Ekonomi ala Prabowo Kian Tangguh, Dana Kedaulatan RI Masuk Lima Besar Dunia

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional terus menunjukkan penguatan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Salah satu indikator penting yang menjadi sorotan pada tahun 2026 adalah keberhasilan Indonesia memperkuat dana kedaulatan nasional atau sovereign wealth fund (SWF) melalui Danantara Indonesia hingga masuk jajaran lima besar dunia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa aset…

Read More

Dana Kedaulatan dan Pertaruhan Indonesia Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru

Oleh: Yusuf Rinaldi Indonesia tengah memasuki babak baru dalam perjalanan ekonomi. Di tengahketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hinggaperang dagang yang kembali meningkat, pemerintah justru mencoba membangunoptimisme melalui langkah strategis, yaitu membentuk dan memperkuat dana kedaulatan nasional atau sovereign wealth fund (SWF) melalui Badan PengelolaInvestasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai nilai aset Danantara yang telahmenembus USD1.000 miliar (sekitar Rp17.500 triliun) menjadi bukti nyata bahwaIndonesia kini bertransformasi dari sekadar pasar besar dunia menjadi kekuatanekonomi global baru yang mandiri, tangguh, dan memiliki kapasitas investasistrategis jangka panjang. Di panggung global, pencapaian luar biasa ini sukses mengubah peta persepsiinternasional terhadap peta kekuatan ekonomi Indonesia. Jika selama bertahun-tahun kekayaan investasi sovereign wealth fund identik dengan negara-negara kaya minyak di Timur Tengah, kini Indonesia melangkah di arena yang sama denganstrategi yang jauh lebih komprehensif. Melalui konsolidasi aset negara yang solid, sinergi BUMN yang kuat, lompatan besar hilirisasi industri, serta penguatan ekonomidomestik berbasis desa, Indonesia membuktikan bahwa kemakmuran dapatdibangun dari kekuatan bangsa sendiri. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwapembentukan Danantara bukan sekadar proyek ekonomi biasa, melainkan fondasijangka panjang untuk memperkuat kedaulatan nasional. Pernyataan bahwa manfaatterbesar baru akan terlihat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang menunjukkanbahwa pemerintah sedang membangun arsitektur ekonomi yang melampaui sikluspolitik lima tahunan. Langkah tersebut menjadi relevan karena Indonesia saat ini memiliki momentum yang relatif kuat. Stabilitas harga pangan lebih terkendali dibandingkan banyaknegara berkembang lain, ketahanan pangan mulai menunjukkan perbaikan, dan hilirisasi sumber daya alam perlahan menghasilkan nilai tambah baru bagiperekonomian nasional. Dalam konteks itulah, dana kedaulatan menjadi instrumenpenting untuk memastikan surplus kekayaan nasional tidak habis untuk konsumsijangka pendek, melainkan diinvestasikan kembali demi generasi mendatang. Model seperti ini sebenarnya telah terbukti berhasil di berbagai negara. Norwegia, misalnya, mampu mengubah kekayaan energi menjadi dana investasi raksasa yang menopang kesejahteraan masyarakat lintas generasi. Singapura juga berhasilmenjadikan pengelolaan aset negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi melaluiTemasek Holdings dan GIC. Indonesia kini mencoba membangun jalannya sendiridengan karakter ekonomi yang lebih besar dan kompleks. Yang menarik, pemerintah tidak hanya berbicara mengenai angka besar, tetapi juga menghubungkannya dengan agenda ekonomi kerakyatan. Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk menjadi simbol bahwapembangunan ekonomi nasional tidak hanya berpusat di kota besar atau sektorindustri modern. Pemerintah ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi nasionaljuga bertumpu pada desa, koperasi, petani, dan UMKM. Melalui penguatan koperasi desa, pemerintah mencoba membangun ekosistemdistribusi pangan, logistik, pembiayaan murah, hingga penyerapan hasil panendalam satu rantai ekonomi nasional yang lebih terintegrasi. Jika berhasil, koperasitidak lagi sekadar menjadi simbol ekonomi rakyat, tetapi benar-benar menjadiinstrumen penggerak ekonomi nasional. Di sisi lain, kehadiran Danantara juga menjadi momentum reformasi besar-besaranterhadap tata kelola BUMN. Selama puluhan tahun, persoalan klasik BUMN adalahtumpang tindih bisnis, inefisiensi, terlalu banyak anak perusahaan, serta rendahnyaproduktivitas aset negara. Karena itu, gagasan menjadikan Danantara sebagaisuperholding BUMN dinilai banyak ekonom sebagai langkah strategis untukmengakhiri era fragmentasi pengelolaan aset negara. Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, menilaiDanantara berpotensi menjadi mesin investasi nasional baru yang mampumemperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional. Bahkan, optimalisasi aset BUMN disebut dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1,6 persen. Angka ini tentu bukan sekadar statistik, melainkan potensi penciptaanlapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan perluasan kelas menengahIndonesia. Pandangan serupa juga muncul dari Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang melihat Danantara sebagai instrumen penyederhanaanstruktur BUMN yang selama ini terlalu gemuk dan tidak efisien. Konsolidasi tersebutdiyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar dayasaing BUMN…

