Danantara Sumberdaya Indonesia Diperkuat untuk Menutup Kebocoran Devisa Negara

Jakarta – Pemerintah memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) nasional melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai badan usaha yang akan mengelola ekspor komoditas strategis secara lebih terintegrasi dan terpusat. Langkah tersebut dinilai menjadi upaya strategis untuk menutup kebocoran devisa negara sekaligus memperkuat pengawasan terhadap praktik ekspor yang selama ini dinilai belum optimal….

Read More

Danantara Sumberdaya Indonesia Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Strategis

Jakarta – Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai menjadi momentum penting dalam meningkatkan transparansi, optimalisasi devisa hasil ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global komoditas strategis. CEO Danantara, Rosan P. Roeslani mengungkapkan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia diarahkan untuk memperkuat transparansi transaksi dan penyempurnaan tata kelola ekspor nasional. “Dan kebijakan ini tentu…

Read More

Danantara Sumberdaya Indonesia: Transparansi untuk Nilai Tambah Nasional 

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan langkah strategis untuk memastikan kekayaan sumber daya alamnasional benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat. Selama bertahun-tahun, persoalan under invoicing, transfer pricing, hinggakebocoran devisa hasil ekspor menjadi tantangan serius yang menggerus potensipenerimaan negara. Dalam konteks itulah pembentukan PT Danantara SumberdayaIndonesia (DSI) menjadi momentum penting bagi perbaikan tata kelola ekonominasional. Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani dengan membentuk BUMN khusus ekspor komoditas strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia. Kebijakan ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan transformasiparadigma pengelolaan sumber daya alam Indonesia menuju sistem yang lebihtransparan, akuntabel, dan bernilai tambah tinggi. Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwapembentukan DSI bertujuan memperkuat transparansi transaksi ekspor komoditasnasional. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi inginmembiarkan potensi kebocoran ekonomi terus terjadi dalam rantai perdagangankomoditas strategis Indonesia. Selama ini, berbagai data pemerintah maupun lembaga internasional menunjukkanmasih tingginya praktik manipulasi harga ekspor pada sejumlah komoditas unggulanseperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloys. Akibatnya, negara kehilanganpotensi pajak, royalti, serta devisa dalam jumlah besar. Bahkan, validitas data perdagangan nasional ikut terganggu sehingga menyulitkan pemerintah menyusunkebijakan ekonomi yang tepat sasaran. Pembentukan DSI menjadi jawaban atas persoalan tersebut. Pemerintah kinimemiliki instrumen yang dapat memantau volume ekspor, harga transaksi, hinggamekanisme pengiriman komoditas secara lebih komprehensif. Dalam tahap awal, mulai Juni hingga Desember 2026, seluruh eksportir diwajibkan melaporkan rinciantransaksi kepada DSI agar pemerintah dapat memastikan harga ekspor sesuaidengan indeks pasar global dan prinsip kewajaran. Langkah ini penting karena selama ini disparitas harga ekspor kerap terjadi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengungkapkan adanya perbedaanharga signifikan antara harga jual komoditas Indonesia ke Singapura dibandingkanharga di pasar Amerika Serikat. Situasi semacam itu menunjukkan adanya ruangbesar bagi praktik manipulasi harga yang merugikan negara. Karena itu, kehadiran DSI harus dipahami bukan sebagai hambatan perdagangan, melainkan upaya modernisasi tata kelola ekspor nasional. Pemerintah justru inginmenciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat, terbuka, dan terpercaya bagiseluruh pelaku usaha. Transparansi pada akhirnya akan meningkatkan kredibilitasIndonesia di pasar internasional. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwaDSI akan memperkuat sistem pelaporan perdagangan serta memastikan seluruhtransaksi dilakukan secara akuntabel dan sesuai harga pasar. Selain itu, DSI juga akan mendukung pengelolaan devisa negara secara optimal melalui konsolidasidata dan tata kelola yang lebih efisien. Kebijakan ini memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar pengawasanekspor. DSI berpotensi menjadi instrumen penguatan kedaulatan ekonomi nasional. Ketika transaksi ekspor dapat dimonitor secara menyeluruh, maka devisa hasilekspor akan lebih mudah dikendalikan dan dipastikan kembali ke dalam negeri. Hal ini sangat penting di tengah tekanan global terhadap nilai tukar rupiah dan volatilitaspasar keuangan internasional. Apalagi saat ini ekonomi dunia sedang menghadapi ketidakpastian akibat fluktuasiharga energi, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi global. Dalam situasiseperti itu, negara-negara penghasil komoditas dituntut memiliki sistemperdagangan yang efisien sekaligus mampu menjaga kepentingan nasional. Lebih jauh, pembentukan DSI…

