Pemerintah Hadir Membenahi DTSEN agar Bantu Negara Tidak Salah Sasaran

Oleh : Antonius Utomo Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk membangun sistem perlindungan sosial yang semakin tepat sasaran melalui pembenahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan program bantuan sosial bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan negara, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang…

Read More

Pemutakhiran DTSEN Bukti Pemerintah Serius Membangun Keadilan Sosial

*) Oleh: Rizky Fahmi Alamsyah Pembangunan kesejahteraan tidak cukup hanya dengan memperbesar anggaranperlindungan sosial, tetapi juga membutuhkan ketepatan dalam menentukan siapayang paling membutuhkan intervensi negara. Di sinilah Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memiliki posisi strategis sebagai fondasi kebijakan sosial yang lebih akurat dan berkeadilan. Pemerintah terus membenahi tata kelola DTSEN agar berbagai program bantuan dan pemberdayaan masyarakat tidak lagi bertumpu pada data yang usang atau tidak sesuai dengan kondisi riil. Pemutakhiran data menjadipenting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis dan dapatberubah akibat pekerjaan, pendapatan, perubahan komposisi keluarga, maupunberbagai tekanan ekonomi. Dengan demikian, pembenahan DTSEN bukan sekadarurusan administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan. Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartomenjelaskan bahwa kategori desil ditentukan berdasarkan survei ekonomi dan DTSEN yang memuat kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraanmasyarakat. Basis data tersebut dibangun melalui penggabungan berbagai sumberdata pemerintah yang kemudian dipadankan dengan data kependudukan. Mekanismetersebut menunjukkan upaya pemerintah membangun satu rujukan yang lebihterintegrasi dalam membaca kondisi masyarakat secara nasional. Dengan basis data yang semakin terpadu, kebijakan perlindungan sosial dapat diarahkan berdasarkantingkat kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan pendekatan administratif. Pada akhirnya, akurasi data menjadi instrumen penting untuk memastikan distribusimanfaat pembangunan bergerak lebih dekat kepada prinsip pemerataan. Namun, keberadaan DTSEN tidak boleh dipahami sebagai basis data yang statis. Airlangga Hartarto menekankan bahwa posisi desil masyarakat dapat berubah seiringperubahan kondisi sosial dan ekonomi, sehingga pemutakhiran menjadi kebutuhanyang harus dilakukan secara berkelanjutan. Keluarga yang sebelumnya berada dalamkelompok rentan dapat mengalami peningkatan kesejahteraan, sementara kelompoklain dapat jatuh ke kondisi yang membutuhkan dukungan lebih besar. Dinamikatersebut menuntut pemerintah memiliki sistem yang mampu menangkap perubahansecara cepat dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang adaptif. Karena itu, pemutakhiran DTSEN merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjaga agar kebijakan sosial tetap relevan dengan realitas masyarakat. Sejalan dengan itu, penggunaan DTSEN di tingkat daerah memperlihatkan bahwareformasi data mulai diterjemahkan ke dalam praktik pelayanan publik. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Tengah, R.M. Ikmanto, menegaskan komitmenpemerintah daerah untuk menggunakan DTSEN yang valid dan mutakhir sebagaisalah satu dasar penyaluran bantuan sosial. Langkah tersebut penting karenapemerintah daerah berada pada posisi paling dekat dengan masyarakat dan memilikiperan menentukan dalam memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak. Ketepatan data bukan hanya mencegah bantuan salah sasaran, tetapi juga mengurangi risiko adanya masyarakat yang seharusnya menerima dukungan justruterlewat dari intervensi. Dengan demikian, kualitas DTSEN di tingkat nasional harusdiikuti kemampuan pemerintah daerah memanfaatkan dan memperbaruinya secarakonsisten. Lebih jauh, R.M. Ikmanto menempatkan akurasi data bukan sekadar instrumen untukmenyalurkan bantuan, melainkan bagian dari strategi mengangkat masyarakat miskin menuju kemandirian. Perspektif ini penting karena perlindungan sosial idealnya tidakberhenti pada pemberian bantuan konsumtif, tetapi menjadi jembatan menujupeningkatan kapasitas ekonomi penerima manfaat. Data yang akurat memungkinkanpemerintah mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan masyarakat sehinggaintervensi dapat diarahkan secara lebih tepat, termasuk melalui program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan pendekatan tersebut, DTSEN dapat menjadi fondasi bagi kebijakan yang tidak hanya mengurangi bebankemiskinan, tetapi juga memperbesar peluang masyarakat untuk keluar darikemiskinan secara berkelanjutan. Artinya, reformasi data memiliki konsekuensilangsung terhadap kualitas strategi pengentasan kemiskinan. Selanjutnya, dukungan terhadap pemutakhiran DTSEN juga datang dari Anggota DPR RI Vita…

