Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Tangkal Radikalisme

JAKARTA – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, menanamkan nilai toleransi, serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Upaya penguatan nilai kebangsaan tersebut terus dilakukan berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat. Salah…

Read More

Pancasila sebagai Benteng Menghadapi Radikalisme dan Polarisasi Digital

Oleh : Garvin Reviano )* Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, bangsa Indonesia menghadapi tantangan baru yang tidak hanya bersifat ekonomi atau politik, tetapi juga ideologis dan sosial. Ruang digital yang awalnya diharapkan menjadi sarana memperkuat literasi, persatuan, dan kreativitas masyarakat, dalam praktiknya juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran paham radikalisme, ujaran kebencian, hoaks, hingga…

Read More

Nilai-Nilai Pancasila Tetap Relevan Menghadapi Tantangan Radikalisme Digital

Oleh: Rivka Mayangsari*) Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Arus informasi yang bergerak begitu cepat menghadirkan banyak manfaat, mulai darikemudahan komunikasi hingga akses pengetahuan tanpa batas. Namun di balik kemajuantersebut, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga manipulasi informasi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dalamsituasi inilah, nilai-nilai Pancasila kembali menegaskan relevansinya sebagai fondasi utamadalam menjaga ketahanan nasional di era digital. Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menegaskan bahwa ancamanterhadap bangsa saat ini tidak lagi hanya berbentuk fisik. Menurutnya, ancaman baru hadirmelalui penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, serta narasi intoleransi yang berkembangdi ruang digital. Fenomena tersebut berpotensi memecah belah masyarakat apabila tidak dihadapidengan penguatan ideologi dan kesadaran kebangsaan yang kuat. Dave menilai Pancasila harus tetap menjadi kompas bangsa di tengah derasnya arus informasidigital. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial yang terkandungdalam Pancasila menjadi benteng penting untuk menjaga kohesi nasional. Penguatan ideologiPancasila dinilai sangat penting, terutama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakatsecara signifikan. Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang interaksi, tetapi juga arena pembentukan opini dan pola pikir masyarakat. Algoritma platform digital dinilai mampumenciptakan ruang gema informasi atau echo chamber, di mana seseorang hanya menerimainformasi yang memperkuat pandangannya sendiri. Kondisi ini dapat memperbesar polarisasisosial apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang baik. Karena itu, Dave menekankan pentingnya memperkuat literasi digital berbasis nilai-nilaiPancasila. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring informasi, memahamikeberagaman, serta menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Media digital tidakboleh hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi danpenguatan semangat kebangsaan. Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Dewan Pers, RosaritaNiken Widiastuti. Ia menegaskan bahwa media digital harus digunakan untuk memperkuattoleransi dan persatuan bangsa. Menurutnya, ruang digital tidak boleh berubah menjadi saranapenyebaran kebencian yang merusak harmoni sosial. Akademisi Ahmad Gunawan juga menilai penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan melaluipendidikan karakter dan literasi digital yang berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda saat inimenghadapi tantangan besar akibat derasnya pengaruh budaya luar dan konten negatif di era globalisasi. Tanpa fondasi ideologi yang kuat, generasi muda berisiko kehilangan arah danmudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi penting agar generasi muda tidak hanya cerdassecara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan rasa cinta tanah air. Literasidigital juga diperlukan agar masyarakat mampu memahami dampak dari setiap informasi yang dikonsumsi dan dibagikan di ruang digital. Di tengah perkembangan media sosial yang semakin dinamis, Dosen Prodi Komunikasi danPenyiaran Islam Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, M. Sauki M.A, menegaskan bahwainternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui media digital merupakan proyek peradaban yang sangatpenting. Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada peran generasi mudasebagai penjaga sekaligus pembaharu bangsa. Ia menilai generasi muda tidak boleh terjebak dalam nostalgia masa lalu, tetapi juga tidak bolehabai terhadap kekuatan besar yang mereka miliki melalui teknologi digital. Momentum peringatan 1 Juni, menurutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan bagi anakmuda untuk mengisi ruang digital dengan keteladanan, kreativitas, dan semangat kebangsaan. Sauki menekankan perlunya lahir ribuan kreator konten yang secara sadar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai benang merah dalam setiap karya mereka. Hal ini penting karena ideologitransnasional saat ini dikemas secara sangat profesional dan menarik. Paham-paham tersebuttidak lagi hadir melalui ceramah formal, melainkan menyusup melalui konten viral, meme, podcast, hingga tantangan media sosial yang terlihat modern dan rasional. Fenomena ini menunjukkan bahwa pertarungan ideologi di era digital tidak lagi terjadi di ruangkonvensional, tetapi berlangsung di linimasa media sosial yang dikonsumsi generasi muda setiaphari. Karena itu, penguatan Pancasila tidak cukup dilakukan melalui pendekatan formal semata, melainkan harus hadir dalam bahasa dan media yang dekat dengan masyarakat digital saat ini. Pancasila tetap relevan karena nilai-nilainya mampu menjawab tantangan zaman tanpakehilangan akar budaya bangsa. Di tengah ancaman radikalisme digital, intoleransi, dandisinformasi, Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan nasional danketahanan sosial masyarakat Indonesia. Dengan penguatan literasi digital, pendidikan karakter, serta partisipasi aktif generasi muda di ruang digital, Indonesia memiliki modal kuat untukmenghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab, toleran, dan bersatu. *) Pemerhati sosial

Read More

Peringatan Hari Lahir Pancasila Bangkitkan Semangat Nasionalisme Generasi Papua

JAYAPURA – Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat nasionalisme generasi Papua. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus yang berintegritas, cinta tanah air, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Papua untuk memperingati Hari…

