Presiden Prabowo dan Putin Bahas Masa Depan KemitraanRI-Rusia, Energi Nuklir Jadi Salah Satu Fokus
Oleh: Arbhi Pratama )* Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin membahas arah masa depan kemitraan Indonesia dan Rusia dalampertemuan di Vladivostok, Rusia. Penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, hingga energi menjadi bagian penting dalampembicaraan kedua kepala negara. Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di sela agenda Eastern Economic Forum 2026. Presiden Rusia Vladimir Putin menyambutkedatangan Prabowo dalam jamuan santap siang yang menjadi bagiandari rangkaian kunjungan Presiden Indonesia ke Rusia. Hubungan Indonesia dan Rusia telah memiliki fondasi yang kuat melaluipersahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun. Presiden Vladimir Putin menilai kedekatan kedua negara dapat menjadi dasar untukmemperluas kerja sama ke berbagai sektor strategis. Posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik juga menjadi perhatian Rusia. Presiden Vladimir Putin memandang Indonesia sebagai salah satu mitrakunci Rusia di kawasan karena peran strategis Indonesia dalamhubungan regional. Hubungan Indonesia dan Rusia juga mencakup kerja sama dalamkerangka ASEAN. Presiden Vladimir Putin menilai Indonesia sebagaisalah satu sahabat Rusia yang tepercaya dalam organisasi kawasan Asia Tenggara. Kerja sama ekonomi dan teknis Indonesia-Rusia terus berjalan melaluiKomisi Bersama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Presiden Vladimir Putin menyampaikan bahwa mekanisme bilateral ituterus digunakan untuk mengembangkan berbagai bidang kerja sama. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatiandalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi juga masuk dalamsektor yang dinilai memiliki peluang untuk diperkuat. Energi nuklir menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khususdalam pembahasan kedua negara. Rusia menunjukkan minat untukmengembangkan kerja sama energi nuklir bersama Indonesia sebagaibagian dari perluasan kemitraan di sektor energi. Pengembangan energi nuklir dapat menjadi salah satu peluang kerjasama jangka panjang bagi Indonesia dan Rusia. Teknologi, pengetahuan, dan pengembangan kapasitas menjadi aspek yang dapat mendukungkerja sama energi apabila kedua negara melanjutkan pembahasan ketahap yang lebih konkret. Presiden Vladimir Putin berharap pertemuan dengan Presiden Prabowo dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Pemerintah Rusia melihat momentum pertemuan kedua pemimpinsebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama yang sudah berjalansekaligus membuka peluang baru. Presiden Prabowo Subianto menyambut baik komitmen Rusia untukmeningkatkan hubungan bilateral. Pemerintah Indonesia menilaiperkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan menunjukkankemajuan yang dapat menjadi dasar untuk memperluas kolaborasi. Posisi Indonesia dan Rusia sebagai negara yang memiliki keterkaitandengan kawasan Pasifik turut menjadi pertimbangan dalam penguatanhubungan bilateral. Presiden Prabowo menilai konektivitas dan kerjasama maritim memiliki arti penting, terutama bagi Indonesia sebagainegara kepulauan. Kerja sama maritim Indonesia-Rusia dapat menjadi salah satu ruanguntuk memperkuat konektivitas kedua negara. Pemerintah Indonesia juga melihat peningkatan kerja sama di berbagai sektor sebagai bagian dariupaya menciptakan manfaat bersama. Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk meningkatkankerja sama dengan Rusia di berbagai bidang. Pemerintah Indonesia berkomitmen memperluas hubungan bilateral sejalan denganperkembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sektor lainnya. Sektor energi menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatianlangsung dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia. Menteri Energidan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Prabowo untuk memastikan pembahasan energi menjadi bagian penting dalamkerja sama bilateral. Juru Bicara Kementerian…
