Penurunan Bunga Mekaar Dan Keberpihakan Negara Pada Usaha Mikro 

Oleh : Gavin Asadit )* Di tengah dinamika ekonomi tahun 2026, denyut nadi perekonomian akar rumputkembali mendapat hembusan napas segar. Kebijakan pemerintah untukmenyesuaikan skema pembiayaan Program Mekaar melalui PT PNM, khususnyalewat pemangkasan suku bunga, bukanlah sekadar deretan angka di atas kertas. Langkah strategis ini merupakan sinyal kuat akan keberpihakan negara, membukapintu perluasan akses permodalan yang lebih ramah bagi jutaan perempuanprasejahtera yang selama ini menjadi tulang punggung usaha ultra mikro di Indonesia.  Program Mekaar selama lebih dari satu dekade telah menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan nasional. Melalui skema pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan usaha secara berkelompok, jutaan perempuan prasejahtera memperoleh kesempatan membangun dan mengembangkan usaha produktif. Pendekatan tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem pemberdayaan…

Read More

Pemerintah Pastikan CNG Merah Putih Tetap Terjangkau bagi Masyarakat

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program konversi LPG 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menambah beban biaya rumah tangga. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Direktur…

Read More

CNG Merah Putih Disiapkan Jadi Alternatif Gas Melon Berbasis Energi Domestik

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya diversifikasi energi nasional melalui pengembangan CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram atau gas melon. Pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang bersumber dari gas bumi domestik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah…

Read More

Tabung CNG Merah Putih Diuji Ketat demi Pastikan Keamanan Masyarakat

Oleh Rianti Anissa )* Konversi liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram ke compressed natural gas (CNG) 3 kilogram atau CNG Merah Putih patut menjadi langkah strategis yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untukmenyentuh tiga kepentingan besar sekaligus, yaitu penghematan anggaran negara, penguatan ketahanan energi nasional, dan perlindungan keselamatan masyarakat. Karena itu, pengujian ketat terhadap tabung CNG…

Read More

CNG Merah Putih dan Jalan Baru Kemandirian Energi Nasional

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat agenda kemandirian energi nasional sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), pemerintah mulai mengembangkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) melalui Program CNG Merah Putih. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik,…

Read More

Integrasi Layanan dalam Kopdes Merah Putih Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus menjadi jalur utama penyaluran berbagai subsidi pemerintah kepada masyarakat. Dalam penjelasannya, Presiden mengatakan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan warga dalam satu ekosistem, mulai dari koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga…

Read More

Kopdes Merah Putih Memperkuat Ekosistem Ekonomi Desa Melalui Layanan Terintegrasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi guna mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dari tingkat desa. Dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan dalam satu tempat, mulai dari kantor koperasi, toko sembako,…

Read More

Kopdes Merah Putih Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Pelayanan Terpadu

