Pemerintah Perkuat DHE SDA dengan Regulasi Tegas dan Adaptif

Oleh: Juniansyah Putra)* Devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pengelolaan devisa di dalam negeri dapat memperkuat likuiditas valuta asing, mendukung stabilitas makroekonomi, serta menyediakan ruang pembiayaan bagi investasi dan hilirisasi sumber daya alam. Namun, kebijakan DHE SDA harus mampu menjawab dua kepentingan secara bersamaan, yakni menjaga kepentingan ekonomi…

Read More

Pemerintah Relaksasi DHE SDA Tambang untuk Jaga Likuiditas Ekspor

Jakarta – Pemerintah memberikan relaksasi terhadap ketentuan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) bagi sebagian eksportir sektor pertambangan. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi eksportir yang memenuhi kriteria tertentu untuk menempatkan DHE SDA paling sedikit 30 persen selama paling singkat tiga bulan, dibandingkan ketentuan umum sebesar 100 persen selama 12 bulan. Fasilitas tersebut mulai…

Read More

Skema Baru DHE SDA Tambang Perkuat Kepastian Usaha dan Devisa Nasional

JAKARTA – Pemerintah memperkuat kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) melalui penerapan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Ketentuan yang berlaku untuk Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) mulai 1 September 2026 tersebut memberikan relaksasi bagi eksportir sektor pertambangan yang memenuhi kriteria. Melalui skema baru ini, eksportir pertambangan yang memenuhi persyaratan…

Read More

Investasi Berkualitas Melalui PFII Percepat Lompatan Ekonomi Indonesia

Oleh : Wisnu Arta )* Indonesia tengah memasuki fase penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII. Kehadiran PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan baru, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membawa Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia.  Dengan memperluas akses terhadap modal global, memperdalam pasar keuangandomestik, serta menghadirkan ekosistem jasa keuangan berstandar internasional, PFII diharapkan mampu menjadi pengungkit bagi masuknya investasi berkualitas yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional. Langkah tersebut memperoleh landasan hukum setelah DPR bersama pemerintahmengesahkan Undang-Undang PFII pada 21 Juli 2026. Pengesahan ini menjadimomentum strategis karena memberikan kepastian hukum bagi pengembangan pusatfinansial internasional di Indonesia. DPR menilai PFII dapat memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas sumber pembiayaan pembangunan, meningkatkandaya saing sektor jasa keuangan, sekaligus menciptakan lapangan kerjaberketerampilan tinggi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Pusat FinansialInternasional Indonesia (PFII) dirancang untuk menarik arus modal asing dan investasiportofolio berkualitas secara berkelanjutan guna memperluas sumber pembiayaanjangka panjang bagi perekonomian nasional. Pemerintah melihat PFII sebagai bagian dari kebutuhan Indonesia untuk melakukanlompatan strategis di tengah persaingan ekonomi global. Sebagai salah satu kekuatanekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, Indonesia memiliki basis ekonomiyang cukup kuat untuk membangun pusat finansial yang kredibel, berintegritas, dan mampu terhubung dengan jaringan keuangan internasional. PFII dirancang bukan untukmenggantikan sistem keuangan nasional yang sudah berjalan, melainkanmelengkapinya melalui ekosistem jasa keuangan yang terintegrasi dan memiliki standarinternasional. Kekuatan utama PFII terletak pada kemampuannya membuka akses yang lebih luasterhadap modal dan investasi jangka panjang. Pemerintah menempatkan perluasanakses modal, pembangunan ekosistem jasa keuangan inovatif, serta peningkatan dayasaing nasional sebagai tiga pilar utama pengembangan PFII. Strategi ini menunjukkanbahwa investasi yang ingin ditarik bukan sekadar modal yang masuk kemudian keluarkembali, tetapi investasi yang dapat memperkuat kapasitas ekonomi Indonesia dalamjangka panjang. Investasi berkualitas memiliki arti penting karena dampaknya dapat menjalar keberbagai sektor. Ketika modal global masuk ke proyek infrastruktur, transisi energi, industri berteknologi tinggi, konektivitas, maupun sektor produktif lainnya, manfaatnyatidak berhenti pada nilai investasi semata. Modal tersebut dapat mendorong penciptaanlapangan kerja, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertamemperkuat keterhubungan Indonesia dengan rantai pasok global. Dalam konteks tersebut, PFII dapat menjadi jembatan antara kebutuhan pembiayaanpembangunan nasional dengan sumber modal internasional. Indonesia memilikiberbagai proyek strategis yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang dan berskala besar. Kehadiran pusat finansial internasional dapat mempertemukan proyek-proyek tersebut dengan investor institusional, sovereign wealth fund, perusahaanmultinasional, lembaga keuangan, maupun berbagai sumber pendanaan global lainnya. Upaya membangun ekosistem tersebut juga mulai diperkuat melalui keterlibatanDanantara. Menjelang penyelenggaraan PFII, Danantara melakukan pendekatankepada investor dari kawasan Asia untuk memperkenalkan peluang investasi di Indonesia. Langkah ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya menyiapkanregulasi, tetapi juga membangun komunikasi aktif dengan calon investor agar peluanginvestasi dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret. Sejumlah sektor strategisseperti infrastruktur hijau, transisi energi, konektivitas logistik, dan industri berbasisteknologi menjadi bagian dari peluang yang ditawarkan. Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto mengatakan bahwainvestasi yang masuk melalui PFFI harus memberikan multiplier effect bagiperekonomian nasional. Manfaat tersebut antara lain dirasakan oleh UMKM, terciptanyalapangan kerja berkualitas, serta meningkatnya kapasitas sumber daya manusiamelalui transfer pengetahuan dan teknologi,…