Read More

Pemerintah Buka Akses Koreksi Data Desil agar Bansos Tepat Sasaran

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka ruang bagi masyarakat untuk melakukan koreksi apabila data desil kesejahteraan yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi sebenarnya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan DTSEN terus diperbarui agar…

Read More

DTSEN Dibenahi, Warga Layak Bansos Bisa Ajukan Koreksi Data

Jakarta – Pemerintah terus membenahi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta membuka ruang bagi masyarakat yang merasa tidak sesuai dalam pengelompokan desil untuk mengajukan koreksi data. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin akurat dan tepat sasaran. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemutakhiran data nasional tengah diproses secara intensif oleh…

Read More

Penindakan OPM di Yahukimo Dukung Stabilitas dan Aktivitas Masyarakat

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Penindakan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi bagian dari upaya aparat keamanan menjaga stabilitas sekaligus memastikan masyarakatdapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Langkah tersebut dilakukan setelah personelgabungan TNI-Polri menghadapi gangguan tembakan ketika hendak melakukan penangkapanterhadap anggota kelompok bersenjata di Distrik Dekai, Selasa (1/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Kantor KPU lama, Jalan Miyaro. Sebelumnya, aparat memperolehinformasi dari hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya pasukan Batalyon Eden Sawi di salah satu rumah persinggahan di kawasan tersebut. Personel kemudian mendatangi lokasi sekitarpukul 16.35 WIT untuk melakukan tindakan penegakan hukum. Namun, situasi berkembang setelahkelompok bersenjata diduga melakukan penembakan yang kemudian menyebabkan terjadinya kontaktembak. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa proses penangkapan di kawasan Kantor KPU lama tersebut telah didahuluidengan peringatan sebelum aparat mengambil tindakan lebih lanjut. Penjelasan tersebut memberikangambaran mengenai kronologi penindakan sekaligus memperlihatkan bahwa aparat menghadapisituasi yang berkembang di lapangan ketika menjalankan proses penegakan hukum. Dalam peristiwa tersebut, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia. Seluruhjenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi. Tiga jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M, sementara satu jenazah lainnyamasih dalam proses identifikasi. Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi setelah kontak tembak berakhir. Dari penyisirantersebut ditemukan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan tiga unit telepon seluler. Selain itu, enam orang berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut masih berlangsung untukmendalami identitas, aktivitas, peran, dan kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompokbersenjata. Proses pendalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tindakanhukum memiliki dasar informasi dan bukti yang memadai. Penindakan di Yahukimo juga berkaitan dengan sejumlah perkara yang tengah ditangani aparat. Di antaranya adalah dugaan pembunuhan Yonathan Arruan dan…

