RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Oleh : Radjiman Arif*) Ketimpangan penguasaan lahan masih menjadi persoalan yang menentukankesejahteraan petani kecil. Bagi petani gurem, tanah bukan sekadar aset, melainkansumber penghidupan keluarga dan tumpuan untuk menjaga keberlanjutan usahatani. Karena itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria menjadimomentum penting untuk memastikan kebijakan pertanahan tidak berhenti pada legalisasi, tetapi mampu memperbaiki struktur penguasaan tanah sekaligusmeningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan. Anggota Panitia Kerja RUU Reforma Agraria Muhammad Khozin menilai rancanganregulasi tersebut memiliki posisi penting karena tidak hanya diarahkan untukmenyelesaikan konflik tanah, tetapi juga memberikan perlindungan lebih mendasarkepada petani gurem. Menurutnya, kepemilikan legal atas lahan yang terlalu sempitbelum otomatis mengeluarkan petani dari kemiskinan. Karena itu, reforma agrariaharus memastikan tanah yang diberikan benar-benar memperkuat penghidupanpenerimanya. Khozin juga menekankan perlunya mencegah agar tanah hasil reforma agrariakembali terkonsentrasi kepada pihak yang tidak menggarap, spekulan, perantara, atau kelompok yang sudah menguasai tanah dalam jumlah besar. RUU tersebutdiarahkan untuk mengawasi pengalihan tanah hasil redistribusi, kepemilikan melaluipihak terafiliasi, hingga bentuk penguasaan tidak langsung yang berpotensimenghindari pembatasan. Prioritas penerima juga diarahkan kepada petani tanpatanah, petani gurem, buruh tani, masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, nelayan yang membutuhkan ruang penghidupan, serta masyarakat yang kehilangantanah akibat konflik agraria. Dengan pendekatan tersebut, reforma agraria dapat bergerak dari sekadarpembagian tanah menuju pembangunan basis ekonomi masyarakat. Petanidiharapkan memperoleh skala usaha yang lebih layak, pendapatan meningkat, dan aset yang diterima tetap berada dalam kendali masyarakat. Arah ini penting agar kebijakan negara tidak hanya menyelesaikan persoalan administratif, tetapimenciptakan perubahan nyata bagi keluarga petani. Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Iman Sukri menjelaskan bahwa RUU Reforma Agraria juga menyiapkan kelembagaan yang diharapkan mampu membuatpelaksanaan kebijakan lebih terarah. Salah satu poin krusial adalah pembentukanBadan Reforma Agraria Nasional atau BRAN yang dirancang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Lembaga tersebut akanmenjalankan fungsi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi reformaagraria. Selain kelembagaan, RUU tersebut memuat Dewan Pengawas BRAN untukmenjamin akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas. Pengaturan subjek dan objekreforma agraria juga diperjelas, termasuk perlindungan kelompok rentan sepertipetani, penggarap, buruh tani, nelayan, masyarakat adat, perempuan, dan masyarakat miskin yang termarginalkan. Pengaturan batas minimum dan maksimumpenguasaan tanah menjadi instrumen penting agar redistribusi tidak menghasilkankonsentrasi baru. Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan menegaskan bahwa fokus RUU bukan sekadarredistribusi tanah, melainkan penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsungselama puluhan tahun. Menurutnya, pengembalian hak masyarakat merupakanbagian penting dari penyelesaian konflik, sehingga tanah yang diterima harusmemberikan manfaat secara berkelanjutan. Perspektif tersebut memperlihatkanbahwa reforma agraria harus menghasilkan kepastian sekaligus manfaat ekonomibagi masyarakat. Perkembangan legislasi saat ini menunjukkan keseriusan untuk mempercepatpenyelesaian persoalan tersebut. RUU Reforma Agraria telah disahkan sebagaiRUU inisiatif DPR pada 8 September 2026. Baleg sebelumnya menargetkanpembahasan bersama pemerintah dapat diselesaikan sebelum 24 September 2026, bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Proses yang berlangsung cepatini tetap perlu disertai pembahasan mendalam agar setiap norma memilikimekanisme pelaksanaan yang jelas dan dapat diterapkan di lapangan. Kebutuhan terhadap regulasi yang kuat semakin penting karena persoalan agrariamemiliki karakter lintas sektor. Konflik lahan dapat bersinggungan dengankehutanan, tata ruang, perkebunan, pemerintahan desa, pertanian, hinggapenegakan hukum. Karena itu, keterlibatan kementerian dan lembaga terkait dalampenyusunan RUU menjadi modal penting untuk membangun kebijakan yang tidakberjalan sendiri-sendiri. Koordinasi juga dibutuhkan agar keputusan mengenairedistribusi, restitusi, dan penyelesaian konflik dapat dilaksanakan secara konsisten. Bagi petani gurem, ukuran keberhasilan reforma agraria pada akhirnya sederhana: tanah lebih pasti, usaha lebih layak, pendapatan meningkat, dan keluarga memilikimasa depan yang lebih aman. Karena itu, setelah persoalan hak diselesaikan, kebijakan pendukung seperti pemberdayaan, akses pembiayaan, peningkatanproduktivitas, dan penguatan pasar…