Oleh: Adelia Sani )* Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih (KDMP) sebagai strategi memperkuat ekonomi desasekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program inidirancang untuk menghadirkan layanan ekonomi yang terintegrasisehingga masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan usaha dan pelayanan dasar melalui satu wadah koperasi. Kehadiran KDMP menjadi bagian dari upaya membangun ekosistemekonomi desa yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan. Koperasitidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, tetapi juga diarahkanmenjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok, layanan kesehatanmelalui apotek desa, pengelolaan logistik, hingga penyimpanan hasilpertanian melalui fasilitas gudang dan ruang pendingin. Presiden Prabowo Subianto menempatkan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang mampumenghubungkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat dalam satusistem. Integrasi layanan itu diharapkan dapat memangkas hambatandistribusi, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan nilaitambah hasil produksi masyarakat desa. Layanan yang tersedia di dalam KDMP dirancang untuk menjawabberbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Selain menyediakantoko sembako, koperasi juga menghadirkan layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau, gudang logistik, serta fasilitas penyimpanan hasil panen agar kualitasproduk tetap terjaga sebelum dipasarkan. Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh aksespembiayaan, koperasi diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan terjangkau. Pemerintah memandang keberadaan koperasi simpan pinjamdi setiap desa akan membantu masyarakat memperoleh modal usahadengan bunga yang lebih rendah sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap pinjaman berbunga tinggi. Pemerintah juga mengarahkan KDMP menjadi jalur utama penyaluranberbagai barang bersubsidi sehingga manfaat bantuan dapat diterimalangsung oleh masyarakat yang berhak. Skema ini diharapkan mampumeningkatkan efektivitas distribusi sekaligus memperkuat peran koperasisebagai pusat pelayanan ekonomi desa. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menjelaskan pemerintahmenargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihtelah beroperasi hingga akhir 2026. Menurutnya, fokus pemerintah tidakhanya menyelesaikan pembangunan fisik koperasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secaraprofesional. Farida menjelaskan calon manajer koperasi akan mengikuti pelatihanmanajerial pada 17–31 Juli 2026 sebagai bekal untuk memahami tata kelola koperasi, pengembangan usaha, serta pelayanan kepada anggotadan masyarakat. Peningkatan kompetensi pengelola dinilai menjadi faktorpenting agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih(Simkopdes) per 9 Juli 2026 menunjukkan percepatan pembangunanterus berlangsung. Dari 35.870 titik yang telah terverifikasi, sekitar 20 ribuunit masih dalam proses pembangunan, sedangkan sekitar 15.500 koperasi telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menilai konsep KDMP selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai wujud ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi dibangun atas prinsip gotong royong sehingga manfaat ekonomidapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latarbelakang sosial maupun ekonomi. Surya memandang inovasi KDMP mampu menjawab berbagai kendalayang selama ini dihadapi koperasi konvensional, terutama rendahnyapartisipasi masyarakat akibat keterbatasan kemampuan membayarsimpanan pokok dan simpanan wajib. Dukungan pemerintah terhadappermodalan koperasi dinilai dapat memperluas akses masyarakat untukbergabung dan memperoleh manfaat ekonomi. Di sisi lain, Surya mengingatkan pentingnya transparansi dalampengelolaan koperasi. Pengawasan dan audit secara berkala dinilaimenjadi prasyarat agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai tujuanserta mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakanpembangunan Koperasi Desa Merah Putih merupakan implementasikonsep ekonomi kerakyatan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kebijakan ini menempatkan rakyat sebagai pusatpertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan koperasi sebagaipenggerak utama pembangunan dari desa. Penguatan layanan terpadu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan pembangunan koperasi di berbagai daerah diharapkanmenjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan pemerataanpembangunan, memperkuat kemandirian masyarakat, dan meningkatkankesejahteraan secara berkelanjutan. Selain memperkuat layanan ekonomi, keberadaan KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih juga diharapkan mampu menciptakanekosistem usaha yang saling terhubung di tingkat desa. Pelaku usahamikro, petani, nelayan, peternak, hingga pengrajin dapat memanfaatkankoperasi sebagai mitra dalam memperoleh bahan baku, aksespermodalan, pendampingan usaha, serta jaringan pemasaran yang lebihluas. Integrasi berbagai layanan tersebut diyakini mampu menekan biayaproduksi, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus memperbesar dayasaing produk desa di pasar regional maupun nasional.  Dalam jangka panjang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembagaekonomi, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mendorong lahirnya berbagai peluang usaha baru. Apabila pengelolaandilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kebutuhanmasyarakat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi menjadifondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonominasional dari tingkat akar rumput. *) Pemerhati Kebijakan Publik

Read More

Kopdes Merah Putih Perkuat Rantai Pasok dan LayananEkonomi Desa Secara Terintegrasi

