terus dijaga secara konsisten sebagai bagiandari komitmen bersama dalam memperkuat daya tarik daerah. Kegiatan baktikebersihan yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadisimbol nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan lingkungan yang bersihdan nyaman, terutama menjelang Ramadan. Kapolda Kepri menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secaraberkelanjutan di berbagai titik strategis. Selain memperkuat budaya hidup bersih dan sehat, inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab sosial aparat sekaligus mempereratkedekatan dengan masyarakat. Upaya tersebut menjadi fondasi penting dalammenciptakan suasana wilayah yang tertata, harmonis, dan kondusif selama bulansuci. Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar personel. Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang solid, potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan, sementara efektivitaspengamanan dapat ditingkatkan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang menjadi fondasipenting dalam menjalankan tugas selama Ramadan. Dari berbagai langkah tersebut, terlihat jelas bahwa stabilitas Ramadan tidak hanyabergantung pada satu institusi, melainkan hasil kerja sama lintas sektor. Pemerintahsebagai pembuat kebijakan, TNI dan Polri sebagai pelaksana pengamanan, sertamasyarakat sebagai elemen utama kehidupan sosial, harus berjalan seiring. Ramadan bukan sekadar perayaan spiritual, tetapi juga momentum sosial-ekonomiyang membutuhkan kesiapan sistem keamanan, logistik, dan pelayanan publik. Tanpa stabilitas, aktivitas ibadah, perdagangan, dan mobilitas masyarakat dapatterganggu. Karena itu, sinergi TNI–Polri bukan hanya penting, melainkan menjadikebutuhan strategis dalam menjaga ketertiban nasional. Pada akhirnya, stabilitas Ramadan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu mendukung langkah-langkah pemerintah serta kerja keras TNI dan Polri dalammenjaga keamanan, ketertiban,…

Read More

Tingginya Kepuasan Publik, Modal Politik bagi Pemerintahan Prabowo

Oleh : Dodik Prasetyo )* Tingkat kepuasan publik yang menembus 79,9 persen terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator kuat bahwa arah kepemimpinan nasional saat ini berada di jalur yang dipercaya masyarakat. Stabilitas angka tersebut yang relatif tidak bergeser dibandingkan tahun sebelumnyamengirimkan pesan politik penting: publik melihat adanya konsistensi kerja pemerintah sekaligus harapan terhadap masa…

Read More

Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Angka 79,9 persen bukan sekadar statistik, ia adalah cermin relasi antara pemimpin dan masyarakat tentang bagaimana legitimasi dibangun, dirawat, dan dinegosiasikan. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen menunjukkan bahwa kepercayaan sosial terhadap arah kepemimpinan nasional sedang berada pada titik yang relatif kuat. Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan…

Read More

Kepuasan Publik Tinggi Cerminkan Keberhasilan Program Pemerintahan Presiden Prabowo

Oleh : Rizky Ananta Prasetyo )*  Survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 15–21 Januari 2026 dan dirilis ke publik pada 8 Februari 2026 menghadirkan gambaran yang kuat mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 79,9 persen, terdiri atas 13,0 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 66,9…

Read More
Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

JAKARTA — Generasi Z tercatat sebagai kelompok usia dengan tingkat kepuasan tertinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Temuan ini terungkap dalam survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia, yang menunjukkan kuatnya dukungan anak muda terhadap pemerintahan saat ini melalui kebijakan yang dinilai konkret dan berdampak langsung. Peneliti utama sekaligus pendiri Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi,…

Read More