Presiden Prabowo dan Agenda Membersihkan Pemerintahan Daerah dari Korupsi

Oleh: Bagas Nurahman)* Agenda membersihkan pemerintahan daerah dari korupsi menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat tata kelola pemerintahan nasional. Melalui penguatan sistem pengawasan, penegakan hukum yang konsisten, serta pembangunan budaya birokrasi yang berintegritas, Presiden mendorong terciptanya pemerintahan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan di daerah, meningkatkan…

Read More

Mengawal Pembenahan Tata Kelola Politik dalam Pemberantasan KorupsiDaerah

Oleh: Zulvan Maulana)* Penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat daerah terus menjadi prioritas dalammewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel. Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan menunjukkan komitmen pemerintahuntuk memperkuat integritas penyelenggara negara sekaligus membangun sistempemerintahan yang lebih profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Sejalan dengan itu, upaya pencegahan korupsi terus diperkuat melalui reformasi tata kelola, penyempurnaan sistem politik, peningkatan transparansi, serta penguatanbudaya integritas di seluruh jenjang pemerintahan. Pendekatan yang mengedepankan pencegahan, didukung penegakan hukum yang konsisten, diharapkan mampu menciptakan pemerintahan daerah yang semakin bersih, berdaya saing, dan dipercaya masyarakat, sehingga pembangunan dapat berjalanlebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan rakyat. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap masih banyaknya kepala daerah yang terjeratkasus korupsi. Menurutnya, Presiden Prabowo memandang fenomena tersebutsebagai persoalan yang harus diselesaikan melalui pembenahan sistem secaramenyeluruh, bukan hanya melalui penghukuman terhadap pelaku. Ia menjelaskan bahwa salah satu akar persoalan terletak pada tingginya biaya politikyang harus ditanggung dalam proses demokrasi. Kondisi tersebut berpotensimendorong lahirnya praktik-praktik yang tidak sehat apabila tidak diimbangi dengansistem politik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Dalam pandangan tersebut, pembenahan tata kelola politik menjadi bagian pentingdari agenda reformasi kelembagaan. Demokrasi yang berkualitas tidak hanyaditentukan oleh keberhasilan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga oleh kemampuansistem menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Muzani juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berharap penyusunan arahpembangunan jangka panjang, termasuk melalui penyempurnaan pokok-pokokhaluan pembangunan, dapat menghadirkan kesinambungan kebijakan nasional. Dengan arah pembangunan yang lebih jelas, pemerintah daerah diharapkanmemiliki pedoman yang konsisten dalam menjalankan pembangunan sekaligusmemperkuat tata kelola pemerintahan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pemberantasan korupsi dipandang sebagaibagian dari reformasi tata kelola negara secara menyeluruh. Pencegahan korupsitidak hanya dilakukan melalui pengawasan yang ketat, tetapi juga melaluipenyederhanaan sistem yang mampu menutup ruang penyalahgunaankewenangan. Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerahagar pelaksanaan program pembangunan berlangsung lebih transparan. Penguatan sistem pengawasan internal, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatanakuntabilitas birokrasi menjadi bagian dari upaya memperkecil peluang terjadinyapraktik koruptif. Langkah tersebut penting karena pembangunan daerah memegang peran strategisdalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin baik tata kelolapemerintahan daerah, semakin besar pula peluang terciptanya pelayanan publikyang berkualitas dan pembangunan yang merata. Dalam konteks otonomi daerah, pemerintah menghadapi tantangan untuk menjagakeseimbangan antara kewenangan daerah dan akuntabilitas penyelenggarapemerintahan. Otonomi yang kuat harus disertai mekanisme pengawasan yang mampu memastikan setiap kebijakan dijalankan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Herman Nurcahyadi Suparman atau Armand, menilai bahwa pembenahan tata kelola daerah perlu terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai langkah reformasi yang dilakukanpemerintah menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas tata kelolapemerintahan di daerah. Ia berpandangan bahwa penguatan kapasitas birokrasi, peningkatan transparansipelayanan, dan penyederhanaan regulasi akan memberikan ruang yang lebih besarbagi pemerintah daerah untuk bekerja secara profesional. Pada saat yang sama, sistem yang lebih sederhana juga dapat memperkecil peluang munculnya praktikpenyalahgunaan kewenangan. Armand juga menerangkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanyadiukur dari besarnya anggaran yang dikelola, tetapi juga dari kualitas tata kelolayang mampu menghasilkan pelayanan publik yang efektif. Karena itu, reformasi birokrasi dan peningkatan akuntabilitas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkandari agenda pembangunan nasional. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukanpendekatan yang lebih komprehensif. Penegakan hukum tetap penting, namunpencegahan melalui pembenahan sistem akan memberikan dampak yang lebihberkelanjutan bagi kualitas demokrasi dan pemerintahan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga akan semakin meningkatapabila tata kelola pemerintahan mampu menunjukkan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalammempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional hingga kedaerah. Pembenahan sistem politik dan birokrasi pada akhirnya tidak hanya bertujuanmengurangi angka korupsi, tetapi juga menciptakan pemerintahan yang lebih efektif. Ketika integritas menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan, makamanfaat pembangunan akan lebih mudah dirasakan oleh masyarakat. Upaya tersebut membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangkukepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, hingga masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan mempercepat terbentuknya tata kelola pemerintahan yang semakin bersih dan profesional. Komitmen memperbaiki sistem sebagaimana terus didorong pemerintah menjadilangkah penting untuk memastikan pembangunan daerah berlangsung secaraakuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan tata kelola politik yang semakin baik, daerah akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh, berdayasaing, dan memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas. )* Konsultan Politik di Jawa Barat