Oleh: Arfian Fadli )* Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu agenda yang terus didorongmelalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini dirancang untuk menghadirkan berbagai layanan ekonomidalam satu ekosistem sehingga masyarakat desa memperoleh aksesyang lebih mudah terhadap pembiayaan, distribusi barang, logistik, hinggapemasaran hasil produksi. Integrasi layanan tersebut diharapkan mampumemperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitasekonomi di tingkat desa. Dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa KDKMP dipersiapkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa. Menurut Presiden, koperasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain kantorkoperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudanglogistik, serta ruang pendingin untuk menjaga kualitas hasil pertaniansebelum dipasarkan. Konsep pelayanan terpadu itu lahir dari pandangan bahwa masyarakatdesa membutuhkan akses yang lebih dekat terhadap berbagai layananekonomi. Presiden menuturkan bahwa gagasan tersebut dipengaruhi oleh pengalamannya ketika bertugas di berbagai daerah dan menyaksikansecara langsung tantangan yang dihadapi masyarakat desa. Pengalamantersebut memperkuat keyakinannya bahwa koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memperluasperlindungan bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasanakses terhadap layanan ekonomi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah akses pembiayaanbagi petani. Keterbatasan modal kerja selama masa tanam masihmembuat sebagian petani bergantung pada pinjaman berbunga tinggi. Karena itu, pemerintah mendorong kehadiran koperasi simpan pinjam di setiap desa agar masyarakat memperoleh alternatif pembiayaan denganbiaya yang lebih terjangkau sekaligus mendukung kegiatan usahaproduktif. Selain memperluas akses pembiayaan, KDKMP juga diposisikan sebagaijalur distribusi berbagai barang bersubsidi. Pemerintah menilai penyaluranmelalui koperasi dapat membantu memastikan subsidi diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus memperpendek rantai distribusi. Mekanisme ini diharapkan meningkatkan efektivitas penyaluran dan memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat pelayanan ekonomimasyarakat. Penguatan rantai pasok tidak hanya diarahkan pada sektor pertanian. Pemerintah juga merancang dukungan bagi koperasi nelayan melaluipenyediaan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, pabrik es, sertasarana penunjang lainnya yang dikelola secara koperasi. Skema tersebutdiharapkan mampu menjaga kualitas hasil perikanan, meningkatkan nilaitambah, dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir. Keterkaitan KDKMP dengan rantai pasok pangan juga terlihat melaluipelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri KoordinatorBidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pemerintahmendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pembelian bahan pangan dari KDKMP, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah(UMKM) lokal. Langkah tersebut dimaksudkan agar manfaat ekonomiprogram tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa. Menurut Zulkifli Hasan, sinergi antara pemerintah desa, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalammendukung pelaksanaan MBG sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Melalui pola kemitraan itu, petani memperoleh peluang lebih besar untukmemasok kebutuhan pangan melalui jaringan koperasi dan BUMDessehingga hasil produksi lokal dapat terserap lebih optimal. Untuk memperluas manfaat ekonomi, Kementerian Koordinator BidangPangan bersama Badan Gizi Nasional terus mendorong setiap SPPG bekerja sama dengan sedikitnya 15 pemasok lokal yang berasal darikoperasi, BUMDes, maupun UMKM.  Data yang dipaparkan pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 65 persenSPPG telah bermitra dengan pemasok lokal di kabupaten yang sama. Program MBG yang melayani sekitar 63,2 juta penerima manfaat juga telah didukung oleh lebih dari 148 ribu pemasok, yang terdiri ataskoperasi, BUMDes, UMKM, KDKMP, dan berbagai pemasok lainnya.  Di luar sektor pangan, fungsi koperasi juga diarahkan untuk mendukungdistribusi berbagai komoditas strategis seperti LPG, pupuk bersubsidi, dan beras SPHP. Peran tersebut memperluas fungsi KDKMP sebagai simpuldistribusi yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan berbagailayanan ekonomi dalam satu sistem. Integrasi koperasi turut dikembangkan pada sektor pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti, Putri Wardhana, menilai penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui koperasi desa sejalan dengan upayamembangun ekonomi berbasis masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebutdapat memperluas manfaat ekonomi pariwisata sehingga tidak hanyabergantung pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikannilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat desa. Widiyanti menjelaskan bahwa koperasi dapat menjadi wadah untukmemperkuat pengelolaan usaha masyarakat, memperluas aksespembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memastikanmanfaat ekonomi dari sektor pariwisata tetap berada di daerah. Integrasi Pokdarwis dan koperasi juga dinilai mampu memperkuat pengelolaanpaket wisata, homestay, kuliner, dan berbagai usaha pendukung lainnyadalam satu ekosistem yang saling terhubung. Melalui penguatan layanan ekonomi, distribusi barang, pembiayaan, sertapengembangan kemitraan lintas sektor, KDKMP diposisikan sebagai salah satu instrumen yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi di tingkat desa. Integrasi antara koperasi, sektor pangan, pertanian, perikanan, dan pariwisata menunjukkan bahwa penguatan kelembagaandesa tidak hanya diarahkan pada penyediaan layanan ekonomi, tetapijuga pada pembentukan rantai pasok yang lebih efisien dan salingterhubung untuk mendukung aktivitas masyarakat di berbagai sektor….

Read More

Reskilling dan Upskilling Disiapkan untuk Pekerja Terdampak PHK

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif untuk membantu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui program peningkatan keterampilan atau reskilling dan upskilling. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga daya saing tenaga kerja sekaligus memastikan para pekerja tetap memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan baru maupun…

Read More