Read More

Pemuda Papua Apresiasi Aparat Hadir Lindungi Masyarakat dari Gangguan OPM

Oleh : Yosua Yikwa )* Keamanan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus fondasi penting bagikeberlanjutan pembangunan di Tanah Papua. Kehadiran aparat keamanan di tengahmasyarakat memiliki arti strategis, terutama untuk memastikan warga dapat menjalankanaktivitas sehari-hari tanpa rasa takut serta mendapatkan perlindungan ketika menghadapiberbagai bentuk gangguan keamanan. Dalam situasi tersebut, kalangan pemuda Papua memberikan apresiasi terhadap langkahaparat keamanan yang terus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertibanmasyarakat. Kehadiran aparat dinilai bukan hanya penting dalam merespons gangguankeamanan, tetapi juga dalam membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadapnegara. Ketua Koordinator Forum Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika, Bojan Dokainubun, menilai kehadiran aparat keamanan memiliki peran penting dalam memberikanperlindungan kepada masyarakat Papua. Menurutnya, aparat yang hadir secara langsung di tengah masyarakat dapat memberikan jaminan keamanan sekaligus memastikan warga tetapdapat menjalankan kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi dengan lebihtenang. Bojan Dokainubun berpandangan bahwa upaya menjaga keamanan tidak cukup hanyadilakukan ketika terjadi gangguan. Kehadiran melalui patroli, komunikasi dengan warga, kegiatan pelayanan kesehatan, serta aktivitas sosial merupakan bagian penting daripendekatan yang dapat memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting karena keamanan tidak hanya berkaitan dengantindakan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat merasakankehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Aparat yang berinteraksi secara langsungdengan masyarakat dapat memahami persoalan di lapangan sekaligus merespons berbagaipotensi gangguan secara lebih cepat. Menurut Bojan Dokainubun, pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan aparat perluterus dipertahankan sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan Papua. Di saat yang sama, tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan tetap diperlukan agar gangguan keamanan tidak berkembang dan semakin merugikan masyarakat. Kehadiran aparat menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi ancaman darikelompok bersenjata, termasuk Organisasi Papua Merdeka atau OPM. Gangguan keamananyang dilakukan melalui aksi kekerasan, intimidasi, maupun penyanderaan dapat memberikandampak langsung terhadap kehidupan warga. Masyarakat sipil dapat kehilangan rasa aman, aktivitas ekonomi terganggu, sementara akses terhadap pendidikan dan pelayanan publik juga berpotensi terhambat. Bojan Dokainubun menilai setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat harusmendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum. Ketegasan aparat terhadap kelompokbersenjata dipandang sebagai bagian dari kewajiban negara untuk memberikan perlindungankepada masyarakat dan memastikan hukum tetap berjalan. Pandangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Papua membutuhkan aparatyang mampu mengedepankan dua pendekatan secara seimbang, yakni ketegasan terhadappelaku gangguan keamanan dan pendekatan kemanusiaan kepada warga. Penegakan hukumyang profesional dan terukur akan memperkuat kepercayaan masyarakat serta memastikankeamanan tetap berada dalam koridor hukum. Bojan Dokainubun juga mengecam penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, menjadi salah satu contoh bahwa ancaman keamanan masihmembutuhkan perhatian serius. pihaknya menilai keselamatan masyarakat sipil harus menjadiprioritas. Warga tidak seharusnya menjadi korban maupun alat dalam setiap bentuk konflikatau kepentingan kelompok bersenjata. Dalam perspektif yang lebih luas, keamanan Papua tidak dapat hanya mengandalkan peranaparat. Bojan Dokainubun menilai pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokohmasyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh warga memiliki tanggung jawab bersama dalammenciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Peran masyarakat dapat dilakukan melalui penguatan komunikasi sosial, menjaga toleransi, menolak kekerasan, serta tidak memberikan ruang bagi provokasi. Masyarakat juga dinilaiperlu semakin berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi karena penyebaraninformasi yang tidak akurat dapat memperbesar keresahan dan mengganggu stabilitaskeamanan. Bojan Dokainubun juga menilai dukungan masyarakat terhadap aparat merupakan bagianpenting dari upaya menjaga Papua tetap damai. Dukungan tersebut tidak berarti mengabaikanproses hukum, melainkan mendorong agar setiap persoalan keamanan ditangani secaraprofesional dan sesuai aturan sehingga kepentingan serta keselamatan masyarakat tetapmenjadi prioritas. Situasi keamanan yang kondusif akan memberikan dampak positif terhadap berbagai aspekkehidupan masyarakat. Anak-anak dapat bersekolah dengan lebih tenang, aktivitas ekonomidapat berlangsung tanpa gangguan, masyarakat dapat menjalankan ibadah secara aman, dan pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadirkan pelayanan publik sertapembangunan di berbagai wilayah. Karena itu, kehadiran aparat di tengah masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari upayamenciptakan lingkungan yang memungkinkan pembangunan berjalan secara berkelanjutan. Keamanan dan pembangunan memiliki hubungan yang saling menguatkan. Pembangunan membutuhkan stabilitas, sementara stabilitas akan semakin kuat ketika masyarakatmerasakan manfaat pembangunan dan memperoleh perlindungan yang memadai. Bojan Dokainubun berharap aparat keamanan dapat terus mempertahankan pendekatanhumanis dalam berinteraksi dengan masyarakat sekaligus bertindak tegas terhadap setiapkelompok yang mengancam keselamatan warga. Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilaiakan memperkuat rasa aman serta membangun kepercayaan yang menjadi modal pentingbagi terciptanya perdamaian di Papua. Pada akhirnya, menjaga Papua tetap aman bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapimerupakan kepentingan seluruh masyarakat. Kehadiran aparat yang profesional, humanis, dan tegas terhadap gangguan keamanan perlu didukung dengan partisipasi aktif masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, Papua dapat terus bergerak menuju kondisi yang semakin aman, damai, produktif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraanmasyarakat. )*  Pengamat Isu Sosial di Papua

