Sekolah Rakyat dan Keyakinan bahwa Setiap Anak Punya Potensi

Oleh : Andika Pratama Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk menghadirkan keadilan sosial sekaligusmemutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun, selama bertahun-tahun masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas karenakondisi ekonomi keluarga. Situasi tersebut tidak hanya membatasi kesempatan belajar, tetapijuga sering kali memengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan mereka terhadap masa depan. Karena itu, kehadiran Program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untukmemastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensiterbaiknya. Gagasan besar Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak sekadarmenghadirkan sekolah gratis bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dibangun di atas keyakinan bahwa setiap anak memiliki bakat, kemampuan, dan peluang untuk berhasilapabila mendapatkan lingkungan belajar yang tepat. Dengan demikian, fokus utama SekolahRakyat bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diripeserta didik agar mampu melihat dirinya sebagai individu yang bernilai dan memiliki masa depan yang cerah. Pandangan tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memberikanmotivasi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Kabupaten Magelang. Ia menegaskan bahwasetiap siswa merupakan anak-anak yang berharga dan memiliki potensi yang akan dikembangkanmelalui proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Pernyataan tersebut mengandung makna pentingbahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangunkarakter, optimisme, dan keberanian anak untuk bermimpi lebih tinggi daripada keterbatasanyang selama ini mereka alami. Pesan tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat karena salah satu tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi jugarendahnya rasa percaya diri. Tidak sedikit anak yang tumbuh dengan anggapan bahwakemiskinan merupakan batas yang sulit ditembus. Akibatnya, mereka merasa tidak pantasbersaing atau bercita-cita tinggi. Sekolah Rakyat hadir untuk mengubah cara pandang tersebutdengan menanamkan keyakinan bahwa keadaan ekonomi bukanlah penentu masa depanseseorang. Lebih dari itu, Sekolah Rakyat mengembangkan pendekatan pendidikan yang memperhatikankarakteristik setiap peserta didik. Melalui pemetaan minat dan bakat atau talent mapping, tenagapendidik dapat mengenali potensi masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran menjadilebih personal dan tepat sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikantidak hanya diukur melalui prestasi akademik semata, tetapi juga kemampuan menemukankekuatan unik setiap individu untuk dikembangkan secara optimal. Keberhasilan pendidikan tentu tidak hanya bergantung pada kurikulum dan fasilitas. Lingkunganbelajar yang sehat, aman, dan penuh perhatian juga menjadi faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan berasrama yang memungkinkan pembinaan karakter berlangsung secara menyeluruh. Di lingkungan tersebut, peserta didik tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggungjawab, kepedulian sosial, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman. Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 KabupatenKupang, Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa pendidikanmerupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan wujud keberpihakan negara dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagianak-anak dari keluarga kurang mampu agar mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu mengubah masa depan keluarganya. Pernyataan tersebut menegaskanbahwa investasi terbesar bangsa sesungguhnya berada pada pembangunan sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta berbagai pemangkukepentingan menjadi faktor penting bagi keberhasilan Program Sekolah Rakyat. Dukungan lintassektor memungkinkan peserta didik memperoleh pembinaan yang lebih komprehensif, mulai daripendidikan formal, pengembangan bakat, pembentukan karakter, hingga kesiapan menghadapidunia kerja maupun pendidikan tinggi. Semangat kolaborasi tersebut menunjukkan bahwapembangunan manusia merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas institusipendidikan semata. Pada akhirnya, Sekolah Rakyat merupakan manifestasi nyata kehadiran negara dalam menjaminhak setiap warga negara memperoleh pendidikan yang berkualitas. Program ini membawa pesanbahwa tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan harapan hanya karena lahir dari keluargamiskin. Negara hadir bukan sekadar menyediakan bangunan sekolah, melainkan membangunkeyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan kontribusibagi bangsa. Ke depan, keberhasilan Sekolah Rakyat akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan kurikulum berbasis potensi, serta keberlanjutandukungan dari seluruh elemen masyarakat. Jika komitmen tersebut terus dijaga, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi salah satu tonggak penting transformasi pendidikan nasional. Melaluiprogram ini, Indonesia tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi jugagenerasi yang percaya diri, berkarakter, memiliki daya saing, dan yakin bahwa setiapketerbatasan dapat diubah menjadi peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik. *Penulis adalah Pengamat Sosial