Read More

Dana Kedaulatan dan Masa Depan Kemandirian Ekonomi Indonesia

*) Oleh: Dinda Paramita Pembentukan dana kedaulatan nasional yang dikelola Danantara menjadi salah satulangkah strategis paling penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia menuju negara maju. Di tengah ketidakpastian global, perang dagang, dan gejolak ekonomiinternasional yang semakin kompleks, keberadaan sovereign wealth fund memberikanruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasionalsecara mandiri. Langkah ini bukan sekadar pengelolaan aset negara dalam skalabesar, melainkan juga penegasan bahwa Indonesia mulai bergerak dari posisi negara pengekspor sumber daya menjadi negara yang mampu mengelola kekayaan nasionalsecara terukur dan berorientasi jangka panjang. Dengan demikian, arahpembangunan ekonomi nasional tidak lagi hanya bergantung pada siklus komoditasmaupun tekanan pasar global yang fluktuatif. Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki dana kedaulatan dengan nilai aset mencapai 1.000 miliar dolar AS yang dikelola melaluiDanantara. Nilai tersebut bahkan disebut lebih besar dibandingkan dana serupa yang dimiliki beberapa negara kaya seperti Arab Saudi, Qatar, maupun Singapura. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasiekonomi dan aset strategis yang sangat besar apabila dikelola secara terintegrasi dan profesional. Selama bertahun-tahun, kekuatan aset nasional sering kali tersebardalam berbagai lembaga dan perusahaan negara tanpa arah konsolidasi yang kuat. Kini, pemerintah mulai menempatkan aset-aset tersebut dalam kerangka pengelolaanmodern yang memungkinkan nilai ekonominya terus bertumbuh dan memberikanmanfaat lintas generasi. Selain itu, kehadiran Danantara mencerminkan perubahan paradigma pembangunannasional yang lebih visioner. Jika sebelumnya pengelolaan kekayaan negara cenderung berfokus pada kebutuhan jangka pendek dan pembiayaan rutin, makapembentukan dana kedaulatan menunjukkan orientasi baru menuju investasi produktifberjangka panjang. Pendekatan seperti ini lazim diterapkan negara-negara yang memiliki visi pembangunan berkelanjutan karena dana kedaulatan tidak hanyaberfungsi sebagai cadangan keuangan, tetapi juga instrumen strategis untukmemperkuat daya saing nasional. Dalam konteks Indonesia, langkah tersebut pentinguntuk memastikan bahwa kekayaan negara dapat dioptimalkan bagi pengembanganinfrastruktur, hilirisasi industri, transformasi energi, serta penguatan sektor produktiflainnya. Lebih jauh, pernyataan Presiden Prabowo bahwa manfaat pengelolaan aset ini baruakan terasa dalam 10 hingga 20 tahun mendatang menunjukkan adanya kesadaranpemerintah terhadap pentingnya pembangunan ekonomi lintas generasi. Kebijakanekonomi yang berorientasi jangka panjang memang kerap tidak langsungmenghasilkan dampak instan, namun justru menjadi fondasi utama bagi stabilitasnasional di masa depan. Negara-negara dengan sovereign wealth fund besar mampumenjaga kesinambungan pembangunan karena memiliki sumber pembiayaan yang lebih independen dan tidak semata-mata bergantung pada utang. Indonesia tampaknya mulai bergerak ke arah yang sama dengan membangun instrumenekonomi yang dapat menopang kepentingan nasional secara lebih berdaulat. Di sisi lain, keberadaan Danantara juga memperlihatkan upaya pemerintah untukmemperkuat tata kelola aset negara agar lebih efisien dan produktif. Selama ini, salah satu tantangan terbesar pengelolaan aset nasional adalah rendahnya optimalisasipotensi ekonomi dari berbagai aset strategis milik negara. Banyak perusahaan negara memiliki aset besar, tetapi belum mampu memberikan dampak maksimal terhadappertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya konsolidasi pengelolaan melaluiDanantara, peluang peningkatan nilai aset menjadi semakin terbuka karenapendekatan investasi dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan profesional. Hal ini penting untuk memastikan bahwa aset negara tidak hanya menjadi simbolkekayaan, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi yang nyata. Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslanimenegaskan bahwa perjalanan Danantara difokuskan pada pengembangan berbagaiinisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya diposisikan sebagailembaga investasi biasa, melainkan sebagai instrumen transformasi ekonominasional. Fokus pada penciptaan nilai jangka panjang menjadi sangat penting karenakeberhasilan dana kedaulatan tidak diukur dari keuntungan sesaat, tetapi darikemampuannya memperkuat kapasitas ekonomi negara dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, Danantara dapat menjadi motor penggerak investasi nasional yang mampu menarik kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan kredibilitas ekonomiIndonesia di tingkat global. Kemudian, keterlibatan Danantara dalam mendukung program prioritas pemerintahmemperlihatkan bahwa dana kedaulatan tidak hanya berorientasi pada keuntunganfinansial semata. Pemerintah tampak ingin memastikan bahwa pengelolaan asetnegara memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kepercayaanpublik dan pasar internasional akan menjadi faktor penting dalam menentukankeberhasilan dana kedaulatan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, penguatan integritas kelembagaan menjadi syarat mutlak agar Danantara mamputumbuh sebagai lembaga investasi kelas dunia. Dengan demikian, pembentukan dana kedaulatan melalui Danantara mencerminkankeberanian pemerintah dalam menyiapkan fondasi ekonomi masa depan Indonesia. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi mulai membangun sistem ekonomi yang lebihberdaulat dan berkelanjutan. Hal tersebut menempatkan Danantara sebagaiinstrumen pengelolaan aset negara yang diarahkan untuk memperkuat kapasitasinvestasi nasional dalam jangka panjang. Dengan fondasi tersebut, Indonesia memilikipeluang besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligusmenempatkan diri sebagai kekuatan ekonomi baru yang semakin diperhitungkan di tingkat global. *) Ekonom Makro dan Peneliti Kebijakan Fiskal.