Read More

Korupsi Kepala Daerah Diwaspadai, Prabowo Minta Tata Kelola Daerah Diperkuat

Jakarta – Pemerintah memperkuat upaya pencegahan korupsi di tingkat daerah dengan mendorong pengawasan yang lebih efektif, peningkatan integritas kepala daerah, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya sejumlah kasus korupsi yang melibatkan penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah menilai tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik menjadi kunci untuk menjaga…

Read More

Presiden Prabowo Perkuat Komitmen Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dari Korupsi

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus memperkuat komitmen mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih, transparan, dan berintegritas sebagai fondasi pembangunan nasional. Penguatan tata kelola tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mengatakan Presiden memberikan perhatian besar terhadap…

Read More

Momentum HUT RI Perkuat Ketahanan Energi lewatPengembangan CNG 3 Kg

Oleh: Anindya Putri )* Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tidak hanya menjadimomentum mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi jugamenjadi pengingat pentingnya memperkuat kemandirian di berbagaisektor strategis.  Bidang energi menjadi salah satu fondasi utama dalam menjagakeberlanjutan pembangunan nasional. Karena itu, langkah pemerintahmengembangkan tabung compressed natural gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif LPG 3 kilogram menjadi bagian dari upaya memperkuatketahanan energi Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya dalamnegeri. Program CNG 3 kilogram kini memasuki fase yang semakin menentukan. Pemerintah memastikan seluruh proses pengujian dilakukan secarabertahap sebelum produk digunakan oleh masyarakat. Pendekatantersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utamasehingga implementasi program dapat berjalan dengan baik danmemperoleh kepercayaan publik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,menjelaskan bahwa hasil pengembangan tabung CNG 3 kilogram besertasistem katupnya telah dipresentasikan kepadanya. Menurutnya, Lemigassaat ini sedang menyelesaikan tahapan pengujian terakhir sebelumproduk dinyatakan siap melanjutkan proses berikutnya. Tahap yang masih harus dilalui adalah uji tembak atau fire test. Pengujianitu dilakukan untuk memastikan ketahanan tabung ketika menghadapikondisi ekstrem, termasuk paparan suhu tinggi hingga sekitar 850 derajatCelsius. Proses tersebut menjadi syarat penting agar produk memenuhistandar keselamatan sebelum diproduksi dan digunakan secara luas. Pengujian tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga masihberlangsung di China. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari kualitas material, sistem keamanan, hingga kelayakanoperasional, benar-benar memenuhi standar yang dipersyaratkan. Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa setiap tahapan dilakukansecara hati-hati tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Bahlil belum menetapkan waktu pasti dimulainya implementasipenggunaan tabung CNG 3 kilogram di masyarakat. Fokus pemerintahsaat ini tetap diarahkan pada penyelesaian seluruh rangkaian pengujianagar tidak ada tahapan yang terlewati sebelum program memasuki fasepenerapan. Pengembangan CNG 3 kilogram merupakan bagian dari strategidiversifikasi energi nasional. Kehadiran alternatif selain LPG diharapkanmampu memperluas pilihan energi rumah tangga sekaligus meningkatkanpemanfaatan gas bumi yang tersedia di dalam negeri. Langkah itumemiliki arti penting karena Indonesia memiliki potensi gas yang besardan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat. Keberhasilan implementasi program juga bergantung pada kesiapaninfrastruktur distribusi. Karena itu, dukungan dari PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran CNG dapat berjalan sesuai kebutuhan pemerintah. Perusahaan menyatakansiap berkontribusi apabila memperoleh penugasan resmi dalampelaksanaan program tersebut. Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, menjelaskanbahwa keterlibatan perusahaan akan disesuaikan dengan fungsi bisnisyang dimiliki sebagai pengelola infrastruktur gas. Menurutnya, dukungandapat diberikan melalui penyediaan jaringan pipa maupun fasilitas stasiunkompresi yang diperlukan dalam sistem distribusi CNG. Kesiapan itu didukung oleh jaringan pipa gas yang telah terhubung dariSumatera bagian tengah hingga Jawa Timur. Infrastruktur tersebutmenjadi tulang punggung transmisi gas nasional dan memberikan modal yang kuat untuk mendukung pengembangan program apabila pemerintahmenetapkan mekanisme pelaksanaannya. Sulthani juga menegaskan bahwa skema distribusi serta mekanismebisnis masih menunggu keputusan dari Kementerian ESDM, khususnyaDirektorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Penetapan kebijakan itunantinya akan menjadi dasar bagi Pertagas dalam menjalankan peransesuai kebutuhan pemerintah. Keberadaan infrastruktur yang telah tersedia memberikan keuntungantersendiri bagi implementasi CNG. Pemanfaatan jaringan eksistingmemungkinkan distribusi dilakukan secara lebih efisien dibandingkanapabila seluruh fasilitas harus dibangun dari awal. Kondisi tersebutmembuka peluang percepatan pengembangan program, terutama di wilayah yang telah memiliki jaringan gas memadai. Dukungan terhadap pengembangan CNG juga datang dari kalanganlegislatif. Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, JamaludinMalik, menilai langkah pemerintah mengembangkan CNG sebagaialternatif LPG subsidi merupakan strategi yang tepat dalam memperkuatkemandirian energi nasional. Jamaludin berpandangan bahwa Indonesia memiliki cadangan gas yang besar, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Potensi tersebutdinilai perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhanenergi domestik sehingga manfaat sumber daya alam dapat dirasakanlebih luas oleh masyarakat. Menurut Jamaludin, pengembangan CNG menjadi solusi yang dapatmembantu menekan ketergantungan terhadap impor LPG sekaligusmemperkuat ketahanan energi nasional. Langkah itu juga dipandangmampu membuka peluang efisiensi anggaran karena selama ini subsidiLPG memberikan beban yang cukup besar terhadap APBN. Dukungan dari pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan DPR menunjukkan bahwa pengembangan CNG 3 kilogram bukanlah program yang berdiri sendiri. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menghadirkan sistem energi yang lebih tangguh danberdaya saing. Semangat kemerdekaan yang diperingati setiap Agustus menjadipengingat bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diwujudkan melaluipembangunan politik dan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuanmengelola sumber daya energi secara mandiri. …