Read More

Danantara Sumberdaya Indonesia dan Agenda Besar Reformasi Tata Niaga Ekspor

Oleh : Abdul Razak)* Langkah pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mengubah status PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi BUMN (Persero) menandai babak baru reformasi tata niaga ekspor nasional. Kebijakan tersebut bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari agenda besar negara untuk memperkuat pengawasan terhadap ekspor sumber daya alam strategis agar lebih…

Read More

Pemerintah Pastikan Sistem Listrik Sumatra Pulih Total dan Evaluasi Terus Dilakukan

Jakarta — Pemerintah memastikan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumatra telah pulih total setelah sebelumnya terjadi gangguan yang menyebabkan pemadaman meluas di sejumlah daerah. Pemulihan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unit operasional ketenagalistrikan guna memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan listrik secara normal dan stabil. Kementerian Energi dan…

Read More

Sistem Interkoneksi Listrik Sumatra Kembali Normal Disertai Evaluasi dan Penguatan Jaringan Transmisi

JAKARTA — Sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan. PT PLN (Persero) menyatakan terus melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus mempercepat penguatan sistem kelistrikan di Sumatra, terutama pada aspek jaringan transmisi dan keandalan antar subsistem. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan evaluasi dilakukan…

Read More

Evaluasi Keandalan Sistem Kelistrikan Sumatra Mencegah Gangguan Berulang

Oleh : Ricky Rinaldi Keandalan sistem kelistrikan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, aktivitas sosial, dan pelayanan publik di Indonesia. Di Sumatra yang berstatus menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, ketersediaan daya yang andal menjadikebutuhan mendasar untuk menggerakkan roda industri. Insiden padam massal (blackout) pada sistem interkoneksi regional Sumatra menjadi momentum penting untuk melakukanpenguatan sistem secara struktural dari hulu ke hilir. Evaluasi menyeluruh terhadap sistemkelistrikan merupakan agenda strategis nasional yang mendesak guna mencegah terulangnyagangguan serupa serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kawasan Sumatra terus berkembang menjadi pusat aktivitas industri, perkebunan, pertambangan, dan perdagangan yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Seiring denganlompatan kebutuhan energi tersebut, pemerintah berkomitmen memastikan sistem kelistrikanmemiliki kapasitas, fleksibilitas, dan ketahanan yang memadai. Presiden Prabowo Subiantomenegaskan bahwa seluruh infrastruktur strategis nasional harus dikelola secara profesional, modern, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Kelistrikan sebagai pilar kedaulatan energi mendukung keberhasilan pembangunan nasional, sehingga gangguan di lapangan segera ditransformasikan menjadi langkah konkret untuk memperkuat keandalanjaringan jangka panjang. Badan BUMN Danantara Indonesia menggelar evaluasi operasional secara menyeluruhterhadap PT PLN (Persero). Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa peninjauan mencakup pembenahanproses bisnis, penelusuran penyebab utama kegagalan sistem, hingga penyusunan langkahmitigasi risiko ke depan. Evaluasi ini memastikan tata kelola perusahaan umum milik negara berjalan selaras dengan target efisiensi dan ketahanan nasional. Langkah Danantara inimemperkuat manajemen risiko infrastruktur vital agar lebih adaptif dan visioner dalammelindungi hak-hak publik serta sektor usaha. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa insidenkelumpuhan kelistrikan di Sumatra dipicu oleh gangguan pada jaringan transmisi di wilayah Merangin akibat faktor cuaca ekstrem, di mana jaringan kabel listrik bertegangan ekstratinggi di Jambi terputus setelah tersambar petir. Kerusakan akibat faktor alam di titikinterkoneksi ini mengganggu stabilitas pasokan secara luas karena adanya ketidakseimbanganbeban arus, di mana sistem interkoneksi regional masih memerlukan penyelarasan aliran dayaantardaerah. Pemerintah merespons kondisi ini dengan mempercepat penyempurnaantopologi jaringan kelistrikan Sumatra agar distribusi energi semakin merata dan memilikisistem proteksi yang lebih tangguh. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa ketahananenergi nasional wajib ditopang oleh infrastruktur yang kuat serta ketahanan sistem yang mampu beradaptasi menghadapi tantangan eksternal. Evaluasi komprehensif ini menjadiinstrumen esensial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan demi mengimbangilaju pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung program transisi energi. Dalam proses pemulihan pasca-gangguan, aspek kehati-hatian teknis memegang peranan penting. AnggotaDewan Energi Nasional, M Kholid Syeirazi, memberikan catatan bahwa proses normalisasijaringan interkoneksi berskala besar sepanjang ribuan kilometer dilakukan dengan penuhkehati-hatian dan perhitungan matang demi memastikan kestabilan frekuensi jaringansebelum daya dialirkan kembali secara penuh kepada pelanggan. Indikator utama dalam mengukur stabilitas jaringan kelistrikan interkoneksi terletak pada keseimbangan frekuensi antara daya yang dibangkitkan dengan beban aktual. MenurutKholid Syeirazi, pemulihan secara bertahap dan terukur yang mengutamakan pemantauanparameter tegangan serta sudut fasa merupakan strategi terbaik untuk menjamin keamananunit pembangkit dari risiko kerusakan teknis. Langkah penanganan terukur yang dilakukanoleh manajemen PLN terbukti berhasil meminimalkan risiko gangguan susulan dan mempercepat pemulihan sistem interkoneksi secara aman. Penanganan yang terstruktur inimembuktikan kesiapan instansi terkait dalam mengelola situasi darurat dengan standaroperasional yang tinggi. Komitmen penguatan kelistrikan ini juga didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerahdemi menyukseskan agenda-agenda strategis nasional. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menekankan pentingnya jaminan ketersediaan daya yang kokoh, sejalan denganlangkah besar pemerintah yang tengah gencar mengakselerasi program transisi energi dan digitalisasi di berbagai lini kehidupan, termasuk mendorong penggunaan ekosistemkendaraan listrik dan operasional transportasi massal berbasis baterai. Bobby juga menggarisbawahi pentingnya penguatan sistem cadangan kelistrikan untuk mendukungfasilitas pelayanan publik serta percepatan kemandirian energi di wilayah kepulauan terluaragar pertumbuhan wilayah berjalan selaras dengan target inklusivitas nasional. Merespons evaluasi tersebut, manajemen PLN melalui General Manager PLN Unit IndukDistribusi Sumatera Utara, Mundakhir Salman, bergerak cepat memastikan kesiapan pasokanenergi regional, termasuk melakukan mitigasi khusus untuk mendukung kesuksesan agenda nasional dan daerah yang akan datang. Sinergi ini mempertegas komitmen bersama dalammewujudkan agenda transformasi energi nasional, di…

Read More

Keandalan Infrastruktur Energi Jadi Fokus Pasca Gangguan Listrik Sumatra

*) Oleh : Debi Arianti Gangguan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra beberapa waktu lalu menjadi perhatian besar berbagai pihak karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan energi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi sudah menjadi bagian utama dari hampir seluruh aktivitas masyarakat modern….

Read More

Presiden Prabowo Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Pertahanan melalui Kunjungan ke Prancis

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat posisi Indonesia di panggung global melalui rangkaian kunjungan kerja ke Eropa. Kunjungan kenegaraan ke Prancis menghasilkan sejumlah capaian strategis di bidang ekonomi, investasi, ketahanan energi, dan pertahanan. Agenda utama pertemuan kepala negara berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, industri pertahanan, transfer teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia di…

Read More

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Global

Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat. Dalam lawatan resmi yang berlangsung di Paris, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas berbagai isu strategis di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan,…

Read More