Read More

PFII: Strategi Investasi Nasional, Merebut Kepercayaan Modal Dunia

*) Oleh: Ahmad Zulfikar Persaingan memperebutkan modal global semakin ketat di tengah perubahanekonomi dunia yang berlangsung cepat. Investor internasional tidak lagi hanyamempertimbangkan besarnya pasar dan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas, kemudahan investasi, serta kualitas ekosistem keuangan. Kondisi tersebut mendorong Indonesia membutuhkan instrumen baru yang mampumempertemukan kekuatan ekonomi domestik dengan sumber pembiayaan global secara lebih efektif. Dalam konteks inilah pemerintah menyiapkan Pusat FinansialInternasional Indonesia (PFII) sebagai hub keuangan berstandar global sekaligusstrategi untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi dunia. Kebutuhan tersebut berangkat dari besarnya potensi ekonomi Indonesia yang masihdapat dikembangkan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwapemerintah menyiapkan pusat keuangan internasional karena Indonesia dinilai masihmemiliki ruang perkembangan yang cukup besar sehingga membutuhkan perangkatyang mampu mendukung masuknya investasi dari berbagai negara. PFII diarahkanuntuk menjawab kebutuhan pembiayaan ekonomi nasional sekaligus memperkuatposisi Indonesia dalam jaringan finansial internasional. Dengan adanya pusat finansialyang dirancang secara khusus, Indonesia memiliki peluang lebih besar untukmengoptimalkan arus modal global bagi kepentingan pembangunan nasional. Selanjutnya, peluang tersebut menjadi semakin relevan jika melihat besarnya dana global yang sedang mencari pusat finansial baru. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengatakan pembentukan PFII bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat finansial internasional yang mampu menarik dana global untukmembiayai berbagai investasi strategis di dalam negeri. Menurut Hekal, dunia memiliki sekitar 3,2 triliun dolar AS dana keluarga kaya atau family office, dan sekitar65 persen di antaranya disebut sedang mencari pusat finansial baru. Ia juga menjelaskan bahwa seluruh transaksi di PFII akan menggunakan valuta asingsehingga keberadaannya tidak diarahkan untuk bersaing langsung dengan perbankannasional dalam menghimpun dana masyarakat. Hekal menambahkan bahwa negara-negara yang berhasil membangun pusat finansial internasional mampu memperolehtambahan pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 0,5 persen terhadap PDB, sehinggaPFII diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai instrumen pembiayaan investasisekaligus penggerak pertumbuhan nasional. Besarnya peluang tersebut tentu harus diikuti dengan tata kelola yang kredibel. Pusat finansial internasional tidak akan mampu bertahan hanya dengan menawarkaninsentif investasi apabila tidak disertai kepastian regulasi dan sistem pengawasanyang kuat. Dalam hal ini, Direktur Eksekutif DEN Pantro Pander Silitonga menilaitingginya minat masyarakat terhadap teknologi blockchain dan aset kripto perludiwadahi melalui komunikasi yang solid antara pelaku industri, regulator, dan parlemen. Pantro menjelaskan bahwa aset digital nantinya masuk dalam cakupanpengawasan Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII yang memiliki kewenangandalam perizinan, pemeriksaan, penegakan hukum administratif, hingga perlindungankonsumen terhadap berbagai instrumen finansial, derivatif, bursa, dan transaksi over-the-counter (OTC). Ia juga menilai kemudahan fiskal yang kompetitif dapat menjadisalah satu daya tarik PFII bagi investor global, tetapi pusat finansial tersebut harusdiarahkan bukan sekadar sebagai tempat transit kapital, melainkan sebagai pintumasuk pembiayaan bagi sektor riil nasional. Dengan demikian, keberhasilan PFII tidak semestinya diukur hanya berdasarkanjumlah modal asing yang berhasil dihimpun. Ukuran yang lebih penting adalahkemampuan mengubah kapital global menjadi investasi produktif yang menciptakannilai tambah di dalam negeri. Dana yang masuk perlu diarahkan untuk memperkuatindustri, infrastruktur, teknologi, energi, ekonomi digital, serta sektor-sektor strategisyang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas. Orientasitersebut penting agar manfaat PFII tidak berhenti di pusat-pusat finansial, tetapimengalir ke berbagai sektor ekonomi dan masyarakat secara lebih luas. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan bahwa daya tarik investasi berjalanberiringan dengan prinsip kehati-hatian. Kemudahan fiskal dan transaksi internasionalmemang diperlukan agar PFII kompetitif dibandingkan pusat finansial di negara lain, tetapi insentif tersebut harus ditempatkan dalam kerangka tata kelola yang transparandan akuntabel. Kepastian hukum, perlindungan konsumen, pengawasan transaksi, serta mekanisme penegakan hukum harus menjadi fondasi utama untuk membangunkepercayaan investor. …