Read More

RUU Reforma Agraria Didorong Atasi Ketimpangan Penguasaan Lahan

Jakarta — Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria didorong menjadi instrumen untuk mengatasi ketimpangan penguasaan dan pemilikan lahan di Indonesia. Regulasi tersebut diharapkan memperkuat penataan agraria, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap tanah. Anggota Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria sekaligus anggota Badan Legislasi…

Read More

RUU Reforma Agraria Disiapkan untuk Selesaikan Konflik Agraria Struktural

JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI terus mendorong penguatan reforma agraria sebagai langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Upaya tersebut memasuki momentum penting setelah RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dan diarahkan menjadi instrumen hukum untuk menyelesaikan konflik agraria struktural. Anggota Baleg DPR RI…

Read More

RUU Perampasan Aset, Komitmen Serius Antikorupsi Negara

Oleh: Alexander Royce*) Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia kini memasuki babak baru yang kian progresif. Di bawah kepemimpinan visioner saat ini, langkah-langkah luar biasa terus diambil guna memastikan kekayaan negara tak lagi dirampok oleh segelintir pihak. Saat ini, instrumen hukum paling dinanti, yakni Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, sedang dikebut pembahasannya oleh pemerintah dan DPR….

Read More

RUU Perampasan Aset Babak Baru Pemberantasan Korupsi yang Lebih Efektif

Oleh: Bara Winatha*) Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali mendapat perhatian seiring proses pembahasannya di DPR. Regulasi yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 tersebut dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Kehadiran aturan ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku, tetapi juga memastikan aset yang berasal dari tindak pidana…

Read More

RUU Perampasan Aset Dinilai Bisa Beri Efek Jera bagi Koruptor

Jakarta — Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Regulasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum, khususnya dalam menelusuri, mengamankan, dan mengembalikan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Kasubdit II Direktorat Pencegahan Kortastipidkor Polri, Kombes Affandi Eka Putra, mengatakan aturan khusus mengenai perampasan aset…

Read More

RUU Perampasan Aset Masuk Momentum Penting Perkuat Efek Jera Korupsi

Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset memasuki momentum penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Kehadiran regulasi tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan aparat penegak hukum dalam mengejar, menyita, dan mengembalikan aset yang berasal dari tindak pidana sekaligus meningkatkan efek jera bagi pelaku korupsi. Dukungan terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset salah satunya disampaikan Korps Pemberantasan…

Read More

Stimulus Ekonomi Pemerintah Mulai Memberikan Sinyal Positif bagi Keyakinan Konsumen

Oleh : Antonius Utomo Di tengah ketidakpastian perekonomian global, Indonesia menunjukkan sinyal yang cukup menggembirakan dari sisi kepercayaan masyarakat. Dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi sejumlah negara maju, hingga fluktuasi harga komoditas memang masih menjadi tantangan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian nasional. Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif tersebut adalah meningkatnya…

Read More

Pemerintah Jaga Momentum Ekonomi usai Keyakinan Konsumen Membaik

*) Oleh : Devika Ayu Pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional setelah tingkat keyakinan konsumen kembali membaik pada Agustus 2026. Perbaikan kepercayaan masyarakat menjadi sinyal positif karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 meningkat dibandingkan Juli 2026. Kondisi tersebut…

Read More

Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal Positif dari Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen

Jakarta – Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Perbaikan tersebut menunjukkan mulai pulihnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi setelah mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), IKK Agustus 2026 tercatat 118,5, meningkat dari 116,8 pada Juli 2026. Research Analyst Mirae Asset…

Read More