Read More

CNG 3 Kg Merah Putih, Langkah Nyata MenujuKemerdekaan Energi Indonesia

Oleh: Arga Pratama )* Momentum peringatan Hari Kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untukmenegaskan kembali komitmen Indonesia dalam memperkuatkemandirian energi nasional. Salah satu langkah yang kini memasuki fasepenting adalah pengembangan tabung compressed natural gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram. Program ini bukan sekadarmenghadirkan alternatif energi bagi masyarakat, tetapi juga menjadibagian dari strategi besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas buminasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Komitmen pemerintah dalam merealisasikan program itu semakin terlihatsetelah proses pengembangannya memasuki tahapan akhir sebelumdiperkenalkan kepada masyarakat. Kementerian Energi dan Sumber DayaMineral (ESDM) memastikan seluruh rangkaian pengujian terus berjalanagar produk yang nantinya digunakan benar-benar memenuhi standarkeamanan dan kelayakan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pengembangantabung CNG Merah Putih 3 kilogram kini hanya menyisakan satu tahapanpenting, yakni uji tembak. Pengujian itu dilakukan untuk memastikanketahanan tabung terhadap suhu ekstrem hingga sekitar 850 derajatCelsius sehingga aspek keselamatan dapat dipastikan sebelumdigunakan secara luas oleh masyarakat. Pengujian tidak hanya dilaksanakan di luar negeri, tetapi juga dilakukan di Indonesia. Bahlil menyampaikan bahwa proses tersebut berlangsung di China dan akan dilanjutkan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Pelaksanaan pengujian di dalam negeri menjadi bagianpenting dalam memastikan seluruh spesifikasi teknis sesuai denganstandar yang ditetapkan pemerintah. Keberhasilan melewati tahap pengujian akan menjadi penanda bahwaproyek CNG Merah Putih semakin dekat memasuki fase pengenalankepada masyarakat. Pemerintah berharap proses tersebut dapatdiselesaikan pada Agustus sehingga masyarakat mulai mengenalteknologi baru yang disiapkan sebagai alternatif penggunaan LPG 3 kilogram. Langkah itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak terburu-buru dalammeluncurkan sebuah program strategis. Aspek keamanan ditempatkansebagai prioritas utama karena tabung CNG nantinya akan digunakanlangsung oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Pendekatan yang mengedepankan keselamatan diharapkan mampu membangunkepercayaan publik sejak tahap awal implementasi. Pengembangan CNG Merah Putih juga menjadi simbol bahwa Indonesia terus berupaya memanfaatkan sumber daya energi domestik secara lebihoptimal. Selama ini gas bumi merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dalam jumlah besar. Pemanfaatannya untuk kebutuhanrumah tangga diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligusmemperkuat ketahanan energi nasional. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, LaodeSulaeman, juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkanpelaksanaan uji coba penggunaan tabung CNG 3 kilogram di kota-kotabesar. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagailokasi awal implementasi karena didukung infrastruktur gas yang relatifmemadai. Pemilihan kota percontohan menunjukkan bahwa implementasi program dilakukan secara bertahap. Pemerintah memilih daerah yang memilikikesiapan infrastruktur sehingga distribusi dan pengawasan dapatberlangsung lebih efektif sebelum cakupan program diperluas ke wilayah lain. Laode menjelaskan bahwa seluruh sampel tabung harus lebih dahulumelewati pengujian di Lemigas. Pengujian itu bertujuan memastikankualitas produk, tingkat keamanan, serta kelayakan operasional sebelummasyarakat mulai menggunakan tabung CNG sebagai alternatif energirumah tangga. Fokus pemerintah saat ini belum diarahkan pada besarnya kuotadistribusi. Laode menegaskan bahwa perhatian utama berada pada aspekkeselamatan serta penyusunan mekanisme penyaluran yang tepat. Pendekatan tersebut dinilai penting agar implementasi program berjalansecara terukur tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepadamasyarakat. Di sisi lain, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalammenentukan keberhasilan implementasi CNG Merah Putih. Program inidirancang memanfaatkan jaringan gas bumi yang telah tersedia sehinggadistribusi dapat dilakukan secara lebih efisien pada wilayah yang sudahmemiliki konektivitas memadai. Dukungan terhadap program itu juga datang dari PT Pertamina Gas (Pertagas). Perusahaan menyatakan siap mengambil peran apabilamemperoleh penugasan dari pemerintah untuk mendukungpengembangan maupun penyaluran CNG sesuai fungsi bisnis yang dimiliki sebagai pengelola infrastruktur gas. Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menjelaskanbahwa perusahaan memiliki kesiapan untuk mendukung kebutuhaninfrastruktur sesuai desain teknis yang nantinya ditetapkan pemerintah. Menurutnya, implementasi CNG membutuhkan perencanaan menyeluruh, mulai dari sistem penyaluran gas, lokasi stasiun kompresi, titik pasok, hingga mekanisme bisnis yang akan diterapkan. Kesiapan itu didukung jaringan infrastruktur yang telah dimiliki Pertagas. Perusahaan mengelola jaringan pipa gas sepanjang hampir tiga ribukilometer yang menghubungkan berbagai wilayah strategis. Di Jawa Barat sendiri, jaringan transmisi yang beroperasi mencapai ratusan kilometer dengan berbagai ukuran diameter pipa sehingga mampu mendukungdistribusi gas ke berbagai sektor. Pengembangan CNG Merah Putih 3 kilogram akhirnya mencerminkanarah baru kebijakan energi nasional yang semakin berorientasi padapemanfaatan sumber daya dalam negeri. Program ini tidak hanyamenghadirkan alternatif energi yang lebih efisien, tetapi jugamemperlihatkan keseriusan pemerintah membangun sistem energi yang aman, berkelanjutan, dan berbasis kemampuan nasional. Semangat kemerdekaan yang menyertai pengembangan program itumemberikan makna bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dariaspek politik, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan energisecara mandiri.  Ketika sumber daya nasional mampu dimanfaatkan untuk kepentinganmasyarakat dengan dukungan teknologi, industri, dan infrastruktur dalamnegeri, Indonesia sedang melangkah lebih dekat menuju cita-cita besarsebagai bangsa yang berdaulat di bidang energi. *) Pengamat Isu Ketahanan Energi