Read More

Penindakan OPM di Yahukimo Perkuat Keamanan Masyarakat

YAHUKIMO, Papua Pegunungan — Penindakan terhadap OPM di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi bagian dari upaya aparat gabungan TNI-Polri menjaga keamanan dan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman. Tindakan tersebut dilakukan setelah personel mendapat gangguan tembakan saat hendak melakukan penangkapan terhadap anggota OPM di Distrik Dekai, Selasa (1/9/2026). Peristiwa terjadi di sekitar Kantor KPU…

Read More

Tokoh Pemuda Papua Apresiasi Aparat Jaga Keamanan dan Tindak Tegas OPM

MIMIKA, PAPUA TENGAH — Upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua mendapat apresiasi dari kalangan pemuda. Kehadiran aparat dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, sekaligus menjaga ruang pembangunan tetap berjalan di tengah berbagai tantangan keamanan. Ketua Koordinator Forum Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika, Bojan…

Read More

Jangan Biarkan Provokasi Menunggangi Kasus Pascademo yang SedangDiselidiki

Oleh: Gavin Asadit*) Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulanmaupun terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait sejumlah peristiwasetelah demonstrasi 27 Agustus 2026. Salah satu kasus yang masih menjadi perhatianadalah meninggalnya Bambang Setiyawan, warga yang menjadi korban penganiayaandi kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Hingga kini, aparat penegak hukum masihmelakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh danmemastikan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril IhzaMahendra menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kematian Bambang serta kasuspenganiayaan terhadap seorang siswa bernama Faturrohman masih berjalan. Aparatbelum mengambil kesimpulan mengenai siapa pelaku maupun pihak yang bertanggungjawab atas kedua peristiwa tersebut. Karena itu, proses hukum perlu diberikan ruanguntuk memeriksa seluruh fakta secara menyeluruh sehingga keputusan yang diambilmemiliki dasar bukti yang kuat. Pendalaman perkara diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian, termasukkemungkinan adanya pihak yang menyuruh, menggerakkan, maupun melakukantindakan penganiayaan. Siapa pun yang nantinya terbukti bertanggung jawabberdasarkan alat bukti harus menghadapi proses hukum secara tegas. Pendekatan inipenting agar penyelesaian perkara tidak ditentukan oleh tekanan opini, spekulasi, maupun informasi yang berkembang di ruang digital. Kehati-hatian semakin diperlukan di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Peristiwa dalam situasi sensitif dapat dengan cepat dipotong, diberi narasitertentu, kemudian disebarkan kembali tanpa konteks lengkap. Akibatnya, masyarakatdapat menerima informasi yang belum tentu sesuai dengan fakta lapangan. Munculnya konten hasutan dan provokasi dalam rangkaian demonstrasi 27 Agustus2026 juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat perlu membedakan antarapenyampaian aspirasi secara damai dengan konten yang bertujuan menghasut, memprovokasi, menyebarkan kebencian, atau mendorong tindakan yang melanggarhukum. Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting daridemokrasi, tetapi kebebasan tersebut tetap harus dijalankan secara bertanggungjawab. Kecurigaan publik terhadap adanya pihak yang dinilai aktif memanaskan situasi melaluimedia sosial juga harus disikapi secara hati-hati. Konten provokatif dapat memengaruhisuasana masyarakat meskipun pembuat atau penyebarnya tidak berada di lokasidemonstrasi. Karena itu, masyarakat perlu semakin kritis dalam menyaring informasidan tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menghakimi seseorangsebelum terdapat bukti yang jelas. Demonstrasi 27 Agustus 2026 