Read More

Sekolah Rakyat Jadi Ruang Pengembangan Minat dan Bakat Anak dari Keluarga Rentan

Jakarta – Sekolah Rakyat terus didorong menjadi ruang bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kepercayaan diri. Melalui pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing siswa, pemerintah berharap setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih prestasi tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan hal tersebut…

Read More

Sekolah Rakyat Dorong Siswa Percaya Diri Kembangkan Potensi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus membangun karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri peserta didik. Pada 2026, penguatan program tidak hanya difokuskan pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga pembinaan karakter, pendampingan psikososial, serta pengembangan potensi setiap siswa agar mampu…

Read More

Ketahanan Pangan dan Jalan Terang Mewujudkan Kesejahteraan Petani

*) Oleh : Gavin Asadit Ketahanan pangan terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan PresidenPrabowo Subianto pada 2026. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik global, dan fluktuasi harga pangan internasional, pemerintahmemandang bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandirimerupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, ketahananpangan tidak hanya dimaknai sebagai tersedianya stok pangan yang cukup, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelakuutama produksi pangan nasional. Pemerintah menjalankan berbagai kebijakan yang mengintegrasikan peningkatanproduksi, modernisasi pertanian, hilirisasi komoditas, pembangunan infrastrukturirigasi, serta penguatan akses pasar agar manfaat pembangunan pertanian dapatdirasakan langsung oleh masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian daristrategi besar mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat ekonomikerakyatan yang berkelanjutan.  Pemerintah menilai bahwa petani memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitasnasional. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai program peningkatan produksiterus diperluas melalui optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan alatdan mesin pertanian, serta penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan agar produktivitas pertanian terus meningkat di tengahtantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Pada saat yang sama, pemerintah juga memperkuat cadangan pangan nasional sebagai instrumen untukmenjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panenpetani. Hingga pertengahan 2026, cadangan beras nasional mencapai sekitar 5,2 jutaton, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan Indonesia.  Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh kebijakanpembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petanisekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pemerintah tidakhanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mempercepat hilirisasikomoditas pertanian agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasilusahanya.  Ia menjelaskan bahwa pembangunan pertanian saat ini dilakukan melalui optimalisasilahan di berbagai daerah, pembangunan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanianmodern, serta dukungan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas secarasignifikan. Amran juga menegaskan bahwa swasembada pangan merupakankebutuhan strategis bangsa karena hanya dengan produksi yang kuat Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memberikan kepastianpendapatan bagi petani.  Selain memperkuat produksi, pemerintah juga mendorong percepatan hilirisasi sektorpertanian agar komoditas yang dihasilkan petani memiliki nilai ekonomi yang lebihtinggi. Pengembangan industri pengolahan pangan di sentra-sentra produksi menjadisalah satu strategi untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkandaya saing produk pertanian Indonesia. Melalui hilirisasi, hasil panen tidak lagi dijualsebagai bahan mentah semata, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani dan membuka lapangan kerja baru di daerah. Pendekatan tersebut juga mendukung pembangunan ekonomi berbasiskawasan sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat tersebar lebih merata. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa penguatanketahanan pangan harus dibangun melalui keseimbangan antara kepentinganprodusen dan konsumen. Menurutnya, pemerintah terus menjaga stabilitas hargapangan agar masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan hargayang terjangkau tanpa mengorbankan kesejahteraan petani.  Karena itu, pemerintah memperkuat cadangan pangan pemerintah, memperluaspenyerapan hasil panen dalam negeri, serta meningkatkan koordinasi dengan PerumBulog dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia. Ia menilai bahwa tata kelola pangan yang semakin baik akan memberikankepastian usaha bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasionaldalam menghadapi berbagai tantangan global. Modernisasi pertanian juga menjadi bagian penting dari transformasi sektor pangannasional. Pemerintah terus memperluas penggunaan alat dan mesin pertanianmodern, teknologi benih unggul, digitalisasi penyuluhan, serta pemanfaatan data dalam pengelolaan produksi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkanefisiensi usaha tani, mengurangi biaya produksi, dan mempercepat proses budidayamaupun panen.  Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraanpetani harus menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, berbagai program pemerintah diarahkan agar petani memperolehkeuntungan yang lebih baik melalui peningkatan produktivitas, kemudahanmemperoleh sarana produksi, akses pembiayaan, serta kepastian pasar.  Ia juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluhpertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaianswasembada pangan nasional. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pemerintahoptimistis sektor pertanian Indonesia akan semakin produktif sekaligus mampumeningkatkan taraf hidup jutaan keluarga petani di seluruh Indonesia. Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani merupakan dua agenda yang tidakdapat dipisahkan. Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan menjaga ketersediaanpangan nasional harus berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas hidup para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.  Melalui penguatan produksi, hilirisasi, modernisasi pertanian, pembangunaninfrastruktur, serta kebijakan yang berpihak kepada petani, pemerintah optimistisIndonesia mampu mewujudkan sistem pangan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan fondasi tersebut, sektor pertanian diharapkan tidak hanyamenjadi penyangga ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi penggerakutama pertumbuhan ekonomi yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045.l )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Read More