Read More

PFII Disiapkan Jadi Mesin Baru Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) disiapkan menjadi mesin baru untuk menggerakkan investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pengembangan pusat keuangan berstandar global, pemerintah menargetkan PFII mampu menarik modal produktif, memperluas pembiayaan sektor riil, serta mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengatakan pembangunan PFII merupakan langkah strategis…

Read More

PFII Jadi Financial Hub Plus untuk Tarik Investasi Global ke Sektor Riil

Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan dan investasi berkelas dunia melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Berbeda dengan pusat keuangan di negara lain, PFII dirancang dengan konsep financial hub plus yang tidak hanya menjadi tempat berputarnya modal, tetapi juga terhubung langsung dengan potensi ekonomi riil,…

Read More

Kemitraan Prabowo-Putin Makin Erat, Ekonomi danIndustri Jadi Motor Kerja Sama

Oleh: Rani Wulandari )* Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Pertemuan ini menjadimomentum untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara melaluipeningkatan kerja sama perdagangan, investasi, energi, danpengembangan industri. Kehadiran Presiden Indonesia mendapat perhatian khusus daripemerintah Rusia. Penasihat Kebijakan Luar Negeri, Kremlin YuryUshakov, menyampaikan bahwa Prabowo akan hadir sebagai tamukehormatan utama dalam forum ekonomi tahunan tersebut. Ushakov menjelaskan, Prabowo akan mengikuti sesi pleno EEF bersamasejumlah pemimpin dan pejabat tinggi dari negara lain. Di antaranyaPerdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang. Posisi Prabowo sebagai tamu utama menjadi cerminan meningkatnyahubungan Indonesia dan Rusia. Undangan khusus dari Putin jugamemperlihatkan adanya perhatian terhadap peran Indonesia dalamdinamika ekonomi kawasan Asia-Pasifik. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan hubungan Indonesia dan Rusia terus dibangun melalui komunikasi langsung antarpemimpin. Menurutnya, kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF menunjukkan hubungan kedua negara yang semakin erat sekaligus posisiIndonesia yang kian diperhitungkan. Kunjungan ke Rusia juga bukan kali pertama Prabowo mendapat posisikhusus dalam forum ekonomi yang diselenggarakan negara itu. Teddy menyampaikan bahwa Prabowo sebelumnya telah dipercaya menjaditamu kehormatan dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Pemerintah Indonesia membawa kepentingan untuk meningkatkan kerjasama bilateral yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Teddy menyebut sektor ekonomi, perdagangan, investasi, energi, serta bidangstrategis lain menjadi bagian dari ruang kerja sama yang akan terusdidorong. Perdagangan menjadi salah satu aspek penting dalam hubungan ekonomikedua negara. Penguatan hubungan politik dan komunikasi tingkat tinggiantara Prabowo dan Putin dapat menjadi landasan untuk memperluaspeluang pertukaran barang dan jasa sekaligus membuka akses pasaryang lebih besar. Investasi juga