Read More

Semangat Hari Lahir Pancasila Menguatkan Arah Pembangunan Papua yang Berkeadilan dan Bermartabat

Jayapura – Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi penguat semangat seluruh elemen bangsa dalam mendorong pembangunan Papua yang maju, inklusif, dan berkeadilan. Berlandaskan nilai-nilai Pancasila, berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya Papua sebagai kekayaan nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa Papua memiliki posisi…

Read More

Hari Lahir Pancasila Perkuat Fondasi Generasi Muda Sebagai Penggerak Kemajuan Papua

JAYAPURA – Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda Papua. Di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman, pendidikan karakter yang berlandaskan nilai Pancasila dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan yang dilakukan Barisan Merah…

Read More

Sekolah Rakyat Dipercepat untuk Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia….

Read More

Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jelang Tahun Ajaran Baru

Jakarta – Sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan selesai dibangun pada 20 Juni 2026 demi menyambut dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah mengintegrasikan langkah pengerjaan di lapangan guna menjamin percepatan fasilitas pendidikan ini selesai tepat waktu. Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat langsung memutus rantai ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan di…

Read More

Sekolah Rakyat dan Jalan Menuju Kesetaraan Pendidikan

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda pemerataan pendidikanmelalui Program Sekolah Rakyat yang pada 2026 menjadi salah satu prioritas utamapembangunan sumber daya manusia nasional. Pemerintah memandang pendidikan berkualitastidak boleh hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu, tetapi harus dapat diakses seluruhanak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan wilayah denganketerbatasan fasilitas pendidikan. Karena itu, Sekolah Rakyat hadir sebagai langkah strategisnegara untuk membuka akses pendidikan gratis, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakatpaling rentan di berbagai daerah. Program ini dinilai menjadi wujud nyata kehadiran pemerintahdalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraihmasa depan yang lebih baik. Pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian daritarget besar pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 mendatang. Pemerintah menilai pembangunan pendidikan harus bergerak lebih cepat agar kesenjangan sosialakibat ketimpangan akses pendidikan dapat ditekan secara bertahap. Melalui konsep sekolahberbasis asrama, pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampumemperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung perkembangan akademikmaupun pembentukan karakter secara optimal. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangkapanjang untuk memperkuat kualitas generasi muda Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Program Sekolah Rakyat difokuskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desilsatu dan dua dalam Data Sosial Tunggal Ekonomi Nasional (DTSEN). Hingga awal 2026, lebihdari 15 ribu siswa telah mengikuti pendidikan melalui program tersebut dan jumlahnyaditargetkan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah menilai pendidikanmerupakan instrumen paling penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Denganmemberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, peluang mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik diyakini akan semakin terbuka. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses belajar di ruang kelas, tetapi juga sebagaifondasi utama dalam membangun kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagiandari strategi besar pemerintah dalam mengatasi kemiskinan struktural melalui sektor pendidikan. Pemerintah menilai pendekatan konvensional tidak cukup untuk menyelesaikan persoalanketimpangan sosial yang telah berlangsung lama. Karena itu, dibutuhkan langkah yang lebihprogresif agar negara benar-benar hadir membantu masyarakat yang selama ini memilikiketerbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Menurut pemerintah, pembangunan sekolahberbasis asrama memungkinkan siswa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih stabilsekaligus membantu mengurangi tekanan ekonomi keluarga. Dengan demikian, siswa dapat lebihfokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya dan keterbatasan fasilitas. Selain menyediakan pendidikan gratis, pemerintah juga menyiapkan dukungan fasilitaspenunjang yang lebih lengkap dibandingkan sekolah umum di banyak daerah tertinggal. Siswamendapatkan asrama, makan bergizi, perlengkapan sekolah, hingga pembinaan karakter dan kedisiplinan. Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan pendidikan masyarakat miskin sering kali tidak hanya berkaitan dengan biaya sekolah, tetapi juga dipengaruhi faktorlingkungan, gizi, dan kondisi sosial keluarga. Pemerintah ingin memastikan anak-anak dapatbelajar dalam kondisi yang sehat, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secaramenyeluruh. Dengan fasilitas yang lebih memadai, Sekolah Rakyat diharapkan mampumenciptakan suasana pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari menilai kehadiran SekolahRakyat menunjukkan komitmen negara dalam memastikan pendidikan menjadi hak seluruh anakbangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Pemerintah memandang kesetaraanpendidikan menjadi syarat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berdayasaing. Karena itu, pembangunan sekolah bagi kelompok masyarakat miskin tidak hanyadipandang sebagai program bantuan sosial, tetapi juga bagian dari investasi besar negara dalammembangun masa depan Indonesia yang lebih kuat. Pemerintah optimistis bahwa peningkatankualitas pendidikan akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan produktivitasnasional dan daya saing Indonesia di tingkat global. Program Sekolah Rakyat juga berjalan beriringan dengan berbagai program prioritas pemerintahlainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemerintah menilai pembangunan manusia harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnyabenar-benar berdampak jangka panjang. Jika MBG membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswadan…

Read More

Pendidikan Berkualitas dan Misi Besar Sekolah Rakyat

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pendidikan selalu disebut sebagai jalan paling realistis untuk memutus rantai kemiskinan. Namun masalah terbesar Indonesia selama ini bukan sekadar kurangnya sekolah, melainkan ketimpangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau kurang mampu. Di beberapa daerah, anak putus sekolah masih menjadi kenyataan yang terus berulang. Sebagian harus bekerja membantu orang tua,…

Read More