Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah

Semarak Relaunching AMANAH, Pemuda Aceh Siap Gerakkan Ekonomi Daerah

Aceh – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai pelaksanaan relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) Aceh yang digelar dengan meriah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Ratusan peserta yang terdiri dari pemuda, komunitas, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan tampak memenuhi lokasi acara dengan semangat…

Read More
AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

Aceh Besar – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai peluncuran kembali Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai penguatan peran AMANAH sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh yang semakin berkembang dan berdaya saing. Relaunching berlangsung meriah dengan dihadiri…

Read More
Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

Momentum Relaunching AMANAH Perkuat Peran Pemuda Dorong Ekonomi Kreatif Aceh

ACEH – Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak ekonomi daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi baru dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Aceh. “Relaunching ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat peran generasi muda Aceh dalam membangun ekosistem…

Read More
Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

Jakarta – Program Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas akses terhadap lapangan kerja produktif. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa revitalisasi koperasi menjadi agenda penting pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sektor ini dibandingkan…

Read More
Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang ditargetkan mencapai lebih dari 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam keterangannya, Ferry menyampaikan bahwa saat…

Read More

Koperasi Merah Putih sebagai Instrumen Penciptaan Kerja Berbasis Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Koperasi Merah Putih muncul sebagai salah satu terobosan kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerjabaru. Inisiatif ini menjadi relevan di tengah tantangan ketimpangan pembangunanantara wilayah perkotaan dan pedesaan yang masih menjadi pekerjaan rumahnasional. Dalam kerangka pembangunan inklusif, desa tidak lagi diposisikan sebagai objekpembangunan semata, melainkan sebagai subjek yang memiliki potensi besar untuktumbuh secara mandiri. Oleh karena itu, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkanmampu menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi berbasiskomunitas. Pemerintah menargetkan pembentukan koperasi desa dalam skala besar sebagaibagian dari agenda transformasi ekonomi. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga penciptaan ekosistem usaha yang mampumenyerap tenaga kerja lokal. Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan KopdesMerah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah membuka sekitar 30 ribu lowongan manajer koperasi desa. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan inimencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan koperasi dikelola secaraprofesional dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Pembukaan lapangan kerja tersebut menjadi sinyal kuat bahwa koperasi tidak lagidipandang sebagai entitas ekonomi tradisional. Sebaliknya, koperasi didorong untukbertransformasi menjadi lembaga bisnis modern yang berbasis pada prinsip gotong royong. Selain menciptakan posisi manajerial, keberadaan koperasi juga berpotensimembuka peluang kerja lain di sektor pendukung. Mulai dari administrasi, logistik, hingga pengolahan produk lokal, semua memiliki potensi untuk berkembang seiringdengan aktivitas koperasi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penciptaan kerja berbasis desa tidak harusselalu bergantung pada industrialisasi skala besar. Justru, penguatan ekonomi lokalmelalui koperasi dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan kontekstual. Di sisi lain, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas sumber dayamanusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, proses rekrutmen dan pelatihanmenjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah menekankan bahwa manajer koperasi harus memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi manajerial maupun pemahaman terhadap potensi lokal. Hal ini penting agar koperasi tidak hanya berdiri secara formal, tetapi juga mampuberoperasi secara efektif. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar dalam mendorongtransformasi ekonomi desa. Ia mengungkapkan, koperasi dapat menjadi instrumenefektif jika didukung oleh tata kelola yang baik dan integrasi dengan kebijakanekonomi lainnya. Pandangan tersebut menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar solusi instan. Diperlukan pendekatan sistemik yang mencakup penguatan kelembagaan, aksespembiayaan, dan dukungan pasar. Selain itu, keberlanjutan program juga harus menjadi perhatian utama. Koperasiyang dibentuk tidak boleh hanya aktif di awal, tetapi harus mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendampingan menjadi kunci penting. Pemerintah dan pemangkukepentingan lainnya perlu memastikan bahwa koperasi mendapatkan dukunganyang memadai, terutama pada fase awal operasional. Di sisi lain, partisipasi masyarakat menjadi elemen yang tidak kalah penting. Koperasi hanya akan berhasil jika didukung oleh keterlibatan aktif dari anggota dan komunitas setempat. Hal ini menuntut adanya kepercayaan terhadap pengelola koperasi. Transparansidan akuntabilitas menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan tersebut. Koperasi Merah Putih juga memiliki potensi untuk mengurangi urbanisasi. Dengantersedianya lapangan kerja di desa, masyarakat tidak perlu lagi berpindah ke kotauntuk mencari penghidupan. Dampak sosial dari kebijakan ini juga cukup signifikan. Selain meningkatkanpendapatan, koperasi dapat memperkuat solidaritas dan kohesi sosial di tingkatdesa. Dalam jangka panjang, penguatan ekonomi desa akan berkontribusi terhadapstabilitas ekonomi nasional. Desa yang mandiri akan menjadi fondasi yang kuat bagipembangunan yang berkelanjutan. Namun demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan. Langkah ini penting agar setiapkendala yang muncul dapat segera diatasi. Dengan pendekatan yang adaptif, program Koperasi Merah Putih dapat terus disempurnakan. Lebih dari sekadar program ekonomi, koperasi ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat….

Read More

Koperasi Merah Putih dan Integrasi Ekonomi Desa Berkelanjutan

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah Indonesia terus mempercepat penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang kini menjadi salah satu prioritas utama nasional pada tahun 2026. Program ini dirancang sebagai strategi besar untuk membangun sistem ekonomi desa yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan…

Read More
Tekanan Energi Dunia Naik, Pemerintah Pastikan BBM Tetap Terkendali

Tekanan Energi Dunia Naik, Pemerintah Pastikan BBM Tetap Terkendali

Jakarta – Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tetap terkendali di tengah meningkatnya tekanan energi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengungkapkan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, dikarenakan kondisi pasokan energi domestik yang masih relatif terjaga….

Read More
Gejolak Global Menguat, Pemerintah Kunci Stabilitas BBM Nasional

Gejolak Global Menguat, Pemerintah Kunci Stabilitas BBM Nasional

Jakarta – Di tengah tekanan geopolitik global yang terus memicu lonjakan harga energi, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas dalam negeri. Ketika banyak negara mulai menaikkan harga bahan bakar secara signifikan, Indonesia justru memperkuat skema subsidi silang sebagai benteng perlindungan bagi masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai respons ekonomi, tetapi juga sebagai…

Read More

Stabilitas BBM di Tengah Turbulensi Global

Oleh : Rivka Mayangsari*) Di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ketika berbagai negara menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi yang dipicu oleh konflik geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia, Indonesia justru mampu mempertahankan stabilitas harga BBM. Kondisi ini tidak…

Read More