memiliki posisi penting dalam agenda hubungan bilateral. Indonesia membutuhkan investasi yang mampu memberikan nilai tambahbagi perekonomian nasional, sementara hubungan yang semakin dekatdengan Rusia membuka ruang bagi pelaku usaha kedua negara untukmenjajaki proyek baru. Pengembangan industri menjadi bagian yang tidak terpisahkan daripeluang tersebut. Kerja sama ekonomi yang diarahkan pada aktivitasproduksi dan pengolahan dapat memberikan dampak yang lebih luasdibandingkan hubungan perdagangan yang hanya berorientasi padatransaksi. Kehadiran delegasi bisnis Indonesia dalam EEF turut memperkuatpeluang itu. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov,menyampaikan bahwa Kamar Dagang dan Industri Indonesia akanmengirimkan delegasi besar untuk mengikuti forum di Vladivostok. Tolchenov berharap keterlibatan pelaku usaha Indonesia dapatmenghasilkan lebih banyak pertemuan bisnis dan pembahasan padatingkat business-to-business. Menurutnya, EEF perlu dimanfaatkan untukmembicarakan langkah praktis dalam menjalankan berbagai keputusanyang telah disepakati. Keterlibatan dunia usaha memberikan dimensi baru dalam hubunganIndonesia-Rusia. Kesepakatan yang dibangun pemerintah akan memilikidampak ekonomi lebih besar apabila dapat diteruskan melalui kerja samaperusahaan, investasi, serta proyek industri. Menurut Tolchenov, intensitas pertemuan antara Prabowo dan Putin memperlihatkan hubungan yang semakin erat. Ia memperkirakanpertemuan di Vladivostok akan menjadi pertemuan kelima keduapemimpin dalam kurun waktu dua tahun. Komunikasi rutin pada tingkat kepala negara dapat menjadi modal untukmempercepat pembahasan kerja sama ekonomi. Isu perdagangan, investasi, energi, dan industri membutuhkan koordinasi lintas sektorsehingga dukungan politik dari kedua pemimpin menjadi faktor pentingdalam menjaga kesinambungan kerja sama. EEF menjadi salah satu ruang untuk memperkuat posisi Indonesia dalamdinamika tersebut. Forum ini diarahkan untuk mendorong pembangunanekonomi kawasan Timur Jauh Rusia serta memperluas hubungan dengannegara-negara Asia-Pasifik. Tahun ini EEF mengusung tema “Timur Jauh: Pembangunan untukKesejahteraan Masyarakat”. Presiden Putin berharap forum tersebutdapat menghasilkan gagasan yang mampu menciptakan peluang barubagi dunia usaha sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidupmasyarakat. Bagi Indonesia, forum itu memberikan kesempatan untuk memperluasjaringan ekonomi dengan Rusia dan negara-negara lain yang hadir. Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama juga memperkuatruang diplomasi Indonesia untuk mendorong kerja sama yang lebihberorientasi pada hasil. Pertemuan Prabowo dan Putin nantinya menjadi salah satu titik pentingdalam rangkaian hubungan bilateral kedua negara. Pembahasan di tingkat pemimpin diharapkan mampu memberikan arah bagi penguatankerja sama yang kemudian dapat diterjemahkan oleh pemerintah danpelaku usaha. Dengan meningkatnya komunikasi politik serta keterlibatan dunia bisnis, peluang memperluas perdagangan dan investasi Indonesia-Rusiasemakin terbuka. EEF…