Read More

PP Tunas Buktikan Pemerintah Hadir Terhadap Perlindungan Anak di Dunia Digital

*) Oleh: Dimas Arya Prasetyo Transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara anak-anak tumbuh, belajar, dan berinteraksi. Media sosial kini bukanlagi sekadar ruang hiburan, melainkan telah menjadi bagian dari keseharian generasimuda. Namun di balik kemudahan akses informasi dan komunikasi tersebut, terdapatancaman serius yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Konten pornografi, kekerasan, perjudian daring, hingga infiltrasi kelompok ekstrem menjadi risiko nyatayang mengintai anak-anak di ruang digital. Dalam konteks inilah, kehadiran PeraturanPemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan SistemElektronik atau PP TUNAS menjadi langkah penting yang menegaskan keberpihakannegara terhadap perlindungan anak. Komisioner KPAI, Kawiyan, menilai bahwa PP TUNAS merupakan bentuk konkretkehadiran pemerintah dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks. Regulasi ini hadir bukan untuk membatasi kreativitas generasi muda, melainkan untukmemastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam ekosistem digital yang aman dan sehat. Negara dinilai mulai mengambil posisi yang lebih tegas bahwa perkembanganteknologi tidak boleh mengorbankan masa depan anak-anak hanya demi kebebasantanpa batas di media sosial. Langkah pemerintah membatasi kepemilikan akun media sosial bagi anak di bawahusia 16 tahun menjadi salah satu poin penting dalam regulasi tersebut. Kebijakan inilahir dari kesadaran bahwa anak-anak pada usia tersebut belum memiliki kematanganpsikologis untuk menyaring berbagai konten yang beredar di media sosial. Dunia digital saat ini terlalu liar untuk diakses tanpa kontrol. Anak-anak dapat dengan mudahterpapar konten berbahaya, mulai dari kekerasan verbal, eksploitasi seksual, perjudian online, hingga manipulasi psikologis melalui algoritma media sosial. Kondisi tersebut bukan sekadar asumsi. Data mengenai tingginya jumlah anak yang menjadi korban judi online maupun terpapar konten kekerasan ekstrem menunjukkanbahwa ancaman digital telah berkembang menjadi persoalan serius. Ruang digital tidak lagi sekadar dunia maya, melainkan ruang sosial baru yang memiliki dampaknyata terhadap perkembangan mental dan perilaku anak. Karena itu, regulasi sepertiPP TUNAS menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat perlindungan terhadapgenerasi muda. Meski demikian, Kawiyan menegaskan bahwa regulasi semata tidak akan cukuptanpa implementasi yang kuat. Tantangan terbesar justru terletak pada pengawasandan kepatuhan platform digital terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Verifikasi usia, moderasi konten, hingga penonaktifan akun anak di bawah umurmenjadi pekerjaan besar yang harus dijalankan secara serius oleh penyelenggaraplatform digital. Tanpa pengawasan yang ketat, aturan hanya akan menjadi dokumenadministratif yang kehilangan daya efektifnya. Selain itu, pemerintah juga menghadapi tantangan karena sebagian besar platform digital merupakan perusahaan global yang beroperasi lintas negara. Dalampraktiknya, tidak semua platform langsung patuh terhadap regulasi nasional. Proses tarik ulur dengan sejumlah perusahaan teknologi menjadi bukti bahwa perlindungananak di ruang digital bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga menyangkutkepentingan ekonomi dan kekuasaan platform global. Namun demikian, tekananinternasional terkait perlindungan anak semakin menguat, sehingga perusahaandigital pada akhirnya tidak memiliki banyak ruang untuk mengabaikan tuntutantersebut. Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah tegas terhadapperlindungan anak di media sosial. Sejumlah negara seperti Australia dan Singapura juga mulai menerapkan regulasi serupa. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungananak di ruang digital telah menjadi isu global yang tidak bisa lagi dihindari. Perusahaan digital dituntut untuk tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga menjalankan tanggung jawab moral dan sosial terhadap keselamatan anak-anak. Di sisi lain, keberhasilan PP TUNAS juga sangat bergantung pada keterlibatanmasyarakat, khususnya orang tua dan institusi pendidikan. Banyak orang tua yang masih gagap menghadapi perkembangan teknologi digital. Anak-anak sering kali lebihmemahami media sosial dibandingkan orang tuanya sendiri. Akibatnya, pengawasanmenjadi lemah dan anak dibiarkan menjelajah ruang digital tanpa pendampingan yang memadai. Dalam kondisi seperti ini, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak yang harus diperkuat secara masif. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran digital…

Read More

PP TUNAS Dinilai Bukti Kehadiran Negara Lindungi Anak di Ruang Digital

Jakarta – Kehadiran Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS dinilai menjadi langkah nyata negara dalam memberikan perlindungan kepada anak di tengah pesatnya perkembangan ruang digital dan media sosial. Regulasi tersebut hadir sebagai upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak dari berbagai risiko negatif di internet. Komisioner KPAI, Drs. Kawiyan, M.I.Kom, mengatakan bahwa ruang digital saat…

Read More

KPAI: PP TUNAS Bukti Negara Hadir Lindungi Anak di Ruang Digital

Jakarta – Pemerintah semakin menunjukkan keberpihakannya terhadap perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik atau PP TUNAS. Regulasi tersebut menjadi langkah penting untuk membatasi risiko paparan konten berbahaya bagi anak-anak di media sosial sekaligus memperkuat pengawasan platform digital di Indonesia. Komisioner Komisi Perlindungan…

Read More

PP TUNAS Jadi Langkah Strategis Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa PP TUNAS (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025) merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak-anak Indonesia. Regulasi ini dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman di media sosial, mulai dari pornografi, kekerasan, perjudian…

Read More

KPAI: PP TUNAS Hadirkan Ruang Digital Lebih Aman dan Sehat bagi Anak Indonesia

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat perlindungan anak di era digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik atau PP TUNAS. Regulasi yang resmi diberlakukan sejak 28 Maret 2025 tersebut dinilai menjadi langkah strategis negara dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko ruang digital, mulai dari pornografi, kekerasan, hingga…

Read More

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Desa Merah Putih demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) secara serentak di Kabupaten Nganjuk. Peresmian tersebut dinilai sebagai langkah besar dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peluncuran ribuan koperasi itu sebagai tonggak bersejarah bagi pembangunan ekonomi desa di Indonesia. Ia menegaskan program tersebut berhasil diwujudkan…

Read More

Peresmian 1.000 Koperasi Desa Merah Putih Percepat Pemerataan Kesejahteraan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) secara serentak di Nganjuk. Peresmian tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peluncuran ribuan koperasi itu sebagai tonggak bersejarah bagi ekonomi desa Indonesia. Ia menegaskan program tersebut berhasil diwujudkan dalam waktu…

Read More