Read More

Jelang HUT RI, CNG 3 Kg Masuki Uji Akhir untuk Perkuat Bauran Energi

JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian energi nasional melalui diversifikasi sumber energi. Salah satu langkah strategis tersebut ditunjukkan dengan pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram yang kini telah memasuki tahap akhir pengujian sebelum diperkenalkan kepada masyarakat. Menteri Energi dan…

Read More

Kemerdekaan Energi Diperkuat, Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg Pengganti LPG Subsidi

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian dan kemerdekaan energi nasional melalui pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram bersubsidi. Saat ini, pengujian teknis terhadap tabung dan katup (valve) CNG telah memasuki tahap akhir di Balai Besar…

Read More

Perang Algoritma AI Makin Kompleks, Publik Diminta Verifikasi Informasi Digital

Jakarta – Perkembangan Artificial Intelligence atau AI telah mengubah lanskap informasi digital secara signifikan. Di tengah semakin kompleksnya persaingan algoritma yang menentukan distribusi informasi di berbagai platform digital, pemerintah mengajak masyarakat untuk membiasakan verifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskannya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, menegaskan bahwa di tengah algoritma platform yang dirancang mengejar…

Read More

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional Hadapi Perang Algoritma AI

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat ekosistem media digital nasional sebagai langkah menghadapi tantangan baru di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi arus informasi dan pembentukan opini publik. Di tengah dominasi algoritma platform digital, pemerintah menilai keberadaan media arus utama yang mengedepankan akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik menjadi kunci menjaga kualitas informasi sekaligus memperkuat…

Read More