Menguatkan Desa, Menyejahterakan Petani, Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Dhita Karuniawati )* Kedaulatan pangan tidak dapat diwujudkan hanya melalui peningkatan produksi pertanian. Lebih dari itu, diperlukan penguatan desa sebagai pusat aktivitas ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pangan, serta pembangunan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia sebagai negara agraris, desa merupakan fondasi utama ketahanan sekaligus kedaulatan pangan nasional. Oleh karena itu,…

Read More

Pemerintah Perkuat Harga Gabah dan Pupuk Subsidi demi Kesejahteraan Petani

Jakarta – Demi mendongkrak kesejahteraan petani di hulu, Pemerintah perkuat intervensi kebijakan pada stabilitas harga gabah dan akurasi penyaluran pupuk bersubsidi. Selain memberikan kepastian bagi sektor pertanian, langkah ini menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan yang mandiri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah…

Read More

Pemerintah Jadikan Swasembada Pangan Fondasi Kesejahteraan Petani

Jawa Tengah- Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh kemandirian bangsa. Berbagai kebijakan strategis terus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat infrastruktur pendukung, serta membangun ekosistem ekonomi desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. Menteri…

Read More

Negara Hadir dalam Penyelesaian Pengungsian di Papua

Oleh : Loa Murib Persoalan pengungsian di Papua merupakan tantangan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang berkelanjutan. Pengungsian yang terjadi akibat gangguan keamanan di sejumlah wilayah bukan hanya berdampak pada perpindahan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memengaruhi terpenuhinya hak-hak dasar warga negara, mulai dari akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga kesempatan memperoleh penghidupan…

Read More

Pemerintah Percepat Penyelesaian Permasalahan Pengungsi di Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian persoalan pengungsi di Papua melalui pendekatan yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap warga negara, termasuk masyarakat yang terdampak situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua, tetap memperoleh hak-haknya secara…

Read More

Pemerintah Percepat Penyelesaian Permasalahan Pengungsi di Papua melalui Pemenuhan Hak-Hak Dasar

Papua – Pemerintah terus mempercepat langkah penyelesaian persoalan pengungsi di Papua melalui pendekatan yang menitikberatkan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat terdampak konflik. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan kemanusiaan, serta memastikan setiap warga negara yang mengungsi tetap memperoleh perlindungan hukum, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya….

Read More