pada awalnya berlangsung dengan sejumlah tuntutanyang disampaikan peserta aksi. Namun, situasi kemudian berkembang menjadikericuhan di sejumlah lokasi dan menimbulkan korban. Setelah peristiwa tersebut, perhatian publik tertuju pada berbagai informasi mengenai korban, kronologi, sertadugaan pihak-pihak yang terlibat. Dalam situasi seperti ini, proses penyelidikan menjadi instrumen penting untukmemisahkan fakta dari spekulasi. Aparat kepolisian perlu mengumpulkan keterangansaksi, bukti, rekaman, serta informasi lain yang relevan sebelum menentukan arahperkara. Proses tersebut membutuhkan ketelitian agar kesimpulan yang dihasilkan tidakhanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Masyarakat tentu berharap kasus tersebut dapat segera memperoleh kejelasan. Kepastian hukum diperlukan agar korban dan keluarga mendapatkan keadilan, sementara masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Namun, keinginan agar perkara segera diselesaikan tidak berarti proses hukum harusdilakukan secara tergesa-gesa atau berdasarkan tekanan publik. Kepercayaan terhadap aparat penegak hukum menjadi penting selama proses penyelidikan berlangsung. Pada saat yang sama, aparat juga perlu memberikanperkembangan informasi secara terbuka dan proporsional agar tidak muncul ruangkosong yang kemudian diisi oleh spekulasi. Transparansi akan membantu masyarakatmemahami perkembangan perkara sekaligus mencegah berkembangnya informasiyang tidak benar. Di tengah proses tersebut, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga situasitetap kondusif. Masyarakat dapat membantu penegakan hukum dengan menyampaikaninformasi atau bukti yang relevan kepada pihak berwenang. Sebaliknya, penyebarantuduhan tanpa dasar, potongan video tanpa konteks, maupun narasi yang belumterbukti justru berpotensi menghambat pencarian kebenaran. Pemerintah pada prinsipnya perlu memastikan seluruh kasus pascademo diprosesmelalui jalur hukum. Tidak ada pihak yang seharusnya menjadi sasaran tuduhansebelum bukti dan fakta hukum diperoleh. Prinsip tersebut penting untuk menjagakeadilan bagi korban, keluarga korban, masyarakat, maupun pihak yang namanyamuncul dalam berbagai informasi yang beredar. Karena itu, kasus pascademo perlu dikawal dengan kepala dingin. Kematian Bambangdan peristiwa penganiayaan lainnya merupakan perkara serius yang harus ditanganisecara transparan dan berdasarkan bukti. Namun, keseriusan perkara tidak berartimasyarakat harus menerima begitu saja setiap informasi yang beredar. Semakin seriussebuah perkara, semakin penting memastikan setiap informasi memiliki dasar yang jelas. Penyelesaian kasus pascademo harus dikembalikan kepada proses hukum yang objektif. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu terus memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sementara masyarakat memberikan ruang bagipenyelidikan untuk bekerja. Dengan menolak provokasi, tidak menyebarkan informasiyang belum terverifikasi, serta tetap menghormati proses hukum, publik dapat ikutmenjaga ketenangan sekaligus memastikan pencarian keadilan berjalan tanpaditunggangi kepentingan pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan. *) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan.

Read More

Mengawal Keseriusan Mengusut Kasus Pascademo dan Bahaya Provokasi Digital

Oleh: Dhita Karuniawati )* Kerusuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 menyisakan persoalan serius yang tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Negara terus memastikan seluruh rangkaian peristiwa diusut secara transparan, termasuk kasus kematian Bambang Setiyawan, dugaan penganiayaan, potensi keterlibatan jaringan tertentu, hingga penyebaran provokasi melalui ruang digital. Pascakerusuhan…

Read More