Read More

Dari Vladivostok, Prabowo Perkuat Fondasi KetahananEnergi Indonesia

Oleh: Mario Dewangga )* Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah diplomasi Indonesia untukmemperkuat hubungan bilateral dengan Rusia, termasuk melaluipembahasan kerja sama di sektor energi. Pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi salah satuagenda penting dalam kunjungan Prabowo. Kedua pemimpin dijadwalkanbertemu di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok pada 1–4 September 2026. Penguatan ketahanan energi menjadi salah satu bidang yang memilikikepentingan strategis bagi Indonesia. Kerja sama dengan Rusiasebelumnya telah diarahkan pada pengembangan sektor energi dansumber daya mineral dalam jangka panjang, termasuk aspek ketahananenergi minyak dan gas serta hilirisasi. (Kementerian Sekretariat Negara) Pemerintah juga telah membuka peluang bagi Rusia untuk mengambilbagian dalam investasi infrastruktur energi di Indonesia. Pembahasansebelumnya mencakup pembangunan kilang dan fasilitas penyimpananenergi yang dinilai penting untuk memperkuat cadangan serta ketahananenergi nasional. (Kementerian Sekretariat Negara) Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. menjelaskan bahwa PresidenPrabowo membawa agenda untuk mendorong kerja sama bilateral yang lebih konkret dan memberikan keuntungan bagi kedua negara. Sektorekonomi, perdagangan, investasi, energi, serta bidang strategis lainnyamenjadi bagian dari ruang kerja sama yang akan diperkuat. Arah diplomasi itu ditempatkan dalam kerangka politik luar negeriIndonesia yang bebas aktif. Teddy menilai hubungan baik denganberbagai negara perlu diarahkan pada hasil yang memberikan manfaatnyata bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Rusia memandang Indonesia sebagai salah satu mitra penting danstrategis di kawasan Asia-Pasifik. Posisi Indonesia sebagai anggotaASEAN, bagian dari Global South, serta negara yang memiliki peranpenting di dunia Muslim turut memperkuat nilai strategis hubungan keduanegara. Kerja sama energi juga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhankebutuhan pasokan. Pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitasindustri, pemanfaatan sumber daya, serta hilirisasi menjadi bagian pentinguntuk membangun fondasi energi yang lebih kuat dalam jangka panjang. Pertemuan Prabowo dan Putin karena itu memiliki arti penting dalammemastikan kesepakatan yang telah dibahas dapat bergerak menujuimplementasi. Kedua negara memiliki ruang untuk memperluaspembicaraan dari kesepakatan strategis menuju kerja sama yang menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyampaikanbahwa pertemuan bilateral Prabowo dan Putin kembali dijadwalkanberlangsung di sela-sela EEF. Pertemuan pada 3 September itudiharapkan menjadi ruang bagi kedua pemimpin untuk membahaspenguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor. Tolchenov juga menilai intensitas pertemuan antara Prabowo dan Putin menunjukkan eratnya hubungan Indonesia-Rusia. Dalam dua tahunterakhir, kedua pemimpin disebut telah beberapa kali melakukanpertemuan, yang memperlihatkan komunikasi tingkat tinggi berjalansecara berkelanjutan. Bagi Indonesia, kesinambungan komunikasi tersebut dapat menjadi modal diplomatik untuk mendorong kerja sama strategis, termasuk sektor energi. Hubungan antarpemimpin yang intensif membuka ruang bagipenyelesaian berbagai pembahasan teknis melalui dukungan politik di tingkat tertinggi. Tolchenov berharap pertemuan Prabowo dan Putin dapat menghasilkanlangkah nyata dari berbagai kesepakatan penguatan hubungan bilateral. Harapan itu sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia yang menempatkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional sebagai arahdiplomasi luar negeri. Selain pertemuan tingkat kepala negara, keterlibatan pelaku usahaIndonesia juga menjadi bagian dari rangkaian EEF. Kamar Dagang danIndustri Indonesia disebut akan mengirimkan delegasi besar untukmengikuti pertemuan serta diskusi bisnis dalam forum itu. Keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat dimensi ekonomi darihubungan Indonesia-Rusia. Peluang investasi dan kerja sama energipada akhirnya membutuhkan keterlibatan dunia usaha agar kesepakatanantarpemerintah dapat diterjemahkan menjadi proyek yang memiliki nilaiekonomi. Perwakilan Provinsi Aceh juga dikonfirmasi akan berpartisipasi sebagaipembicara dalam sesi mengenai pembangunan kawasan di negara-negara Asia-Pasifik. Kehadiran berbagai pemangku kepentinganIndonesia menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi dalam EEF tidak hanyaberlangsung pada tingkat pemerintahan pusat. Penasihat kebijakan luar negeri, Kremlin Yury Ushakov, sebelumnyamengonfirmasi bahwa Prabowo akan menjadi tamu utama EEF ke-11. Iajuga menyampaikan rencana pertemuan bilateral antara Putin dan Prabowo di sela-sela forum pada 3 September. Prabowo dan Putin juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalamforum ekonomi tersebut. Posisi itu memberikan ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan kepentingan strategisnya sekaligus memperkuatkomunikasi ekonomi dengan Rusia. (Antara…

Read More

Presiden Prabowo ke Rusia, Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Energi

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia, termasuk melalui pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengatakan, Presiden Prabowo akan mendorong terwujudnya kerja sama bilateral yang konkret dan saling menguntungkan, terutama di sektor…

Read More